Love Amy

Love Amy
Bag 53 Agung Pratama...


__ADS_3

" Permisi Pak, ada seseorang yang ingin bertemu Bapak, saya sudah bilang kalo bapak lagi sibuk, tapi bapak ini terus memaksa ingin bertemu bapak," kata Lisa Sekertaris Fadlly yang sama sekali tak mengenal siapa tamunya.


" Siapa," tanya Fadlly pelan tanpa melihat sekertarisnya,


" Apa kau tanya siapa namanya," tanya Fadlly lagi karena Fadlly sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tak memperhatikan siapa yang menemuinya.


" Pak Pratama, Pak," kata Lisa Sekertaris Fadlly.


sontak Fadlly pun langsung memperhatikan Laki laki yang bernama Pratama itu dan menatapnya Tajam.


" biarkan saja dia masuk," kata Fadlly ketus dan terlihat tak suka saat melihat laki laki yang Berdiri di hadapannya..


" Baik Pak, kalo begitu saya permisi," kata Lisa Sekertaris sebelum pergi dan Fadlly pun mengangguk.


laki laki itu pun masuk begitu saja dan langsung duduk di kursi kerja di depan Fadlly dan memperhatikan Foto yang terpajang di meja kerja Fadlly..


" Ada apa kau kemari," tanya Fadlly ketus.


" Astaga... Apa seperti itu cara menyambut Papahmu Hem," kata laki laki itu yang ternyata Papah Fadlly, yaitu Agung Pratama..


" Apa selama ini kau pernah berperan menjadi papah dalam hidup kami," kata Fadlly ketus.


" jadi...untuk apa saya harus menyambutmu dengan sopan," kata Fadlly lagi.


" Hah... Kau masih saja keras kepala, padahal kejadian itu sudah lama sekali," kata Papah Fadlly.


apa yang Papahnya katakan Membuat Fadlly kesal bukan main..ia benar benar merasa marah jika mengingat kejadian beberapa tahun lalu yang sudah merenggut Ibundanya dan di saat dirinya tengah berduka, papah yang seharusnya merangkul saat ibundanya meninggal ia justru malah melakukan Hal yang tak pantas dan malah membawa wanita lain di saat ibundanya meninggal.


" berhentilah berbicara yang tak penting," kata Fadlly kesal.


" katakan... Mau apa kau kemari," kata Fadlly kesal.


" di mana lagi aku bisa bertemu denganmu kalo bukan di sini," kata Agung Papah Fadlly bertele tele.


" Bila di rumahmu, ada Nenek tua itu dan juga Calon istrimu tentunya," kata Angung lagi yang ternyata mengetahui kalo Fadlly akan menikah Beberapa hari lagi.


" Nenek tua yang kau katakan adalah ibu dari Ibunda saya, dan beliau juga Oma saya, bukankah beliau juga masih Orang tuamu," kata Fadlly kesal.


" Hahhahaha... Orang Tuaku katamu," kata Agung yang malah tertawa.


" Nak... apa kau lupa jika anaknya yang menikah denganku itu sudah mati, sudah tentu kalo nenek tua itu bukan Orang Tuaku lagi," kata Agung menyebalkan dan menyebut Oma dan ibunda Fadlly dengan kata yang tak pantas.


ingin rasanya Fadlly meninju mulut papahnya yang sudah berkata seperti itu tentang Ibunda dan juga Oma nya..


" Jangan berbicara yang membuat Saya ingin memukulmu," kata Fadlly memperingatkan.


" Astaga Nak, apa kau berani memukul Papahmu ini sekarang," kata Agung songong.

__ADS_1


" tentu saja, jika kau berani menganggu Kedua orang yang paling saya sayangi, saya tidak akan segan segan memukulmu saat ini juga," kata Fadlly mengancam.


" katakan Lah, Apa yang ingin kau bicarakan," kata Fadlly ketus.


" Baiklah... ternyata Kau sama sepertiku, tak suka Basa basi," kata Agung senang ternyata putranya sama seperti dirinya.


" Kenapa kau membatalkan pertunangan mu dengan Angel, apa kau tau semua proyek yang sudah aku dapatkan dibatalkan oleh Ayahnya Angel," kata Agung kesal dan marah.


" Apa.. Sepertinya anda Salah pak tua, Selama ini saya tidak pernah Menerima Angel sebagai tunangan saya," kata Fadlly dingin.


" bukankah Anda yang berinisiatif untuk menjodohkan Saya, padahal anda tau, kalo saya sedikit pun tidak pernah menyukainya," kata Fadlly ketus.


" Jika Kau sayang akan semua itu, kenapa tidak kau saja yang menikahi Wanita itu," saran Fadlly sinis..


" Astaga... Nak, kejam sekali Nada bicaramu itu," kata Agung pelan dan terus memperhatikan Foto Amy.


" Aaah... Jadi Maksudmu kau menyukai gadis ini," kata Agung menyentuh dan memperhatikan foto Amy dan juga Fadlly.


" Gadis yang Cantik, tapi sayang... dia terlahir di keluarga Miskin," kata Agung lagi.


" Kedua orang tuanya Saja tak bisa menyekolahkan Adik adik Calon Istrimu itu ke sekolah lebih tinggi lagi, dan apa lagi Orang Tuanya hanya Seorang petani miskin,," kata Agung yang ternyata Mengetahui Latar belakang Amy..


Sontak Fadlly pun Langsung cemas karena Kelakuan papahnya yang di bilang nekad itu..


" Apa yang kau lakukan," kata Fadlly ketus.


" jangan menggangu Mereka," kata Fadlly memperingatkan.


" Hahahhaha...tergantung, Jika kau menuruti apa yang Aku inginkan, aku tidak akan mengganggunya," kata Agung sinis..


" apa yang kau inginkan," tanya Fadlly.


" Mudah saja, Beli Proyek yang pernah Saya dan ayah Angel sepakati, Jika Kau melakukanya aku tidak akan mengganggu Orang Tua dan juga Calon istrimu yang cantik itu," kata Agung licik.


" Licik sekali niatmu," kata Fadlly sinis dan Agung hanya menyeringai...


" Bagaimana," tanya Agung pelan.


" baiklah...Saya akan membelinya Bulan depan," kata Fadlly tak perduli..


" Aku tidak mau bulan depan, aku ingin kau membelinya Sekarang," kata Agung lagi.


" apa kau gila, Proyek di sana sangatlah jauh, bisa memakan waktu 2 Sampai 3 hari menuju Kesana," kata Fadlly kesal pada papah nya yang tak tau diri itu..


karena proyek yang di inginkan Papahnya itu terbilang sangat jauh dan bisa memakan waktu dua hari dua malam dalam perjalan Kesana, dan itu tak mungkin Fadlly lakukan sekarang, karena Pernikahannya tinggal Lima Hari lagi dan itu tak akan keburu nantinya


" Aku tidak mau tau," kata Papah Fadlly lagi.

__ADS_1


" kau dapatkan proyek itu, atau aku akan mengganggu Orang tua dan juga Calon istrimu," kata Papah Fadlly.


" Papah." kata Fadlly kesal dan sedikit Marah.


" Hahhahahaha.... Akhirnya Kau memanggil Papah juga," kata Papah Fadlly yang malah tertawa senang.


" lakukanlah, jika ingin Orang Tua dan Calon istrimu baik Baik saja," kata Papah Fadlly lagi dan berlalu meninggalkan Fadlly sendiri...


" Astaga...." Kata Fadlly Terduduk lemas di kursi kerjanya..


" Jika dia sudah mengancam, aku tak bisa berbuat apa-apa," kata Fadlly lirih mengingat kejadian tahun lalu saat orang di sebut Papahnya itu mengancam nyawa Omanya, dan benar saja ancamannya itu tak pernah main main,


" apa yang harus aku lakukan, Pernikahanku Tingal 5 hari lagi, Apa masih keburu jika aku keluar kota dan kembali dalam 3 atau 4 hari," Gumam Fadlly pelan..


Fadlly pun tak punya pilihan selain pergi ke luar kota dan mendapatkan Proyek yang di inginkan Papahnya itu, ia tak mau kalo papahnya itu Mengganggu Amy atau pun Orang tua Amy.


Fadlly benar benar kesal pada Papahnya itu, kenapa dari dulu dia tak pernah bosan bosannya mengganggu kehidupan nya.


*********


" Apa... Mas mau keluar Kota lagi," kata Amy kaget saat Fadlly mengatakan kalo ia akan pergi ke luar kota.


" tapi Mas, Pernikahan Kita Tingal 5 hari lagi," kata Amy seakan tak mau ditinggal,


" benar sayang,, apa keburu nanti kau sampai sini," kata Oma Cemas.


" mudah mudahan saja Oma," kata Fadlly pelan.


" Mas Tau sayang..." kata Fadlly menjelaskan.


" tapi... Mas tidak bisa meninggalkan Pekerjaan Ini, dan Mas janji Mas akan kembali tepat sebelum pernikahan Kita," kata Fadlly pelan.


" Mas Janji," Kata Amy pelan dan fadlly pun mengangguk,


" Tapi....Mas harus janji, Mas pulang Dengan selamat," kata Amy lembut dan memeluk Calon suami nya itu..


" tentu saja," kata Fadlly tersenyum..


" kalo begitu... istirahat lah, Oma Juga, Mas mau menemui Raffy dulu, Mas Mau berbicara dulu dengan Raffy," kata Fadlly lembut dan Amy pun mengangguk.


Fadlly pun menuju kamar Raffy dan mereka Berdua pun berbicara, entahlah mereka membicarakan apa, Amy juga tidak tau.


MALAM HARI...


" Mas Fa....." panggil Amy saat terbangun karena mimpi buruk yang ia alami, Amy benar benar takut akan mimpi yang ia alami itu.


" Astaghfirullah...kenapa aku mimpi seperti itu." kata Amy takut..

__ADS_1


__ADS_2