
Amy benar-benar terkejut saat mengetahui jika yang selalu mengubungi nya Itu adalah Frans.
Bahkan Amy memberanikan diri berbicara Langsung Dengan Frans lewat telepon itu ketika Frans Kembali Menelepon.
Frans : Akhirnya kau angkat juga...
Amy : Maaf..
Frans : Kapan kau akan kembali bukan kah Kau aku beri waktu Hanya Satu Minggu. bukankah ini sudah lebih dari Satu Minggu.
Amy : Maaf Mas, Sepertinya aku tidak bisa kembali ke sana lagi Mas..
Frans : Kenapa , Alasan nya, apa
( Aku harus Jawab apa, supaya Frans mengerti,) pikir Amy memikirkan apa yang harus ia katakan..
( Ah iya menikah,) Pikir Amy langsung..
Amy : Aku akan menikah,
Bahkan Amy mengatakan Alasan Pada Frans kalo ia akan Menikah dan tak akan kembali Lagi.. padahal Amy hanya mencari Alasan Saja jika Amy akan menikah di sana namun Frans ternyata Mempercayai itu semua....
Frans : Menikah...
Amy : Iya...Aku akan menikah.
Frans : Apa kau Serius.. bukankah kau belum 40 hari bercerai dari Raffy...
Amy : Hanya tinggal menunggu beberapa hari lagi Masa Iddah nya
Frans : Hmmmm Begitu...Kalo Begitu selamat..
Setelah mengatakan itu Frans Pun menutup Telepon itu dengan tiba tiba...
Sehingga membuat Amy termenung..
" Apa dia percaya Kalo aku akan menikah," Gumam Amy pelan dan anehnya Ia merasa Sedih..
" Siapa yang akan menikah," tanya Bibi Maya aneh saat mendengar Amy Baru saja selesai berbicara Dengan Frans, dan membuat Amy terkejut
" Ah...bibi," Ucap Amy merasa malu karena ketahuan berbohong...
" itu Bi... Amy hanya..." Amy bingung harus berbicara apa dan menjawab pertanyaan bibi nya..
" Siapa tadi yang telpon, Apa Seseorang yang ibumu bilang Mirip den Fadlly," tanya Bibi Maya pelan dan Amy pun mengangguk..
" terus kenapa kamu berbohong Padanya Kalo Kamu akan menikah," tanya Bibi Maya lagi...
Lagi lagi Ada seseorang yang mendengar kan pembicaraan mereka berdua ketika berbicara Di Luar..
" Hanya itu yang bisa aku katakan supaya Mas Frans membiarkan Aku untuk tetap tinggal Di sini," kata Amy pelan..
" Kenapa, Apa kamu berusaha menghindarinya," Tanya Bibi Maya Lagi..
" Aku tak pantas untuknya BI, Dia terlalu baik untuk Aku" kata Amy pelan..
" Lebih Baik Aku tinggal dan menikah dengan Orang lain di sini saja Nanti.," Kata Amy lagi..
" Apa kamu takut Laki laki yang Mirip Den Fadlly itu tak bersungguh-sungguh padamu," tebak Bibi Maya.
" Iya...Itu juga Yang Membuat Aku menjauhinya," kata Amy..
__ADS_1
" Tidak mungkin kan Bi, seseorang yang begitu Hebat, terkenal, kaya dan Tampan, bisa menyukai Aku yang hanya Anak Kampung seperti ini," kata Amy lagi..
" Lebih Baik Aku tak usah lagi mengenal kota dan Jakarta lagi Bi, Bahkan mungkin Aku tak Usah mengenal mereka lagi... Sudah cukup Aku mengenal Orang Orang di sana, dan mengalami Cinta Yang Begitu Menyakitkan yang tak pernah Bisa Untuk Aku dapatkan," kata Amy lirih..
" Tapi...Bukankah Kamu juga Berhak Untuk Bahagia," Kata Bibi Maya Lagi...
Perkataan Bibinya membuat Amy termenung memikirkannya..
" Apakah...Aku berhak untuk Bahagia BI," ucap Amy lirih...
" ten....ah...Perutku..Aduh," ucap Bibi Maya merintih kesakitan..
" loh...Bibi kenapa," tanya Amy cemas saat mendengar Bibi nya Kesakitan..
" Perut Bibi sakit sekali My, Sepertinya bibi akan melahirkan," ucap Bibi Maya pelan..
" apa..." ucap Amy cemas...
" Tapi... Bagaimana ini bi, tidak ada siapa siapa lagi di Rumah," kata Amy lebih cemas..
" Astaga Sayang...Kamu tinggal memapah Bibi ke Puskesmas di dekat sana saja, Mudah kan," kata Bibi Maya Yang mau melahirkan saja malah terlihat santai sedangkan Amy yang malah terlihat Cemas..
" Ah Iya...Aku lupa Bi...Ayo BI, Ayo," Ajak Amy Dan memapah Bibinya Ke puskesmas terdekat di sana..
dan untung saja ada seseorang yang membantu mereka mengantar ke puskesmas terdekat di sana..
DI PUSKESMAS...
Amy Mundar mandir menunggu Bibinya yang akan melahirkan,
Amy sangat Cemas menunggu Bibinya itu,
di sana juga Ada Ibu, Bapak, Amy, Emo dan Juga mang Ujang tentunya.
Mang Ujang pun menemani istrinya itu di dalam untuk melahirkan..
" Duduk Atuh Neng, kenapa malah mondar-mandir kaya setrikaan Begitu," Ucap Bapak Amy..
" Iya Nih Si Tteh, Malah Mondar-mandir kaya Peragawati aja," Kata Emo pelan membuat Ibu dan Juga Emy tersenyum..
" Amy cemas Pak, Mo." balas Amy..
" Tenang lah... Duduk sini.." Kata Ibu Amy Menenangkan putrinya Yang Begitu Cemas Pada Bibinya..
Amy pun mau tak mau duduk di samping Ibunya..
" Maya Tidak akan kenapa Napa," kata Ibu Amy Pelan..
" Ibu Yakin," tanya Amy tak percaya..
" Tadi Amy lihat Bibi Maya Sepertinya sangat kesakitan Bu," kata Amy cemas..
" Begitulah ibu ketika melahirkan Neng," Kata Ibu Amy tersenyum..
" Apa Sesakit itu Bu," tanya Amy Pelan..
" memang Sakit, tapi Hanya Sebentar...Jika Kita Sudah melihat Bayi kita Lahir,, Ke sakitan Yang Baru saja kita rasakan Akan hilang Begitu Saja Saat melihat Bayi Mungil Lahir, Ibu Juga Seperti itu ketika melihatmu lahir kedunia, Sesakit apa pun yang ibu Rasakan saat melahirkan, akan terbayar setelah melihat Neng lahir dengan Selamat," Ucap Ibu Amy Lembut..
" Begitulah kodrat Seorang wanita Neng," Jelas Ibu Amy pelan..
" Nanti Neng juga Pasti mengalaminya," Kata Ibu Amy lagi..
__ADS_1
Tak lama Terdengar suara Tangisan bayi yang Memenuhi Ruangan Itu..
" Suara Bayi Bu," Teriak Emy senang saat mendengar suara tangis bayi..
" Dengar...Itu suara Bayi Menangis," ucap Ibu Amy pelan dan terlihat Senang.
" Alhamdulillah bibimu sudah melahirkan," Kata Ibu Amy lagi..
" Alhamdulillah Bu," ucap Amy Memeluk Ibunya Lega..
DI TEMPAT LAIN...
Frans benar benar kesal saat mendengar Amy mengatakan akan Menikah..
ia begitu Kesal setengah mati karena Amy berbohong padanya akan kembali namun Ia mengingkari Janjinya Itu..
Frans pun Menyuruh anak buahnya jauh jauh Hari untuk mencari keberadaan di mana Kampung Amy berada dan ia juga Sudah menemukannya.
Frans Sengaja memberi waktu Amy sampai satu bulan, Frans Pikir Amy Masih Merindukan Keluarganya, namun ternyata Sudah sebulan Lebih pun Amy Tak kembali, Bahkan yang Membuat Frans Marah Dan Kesal Nomer handphone Miliknya Di Blok Oleh Amy sehingga Frans terpaksa meminjam Handphone milik bawahannya yaitu Rudy untuk Menelvon Amy..
dan Frans benar benar kesal Saat mendengar jika Amy akan Menikah..
Amy pikir Frans tak tau jika Semua yang ia katakan itu Tak benar,
Bawahan frans Begitu pintar.
sehingga Apa pun Yang Amy lakukan Frans Tau,
" Apa kau pikir Cintaku Main Main," Gumam Frans Tersenyum..
*******
bibi Maya pun sudah di bolehkan Pulang...
Amy terus saja memperhatikan bayi mungil yang baru saja habis menyusu itu..
Amy benar-benar terpukau saat melihat Bayi Mungil yang tengah Tertidur Pulas Di ranjang Kecilnya itu..
" Lucu, dan Cantik," Gumam Amy saat melihat bayi Kecil Perempuan Itu.
" Cantik ya teh," kata Emy yang tak henti hentinya mengagumi Bayi Mungil Itu..
" Iya... Cantik Banget malah, lebih Cantik dari Emy," Ucap Amy Tersenyum...
" ye.... Tentu saja cantikan Emy, Kalo bayi ini kan Masih kecil teh belum kelihatan cantiknya." Ucap Emy kesal.
" iya Iya...Cantikan Emy kok," ucap Amy tersenyum melihat adiknya Marah..
" ngomong ngomong Siapa Bi nama Bayinya," tanya Amy pelan..
" Iya Ya....Bibi belum kasih Nama," ucap Bibi Maya Nyengir...
" Pak Siapa atuh Nama Anak kita," tanya Bibi Aya Pada suaminya..
" hmmmm Bapak belum tau Bu, Siapa ya," ucap Mang Ujang.
" Menurut Amy... Bagusan Mina, Apa Momo" tanya Bibi Maya..
" Mina bagus BI cantik, Momo Juga Bagus kok," kata Amy pelan..
" Mona Saja BI, kan lebih Cantik dan simpel kalo di panggil," kata Emy pelan..
__ADS_1
" Mona," ucap Bibi Maya pelan..
" Boleh Juga, iya kan Pak," tanya Bibi Maya pada suaminya dan Mang Ujang pun setuju jika anaknya di beri Nama Mona