Love Amy

Love Amy
Bag 07 Kelakuan Fadlly...


__ADS_3

18 : 00 wib...


" Aden mau makan sekarang," tanya Amy, saat melihat Fadlly yang tengah memainkan handphone nya.


dan Fadlly pun mengagguk tanpa menoleh pada Amy...


Bibi Maya sudah pergi beberapa menit yang lalu....


Amy pun mengambil nasi untuk majikannya Itu...


" Aden mau sama lauk apa," tanya Amy pelan.


Fadlly pun memperhatikan makanan yang berada di meja makan, dan kembali pada handphonenya.


" Sama sop Iga, ayam goreng, dan jangan lupa sambalnya,," kata Fadlly pelan. dan Ia kembali memainkan handphonenya lagi.


Amy pun dengan telaten melayani majikanya Itu dan mengambilkan lauk apa saja yang di inginkan majikanya Itu.


sesekali Fadlly memperhatikan Amy yang sedang melayaninya...


" sudah den," ucap Amy pelan.


" hmmm.," hanya itu yang keluar dari mulut Fadlly dan Ia pun menyimpan Handphonenya di meja kakan.


" apa kamu sudah makan," tanya Fadlly pelan.


" belum den," ucap Amy jujur dan tetap menundukkan kepalanya.


" makanlah," ucap Fadlly dingin.


Amy pun mengagguk dan berjalan ke dapur, baru juga melangkah sudah di berhentikan suara Fadlly.


" kamu mau kemana," tanya Fadlly jutek.


" mau makan den," kata Amy pelan.


" kenapa ke dapur," tanya Fadlly lagi.


" saya mau makan di dapur den," jelas Amy pelan dan masih menunduk.


" temani saya makan di sini," ucap Fadlly tegas.


( apa jadi aku gak boleh makan gitu.. jadi harus nunggu dia makan dulu, baru boleh makan,), batin Amy tak percaya.


Amy pun berdiri di sana sambil cemberut..


tiba tiba saja perut Amy berbunyi...


kruwuk... kruwuk....


" Kenapa malah berdiri, duduk dan makanlah, apa kamu tidak dengar, perutmu sudah bunyi itu dari tadi,," kata Fadlly ketus.

__ADS_1


" Maaf den, di sini den," tanya Amy tak percaya menujuk kursi di sebelah Fadlly dan sedikit malu karena dua kali perutnya berbunyi, pertama saat bersama mbak Lili, sekarang sama majikanya yang galak ini.


" apa kamu mau duduk di pangkuanku," goda Fadlly namun yang Amy dengar bukan menggoda karena menurut Amy, Fadlly berbicara dengan nada galak dan judesnya...


" Tidak den," kata Amy menggeleng dan Ia pun langsung duduk..


Fadlly hanya tersenyum melihat Amy yang tengah gugup seperti itu..


" Kenapa kamu malah diam, apa kamu mau saya suapi hmmmm," kata Fadlly dengan nada ketusnya...


Dengan gugup Amy pun mengambil nasi sangat sedikit, biasanya Amy makan selalu banyak namun karena ia gugup Ia mengambil nasi sedikit.


Amy dan Fadlly pun makan dengan tenang, tidak ada suara diantara mereka, hanya terdengar suara piring dan sendok yang saling bertentangan...


tanpa Amy sadari Fadlly selalu memperhatikan Amy diam diam..


Fadlly benar benar terpukau dengan pesona gadis yang berada di hadapannya ini..


" Namamu Amy bukan," tanya Fadlly setelah mereka selesai makan.


Amy pun mengagguk.


" berapa usiamu Amy," tanya Fadlly dingin.


" 20 tahun Den," jelas Amy


( aaah.....berarti dia sudah dewasa,) pikir Fadlly senang.


" Baiklah....apa bibi Maya sudah bilang padamu apa saja pekerjaanmu di sini,," tanya Fadlly lagi.


" namun saya masih belum paham, maksud dari kata bibi Maya mengurus den Fadlly seperti apa," kata Amy jujur..


" Tugasmu mudah saja.... kamu hanya mendengarkan apa kata saya," kata Fadlly.


" Pertama... kamu hanya mengerjakan semua kebutuhan saya, yaitu...membangunkan saya tepat waktu setiap pagi, pukul 5,


menyiapkan air untuk saya mandi, menyiapkan baju kantor saya, dan makanan saya, selebihnya kamu hanya menyiapkan keperluan saya saja, apa kamu mengerti,," tanya Fadlly pada Amy dan Amy pun mengagguk.


" dan saya paling tidak suka orang lelet, jika saya panggil kamu atau apalah, saya minta kamu cepat cepat menghampiri.," kata Fadlly, dan Amy pun kembali mengangguk.


" sudah itu saja," kata Fadlly dan Ia pun berjalan menuju ruang tamu dan duduk di sana..


Amy pun mengagguk. dan Ia pun membereskan meja makan itu.


" Amy." panggil Fadlly di ruang tamu..


Amy pun dengan cepat menghampiri Fadlly.


" ada yang bisa Amy bantu den," tanya Amy sopan.


" Apa kamu bisa buat kopi," tanya Fadlly dan Amy pun mengagguk,

__ADS_1


" kalo begitu...buatkan saya kopi,," kata Fadlly.


" ingat...jangan terlalu manis," kata Fadlly lagi...


Amy pun kembali ke dapur dan membuatkan kopi untuk majikanya Itu.


Amy mengambil kopi hitam satu sendok.


dan gula dua sendok teh, sebelum Amy menyeduhnya Amy mengaduk gula dan kopi Itu terlebih dahulu guna melihat pas atau tidaknya kopi buatanya itu,


setelah di rasa pas Amy pun menyeduh kopi Itu dengan air panas.


ibu Amy selalu mengajarkan Amy cara membuat kopi yang enak,


karena Amy selalu membuatkan kopi untuk bapaknya di kampung.


setelah selesai... Amy pun kembali menghampiri Fadlly dan memberikan kopi itu..


" Ini den kopinya," kata Amy pelan.


" hmmmmm..." hanya Itu yang keluar dari mulut Fadlly karena Ia sedang sibuk mengerjakan berkas berkas yang belum Ia kerjakan sehingga tidak memperhatikan Amy.


Amy pun kembali ke dapur karena masih ada cucian piring yang belum Ia selesaikan..


" enak juga kopi buatannya," gumam Fadlly saat menyeruput kopinya..


20 : 00 wib....


" Laper banget," ucap Amy saat memasuki dapur, Ia tak melihat sekeliling dan masuk begitu saja sehingga tak sadar bahwa dari tadi ada sepasang mata memperhatikan tingkahnya..


" Padahal baru saja makan malam tadi, tapi kenapa jam segini udah laper lagi aja ya," kata Amy pelan yang masih bisa di dengar seseorang yang sedari tadi tersenyum mendengar ocehan Amy.


" Sepertinya perutku Ini terbuat dari karet, sehingga merasa lapar terus," kata Amy lagi..


amy pun membuka lemari kichen dan melihat lihat ada yang bisa Ia makan atau tidak.


" hhmmmmm kayanya makan, mie, enak," ucap Amy dan Ia pun mengambil mie kuah rasa soto..


sesekali Amy melantunkan lagu sambil memasak..


Fadlly terus saja mendengarkan apa yang pelayan kecil nya lakukan.


Amy pun merebus air guna untuk memasak mie yang mau Ia makan nanti..


" bibi Maya belum pulang ya," tanya amy pada dirinya sediri, Amy pun melihat jam dingding menujukan pukul 8 malam.


" padahal udah ham 8 malam, tapi bibi belum juga pulang," ucap Amy yang terus daja berceloteh sendiri.


" apa tempat kondangannya jauh ya," gumam Amy lagi..


"sudahlah....biarkan saja, toh bibi sama mang Ujang Ini, lagian bibi juga udah besar, gak bakalan ada yang mau culik juga kan," kata Amy lagi..

__ADS_1


" hmmmmmm kayanya enak kalo pake telur," gumam Amy, Ia pun mengambil telur di dalam kulkas..


saking asiknya Amy sampai tidak tau kalo dari tadi seseorang selalu tersenyum mendengar ocehannya.


__ADS_2