
Amy benar benar termenung dan masih tak percaya dengan semua ini ia berada di dalam kamar seorang diri ia tak mau siapa pun mengganggunya sekarang.
Tadi ia sudah berbicara dengan Raffy dan ketika Raffy mengatakan Kalo Fadlly memang sudah meninggal karena bukti dan Stempel dari Jenazah itu memang cocok dengan Fadlly.
hati Amy benar benar hancur saat itu dan ia benar benar tak bisa menerima kematian Calon Suaminya itu..
Sore ini jenazah Fadlly akan di kuburkan.
Amy benar benar tak percaya kalo Fadlly memang sudah meninggalkannya.
( Apa aku masih tertidur dan bermimpi buruk seperti ini,) pikir Amy yang masih beranggapan Kalo Ia Bermimpi..
Tok...
Tok...
Tok...
" Neng," panggil Ibu Amy saat mengetuk pintu kamar Amy.
berlahan Pintu kamar Amy pun terbuka, nampaklah Sosok Amy yang benar benar kacau menurut Ibu Amy.
" Astaghfirullah Neng," ucap ibu Amy beristighfar saat melihat Amy Yang amat sangat kacau..
Ibu Amy pun menghampiri putrinya.
" Ibu tau Neng sangat kehilangan Nak Fadlly, tapi Sayang, Nak Fadlly Pasti sangat tidak suka melihat Gadis yang Di cintainya Seperti ini," Kata Ibu Amy pelan.
" Lalu...Amy harus bagaimana Bu, Masa iya Amy malah tertawa tawa saat Mas Fadlly meninggal," kata Amy sedih.
" Bukan itu maksud Ibu Neng," kata Ibu Amy Lembut.
" Ibu tau Neng sedih, tapi jangan terlalu dalam seperti itu sedihnya, kasihan Nak Fadlly neng, pasti ia sangat berat dan sedih melihat neng seperti ini," kata Ibu lagi.
" Amy.... Amy hanya Ingin Bagun Dari Mimpi buruk ini Bu, Tolong Bangunkan Amy Bu, bangunkan Amy," kata Amy lirih.
" Astaghfirullah Neng," ucap Ibu Amy kaget dan ia memeluk Amy..
" Ini bukan Mimpi sayang, neng Harus ikhlas, neng Harus Tabah," kata Ibu Amy lagi dalam pelukan Putrinya..
" Sore ini, Jenazah Nak Fadlly akan di makamkan, apa Neng Mau ikut," tanya Ibu Amy pelan.
" Amy ikut Bu, Amy Mau mengantar Mas Fa untuk terakhir Kalinya," kata Amy Sedih..
" Tapi Neng Harus janji, Neng gak boleh nangis saat pemakaman di sana," kata ibu Amy lagi dan Amy pun mengangguk.
*******
Amy pun memperhatikan kuburan Fadlly yang baru saja terkubur...
ia benar benar menahan tangis saat jenazah Fadlly di makamkan,
Raffy terus saja memperhatikan Amy yang benar benar kacau seakan tak mempunyai Gairah hidup..
__ADS_1
tiba tiba saja ada seorang laki laki menghampiri..
" Ini semua gara gara kamu," kata Laki laki itu marah pada Amy dan menunjuk nunjuk Amy,
" Kalo saja Kamu tidak menikah dengan Putra ku, mungkin Putraku tak akan meninggal seperti ini," kata Laki laki itu yang ternyata Papah Fadlly..
" dasar Gadis pembawa sial," hardik Papah Fadlly pada Amy.
Amy terima itu semua, ia juga merasa bersalah karena kematian Fadlly itu salahnya juga..
Raffy benar benar marah melihat laki laki itu..
" Cukup..." Kata Raffy marah.
" Kau pikir Aku tidak tau kenapa Kakak pergi," kata Raffy.
" Apa maksudmu Nak," tanya Agung aneh.
" Nanti aku akan berbicara dengan Mu, Sekarang pergilah dan jangan menggangu keluarga Kami," kata Raffy tegas.
" Tapi Bukan kah aku juga keluarga mu," Kata Agung Papahnya Raffy dan Fadlly..
" Keluarga," kata Raffy sinis.
" Jika Kau keluarga nya, tidak mungkin Kan kau menyuruhnya pergi," kata Raffy berbisik dan itu membuat Agung terkejut kenapa Raffy bisa tau..
" Sekarang pergilah..kami tidak menerima mu di sini," kata Raffy sinis..
" Sayang... Sudah, kita pulang ya Nak," ajak Oma pelan saat agung sudah tak ada di sana.
Amy masih saja terdiam dan menangis memperhatikan kuburan Fadlly...
" Neng...kita pulang Ya sayang," ajak Ibu Amy Lagi..
" Ibu sama Oma Pulang Saja duluan, Amy mau menemani mas Fa sebentar lagi," kata Amy pelan.
" Tapi sayang......" ucap Oma terhenti ketika tangan Raffy menyentuh bahu Oma.
" Biarkan Saja Oma, Biar Raffy yang menemani Amy di sini, Oma Sama Ibu pulang saja duluan, nanti Raffy bawa Amy pulang," kata Raffy pelan Oma pun mengangguk dan mengajak Ibu Amy pulang.
( Apa Aku Nikahkan saja Amy dengan Raffy,) pikir Oma saat Memperhatikan Raffy dan juga Amy..
Oma dan ibu Amy pun meninggalakan Pemakaman dan pulang,
" Mas Fa... Kenapa mas Fa meninggalkan aku Mas, Bukan kah Mas Janji mas akan pulang dengan selamat," Kata Amy pelan dan menyentuh Kuburan Fadlly yang Masih Basah..
Raffy hanya memperhatikan Amy dari Jauh namun Ia masih Bisa mendengar apa yang di katakan Amy,
Raffy Sengaja memberi ruang untuk Amy dengan Kakaknya..
" Mas Fa...kenapa Kau meninggalkan aku sendiri di sini mas, kenapa kau tak mengajak Aku juga," kata Amy sedih.
" Mas Fa,, Kau bisa mendengar apa yang Aku katakan kan Mas, Aku Mohon... kembalilah Aku ingin bersama Mas," pinta Amy menangis.
__ADS_1
" Ajak aku juga Mas, Ajak aku bersamamu," kata Amy lagi..
Karena tak tahan melihat Amy seperti itu, Raffy pun Menghampiri Amy dan menenangkan Nya..
" Amy... Sudahlah Kita pulang ya," ajak Raffy..
" Raf... bilang Pada kakakmu agar kembali Padaku," kata Amy yang menangis di pelukan Raffy karena Raffy yang memeluknya,
Raffy benar benar tak tega melihat Amy yang memang benar benar mencintai Kakaknya.
" Bilang Padanya Raf, Kalo dia tak kembali Padaku, ajak aku Untuk pergi bersamanya juga, aku tidak mau sendiri Raf, aku ingin ikut saja bersama nya," kata Amy di pelukan Raffy yang semakin lemas karena ia merasa lelah..
" Kau tidak sendiri," kata Raffy lembut dan memeluknya.
" Masih Ada Aku, Oma, dan Juga kedua orang tuamu," kata Raffy lagi menenangkan Amy.
" Kau tidak sendiri," kata Raffy pelan ia merasa Amy semakin Berat saja,
ketika Raffy melihat Amy ternyata Amy pingsan karena kelelahan..
" Amy... Amy... Amy.." panggil Raffy menepuk-nepuk pipi Amy karena Amy tak sadar..
*********
Ke Esokan Harinya....
" Apa..... jadi kamu yang akan menikahi Amy," tanya Oma Kaget saat mendengar apa yang di katakan Raffy.
" ia Oma, tidak mungkin bukan Pernikahan ini di batalkan, apa Lagi Besok Pernikahan nya," Kata Raffy pelan.
" Oma Tau, Tapi Apa Amy mau menikah kala hatinya sedang terpuruk seperti ini," kata Oma pelan.
" biar nanti Aku yang berbicara dengannya Oma," kata Raffy tegas.
" Baiklah, tapi jika Amy tak mau, jangan memaksanya kamu mengerti." kata Oma dan Raffy Pun mengangguk.
Di Ruang Lain...
" Neng... Apa kita tidak pulang saja," tanya Ibu Amy pelan.
" pernikahan Neng juga kan tidak terlaksanakan, kita pulang saja ya neng," ajak Ibu Amy ketika Amy sedang termenung..
" Tapi Bu... Amy akan menikah Sama Mas Fa Besok, dan mas Fa......" perkataan Amy terhenti ketika mengingat kalo Fadlly sudah Tak Ada di sisinya..
" Neng..." Panggil ibu Amy lembut.
" Amy baik baik saja Bu," kata Amy menahan Tangis.
Amy berjanji Tak akan menangis lagi... ia akan berusaha membuat Fadlly senang dan tak sedih ketika melihat Amy sedih.
" tidak Bu, setidaknya Amy akan menunggu mas Fadlly Sampai 40 hari tahlilannya, setelah itu kita Akan pulang ke kampung," kata Amy pelan.
" Siapa yang akan pulang," tanya Maya saat masuk begitu saja karena pintu terbuka..
__ADS_1