Love Amy

Love Amy
Bag 48 Kecemburuan Fadlly...


__ADS_3

" Mas Habis mandi," tanya Amy saat melihat Calon suaminya terlihat tampan karena rambutnya basah sehabis mandi,


itulah pemandangan yang sangat Amy suka ketika Fadlly sehabis mandi dan rambutnya ia basahi, membuat ketampanan Fadlly semakin bertambah saja,


" hmmm," hanya itu yang keluar dari mulut Fadlly dan ia tersenyum melihat Amy yang berdiri di hadapannya dan ia memeluk Amy agar jalan beriringan dengannya..


Sebelum turun Amy berhenti di kamar Raffy dan mengetuk pintu kamarnya, membuat Fadlly menaikan Sebelah alisnya..


Tok...


Tok...


Tok...


tak lama Pintu kamar Raffy pun terbuka, nampaklah Sosok Raffy yang sehabis baru bangun tidur dan menatap Amy dan juga Fadlly bergantian..


" Ada apa," tanya Raffy malas karena ia masih merasa mengantuk.


" Oma bilang Makan dulu," kata Amy dan langsung berlalu meninggalkan Raffy..


karena tangan Amy di pegang Fadlly yang tak kunjung berjalan, Amy pun menatap Fadlly bingung.


Fadly merasa kesal karena Amy membangunkan Adiknya..


" Mas Kenapa," tanya Amy pelan saat melihat Fadlly yang tak bergeming sedikit pun.


" kenapa kamu mengetuk pintu kamar dan membangunkannya," tanya Fadlly kesal.


" biarkan saja dia...kalo dia lapar, dia pasti akan turun juga bukan," kata Fadlly ketus tak suka kalo Amy memperhatikan adiknya..


" kalo bukan Oma yang suruh, mana mau aku membangunkan nya," kata Amy lagi.


" lain kali... biar Bibi Maya saja yang membangunkannya, atau memanggil nya," kata Fadlly lembut.


" Kamu bukan PEMBANTU di sini Sayang, kamu Calon Istriku," kata Fadlly menekankan kata pembantu di setiap kata nya.


" Kalian Menggelikan," kata Raffy berjalan lebih dulu dan meninggalkan dua sejoli yang sedang jatuh cinta itu...


Raffy merasa Risih melihat kemesraan dua sejoli itu..


" Mas... Apa benar dia itu Adikmu," tanya Amy saat menuruni Tangga.


" kenapa memangnya," tanya Fadlly.


" Kenapa dia berbeda sekali dengan Sosok yang berada di lukisan itu," kata Amy mengangguk Ke arah Lukisan yang berada di ruang tamu..


Fadly pun mengikuti arah anggukan Amy dan menatap lukisan Ibunda, dirinya dan juga adiknya..


" lihat... adik mas yang di sana sangat imut, lucu, dan menggemaskan," kata Amy antusias.

__ADS_1


( apa katanya, imut, lucu, mengemaskan,) sebelah alis Fadlly Terangkat karena merasa aneh dan tak suka dengan apa yang di ucapkan Amy.


" tapi kenapa Adik mas yang ini itu sangat menyebalkan," kata Amy kesal.


" Apa karena dia tak menyukai ku, makannya dia seperti itu," kata Amy pelan.


" yang penting, saya kan yang menyukaimu, tidak penting adik saya itu menyukaimu atau tidak," kata Fadlly lembut.


" yang jelas Saya yang menyukaimu, bukan dia," kata Fadlly lagi.


" memang iya itu tak penting, Lagi pula Aku juga Tak Perduli adik mas itu menyukaiku atau tidaknya," kata Amy lagi


" Karena aku juga tidak menyukai nya," kata Amy ketus Menirukan apa yang Sering Fadlly lakukan jika berkata ketus..


" Hahahhahhahhaa Kau sangat tidak cocok berkata ketus seperti itu sayang," kata Fadlly Terkekeh geli saat mendengar Amy menirukan cara bicaranya.


DI RUANG MAKAN...


Fadlly, Raffy dan Oma pun duduk di meja makan, sedangkan Amy dan bibi Maya melayani mereka..


" Duduklah," ucap Fadlly lembut Pada Amy.


" Amy bantuin Bibi Maya dulu ya Mas, nanti baru Amy duduk," kata Amy lembut.


" Tidak usah My, bibi bisa kok sendiri," kata Bibi Maya lembut.


" Gak Apa apa kok Bi, Amy bantu saja ya," kata Amy pelan dan mengambilkan Nasi untuk calon suaminya..


Fadlly hanya tersenyum melihat Amy yang Begitu Semangat.


Raffy terus saja memperhatikan Amy diam diam,


Tak lupa Amy juga mengambil nasi untuk Oma juga,


" terimakasih sayang," kata Oma lembut, Amy pun mengagguk dan tersenyum..


Baru saja Amy Mau mengambilkan Nasi untuk Raffy juga, namun keburu di tahan Fadlly..


" biarkan Saja, dia bisa mengambil Sendiri bukan, tidak usah kamu ambilkan sayang," kata Fadlly sinis..


" kenapa kakak pilih kasih sekali, Dia saja mengambil kan nasi untuk Oma dan juga dirimu, kenapa gue tidak boleh," kata Raffy kesal karena perlakuan Fadlly Padanya..


" karena dia bukan pembantu, dia Keluargaku," kata Fadlly ketus.


" Terus gue bukan keluarganya begitu," kata Raffy kesal.


" apa..." tanya Fadlly tak percaya.


" Keluarga, bukankah kau pernah mengatakan padaku, kalo kau sama sekali tak menyukai Amy menjadi istriku," kata Fadlly ketus.

__ADS_1


perkataan Fadlly membuat Raffy terdiam dan menyadari apa yang kemarin ia ucapkan pada kakaknya..


" sudahlah kalian ini, ini di meja makan, kenapa kalian malah berantem," kata Oma Marah.


" duduklah Nak," kata Oma lembut pada Amy,


Amy pun mengagguk dan duduk di samping Fadlly.


" may...kamu juga duduk, kita makan bersama," kata Oma pada bibi Maya.


mau tak mau Bibi Maya pun duduk juga..


( Hah...kenapa jadi begini,) batin Raffy tak suka karena bibi Maya juga ikut duduk di situ..


" kenapa bibi Maya harus duduk di sini Oma," tanya Raffy.


" karena Maya bagian dari keluarga kita," kata Oma lagi.


" hah... Jadi gak selera makan gue," kata Raffy beranjak pergi..


" gak usah den, Aden duduk saja di sini, biar saya makan di dapur saja," kata Bibi Maya pelan dan pergi Ke dapur.


Amy sangat sedih melihat keluarganya seperti itu..


" Oma... Maaf, Amy makannya di dapur saja ya," kata Amy sedih.


" tapi sayang," kata Oma ikut sedih.


" pergilah..." kata Fadlly lembut, mengerti akan kesedihan yang Amy Rasakan..


Amy pun mengagguk dan menemani bibi nya makan di dapur.


" lihat...apa yang kamu lakukan," kata Fadlly kesal dan marah pada Raffy.


" kamu sudah membuat seseorang sedih," kata Fadlly lagi.


" sudahlah kalian makan saja di sini, Oma Mau makan bareng sama mereka saja," kata Oma Membawa nasi yang ia pegang ke dapur..


Oma benar benar marah pada Raffy, kenapa cucunya itu tak pernah mengerti bahwa Derajat manusia itu sama, tak ada atasan dan juga bawahan hanya kekeluargaan lah yang lebih membuat hati kita tenang..


" Kau makan saja sendiri di sini," kata Fadlly pada Raffy dan meninggalkannya juga..


********


Raffy pun menghampiri ke dapur dan diam diam melihat bagaimana Oma dan Kakaknya yang lebih memilih makan bersama keluarga gadis itu..


Raffy melihat Oma dan juga kakaknya begitu Bahagia saat makan bersama gadis itu..


walau duduk lesehan di dapur tapi mereka seakan bahagia..

__ADS_1


Raffy sangat iri melihatnya karena ia juga ingin merasakan kebahagiaan seperti itu juga..


Mereka tak tau kalo sedari tadi Raffy memperhatikan mereka diam diam...


__ADS_2