
" benar Apa Kata Raffy sayang," kata Oma lembut.
" jangan terlalu Percaya, bukan kah Mimpi itu kebanyakan bunga Tidur," kata Oma pelan.
" Amy tau Oma, tapi... Amy benar benar takut Oma, karena yang Amy lihat seperti nyata," kata Amy menangis.
" Sayang... tenang lah, sekarang kita istirahat dulu ya, lihat Wajahmu Memerah seperti ini, dan suhu tubuhmu juga sangat panas Nak" kata Oma Lembut saat menyentuh kening Amy yang panas.
Amy pun mengagguk dan menuju Kamarnya dan istirahat di sana..
Oma pun memanggil kan dokter untuk memeriksa Amy..
Tak lama Dokter itu pun selesai memeriksa Amy dan Memberikan Obat beserta Vitamin untuk di minum Amy.
" Nona Amy hanya kelelahan dan kurang tidur saja," kata Dokter pelan.
" biarkan Dia istirahat kesehatannya Akan pulih Kembali," kata Dokter lagi..
" Terimakasih dok," kata Oma Pelan.
" Sama Sama Nyonya, kalo begitu saya permisi," kata Dokter sebelum pergi..
( Astaga, Jadi Gadis ini benar benar menyukai kakak gue, sampai segitunya hanya karena bermimpi tentang kakak gue Gadis itu Jadi sakit.) pikir Raffy saat Memperhatikan Amy yang tertidur lelap, namun kecemasan masih terlihat di raut wajahnya.
( Mau tak mau, gue juga harus melindungi Gadis ini Dari Papah,) batin Raffy mengingat apa yang pernah di katakan Kakaknya.
KEJADIAN WAKTU ITU...
" Ada apa kak, tumben banget lu mau ngomong serius sama gue," tanya Raffy saat Fadlly berbicara kemarin.
" Kakak akan keluar kota, Tapi...Kakak tidak bisa menjaga Amy, kalo kakak di sana," kata Fadlly pelan.
" Jadi kakak minta kamu bisa kan jaga Amy selama kakak di luar kota," tanya Fadlly pelan.
" apa... Kakak mau ke luar kota lagi..terus kenapa juga gue harus jaga Gadis itu" tanya Raffy tak percaya.
" Kak, bukankah pernikahan Kakak Tingal beberapa hari lagi, kenapa kakak malah ke luar kota," tanya Raffy Penasraan.
" ini semua ulah Agung Pratama," kata Fadlly menahan Amarah..
" apa... Maksud Kakak Papah," tanya Raffy dan Fadlly pun mengangguk.
" tapi kenapa, kok bisa Lalu apa hubungannya dengan dengan Amy," tanya Raffy tak percaya..
__ADS_1
Fadlly pun menjelaskan pAda Raffy semua perihal ancaman papahnya itu..
" Astaga... Laki laki licik," kata Raffy setelah mendengar apa yang di katakan Fadlly padanya.
" kamu tau sendiri bukan, Bagaimana sifat laki laki itu jika tak di turutkan," kata Fadlly pelan dan Raffy pun mengangguk mengerti karena ia tau seperti apa sifat laki laki yang di sebut Papahnya...Karena dulu juga pernah menyakiti Omanya ketika tak di turuti keinginan nya,
" Kakak takut, laki laki itu menyakiti keluarga Amy," kata Fadlly pelan.
" Jadi mau tak mau, Kakak harus menurutinya demi keselamatan Amy dan keluarganya," kata Fadlly lagi.
" tapi kak, Proyek milik Ayahnya Angel bukankan sangat jauh, dan itu bisa memakan waktu 3 hari, dan jika bulak balik memakai mobil bisa 5 hari 6 malam kak," kata Raffy yang paham betul.
" kakak tau... Tapi harus bagaimana lagi, mungkin kalo Kakak berangkat besok Kakak akan pulang tepat Waktu," kata Fadlly lagi..
" Jadi kakak minta selama kakak tidak ada di sisi Amy, tolong Jaga dia," kata Fadlly lagi.
Mau tak mau Raffy pun mengangguk dan Menstujui untuk menjaga Amy.
" Laki laki itu benar benar iblis," gumam Raffy tak percaya jika laki laki yang menjadi papahnya itu bisa menyakiti anaknya Sendiri dan mengancamnya...
" Baiklah demi Kakak gue, gue akan menjaga gadis itu walau dia menyebalkan," kata Raffy pelan.
******
TIGA HARI BERLALU...
Kecemasan Amy berkurang karena ternyata Mas Fadlly baik baik saja, dan itu membuat Amy tenang.
" Gitu dong... Oma Kan lihatnya juga senang kalo Amy baik baik saja sekarang," kata Oma senang melihat Amy yang kembali ceria dan ia sedang membantu bibi Maya di dapur..
" iya Oma, Oma benar ternyata mimpi yang Amy alami itu hanya Bunga tidur," kata Amy tersenyum.
" Semalam Mas Fa juga sudah Menelvon Amy," kata Amy senang.
" pantas saja Amy terlihat ceria sekarang," kata Oma pelan.
" Amy Amy... kebanyakan kan kalo mimpi itu bunga tidur sayang, jadi jangan terlalu di percaya, lihat.... karena kamu memikirkan mimpi itu sampai kamu sakit seperti ini," kata Bibi Maya Cemas saat melihat Amy sakit kemarin,
" Iya Bi, Amy tau," kata Amy tersenyum lembut.
Raffy yang melihat Amy sudah sehat kembali Senang dan tersenyum..
Raffy benar benar aneh kenapa hatinya senang melihat Amy Sesenang itu,
__ADS_1
" Apa Fa, bilang mau pulangnya kapan sayang," tanya Oma pelan.
" kata Mas Fa, katanya Mau pulang sekarang, Karena pekerjaannya sudah selesai, mungkin kata Mas Fa, mas Fa Sampai sini sebelum hari H Oma," kata Amy senang..
( ternyata Kakak gue hebat juga, sudah selesai saja, pekerjaannya,) pikir Raffy Kagum..
" Syukurlah," kata Oma ikut senang.
" sayang.. bukankah kedua orang tuamu Akan datang hari ini," tanya Oma pelan.
" iya Oma, Ibu sama Bapak lagi di jalan," kata Amy yang tak henti hentinya Tersenyum...
" Oh syukurlah kalo begitu," kata Oma lagi.
*****
SIANG HARINYA....
Ibu dan juga bapak, beserta adik adiknya sudah tiba di Rumah Fadlly dan di sambut ceria oleh Amy dan juga Oma beserta bibi Maya..
" Ibu.... Bapak," panggil Amy saat melihat Ibu Dan juga bapaknya turun dari mobil, dan Amy pun berlari menghampiri...
" Sayangnya ibu," kata Ibu Amy memeluk Amy kangen.
" Ajak masuk Sayang Ibunya," kata Oma Pelan menyambut Kedatangan Calon besannya..
Amy pun mengagguk dan mengajak Masuk Ibu dan juga bapak beserta adik adiknya..
kedua adik Amy yaitu Emo dan juga Emy melongo melihat Rumah Yang begitu Besar, karena ini pertama kalinya keluarga Amy melihat rumah yang begitu Mewah bak istana..
seperti Amy pertama kali melihat rumah ini, begitulah kesamaannya.
" Ayo Bu, pak, Kita Masuk," ajak Amy pelan.
" Selamat datang di Rumah Pratama.." kata Oma pelan.
" ayo masuk Bu, pak," ajak Oma Pelan.
keluarga Amy pun masuk dengan melongo karena takjub dengan rumah mewah itu..
" Oalah Pak, Rumahnya Guede banget ya pak," ucap Ibu Amy saat pertama Kali Masuk Rumah milik Fadlly..
" Stttt ibu ini, bikin malu aja ih," kata bapak pelan.
__ADS_1
" jangan Gitu atuh Bu, malu," kata Bapak Amy.
" ih... bapak tuh ya, emang Rumahnya Guede banget pak, lihat itu... Mobil sama motornya aja banyak," kata Ibu Amy yang baru saja melewati Bagasi yang memang penuh Mobil dan juga Motor milik pemilik rumah Besar itu, dan ibu Amy tak henti hentinya mengoceh membuat Amy dan juga Oma nya tersenyum..