
DI TEMPAT LAIN....
" Bagaimana," Tanya Frans pada Pak Iwan Bawahannya yang Baru saja dari Rumah Sakit Tadi....
" Nona Amy baik baik saja Tuan, Kata dokter,! besok Juga Nona Amy bisa pulang," Kata Pak Iwan memberi taukan Informasi pada Bosnya..
" Syukurlah..." Kata Frans Lega..
" Ini Nomer Nona Amy yang Tuan Minta," kata Pak Iwan memberikan No Handphone Amy pada Bosnya..
" Apakah dia menanyakan sesuatu saat kau meminta No Handphone miliknya," tanya Frans.
" Iya... Nona Amy Tadi bertanya tanya kenapa Tuan meminta No Handphonenya," kata Pak Iwan Pelan.
" Lalu apa jawaban mu," Tanya Frans penasaran karena Amy memberi no Handphone miliknya Pada orang yang tak ia kenal.
" Saya hanya Berkata Kalo tuan sangat Khawatir Pada Nona Amy dan Saya bilang Tuan juga akan menemui Nona Amy secara langsung, jadi Nona Amy memberikan No Handphone miliknya karena saya juga sedikit memaksanya Tuan," Kata Pak Iwan lagi.
" Baiklah...Tugasmu sudah selesai, Sekarang Pergilah," kata Frans Pelan.
Ingin sekali Pak Iwan mengatakan Tentang siapa Amy dan mengatakan kalo Amy ternyata Cucu Keluarga Pratama, namun Ia Urungkan karena Menurut Pak Iwan Bosnya Ini Hanya Bertanggung jawab saja..
tak berpikiran yang lain lain..
" Baik Tuan..Kalo begitu saya permisi," kata Pak Iwan Pelan...
" Aku Harus memberikan KTP ini secara langsung Pada Gadis itu," ucap Frans mantap dan menatap KTP Amy yang tak pernah Bosan ia tatap.
Frans Juga tak sabar ingin bertemu lagi dengan Gadis itu..
Frans merasa aneh kenapa ia selalu mengingat Amy, padahal Gadis itu baru ia temui, namun Anehnya Ia merasa seakan mengenalnya sudah lama..
" Ada apa denganku, kenapa aku selalu mengingat Gadis itu," ucap Frans Merasa Aneh juga.
" Sudahlah mungkin Aku hanya Merasa bersalah Saja padanya, makanya aku selalu mengingatnya," Kata Frans pelan.
KE ESOKAN HARINYA...
Hari ini Akhirnya Amy bisa pulang juga..
Raffy dan Oma Menemani Amy yang akan pulang hari ini di rumah sakit.
" Sudah semua, tidak ada yang tertinggal," tanya Raffy..
" Sudah Nak, sepertinya tidak ada yang tertinggal, Iya kan Sayang..." kata Oma Ambar pada Amy.
__ADS_1
" Iya Oma," kata Amy pelan.
Amy dan juga Oma Serta Raffy pun Pulang Ke rumah..
Sesampainya di rumah Amy pun langsung di suruh Istirahat Oleh Raffy..
Karena Perintah Dokter agar Amy Istirahat di rumah Untuk beberapa hari...
" Ingat... Istirahat yang Banyak, Jangan Dulu mengerjakan yang tak perlu, Dan Jangan Cape Cape," kata Raffy lembut saat hanya berdua saja di kamar..
" Iya Mas, Aku tau," kata Amy..
" Baguslah...Sekarang istirahatlah," kata Raffy lembut, Amy pun mengagguk.
" Oia Mas... Mas tidak melarang Aku untuk bekerja lagi kan Nanti," Tanya Amy pelan.
" Maksudmu," tanya Raffy tak mengerti apa yang di katakan Amy.
" Maksudku, Aku masih boleh kerja kan Mas," tanya Amy lagi.
" Tentu saja... Tapi, Dengan satu Syarat, Kamu harus Sembuh terlebih dahulu, baru kamu boleh bekerja lagi," kata Raffy lembut.
" Terimakasih Mas," kata Amy Tersenyum senang.
" Hmmmm... Istirahatlah," kata Raffy pelan.
Raffy pun turun setelah dari kamar Amy dan ia pun melihat oma sedang duduk di Ruang Tamu, Raffy pun menghampiri Omanya..
" Oma...Apa bisa bicara Sebentar," Tanya Raffy pelan pada Omanya saat duduk di Ruang Tamu..
" tentu Saja... Ada apa," tanya Oma Penasaran..
" Bisa berbicara Di Ruang Kerja Kak Fa Oma," Kata Raffy lagi,
Oma pun mengangguk dan mengikuti Raffy ke ruang Kerja Fadlly..
" Ada apa,? Sepertinya penting sekali," tanya Oma saat duduk di depan Raffy..
" Oma Tau...Apa yang di lakukan Agung mantan Menantumu Itu," kata Raffy langsung saja..
" Apa lagi ulah Laki laki Gila Itu," tanya Oma Bingung saat mendengar nama Laki laki yang ia benci..
" Agung...menjual Perusahaan milik Kak Fa, dan Agung menjual Perusahaan Itu tanpa sepengetahuan ku," Kata Raffy kesal bercampur marah karena Perusahaan itu milik Kakanya namun Malah di jual Agung Papahnya, tanpa memberi tau terlebih dahulu padanya..
dan Anehnya dari mana Agung mendapat tanda tangan Kakaknya itu.
__ADS_1
" Apa... kok bisa Raff, kok bisa laki laki gila itu menjual Perusahaan kakakmu," tanya Oma aneh..
" Bukankah Kalo menjual Perusahaan harus dapat tanda tangan Kakakmu terlebih dahulu,, Kapan Fa menadatangani itu Nak,! apa Fa pernah Berbicara padamu tentang Ini Raff," tanya Oma Ambar merasa aneh..
" Itu dia Oma, Setau Ku Kak Fa tak pernah berkata ia akan menjual Perusahaan miliknya, dan setau ku juga kak Fa tak pernah menandatangani apa pun, apa lagi tanda tangan untuk penjualan." kata Raffy merasa aneh juga..
" Lalu...darimana Laki laki gila itu mendapatkan tanda tangan Kakakmu," Tanya Oma aneh..
" Itu dia yang menjadi pertanyaan Oma," Kata Raffy merasa aneh..
" Pada siapa laki laki gila itu menjual Perusahaan Kakakmu, Apa kamu tau Nak," tanya Oma lagi...
" Keluarga Sanjaya..." Kata Raffy Kesal..
( Apa... SANJAYA,) Pikir Oma pelan.
" Keluarga SANJAYA, Apa yang kamu maksud Keluarga Antoni Gunawan Sanjaya," Tanya Oma semakin Cemas.
" Oma Kenal dengan Keluarga Sanjaya," tanya Raffy tak percaya.
" Tentu Saja Oma kenal, Keluarga itu Tidak bisa di Remehkan Nak dan Oma tau dari Teman Oma yang bernama Dea..," Kata Oma Lagi..
" Apa yang Dea Maksud kemarin Itu Adalah Ini," tanya Oma lirih Pada diri sendiri..
" Maksud Oma," tanya Raffy aneh..
" Kemarin Saat Oma bertemu Oma Dea, Oma Dea melihat Agung sedang berbicara dengan Antoni Gunawan Sanjaya, Dan Dea Juga memperingati Oma agar tak berurusan dengan Keluarga itu," Jelas Oma.
" Apa Oma Dea Tau apa yang di bicarakan Agung dan Keluarga Sanjaya itu, Oma," tanya Raffy penasaran.
" Katanya Agung Bekerja sama dengan keluarga Sanjaya, Namun Dea tak mendengar semua apa yang di bicarakan Agung dan Antoni," kata Oma lagi..
" Tapi ternyata Laki laki gila itu malah menjual Perusahaan Milik Fa," Gumam Oma pelan.
" Hmmm, Jadi seperti itu..." Kata Raffy tak percaya..
" lalu...apa yang harus kita lakukan Nak, Oma tidak mau berurusan dengan keluarga Itu Nak," tanya Oma lagi Oma Ambar Merasa takut jika berurusan dengan keluarga itu.
" Aku tau Oma...dan aku juga akan yakinkan Kalo Keluarga Kita tak akan mendapat masalah dengan keluarga Itu," kata Raffy yakin.
" Mau tak mau Aku harus menemuinya dan Bertanya bagaimana bisa Agung sialan itu menjual Perusahaan kakak," kata Raffy.
" Oma Harap, kita tak mendapat Masalah dengan keluarga Itu," Kata Oma lagi..
" Aku harap Juga seperti itu Oma," Kata Raffy pelan.
__ADS_1
Raffy merasa Cemas juga karena Raffy tau jika bermasalah dengan Keluarga itu, keluarganya dalam bahaya.
Bagaimana pun Caranya Raffy harus bertemu dengan Antoni Gunawan Sanjaya Itu dan menanyakan apa yang Ingin Raffy katakan..