
Sedang asik asiknya menggoda Amy, tiba tiba saja terdengar suara ketukan di pintu kamar Fadlly...
Tok...
Tok...
Tok...
" haaaah..tunggu sebentar," kata Fadlly kesal pada seseorang yang entah siapa yang mengganggunya saat ini..
Amy Justru berterima kasih pada seseorang yang entah siapa yang menolongnya dari Kemesuman Calon suaminya itu..
Fadlly pun membuka pintu lebih lebar lagi..
nampaklah sosok Raffy yang berdiri di depan pintu kamar Fadlly..
" Ada apa," tanya Fadlly dingin..
" gue mau bicara sama lu kak," kata Raffy pelan namun tatapannya Selalu menuju pada Amy,
Fadlly pun menatap Kebelakang ia melihat Amy yang tengah menatapnya juga, Amy menatap Raffy dengan sorot tak suka dan sepertinya kesal pada Raffy karena Amy melotot pada Raffy..
Fadlly pun menghalangi Pandangan Raffy dengan tubuhnya yang tengah menatap Amy tanpa berkedip itu.
" berhentilah menatapnya, kenapa kau selalu menatapnya seperti itu." kata Fadlly ketus karena tak suka Raffy yang selalu menatap Amy seperti itu,
" saya tidak suka wanita yang saya miliki di tatap laki laki Lain seperti itu," kata Fadlly lagi lebih ketus.
Fadlly beranggapan Kalo tatapan Raffy pada Amy itu seperti menyukai, bukan membenci...
" Gue tidak Menatapnya," kata Raffy yang malah mengelak nya..
" lagi pula gue kan adik lu kak, mana mungkin gue menyukai dia yang bukan tipe Gue sama sekali," kata Raffy lagi.
" sayang... kau boleh keluar sekarang," kata Fadlly lembut, dan Amy pun mengangguk meninggalkan Fadlly dan juga Raffy di dalam.
" kamu memang adikku, tapi...bukankah kau juga seorang laki laki," kata Fadlly tegas setelah beberapa menit kepergian Amy dan Fadlly pun menatap Raffy.
" Aku juga seorang laki laki Raf, Aku juga mengetahui apa arti tatapan mu itu, apa kau pikir aku tidak tau apa arti tatapan mu itu," kata Fadlly tegas yang mengetahui isi pikiran Raffy yang mungkin memiliki Perasaan saat melihat Amy.
jujur saja Raffy memang tak memungkiri itu, Pertama Kali Raffy melihat Amy ,ia memang benar benar tertarik padanya, Bahkan Terbesit dalam pikirannya ingin mendekatinya..
__ADS_1
" bicaralah...bukankah topik yang ingin kau bicarakan Sudah tidak ada di sini," kata Fadlly sambil memakai baju yang disiapkan Amy..
" apa yang ingin kau bicarakan," tanya Fadlly lagi.
" Aku hanya penasaran, Kenapa kakak mau menikahi gadis yang bukan sederajat dengan keluarga Kita," tanya Raffy Penasraan.
" Karena aku mencintai nya.." kata Fadlly jujur dengan apa yang ia rasakan.
" apa...!! kakak mencintainya" tanya Raffy.
" jadi kakak mencintai Gadis bodoh seperti itu," tanya Raffy tak suka dan sedikit tak percaya dengan apa yang di katakan Kakaknya.
" kenapa kamu berkata seperti itu, tentang Gadis yang aku cintai," tanya Fadlly.
" Karena Gadis itu memang bodoh, dan Aku juga tidak menyukai kalo dia menjadi Kakak iparku," kata Raffy jujur.
" benarkah..." tanya Fadlly Tek percaya.
" tentu saja, Aku sedikit pun tak menyukai Gadi bodoh itu, kenapa selera kakak jadi turun seperti itu," tanya Raffy tak percaya, karena yang Raffy tau kekasih kakaknya dulu sangat modis dan sangat jauh dari keseharian Amy.
" Kenapa memangnya, seleraku jauh lebih baik dari pada seleraku yang dulu ku miliki," kata Fadlly.
" dan lebih menyukai Gadis bodoh, dan sembrono seperti itu," kata Raffy lagi..
" berhentilah mengatakan kalo Gadis yang Aku cintai bodoh,Karena yang kau sebut gadis bodoh itu calon Istriku, dan juga calon kakak iparmu, jika kamu mengatakan bodoh lagi pada calon istriku itu sama saja kau mengatakan bodoh juga padaku,," kata Fadlly marah.
" dan... aku tidak perduli kau menyukai nya atau tidak, yang jelas aku tak akan pernah melepaskan Seseorang Yang Aku cintai," kata Fadlly tegas.
" dan satu lagi... yang mau menikahinya itu aku, bukan kamu, jadi aku tak perduli kamu menyukainya atau tidak, toh yang mau jadi suaminya itu aku, bukan Kamu," kata Fadlly lagi..
" tapi kak... aku benar benar tak mengerti kenapa kakak menyukainya," tanya Raffy lagi.
" apa kau percaya cinta pada pandangan pertama," tanya Balik Fadlly.
" itulah Yang aku rasakan Saat ini padanya," kata Fadlly lagi.
" dan kau tau...Cinta ku padanya semakin tumbuh seiring berjalannya waktu," kata Fadlly lagi.
" hah... Cinta padangan Pertama, Kakak masih saja percaya akan hal itu," kata Raffy mendengus.
" bukankah kau juga sama, kau tidak jauh berbeda denganku Raf," kata Fadlly pelan.
__ADS_1
" apa kau lupa, akan cinta pandangan pertamamu pada Angel," tanya Fadlly lagi, kali ini Raffy terdiam..
" bukankah Cinta pertamamu itu dia," tanya Fadlly lagi..
" Seharusnya kau mengerti bagaimana perasaan yang aku miliki saat ini pada Amy," kata Fadlly lagi.
" tapi kak... yang aku tidak mengerti itu, kenapa kakak lebih memilih gadis itu, dari pada Angel," tanya Raffy yang benar benar tak paham.
" Sudah jelas Angel lebih dari segalanya, latar belakangnya saja sudah jelas, sedangkan gadis yang kakak sukai ini, dia saja tidak tau asal usulnya seperti apa, Apa kakak tidak takut kalo Gadis yang kakak cintai ini, hanya menginginkan Harta kakak saja," kata Raffy panjang lebar.
" kalo memang itu yang Amy inginkan, Akan aku berikan, Harta, Rumah, semua yang aku miliki akan Aku berikan padanya, Dan aku tak perduli Apa tujuannya, yang jelas aku tak akan pernah melepaskan Gadis yang aku cintai saat ini," kata Fadlly mantap.
perkataan Fadlly membuat Raffy semakin kesal saja.
( Astaga... kenapa kakak gue jadi bodoh seperti ini,) Pikir Raffy aneh.
" lalu bagaimana dengan Angel, dan papah, Papah tidak akan mungkin Memberi restu pada Kakak," kata Raffy lagi.
" soal laki laki tua itu urusanku," kata Fadlly lagi.
" Dan untuk Angel, bukankah kau sangat menyukainya," kata Fadlly lagi.
" bukankah Seharusnya kau bersyukur karena aku tak menikahi Wanita gila itu," kata Fadlly.
" tapi Angel sangat mencintai kakak," kata Raffy pelan.
" itu urusannya, Yang jelas aku Sedikit pun tak menyukai wanita gila itu," kata Fadlly tegas.
" Berhentilah menyebut Angel wanita Gila," kata Raffy tak suka mendengar kakaknya Memanggil Angel wanita gila,
" seperti itu yang aku rasakan saat kau memanggil Gadis yang aku cintai Bodoh," kata Fadlly sinis.
" dan satu lagi.. berhentilah Mengganggu Calon istriku," kata Fadlly lagi.
" hanya itu saja bukan Yang ingin kau katakan, Sekarang keluarlah, Saya ingin istirahat," kata Fadlly ketus..
Raffy pun mau tak mau keluar dari kamar kakaknya..
" kakak benar benar sudah gila," kata Raffy tak percaya, Raffy begitu lama berdiri di luar kamar Fadlly, ia seakan tak mengerti kenapa kakaknya jadi Gila seperti ini..
********
__ADS_1