
Ke Esokan Harinya...
Amy dan bibi Maya sedang sibuk menyiapkan semua keperluan yang mau di bawa Fadlly ke luar kota dalam seminggu Ini,
" Udah semua kan My," tanya bibi Maya saat selesai memasukan barang barang yang mau di bawa Fadlly hari ini..
" Udah kayanya bi," kata Amy pelan.
" Sudah semua bi," tanya Fadlly saat baru saja keluar dari rumah..
" Sudah den," jawab bibi Maya pelan.
" Aaah Iya bi....saya mau bicara berdua sama Amy, boleh," tanya Fadlly pada bibi Maya,
" Iya boleh den, kalo begitu bibi permisi dulu yaa, hati hati nanti aden perginya," kata bibi Maya dan meninggalkan Amy dan Fadlly berdua saja di luar..
" Iya bi," ucap Fadlly pelan.
( tumben banget den Fadlly mau bicara, mau bicara apa ya,), batin Amy penasaran..
" Aden mau bicara apa," tanya Amy bingung tumben sekali den Fadlly mau berbicara dengannya berdua saja.
" Ingat....jangan pergi kemana mana selama saya tidak di rumah," kata Fadlly lembut memperhatikan Amy.
" dan tunggu kabar baiknya, ini pasti tidak akan lama," kata Fadlly mendekat dan mencium kening Amy lembut sebelum pergi..
" hati hati di rumah, tunggu saya pulang," kata Fadlly sebelum pergi.
Amy diam mematung mencerna apa yang barusan Fadlly lakukan padanya.
" Den...den Fadlly cium aku,," gumam Amy saat mobil Fadlly sudah pergi menjauh..
" beneran den Fadlly cium aku... aaarrrrggggg," teriak Amy membuat bibi Maya yang mendengar itu pun menghampirinya karena cemas dengan teriakan Amy..
untung saja di sana tidak ada siapa siapa.
" Ada apa my, kenapa kamu teriak begitu,," tanya bibi Maya pada Amy yang tengah diam mematung.
" Aaah...anu bi, tadi Amy lihat ada kecoa terbang jadi Amy teriak,," kata Amy berbohong Ia tak mau bibi nya tau perihal apa yang Fadlly lakukan padanya..
" Astaga Amy, bibi kira kenapa," kata bibi Maya cemas.
" Udah ayo masuk,," kata bibi Maya pelan dan mengajak Amy masuk kembali..
**********
Amy masih teringat apa yang Fadlly lakukan dan bicarakan padanya beberapa hari lalu..
Amy selalu penasaran dengan apa yang Fadlly katakan padanya.
" Maksud den Fadlly apa ya,... kenapa Ia mengatakan tunggu kabar baiknya, kabar baik apa maksudnya," tanya Amy untuk kesekiaan kalinya..
Amy selalu bertanya tanya arti semua itu... namun ia tak menemukannya jawabannya.. tidak ada cara lain selain menunggu majikanya pulang dan bertanya langsung padanya..
6 hari kemudian......
__ADS_1
Sudah hampir seminggu Fadlly pergi.
Amy benar benar kehilangan sosok majikannya yang galak dan judes itu,
entah kenapa Ia sangat merindukan majikan galaknya Itu..
" Kenapa aku sangat merindukan den Fadlly ya," gumam Amy saat membersikan lemari kaca..
Amy membersihkan lemari sambil melamun karena merindukan majikanya yang super galak dan judes itu...
" hhmmmmm gak ada den Fadlly sepi banget," gumam Amy pelan.
Tak lama terdengar suara bell..
ting....
tung...
ting...
tung....
Amy pun sedikit berlari untuk membuka pintu rumah itu..
dengan berlahan Amy membuka pintu Itu sampai terbuka.
betapa terkejutnya Amy saat melihat sosok wanita tua yang pernah Amy kenal..
wanita tua Itu pun sama terkejutnya seperti Amy...
" loh...nak cantik," kata nenek Fadlly tak kalah terkejutnya saat melihat Amy yang berada di rumah cucunya..
nenek Fadlly itu pun memeluk Amy senang karena tak menyangka bisa bertemu Amy di sini..
" Kamu kok ada di sini nak," tanya nenek Fadlly senang saat melihat Amy.
" Saya memang tinggal di sini nek," kata Amy bingung.
" apa..tinggal di sini," tanya nenek Fadlly sama sama bingung.
( apa saya salah rumah ya,), pikir nenek Fadlly.
namun Ia melihat rumah ini memang rumah Fadlly cucunya kok.
" kamu tinggal di sini nak," tanya nenek Fadlly lagi...
" Iya nek, lebih tepatnya Amy kerja di sini nek," kata Amy pelan.
" Apa nenek salah rumah ya," tanya nenek bingung.
" memangnya nenek lagi cari rumah siapa," tanya Amy penasaran.
" cucu nenek," kata nenek pelan.
" cucu nenek," tanya Amy dan nenek pun menganguk.
__ADS_1
" nama cucu nenek siapa," tanya Amy lagi.
" Fadlly Putra Pratama..," kata nenek pelan.
" Fadlly Putra Pratama," gumam Amy.
" aah Rumah den Fadlly memang di sini nek," kata Amy lembut dan merasa bingung juga.
" Jadi......" tanya Amy kaget belum sempat Amy meneruskan apa yang mau Ia katakan bibi Maya sudah lebih dulu di sisinya..
" siapa my," tanya bibi Maya menghampiri Amy yang tengah mengobrol di depan pintu
" oalah...nyonya Ambar.... ayo masuk nya..." kata bibi Maya kaget saat melihat oma Ambar berada di luar..
" ya ampun Amy...kenapa tidak suruh masuk, ini nyonya Ambar neneknya den Fadlly Amy," kata bibi Maya memberi tau Amy..
Amy benar benar terkejut saat mengetahui kalo nenek yang Ia tolong itu ternyata neneknya Fadlly..
" Apa...jadi nenek. neneknya den Fadlly," tanya Amy pelan dan tak percaya..
" maaf kan saya nek... em maksud saya nyonya, silahkan masuk nyah," kata Amy gugup karena bersikap kurang ajar pada nenek Fadlly.
Nenek Fadlly pun langsung menggandeng lengan Amy dengan akrab dan mengajak nya masuk juga..
bibi Maya merasa aneh pada Amy dan nenek Fadlly kenapa mereka bisa saling kenal padahal baru bertemu..
Mau tak mau Amy pun Ikut duduk d sisi nenek Fadlly karena lengannya masih di gandeng nenek Fadlly..
" Kamu ini...nenek pikir nenek tuh gak bakalan ketemu kamu lagi loh nak," kata nenek Fadlly senang dan antusias.
" Amy juga pikir begitu nek, em maksud saya nyonya, bagaimana kaki nyonya, apa masih sakit,," tanya Amy lembut.
Amy sedikit bingung harus memanggil apa pada wanita tua ini..
" Kaki nenek baik baik saja, itu juga kan berkat kepiawan kamu saat merawat nenek ketika nenek terjatuh." kata nenek Fadlly pelan.
" Nyonya kenal Amy," tanya bibi Maya saat menyajikan air minum untuk oma Ambar.
" Amy...jadi namamu Amy nak," tanya oma pada Amy. dan Amy pun mengangguk.
" nama saya Amy Aurora Putri Jelita nek, em maksud saya nyonya," kata Amy pelan.
" Nama yang cantik, seperti orangnya," gumam Oma Fadlly lembut dan memperhatikan Amy takjub.
Oma pun menceritakan perihal kejadian beberapa hari lalu saat Oma terjatuh pada bibi Maya, barulah bibi Maya mengerti kenapa oma Ambar bisa mengenal Amy..
" oh jadi nyonya ditolong Amy saat nyonya terjatuh di depan kantor den Fadlly," tanya bibi Maya. dan Oma pun mengaguk.
" saya penasaran...kenapa kamu tinggal di sini nak," tanya Oma Ambar pada Amy.
" Amy ini keponakan saya nyonya, dia bekerja di sini juga bersama saya," kata bibi Maya pelan.
" Jadi...gadis cantik Ini keponakan kamu may,," tanya Oma Fadlly semakin tak percaya dan bibi Maya pun mengagguk.
" jadi...gadis cantik Ini juga tinggal di sini," tanya Oma lagi...
__ADS_1
Amy hanya terdiam saat mendengar Oma seperti tak suka saat Ia mengatakan kalo Ia tinggal di sini....