Love Amy

Love Amy
Bag 97 Raffy Sakit....


__ADS_3

" Apa...Jadi Kak Amy menolak Kak Frans," Gumam David saat setelah selesai menelepon dengan Deby kekasihnya..


" Pantas Saja kak Frans Seperti itu," gumam David lagi.


" Astaga...Keluarga Pratama benar benar dalam Bahaya," ucap David Cemas.


dan David pun Buru buru kembali menghampiri kakaknya yang tengah terduduk di Ranjangnya yang super luas sambil memandang barang barang yang sudah pecah karena ulahnya..


David benar benar tertegun melihat ulah kakaknya yang seperti itu..


" Ada apa Kak, kenapa kakak malah memecahkan barang Barang yang tak bersalah," tanya David langsung..


" Kenapa dia menolak ku," Ucap Frans lirih..


" Bukankah...aku sangat mirip dengan orang yang di Cintainya," Ucap Frans Lagi kali ini lebih Lirih..


" Tapi...kenapa dia menolak ku," ucap Frans Lagi tak henti hentinya mengatakan seperti itu pada dirinya sendiri karena tak percaya Amy menolaknya..


Bukan kah Dirinya dan orang yang di cintai Amy Sangat Mirip bahkan Sama,


Tapi Frans tak mengerti kenapa Amy malah menolaknya..


" Karena Kakak Bukan Orang Yang di Cintai Kak Amy," Kata David pelan..


" Apa Maksudmu," Tanya Frans aneh..


" Maksudku...Kak Frans Memang sama dengan Laki laki yang di Cintai Kak Amy, tapi ingat Kak...walau pun Wajah Kakak Sama Tapi Kakak Tetaplah Bukan Dia yang Kak Amy Cinta," Kata David pelan...


" Seharusnya jika kakak ingin di sukai atau kakak ingin mendekati Kak Amy, Seharusnya Kakak jadi diri kakak sendiri bukan jadi Orang lain, apa lagi laki laki yang di cintai kak Amy sudah meninggal, dan kakak malah Mengikuti Laki laki itu sampai Menchat Rambut Kakak Bagaimana mungkin kak Amy bisa menyukai Kakak jika Kakak seperti itu" Kata David lagi..


Frans hanya terdiam mendengar apa yang di katakan David padanya..


" Kau benar, Seharusnya aku menjadi diriku Sendiri," Kata Frans Tersenyum..


David benar benar tak mengerti dengan Senyum Frans yang membuat David merasa Aneh...


BEBERAPA HARI KEMUDIAN....


Kesehatan Raffy semakin memburuk dan Raffy di Bawa ke rumah Sakit..


Amy Di beri tau Oma kalo Raffy di bawa ke Rumah Sakit, dan Amy pun menuju ke sana untuk Melihat Raffy suaminya..


Deby juga turut ikut..


Sesampainya di Rumah Sakit Amy dan Juga Deby langsung masuk begitu saja..

__ADS_1


" Oma..." Panggil Amy saat melihat Omanya yang malah sendiri tak ada Raffy di sana.


" Dimana Mas Raffy, Oma," tanya Amy aneh kenapa Raffy tak ada di sana.


" Raffy.." Gumam Oma menangis dan ia pun memeluk Amy..


" Ada apa Oma, Mana mas Raffy," tanya Amy lagi..


" Raffy Di Ruang ICU, Dia sedang ditangani Dokter Sayang," Kata Oma pelan dan menangis..


Amy terdiam mendengar Raffy masuk ICU...


( Apa sakit Mas Raffy parah sampai masuk Ruang ICU,) Batin Amy cemas..


" Ada apa Oma, kenapa Mas Raffy tiba tiba Masuk Rumah Sakit Oma," Tanya Amy cemas..


" Sayang...Apa Raffy sudah mengatakan Padamu tentang Rumah kita yang akan di sita," Tanya Oma Pelan,


Karena Raffy memang belum memberi tau Amy, Amy pun menggeleng walau ia sudah tau lebih dulu..


Deby hanya Terdiam di sana mendengar apa yang Oma dan Amy Bicarakan.


" Belum Oma, Mas Raffy belum mengatakan Apa apa pada Amy," kata Amy pelan.


" Memangnya Ada apa Oma, Kenapa Oma bilang Rumah Kita Akan di sita," tanya Amy pelan.


" Rumah itu adalah Aset dari perusahaan Fa Yang di jual itu, Otomasi jika perusahaan itu terjual Rumah kita pun akan ikut terjual Sayang," Kata Oma pelan.


" Dan Sebelum Raffy pingsan, Raffy Mengatakan kalo kita Harus Keluar dari Rumah Itu Secepatnya Nak,," Ucap Oma lagi..


( Astagfirullah, Bukankah Jangkanya Masih lama, Dan bukankah Masih Ada 5 bulan lebih Lagi, Kenapa tiba tiba....) Batin Amy aneh..


Amy pun mengingat ingat apa yang di katakan Frans sebelum pergi meninggalkannya..


( Astagfirullah...Apakah ini yang di maksud dengan pak Frans,) Batin Amy lagi..


Amy benar benar cemas dengan apa yang di katakan Frans Saat itu..


Amy pun memandang Deby yang mengangguk Paham apa yang Amy Rasakan..


" Pembeli itu mengatakan pada Raffy dan memberikan Jangka Waktu 6 bulan, tapi kenapa sekarang malah berubah dan mereka malah menyuruh kita untuk keluar dari Rumah Itu Nak..," kata Oma Lirih..


" Oma Yang Sabar Ya Oma," Kata Deby pelan dan ia pun menenangkan Oma Ambar yang tengah Sedih...


Tak Lama Oma Dea pun Tiba Di sana...

__ADS_1


" Mbar," panggil Oma Dea saat melihat Sahabatnya yang sedang bersedih..


" De," Ucap Oma Ambar Menangis Di pelukan Oma Dea..


" Astaga," Ucap Oma Dea Kaget Mendengar Raffy masuk Rumah Sakit..


Dan Oma Dea juga Sudah tau bagaimana Kondisi Oma Ambar Sahabatnya ini..


" Yang Sabar Mbar," ucap Dea menenangkan Sahabatnya Itu..


" Aku harus bagaimana De," Kata Oma Ambar menangis..


Oma Ambar dan Oma Dea pun berbicara berdua saja di Sana Sedangkan Amy dan Deby Berbicara Berdua juga..


" Bagaimana Ini Deb, apa semua ini salah Aku, yang sudah menolak Pak Frans dan Imbas nya Pada Mas Raffy dan juga Oma," Ucap Amy menangis.


" Aku tidak tau My, Aku akan menanyakan itu pada David, siapa tau David tau sesuatu.," kata Deby pelan dan ia pun menelepon David..


Amy menunggu Deby yang tengah menelepon Kekasihnya itu..


( Apa yang harus aku lakukan jika semua ini memang benar Gara-gara aku,) Batin Amy sedih..


" Bagaimana," Tanya Amy saat melihat Deby yang sudah berbicara dengan David..


" Astaga... Ternyata kak Frans tak main main My, memang benar kak Frans yang lakukan Itu, David saja tak percaya dengan semua ini," kata Deby pelan..


" Lalu apa yang harus aku lakukan Deb," Kata Amy bingung...


tak lama Dokter yang menangani Raffy pun keluar dan menemui Oma Ambar..


Oma Ambar terkejut saat mengetahui keadaan Raffy yang tengah Koma, dan dokter mengatakan kalo Raffy mengalami Mati otak sejenak..


Amy sendiri yang mendengar tak mengerti apa yang di katakan Dokter...


" Maksud Dokter bagaimana, Ada apa dengan Mas Raffy, Dok," tanya Amy lIrih.


" Tuan Raffy sedang Mengalami Koma, Dan semoga saja Tak lama," kata Dokter lagi..


Amy benar benar lemas ia terduduk terkulai lemas..


" Amy," Panggil Deby cemas saat melihat Sahabatnya yang tengah sedih..


( ini semua salah aku,) Batin Amy menangis..


Deby pun memeluk Amy pelan..

__ADS_1


Oma Ambar tak bisa berkata apa apa lagi, ia hanya Pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti..


__ADS_2