
" Lihat Am... Sepertinya Amy memang benar benar ingin bekerja di sini, Lihat.... Dia sampai serius seperti itu.," kata Dea pada Ambar..
" Aku sampai terkejut Saat kamu mengatakan Kalo Cucumu ingin bekerja di tempatku," kata Dea lAgi..
" Iya Aku tau... Tapi Aku hanya Ingin melihat Cucuku ini senang, itu saja," kata Ambar Lirih..
Ambar Memberi tau semua Tentang siapa Amy dan bagaimana Ambar begitu Menyayanginya..
" Ternyata Kamu begitu menyayangi Cucumu ini," kata Dea pelan.
" tentu saja, Karena... Amy ini Gadis yang Sangat Baik, De," kata Ambar.
" Walau pun Amy bukan Cucu Kandungku tapi Aku Sangat Menyayanginya, Apa lagi Sekarang Amy sudah menjadi Cucu mantuku," kata Ambar Senang.
" Aku tau... Aku pikir yang mau bekerja di sini Bukan Cucumu Yang Baru menikah.... Aku hanya Penasaran Kenapa Cucumu itu ingin bekerja, Apa dia tak pernah di beri uang oleh Suaminya." tanya Dea bercanda
ia Merasa Aneh bukankah Keluarga Pratama Sangat Kaya Raya tapi kenapa Cucunya malah Ingin bekerja di sini apa lagi sebagai pelayan..
" Aku tau Pasti kamu akan mengatakan Itu, tapi ini Bukan Karena uang," kata Ambar pelan.
" Ah... Baiklah Aku mengerti, Sepertinya Gadis itu memang sangat Mirip kamu saat kamu masih Muda," kata Dea yang tau betul siapa Ambar dan mereka memang sangat mirip satu sama Lain.
Ambar Hanya tersenyum mengerti dan ia pun Memerhatikan Amy yang tengah di ajari Citra Cara melayani tamu.. dan dikenal kan pada kAryawan Lainnya..
Dan Oma sangat senang melihat Amy Sesenang Itu...
*******
" Gimana Sayang... Apa kamu suka kerja di sana," tanya Oma ketika berada di Mobil untuk jalan Pulang..
" Suka Oma," kata Amy antusias
" di sana semua orang orang nya baik Oma," kata Amy senang.
" dan Mulai Besok Juga Amy Bekerja di sana, Terimakasih Oma," kata Amy lagi dan ia pun memeluk Omanya sayang
" iya sama sama Sayang," kata Oma tersenyum.
Sesampainya di rumah Fadlly Amy pun membantu Bibinya memasak..
" jadi kamu sudah dapat pekerjaan," tanya Bibi Maya pelan.
" iya Bi, Dan Amy juga jadi pelayan Caffe di sana," kata Amy antusias..
" bibi Tau... Karyawan Di sana sangat baik baik, apa lagi mbak Citra dan Amy sangat senang bekerja di sana," kata Amy lagi.
" iya... Tapi Ingat Jangan terlalu Cape Cape, siapa tau Kan Kamu Sedang proses Melahirkan," kata Bibi Maya Bercanda
Candaan Bibi Maya Membuat Amy langsung terbatuk-batuk karena apa yang di katakan bibinya membuat Amy membelalakkan Mata...
__ADS_1
mAna mungkin bisa melahirkan Anak sedangkan Amy Dan Raffy selama Menikah Belum pernah melakukan hubungan suami Istri....
" bibi Ini ada ada Saja, di mana mana sebelum melahirkan itu Hamil dulu Baru melahirkan," kata Amy Pelan.
" Oalah Iya ya... Bibi Lupa," kata Bibi Maya Cekikikan...
Raffy yang baru pulang mendengar percakapan Amy dan Bibi nya,
Raffy jadi membayangkan Kalo Ia mempunyai Anak bersama Amy, mungkin sangat bahagia Mereka, begitulah pemikiran Raffy saat ini...
Namun apa daya.. Boro Boro untuk melahirkan seorang Anak, tidur berdua saja mereka tak lakukan...
" Aslaamualikum," sapa Raffy pelan dan pura pura tak mendengar apa yang di katakan Amy dan juga Bibi Maya.
" tuh My, kayanya Raffy Sudah pulang.." kata Bibi Maya.
" iya Bi, sebentar ya, Amy ke sana dulu," kata Amy pelan dan bibi Maya pun mengangguk.
" Mas Raffy sudah pulang," kata Amy lembut..
sekarang Amy memanggil Raffy dengan Sebutan Kata Mas, itu juga permintaan Raffy agar Amy memanggilnya Seperti itu..
" Hmmm," hanya Itu yang keluar Dari Mulut Raffy..
" Bagaimana, bukankah Tadi kamu melamar pekerjaan," tanya Raffy dan Amy pun mengagguk Antusias.
" Bagaimana Apa kamu keterima," tanya Raffy lagi dan Amy pun mengangguk Lagi..
" Syukurlah," kata Raffy ikut Senang.
" ingat Jangan Terlalu Cape Cape, Takut Sakit Nantinya," kata Raffy lembut.
" iya Mas, Oia Mas... mas Mau makan apa mau mandi dulu," tanya Amy pelan.
" Mas Mau mandi saja dulu," kata Raffy pelan.
" Kalo begitu Amy siapin Ya," kata Amy pelan dan ia pun berlari ke atas untuk menyiapkan Air Mandi untuk Raffy..
" jangan Lari Lari Amy, nanti Jatuh," kata Raffy lembut Amy Pun mengangguk.
Walaupun Rumah Tangga Amy dan Raffy terlihat harmonis namun semua orang tidak tau kalo di antara mereka ada jarak yang tak bisa di tembus,
karena Amy mau pun Raffy belum siap satu sama lain menerima semua itu..
Amy juga pernah mengatakan pada Raffy jika nanti Raffy jatuh Cinta Pada wanita lainnya, Amy siap jika harus di ceraikan Oleh Raffy..
Namun Amy belum pernah melihat Raffy mendekati Wanita mana pun,
Amy tak tau kenapa Raffy seperti itu...
__ADS_1
" sudah Mas," kata Amy saat selesai menyiapkan Air mandi untuk Raffy.
" lain Kali... tidak usah di siapkan," kata Raffy pelan.
" kenapa," tanya Amy aneh..
Amy tak tau jika perlakuan seperti itu bisa membuat Raffy semakin tak bisa melepaskan Amy Nantinya..
" tidak Apa apa... Aku hanya Tidak biasa di layani," kata Raffy pelan.
Memang selama ini Amy selalu melayani Raffy seperti melayani Fadlly dulu..
namun apa salahnya jika Amy melayani suami sendiri bukankah seharusnya seperti itu.. walau Amy tak melayani Raffy di ranjang..
" Aku Tau...Tapi apa salahnya Kalo aku Melayanimu," kata Amy pelan.
" aku tak mau Rasa yang aku miliki semakin Jauh," kata Raffy dan ia pun berlalu ke kamar mandi..
bukannya menjelaskan Apa yang Raffy katakan Raffy malah meninggalkan Amy yang diam mematung Membiarkan Amy mencerna apa Yang di katakan Raffy..
" apa Maksudnya," kata Amy yang tak mengerti..
Amy pun berlalu dan melupakan apa yang Raffy katakan karena menurutnya itu tak penting,
Amy pun menyiapkan Baju dan celana Untuk Raffy..
" Mas... Baju sama Celananya Sudah Amy siapkan Ya di atas kasur," kata Amy sebelum pergi..
" aku Mohon Amy... hentikan.." gumam Raffy di Bawah Cucuran Air Shower...
" Semakin Kamu Memerhatikan aku, semakin dalam rasa cintaku," Kata Raffy jujur..
ternyata Selama Ini Raffy memang benar benar Mencintai Amy..
Raffy tak tau sejak Kapan Ia menyukai Amy,
mungkin sejak pertama kali bertemu Raffy sudah jatuh Cinta Pada Amy,
namun Raffy tak tau dan tidak menyadarinya dan malah selalu menyangkalnya..
" Kak Fa... Maaf, kalo aku menyukai Gadis yang kamu Cintai Juga," kata Raffy lirih..
" tapi...Aku benar benar tidak bisa menghentikan Rasa yang Aku miliki," kata Raffy menangis..
" dan Aku juga tidak bisa menjamah Hatinya," kata Raffy lirih..
" karena Amy terlalu mencintaimu," kata Raffy lagi..
" Aku Mohon...Biarkan Amy mencintaiku juga Kak," kata Raffy lagi.
__ADS_1
" Maaf kan Aku Kak," kata Raffy merasa Bersalah...
( Maaf ya buat Para pembaca Setia, Ceritanya ada yang di ubah, beberapa)