Love Amy

Love Amy
Bag 18 Rencana Fadlly...


__ADS_3

" Namanya Amy," kata Oma menyebut nama Amy.


Fadlly terkejut mendengar Oma menyebut nama Amy, dan langsung bertanya lagi karena takut salah, Amy mana yang Omanya maksudkan.


" Amy.." ulang Fadlly, takut salah dengan pendengarannya.


" Iya... Amy, Amy yang berada di rumah mu ini, Amy yang berkerja bersama mu di sini," kata Oma pelan.


" Amy yang itu," kata Fadlly pelan.


" Maksud Oma, Amy Aurora Putri Jelita yang itu," tanya Fadlly tak percaya sampai memanggil nama lengkap Amy.


" Amy yang menjadi pelayan pribadiku, maksud Oma, Amy yang ini," tanya Fadlly lagi membuat Oma mengangguk.


" Iya.... Amy yang ini, Amy yang tinggal di rumah mu, Amy yang menjadi Pelayan pribadimu, Oma menyukainya fa, Oma hanya ingin dia yang menjadi istrimu nanti,," kata Oma pelan.


Karena merasa ini semua kebetulan Fadlly pun tertawa karena merasa lucu atau apalah hanya Fadlly yang merasakannya..


"hahahahhahahahahahaah," Fadlly tertawa begitu keras sehingga membuat Oma beranggapan kalo Fadlly sama sekali tak menyukai pelayannya itu.


" apa kamu tidak menyukai nya fa" tanya Oma bingung melihat reaksi Fadlly yang malah tertawa seperti itu.


" Oma tau...kalo gadis ini dari kalangan bawah, bahkan tidak layak untuk kamu nikahi,tapi... Oma benar benar menyukai Amy fa, dan Oma hanya ingin Amy yang menjadi cucu mantu Oma" kata Oma menjelaskan. dan tak membiarkan Fadlly untuk berbicara..


" Oma," panggil Fadlly pelan namun Oma tak membiarkan Fadlly berbicara..


" Apa salah nya dengan Amy fa, Amy cantik, baik hati, dan yang paling Oma sukai darinya dia mempunyai etika, sopan santun dan berakhlak baik," kata Oma terus saja berbicara dan tak membiarkan Fadlly berbicara...


" Amy berbeda dengan wanita wanita yang Oma kenal, Amy juga berbeda dari gadis gadis yang sering Oma jumpai." kata Oma panjang lebar..


" Oma.." panggil Fadlly lembut dan menyentuh bahu Oma agar bisa tenang..


" Gadis yang selalu fa katakan dan ceritakan pada Oma itu Amy,


Amy yang fa Inginkan, Amy yang fa ingin jadikan istri untuk fa," kata Fadlly menenangkan omanya..


" Bahkan fa sudah melamarnya ke keluarganya, dan tinggal mengatakan pada Amy, dia setuju atau tidaknya.." kata Fadlly jujur.


" Astaga...benarkah, jadi kamu benar benar akan menikah, astaga, cucu Oma benar benar ingin menikah," kata Oma tak percaya.


" Iya...tapi..dari mana Oma kenal Amy," tanya Fadlly setelah beberpaa saat..

__ADS_1


" Kamu ingat saat Oma pernah cerita, kalo Oma pernah terjatuh di kantor kamu, dan saat Oma memakai baju orang miskin atau gelandangan yang kamu katakan, padahal Oma hanya memakai daster dan sendal jepit saja." tanya Oma dan Fadlly pun mengangguk mengingatnya..


Fadlly ingat betul saat omanya baru pulang dan mengatakan padanya ketika terjatuh di depan kantor nya saat itu,


dan Fadlly juga ingat kata Oma bahwa ada seorang gadis yang mengatakan kalo Fadlly tak bertanggung jawab karena tak mengantarkan Omanya,


walau itu memang benar kenyataanya..


Fadlly benar benar kesal saat mendengar gadis itu berkata seperti itu tentangnya..


Namun Fadlly mengingat ternyata yang pernah Amy katakan juga padanya saat itu Amy menolong nenek tua di depan kantornya, ternyata dari sanalah Amy dan Oma bertemu.. Fadlly sama sekali tak menyadari itu..


" Saat itu... Amy yang membantu Oma dan menolong oma saat Oma terjatuh saat itu," kata Oma pelan.


" Kamu tau...padahal di sana banyak orang yang lalu lalang,


tapi...hanya karena Oma berpenampilan tidak layak, semua orang tak perduli pada Oma, hanya Amy yang bantuin Oma,


hanya dia yang tolongin oma saat Oma terjatuh," kata Oma pelan.


" Dari sanalah Oma benar benar tau siapa Amy dan seperti apa gadis itu," kata Oma lagi..


" Oma benar benar menginginkan nak Amy yang menjadi istrimu kelak," kata Oma lagi..


" Memang benar, tapi Amy tidak salah bukan, kamu memang tidak bertanggung jawab saat itu, tidak mengantarkan Oma sampai rumah, sehingga Oma bisa terjatuh seperti itu," kata Oma membela Amy.


" Tapi...jika fa yang mengantar Oma, Oma pasti tidak akan bertemu Amy, bukankah begitu," kata Fadlly benar.


" Kamu benar," kata Oma mengangguk..


" Oma tenang saja, fa pastikan kalo Amy yang akan menjadi istri fa, tapi Oma...." kata Fadlly pelan.


" Oma harus rahasiakan ini dari Amy dan bibi Maya, karena fa ingin mendapatkan hati Amy terlebih dahulu." kata Fadlly lembut.


" Baiklah, apa pun itu Oma hanya ingin mendengar kabar berita baiknya nanti.." kata Oma pelan.


" Ya fa tau.....tapi Oma harus sabar, soalnya fa tidak mudah mendekati Amy nya," kata Fadlly...


" Kenapa, jadi Amy belum tau kalo kamu sudah melamarnya," tanya Oma bingung.


" iya... Oma, karena fa tidak tau kalo Amy menyukai fa atau tidaknya," kata Fadlly lagi..

__ADS_1


" Benarkah...jadi Amy sama sekali tidak tau kalo kamu menyukainya," tanya Oma tak percaya ternyata cucu kesayangannya ini sedang jatuh cinta.


" Iya..." kata Fadlly pelan.


" Tapi setau Oma, sepertinya Amy menyukaimu juga," tebak Oma.


" Benarkah...apa Oma yakin," tanya Fadlly.


" Oma yakin, fa, siapa sih yang yang tidak suka pada cucu oma yang tampan Ini," kata Oma pelan.


" Ya sudah kamu istirahat saja, lagi pula Oma akan menginap di sini," kata Oma.


" Benarkah...fa senang kalo Oma mau menginap," kata Fadlly.


" Ya sudah kamu istirahatlah... Oma mau kebawah dulu," kata Oma dan meninggalakan Fadlly yang beristirahat...


Bukannya istirahat Fadlly malah menelvon seseorang...


*********


Amy sedang membantu bibi nya memasak dan Amy malah duduk di bawah karena sedang menyiangi sayur dan membersihkan bawang dan sayur sayur lainnya..


" loh....kamu lagi ngapain nak, kok duduk di bawah nanti masuk angin loh nak," tanya Oma saat berada di dapur. dan melihat Amy yang tengah duduk bersila..


" Amy lagi bantuin bibi, Oma," kata Amy pelan.


" lagian Amy mah udah kebal Oma, yang ada angin nya takut masuk tubuh Amy," kata Amy cengengesan. membuat Oma dan bibi Maya tertawa...


Oma pun malah duduk di sebelah Amy, membuat Amy dan bibi Maya bingung kenapa Oma malah ikut ikutan duduk di bawah juga..


" Oma...kenapa Oma malah duduk di bawah juga," tanya Amy bingung melihat Oma yang malah duduk di bawah.


" Oma mau bantu juga, gini gini Oma bisa bantu apa saja loh," kata Oma senang.


" Ya walau pun Oma, tidak bisa masak," kata Oma tersenyum lembut.


" Oma...mendingan Oma, duduk di atas saja nanti tangan Oma kotor kalo Oma bantu bantu Amy sama bibi," kata Amy lembut.


" Tidak apa apa, lagi pula Oma ingin belajar masak,nak, May ajarkan saya masak may," kata Oma pada bibi Maya.


" Boleh nyah, nyonya mau di masakin apa," tanya bibi Maya,

__ADS_1


" Oalah kalo itu saya tidak tau, saya taunya cuma makan saja," kata Oma tertawa...


__ADS_2