Love Amy

Love Amy
Bag 31 Ke anehan Fadlly


__ADS_3

" kenapa, apa kau tidak percaya kalo saya memang Calon suami Amy," kata Fadlly ketus.


" kalo Kau tidak percaya, tanyakan saja pada bapak atau ibu Amy, siapa saya," kata Fadlly lagi.


Anehnya Rio merasa kalo Aura yang di miliki Fadlly sangat berkuasa dan sedikit menakutkan.


dan Rio Juga Sedikit Segan Padanya...


" bukannya saya tidak percaya, saya merasa aneh saja,! padahal anda baru mengenal Amy, tapi anda sudah berani melamarnya, padahal anda baru mengenal Amy bukan," tanya Rio Penasaran.


" jangan bilang anda hanya ingin bermain main dengannya," kata Rio Lagi.


Rio tau Amy sudah bertunangan, Rio tau itu juga dari kedua orang tua yang mengatakan Amy sudah bertunangan,


Maklum Kampung Amy Ini tidak lah Luas, jadi berita sekecil Apa pun Pasti sudah tersebar Dengan Mudah di sana .


" Saya mencintainya, jika saya hanya main main dengan Amy, mana mungkin saya berencana akan menikahinya," kata Fadlly


" buat apa, mengenal Lama dan mencintainya sejak lama juga, tapi sama sekali tidak berani mengatakan Cinta dan meminangnya,," kata Fadlly seperti menyindir Rio yang mempunyai perasaan pada Amy.


" saya tau...kau menyukainya juga bukan," kata Fadlly lagi.


" lebih Baik, kau mundur saja,! dan jangan mendekati Amy lagi," kata Fadlly.


" kau boleh menemuinya, tapi ingat.... jaga jarak di antara kalian berdua, dan jangan peluk peluk calon istri saya lagi, saya paling tidak suka kalo wanita yang saya miliki di Sentuh laki laki lain," kata Fadlly Tegas.


" Karena saya paling tidak suka berbagi," kata Fadlly Lagi.


( jadi laki laki ini, tau kalo gue Suka sama Amy,) batin Rio..


" Anda kan hanya Tunangannya, bukan suaminya, kenapa anda Mengekangnya," kata Rio Keras kepala.


" saya tidak mengekangnya, tapi saya memperingati Anda, Bung," kata Fadlly tegas. dan memperhatikan Rio dengan Sinis..


Rio juga sama Ia menatap sinis pada Fadlly yang seenaknya pada Amy, padahal Ia dan Amy teman masa kecil.


ya... walaupun Rio memang menyukainya..


" Ada apa, kenapa kalian terlihat tegang seperti itu." tanya Amy saat melihat Dua pemuda yang berbeda usia itu seperti berperang.


" ah Tidak apa apa," kata Rio Buru buru,


" ah iya My, ibumu mana, gue mau minta ijin pulang," kata Rio pelan.


" ibu lagi mandi," kata Amy pelan.


" pulang Tinggal pulang," kata Fadlly Ketus.


" Mas," tegur Amy pada Fadlly yang bersikap seperti itu pada Rio.

__ADS_1


" ya sudah...kalo gitu gue pulang Ya my, tolong nanti sampaikan Pada ibumu kalo gue pulang," kata Rio pada Amy dan Amy pun. mengangguk.


******


" Mas ngomong apa sama Rio," tanya Amy penasaran setelah Rio tidak ada di sana,


" saya tidak ngomong apa apa," kata Fadlly cuek.


" bohong, Mas bohong Kan, pasti Mas Nakut Nakutin Rio, iya kan," tebak Amy lagi.


" kurang kerjaan banget Saya," kata Fadlly ketus.


" Amy," panggil Ibu Amy dan ibu pun menghampiri Amy dan Fadlly.


" ada apa Bu," tanya Amy pada ibunya.


" ibu sama bapak, mau kondangan, lumayan agak jauh, kamu sama Nak Fadlly tunggu di rumah saja ya, ibu sama bapak gak lama juga kok, kondangannya," kata Ibu Amy lagi.


" oh iya...Emy sama Emo mana Bu," tanya Amy lagi.


" kalo Emy akan ikut ibu sama bapak Kondangan, kalo Emo, dia baru saja keluar katanya mau main, neng tau sendiri kan kalo Emo tuh jarang di rumah, Gak betah dia." kata ibu lagi.


" ya sudah ibu sama bapak, Kondangan dulu ya," kata ibu Amy lagi..


" iya Bu," kata Amy lagi..


Ibu dan bapak Amy pun pergi kondangan, meninggalakan Amy dan juga Fadlly hanya berdua saja.


" tapi Mas, di sini gak ada air panasnya," kata Amy lagi..


" apa... tidak ada air panas, lalu saya harus mandi pakai air dingin begitu maksudmu," kata Fadlly ketus.


" mau bagaimana lagi, di sini kan kampung Mas, bukan di kota, jadi gak ada air panas," kata Amy lagi..


" tapi....Apa kamu tidak lihat dan Rasakan..cuaca di sini tuh sangat dingin," kata Fadlly lagi..


" hmmmm...kalo begitu, Amy Rebusin air panas buat Mas mandi, bagaimana," kata Amy lagi.


" hm terserahlah," kata Fadlly singkat.


" yang jelas saya tidak mau mandi air dingin," kata Fadlly ketus.


Amy pun mengagguk dan merebus air guna untuk mandi calon suaminya itu,


setelah selesai Amy pun menuang air panas itu ke ember di kamar mandi.


" sudah mas tuh airnya," kata Amy pelan.


" mandinya di sini," tanya Fadlly bingung.

__ADS_1


" ya iya di sini, memangnya di mana, mas mau mandinya di kali," kata Amy lagi.


" Maksud saya, kenapa kamar mandinya tidak ada di dalam kamar kamu," kata Fadlly lagi.


" yaelah Mas, ini kan Kampung, mana ada kamar mandi di kamar Masing masing, semua rumah hanya memiliki satu kamar mandi, beda kalo di kota, semua kamar tidur memiliki kamar mandi masing masing," kata Amy menjelaskan pada calon suaminya tentang perbedaan kampung dan kota.


" hmmm," hanya itu yang keluar dari mulut Fadlly.


" terimakasih Sayang, Emuach," kata Fadlly sambil mencium Pipi Amy sebelum masuk kamar mandi.


perbuatan Fadlly membuat amy memegang pipinya. dan Amy tersenyum karena Fadlly menciumnya..


" Mas bawa baju Ganti tidak," tanya Amy di balik pintu kamar mandi.


" apa... baju ganti, kenapa saya harus bawa baju Ganti," tanya Fadlly aneh.


" lah...buat mas nanti ganti bajunya, emang Mas mau pakai kemeja ini lagi," tanya Amy pelan.


" saya tidak berpikiran ke sana," kata Fadlly lagi.


" jadi mas gak bawa baju ganti," tanya Amy lagi.


" tidak," jawab Fadlly singkat.


" ya sudah...nanti pakai baju Emo saja kalo begitu, tjnggi mas sama Emo kan hampir sama," kata Amy.


Memang Emo tingginya hampir sama namun masih tinggi Fadlly,


Amy pun mencari baju Emo, dan ia pun menemukan baju yang sangat cocok untuk Fadlly.


" Mas... ini bajunya," kata Amy di balik pintu kamar mandi.


tak lama pintu kamar mandi pun terbuka dan nampaklah Fadlly yang baru saja mandi dan memakai handuk sepinggang saja, memperlihatkan otot otot yang tercetak di sana.


" ini baju siapa," tanya Fadlly pelan.


" baju Emo, Mas," kata Amy pelan.


" apa kamar mandi di rumah ini hanya satu" tanya Fadlly lagi dan Amy pun mengagguk.


" Lalu. Kamu, ibu, bapakmu semua mandi di sini di luar kamar seperti ini.," tanya Fadlly lagi.


" iya." jawab Amy singkat.


" tapi kami kalo mau mandi selalu bawa baju ganti Mas," kata Amy yang tau pemikiran Fadlly saat ini.


" hmm, ah iya...ini punya adikmu juga," tanya Fadlly saat melihat Daleman lengkap, dan Amy pun mengagguk.


" Ya sudah ,saya pakai baju dulu," kata Fadlly lagi dan ia menuju kamar Amy.

__ADS_1


Fadly tak mempermasalahkan itu, karena kalo tak pakai ****** ***** ia pasti tidak akan nyaman, untuk saat ini, tidak apa apa pakai punya adik Amy, kerena mana mungkin bukan memakai Daleman yang belum di cuci itu, begitu pemikiran Fadlly saat ini


__ADS_2