
" Mas.." panggil Amy.
" Mas Fadlly," panggil Amy lebih keras lagi karena Fadlly terbuai dengan lamunannya..
" Ah maaf sayang, Apa tadi..kamu bicara apa,." kata Fadlly lembut.
" kenapa Mas melamun," tanya Amy pelan.
" tidak apa apa sayang, ada apa, apa yang tadi kamu katakan," tanya Fadlly lagi.
" aaah...aku hanya bertanya sama mas, aku kira mas marah saat aku tadi menampar Mbak Angel, soalnya yang aku lihat saat itu, Mas terlihat sangat khawatir saat aku menampar mbak Angel," kata Amy pelan.
" kamu salah paham sayang, justru yang saya Khawatirkan saat itu, adalah kamu," kata Fadlly lembut.
" karena saya melihatmu di tampar Wanita gila itu," kata Fadlly kesal dan marah saat mengingat kejadian itu..
" justru Mas sangat senang kamu balik menamparnya," kata Fadlly tersenyum.
" jika Mas yang melakukan, pasti Wanita gila itu tak akan pernah bisa melihat dunia ini lagi," kata Fadlly tegas.
" apa masih sakit," tanya Fadlly memperhatikan pipi Amy yang masih memerah.
" masih Sedikit Perih, sih Mas," ucap Amy pelan.
tanpa Amy duga tiba tiba Fadlly pun mencium pipi Amy membuat Amy diam mematung..
EMUACH...💋.
" Apa masih sakit." tanya Fadlly lagi.
" Mas...kenapa mas cium Amy di tempat Ramai seperti ini, bagaimana kalo ada orang yang lihat, Amy kan malu mas," kata Amy merasa malu karena di cium Fadlly.
" jadi Maksudmu saya boleh mencium mu di tempat Sepi," tanya Fadlly dan malah menggoda Amy.
Sontak Fadlly meringis Kesakitan karena di cubit Amy..
" Aaaah sakit Sayang," kata Fadlly meringis kesakitan..
" lagian Masnya Nyebelin,seneng banget godain Aku Mulu," kata Amy kesal pada calon suami yang selalu menggodanya..
" hahahhaha... Maaf sayang," kata Fadlly lagi
" Oma dimana Mas," tanya Amy pelan.
" Oma sudah pulang, tadi Oma juga Mencarimu, tapi... Saya bilang biar saya yang Mencarimu, jadi Oma menunggu di rumah," kata Fadlly pelan.
" oh...jadi Oma sudah pulang, Mas... Apa benar Oma tidak kecewa pada Amy Mas," tanya Amy pelan.
" tentu saja tidak, Malah Oma yang menyuruh saya untuk Mencarimu, dan membawamu pulang," kata Fadlly lagi.
" sekarang kita pulang ya," ajak Fadlly lagi dan Amy pun mengagguk.
Amy dan Fadlly pun meninggalkan Mall besar itu dan menuju rumahnya.
__ADS_1
SESAMPAINYA DI RUMAH...
" Amy sayang," panggil Oma saat melihat Amy yang baru turun dari mobil Fadlly dan langsung memeluknya
" Oma," sapa Amy dan ia pun membalas memeluk Oma.
" maaf Oma, tadi Amy langsung pergi begitu saja," kata Amy lirih..
" tidak sayang...Kamu tidak salah nak, seharusnya Oma yang minta maaf nak, tadi Oma terlalu Panik sampai Oma memarahimu saat melihat kamu menampar Angel, Fa sudah jelaskan Itu semua, Oma minta Maaf, nak," kata Oma dan memeluk Amy lagi..
" kenapa oma minta maaf, Oma gak salah..." kata Amy di pelukan Oma.
" Sudah... kita bicaranya di dalam saja, Ayo kita masuk dulu," kata Fadlly pelan.
Oma dan Amy pun duduk di ruang tamu..
" Maafin Oma Ya sayang, Oma benar benar minta Maaf," kata Oma pelan.
" sudah Oma, Ini semua bukan salah Oma, kita lupakan saja kejadian yang tadi ya Oma," kata Amy pelan.
" terimakasih Sayang," kata Oma tersenyum..
Raffy baru saja keluar dari kamarnya ia mendengar kalo di ruang tamu sangat berisik, jadi ia pun keluar kamar dan memperhatikan di atas...
" mas.. bukanya Mas pulangnya besok," tanya Amy pelan.
" kenapa...Apa kamu tidak merindukan Calon suamimu ini Hmmm," kata Fadlly lembut.
" Ciiih," kata Raffy geli saat mendengar Fadlly berkata seperti itu dan ia pun turun..
" Kau sudah pulang," tanya Fadlly saat melihat adiknya baru saja turun.
" Hmmm, Gue baru beberapa hari lalu di sini," kata Raffy pelan.
" ada yang mau gue bicarakan sama lu kak ini tentang pernikahan lu,," kata Raffy.
" Ah...Apa kau sudah bertemu Calon Kakak iparmu," tanya Fadlly dan Raffy pun langsung Memperhatikan Amy.
" maksud Kakak gadis itu," tunjuk Raffy pada Amy dan Raffy tak henti hentinya menatap Amy.
" jangan menatapnya seperti itu, kau tidak ingin kan kakakmu ini mencolok Matamu," kata Fadlly bercanda namun dengan nada ketus dan dingin.
" gue tidak Menatapnya," kata Raffy, namun tatapannya selalu tertuju pada Amy.
" kenapa kakak mau menikahi Gadis seperti ini," tanya Raffy langsung.
" itu bukan Urusanmu," kata Fadlly dingin.
( kenapa aku merasa Mas Fadlly dan Raffy tak akur ya, Apa cuma perasaan aku saja ya,) pikir Amy aneh melihat kedekatan kakak dan adik ini..
" sudah... kalian ini, baru saja bertemu sudah bertengkar seperti itu," kata Oma marah melihat Fadlly dan Raffy bertengkar.
" Aku tidak bertengkar Oma, aku hanya ingin tau kenapa kakak lebih memilih gadis seperti ini dibanding Angel yang Lebih dari segalanya," kata Raffy aneh..
__ADS_1
" kau ingin tau..." kata Fadlly ketus.
" tapi maaf itu bukan Urusanmu," kata Fadlly lagi...
" sudahlah... kalian ini," kata Oma pelan.
Raffy pun menuju dapur dan tak perduli dengan tatapan kakanya yang sangat tajam.
" sikapnya tak pernah berubah," kata Fadlly ketus.
" sudahlah fa, Kau tau sendiri Raffy seperti apa," kata Oma pelan..
" Oma Benar, Adikku yang satu itu, terlalu di manjakan," kata Fadlly ketus.
tak lama Bibi Maya pun datang membawa minum dan camilan untuk keluarga yang duduk di ruang tamu.
" Mas...mas kenapa gak memberi tau Amy kalo mas pulangnya sekarang," tanya Amy setelah beberapa saat dan mengalihkan suasana hati Fadlly yang suram..
" sebenarnya... yang telvon Oma di Mall tadi itu Fa, Sayang," kata Oma pelan.
" apa...jadi yang tadi telvon Oma di Mall Itu Mas Fadlly," kata Amy kaget.
" iya... tadinya Oma mau memberi tau, cuma fa bilang Oma jangan memberi taumu, katanya fa ingin memberi kejutan untukmu sayang," kata Oma pelan.
" iya... saya sengaja bilang seperti itu pada Oma, agar tak memberi taumu, tadinya Saya mau memberi kejutan untukmu, tapi malah seperti ini....." kata Fadlly kesal bila mengingat kejadian tadi..
" Mas... sudahlah, Mas lupain saja ya, lagi pula Amy juga kan gak kenapa napa" kata Amy lembut dan Fadlly pun mengangguk.
" ah Iya sayang... Ini..." kata Oma memberikan bungkusan kecil untuk Amy.
" kenapa Oma memberikan Ini sama Amy," tanya Amy.
" tadi kan Oma sudah bilang mau memberikan ini untukmu sebagai hadiah," kata Oma pelan.
" ta tapi Oma," Kata Amy ingin sekali menolaknya.
" Oma tidak mau tau... suka atau tak suka, Kamu harus terima pemberian Oma ini, Apa kamu mengerti," kata Oma tegas.
" tapi Oma," Kata Amy pelan.
( Ciiih pura pura,) dalam hati Raffy kesal.
( padahal dalam hati senang mendapat hadiah dari Oma,) dalam hati Raffy tersenyum sinis dan bersandar di tembok dekat dapur dan terus memperhatikan Amy.
Fadly menyadari kalo Raffy terus memperhatikan Amy.
" terima saja sayang, tidak baik menolak rejeki," kata Fadlly lembut dan memeluk Amy.
" terimakasih Oma," Kata Amy lembut dan Amy terpaksa menerima pemberian oma...
" sama sama sayang," kata Oma senang.
" Oma...fa Mau Istirahat dulu, Fa Cape sekali," kata Fadlly pelan.
__ADS_1
" ya sudah istirahat lah," kata Oma pelan.
" sayang...tolong Bawakan jasnya ke kamar, Ada yang mau saya bicarakan," kata Fadlly berlalu, Amy pun hanya mengagguk saja...