Love Amy

Love Amy
Bag 83 Menjenguk Amy....


__ADS_3

Tak lama Oma pun datang... Hampir saja berpapasan Dengan pak Iwan...


Oma terlihat Bingung saat melihat Pak Iwan baru saja keluar Dari Ruang rawat Amy..


" Permisi Pak, bapak siapa ya, kenapa bapak baru saja keluar dari Kamar Cucu saya," ucap Oma Ambar penasaran..


Pak Iwan memperhatikan Wanita Tua ini... dan sepertinya Pak Iwan mengenal Wanita Tua ini..


( Bukan Kah, wanita tua ini...Nyonya Ambar.. keluarga Pratama,) Pikir Pak Iwan Yang mengenal Oma Ambar karena keluarga Pratama Sangat Terkenal di Kota ini...


" Ah... Jadi Nona Yang Di dalam cucu Nyonya," tanya Pak Iwan dan Oma Ambar pun mengagguk.


" Maafkan Saya Nyonya... Saya yang kemarin Menabrak Cucu Nyonya," Jelas Pak Iwan dan ia pun Menunduk karena merasa menyesal..


" Oh Jadi bapak yang sudah menabrak Cucu saya," kata Oma sedikit Marah.


" Maaf Nyonya saya benar benar minta Maaf," ucap Pak Iwan pelan dan Pak Iwan mengerti kenapa Wanita Tua ini bisa marah seperti itu.


" Lain kali... Bapak kalo bawa mobil hati hati, jangan main menyalip begitu saja, lihat... Cucu Saya jadi terluka Kan, karena ulah Bapak yang menyetir ugal ugalan." kata Oma tegas.


" untung saja cucu saya tidak apa apa, kalo tidak saya bisa tuntut bapak ke Kantor Polisi" kata Oma kesal.


" Maafkan Saya Nyonya saya benar benar minta maaf," kata Pak Iwan..


" Oma..." Panggil Amy yang baru saja membuka Pintu ruang kamarnya.


Amy merasa penasaran kenapa di luar kamarnya sangat berisik karena suara Oma yang sedang berbicara dengan seseorang.


Karena Penasaran Amy pun melihat keluar, ternyata Omanya sedang berbicara dengan Pak Iwan di depan ruang kamarnya..


" Sayang...kenapa bangun," Kata Oma Ambar kaget saat Melihat Amy berada di luar dan Oma pun menghampiri Amy.


" Oma kenapa Di sini, kenapa Oma tidak masuk," Kata Amy pelan.


" Oma sedang berbicara dengan orang yang sudah menabrakmu Nak," kata Oma pelan.


" Tapi... kenapa Oma berbicara seperti itu sama bapak ini," ucap Amy pelan dan ia sedikit mendengar apa yang di katakan Omanya pada pak Iwan.


" Oma hanya Memperingati orang ini saja, lain kali kalo bawa mobil harus hati hati," kata Oma tegas.


" Agar tidak ada lagi korban selanjutnya," kata Oma Ketus.


" Oma...Yang namanya musibah kan tidak ada yang tau Oma, begitu juga Amy dan juga bapak ini," kata Amy pelan.


" lagi pula siapa Oma Yang mau mendapat kecelakaan seperti ini, semua orang juga pasti tidak akan mau kan Oma," kata Amy lembut dan menenangkan omanya yang terlihat marah dan kesal..


" Oma Tau itu sayang," kata Oma pelan.


" Oma hanya Takut, kamu kenapa Napa," kata Oma lagi..

__ADS_1


" Lihat....Sekarang Amy gak apa apa kan Oma, Amy baik baik saja, Justru Kita harus berterima kasih pada Bapak ini dan Juga Bosnya karena sudah mau bertanggung jawab dan membawa Amy ke rumah Sakit, sehingga Amy gak kenapa Napa,," kata Oma memeluk Omanya sayang.


" Jadi Oma jangan marah marah ya, ingat... Oma kan sedang Sakit Oma harus ingat Sama penyakit Oma itu," kata Amy lembut.


" Baiklah...Oma Tidak marah Lagi," kata Oma pelan Amy pun tersenyum.


" Nah Gitu... itukan Lebih Baik Oma, Oma jangan marah lagi, kita maafkan Saja apa yang pernah bapak ini lakukan," kata Amy lembut.


" Baiklah Saya maafkan Bapak, Maaf karena Saya sudah berbicara kasar Pada bapak juga," kata Oma Ambar pelan.


" tidak apa apa nyonya, Saya mengerti, Sekali Lagi Maaf karena Saya sudah menabrak Cucu Nyonya." kata Pak Iwan Pelan.


" iya pak, Kami juga sama pak, Maaf karena Sudah emosi," kata Amy pelan..


*********


" Oma... Apa hari ini Amy bisa pulang," tanya Amy setelah beberapa Jam kemudian dan ia sedang makan di suapi Oma Ambar..


" Belum Sayang, Kata dokter besok baru Amy bisa pulang," kata Oma lembut.


" Haaaah...Padahal Amy bosan Oma, Amy pengen cepat pulang dan bekerja," kata Amy lagi dan mehela napas karena merasa bosan.


" Astaga Sayang... Kamu saja belum sembuh mana mungkin Raffy akan memberikan ijin untuk Amy bekerja nantinya," kata Oma.


" Oma Benar... Pasti Mas Raffy gak bakalan Ijinin Amy kerja lagi," kata Amy sedih..


" kalo masalah itu Oma tidak tau sayang," kata Oma pelan.


Taklama Ruang kamar Amy ada yang mengetuk lagi...


" tunggu sebentar sayang, Oma bukakan pintu dulu," kata Oma Ambar pelan.


Amy pun mengangguk..


Oma Ambar pun membuka pintu kamar itu...


" Dea," Kata Oma Ambar terkejut melihat Oma Dea beserta kedua cucunya juga berada di sana..


" Siang Mbar," sapa Oma Dea pada Oma Ambar..


" Siang... Ayo masuk Masuk," ucap Oma Ambar pelan.


Oma Dea, dan kedua cucunya pun Masuk yaitu Deby dan juga Gabriel.


" Oma Dea, Deby, Gaby," Ucap Amy pelan dan senang melihat sahabatnya.


" Astaga Amy...Kamu masuk Rumah Sakit gak Bilang Bilang, Coba Tadi kalo Kak Raffy gak ngasih Tau... Mana Tau kita kalo kamu di rumah sakit karena kecelakaan," Kata Deby panjang lebar..


" Maaf... Gak sempat ngasih tau." kata Amy pelan..

__ADS_1


" Kok bisa sayang kamu kecelakaan, Bagaimana ceritanya," Tanya Oma Dea cemas..


Amy pun menceritakan kejadian Kemarin, sehingga membuat Yang mendengarnya meringis ngeri...


" Lalu... Bagaimana Sekarang, apa kau baik baik saja," tanya Gabriel ikut cemas


" Kalo sekarang Alhamdulillah aku sudah mendingan," kata Amy pelan.


" Syukurlah.." kata Gabriel pelan.


" Apa... Orang yang menabrakmu tanggung Jawab My," tanya Deby pelan.


" iya...Untungnya Orang itu tanggung Jawab Deb, karena yang bawa aku ke sini dan membiayai semua di rumah sakit ini Dia," kata Amy lagi..


" iya...Baru saja orangnya ke sini," kata Oma Ambar..


" Syukurlah kalo orang itu tanggung jawab, kebanyakan orang jaman sekarang lari dari tanggung jawab," kata Oma Dea..


" Benar itu... Syukurlah kalo orang yang menabrakmu Tanggung jawab," kata Gabriel.


Amy hanya mengangguk saja...


Keluarga Oma Dea Menemani Beberapa Jam di Sana..


******


Tak lama Raffy pun Pulang dan Oma pun ijin Pulang Juga, Kini Hanya Raffy yang menemani Amy di rumah Sakit.


" Oia Mas... Kata Oma, Besok Aku udah bisa pulang Mas," kata Amy senang.


" Benarkah... Syukurlah kalo kamu Bisa cepat pulang," kata Raffy lembut dan menatap Amy..


" Iya Mas... Mas Sudah makan," tanya Amy pelan.


" Sudah tadi sebelum Ke sini Mas Makan dulu," kata Raffy Lembut.


" Enak Banget Mas makan di luar... Makanan di sini gak enak Mas," kata Amy cemberut...


" Sabarlah...Itu kan memang peraturan Rumah Sakit agar Kamu cepat sembuh," kata Raffy Mengusap Rambut Amy lembut.


" Nanti kalo kamu sudah sembuh benar, kamu mau makan apa pun, nanti mas Belikan... Asal, Kamunya harus sembuh dulu," kata Raffy Lembut..


" Benar Ya mas, Janji ya," ucap Amy senang Raffy pun mengangguk dan tersenyum.


" Oia Mas...Masalah KTP aku bagaimana," tanya Amy lagi..


" Nanti Mas Cari, atau kalo memang Tak ketemu Juga baru kita Laporkan pada polisi Takutnya di pakai tidak tidak jika di ketemukan orang Lain," kata Raffy lagi..


Amy pun mengangguk mengerti....

__ADS_1


ingin Rasanya Amy mengatakan Pada Raffy perihal Apa yang Amy lihat sebelum pingsan Namun Amy tak berani menceritakan pada Raffy dan juga Omanya perihal itu, Karena Amy merasa kalo itu hanya halunya saja karena merindukan Fadlly..


__ADS_2