
Oma pun memperhatikan Amy dengan seksama...
( Tidak apa apa gadis ini dari kalangan bawah,yang penting, gadis ini sopan, berakhlak dan baik hatinya,).. pikir Oma lembut.
( Apa lagi gadis ini cantik,),, batin Oma saat memperhatikan Amy.
( Tentunya Fadlly pasti menyukai gadis ini bukan,), pikir Oma lagi.
( Ternyata jodoh cucuku di depan matanya,) batin Oma lagi senang..
" Sempurna..." teriak Oma Fadlly senang sehingga membuat Amy dan bibi Maya yang mendengarnya terkejut hingga terlonjak.
" Apanya yang sempurna nyonyah," tanya bibi Maya bingung.
" Aaah tidak apa apa," kata Oma tersenyum manis..
" kamu sudah lama kerja di sini nak," tanya Oma Fadlly lembut.
" Sudah hampir 3 bulan nek, em maksud saya nyah," kata Amy gugup.
" panggil saja Oma," kata Oma Fadlly lembut.
" Tapi nyah," kata Amy pelan.
" Mulai sekarang panggil saja Oma, seperti fa, panggil Oma pada Oma," kata Oma Fadlly lembut dan memegang tangan Amy sayang..
" baik Oma," kata Amy lembut dan Amy pun terpaksa memanggil Oma pada Oma Fadlly karena permintaan Oma...
" Fadlly belum pulang ya may," tanya Oma pada bibi Maya.
" Belum nyah,,, sepertinya den Fadlly besok pulangnya," kata bibi Maya pelan.
" nyonya mau menginap apa bagaimana, kalo nyonya mau nginap nanti saya siapkan dan bersihkan kamar nya," kata bibi Maya pelan.
" Boleh deh may, lagi pula saya sudah lama juga tidak menginap di sini," kata Oma Fadlly tersenyum.
" Ya. sudah saya siapkan kamar dulu untuk nyonya," kata bibi Maya pelan.
" Biar Amy saja bi, yang beresin kamar untuk omanya," kata Amy pelan.
" Tidak usah biar bibi saja, kamu temani nyonya ngobrol saja ya," kata bibi Maya tersenyum amy pun mengagguk.
" Oma sama sekali tidak menyangka kalo kita bakalan ketemu lagi nak," kata Oma lembut.
" Oma saja sampai lupa nanyain nama kamu saat itu," kata Oma lagi, Amy hanya tersenyum mendengar Oma yang berceloteh.
" Oma sangat senang bisa bertemu kamu lagi nak," kata Oma lembut.
" Apa lagi Amy oma, Amy juga senang banget bisa ketemu sama Oma lagi.," kata Amy pelan.
" Kamu kok cantik banget si nak," kata Oma takjub melihat Amy yang benar-benar cantik di matanya..
" Oma bisa saja," kata Amy malu karena di puji seperti itu..
" Apa kamu sudah punya pacar nak," tanya Oma pelan.
" Kenapa Oma nanya itu," tanya Amy penasaran.
" Oma mau tau saja, iya apa tidak," tanya Oma.. belum sempat Amy jawab bell rumah sudah lebih dulu berbunyi...
ting....
__ADS_1
tung....
ting....
tung....
" Sepertinya ada tamu Oma, Amy buka dulu ya pintunya," kata Amy pelan.
Amy benar benar bersyukur pada tamu yang sudah menolong dari pertanyaan nenek Fadlly
Amy pun berlahan membuka pintu itu...
" Asalamualaikum,"
" Den Fadlly, aden sudah pulang," tanya Amy kaget saat melihat Fadlly berada di depannya.
" Jawab dulu salamnya," kata Fadlly seperti biasa dengan nada galaknya yang membuat Amy kangen padanya...
" aah iya den lupa... Walaikumsalam, ayo masuk den," kata Amy tersenyum senang.
dan Amy pun membawa jas yang Fadlly berikan padanya...
Fadlly hanya tersenyum melihat Amy yang sesenang itu sat melihat dirinya pulang..
" Oma...sejak kapan Oma di dini," tanya Fadlly bingung melihat omanya berada di sini, biasanya oma nya itu jarang sekali berkunjung.
" Dari tadi pagi, kamu baru pulang fa" tanya Oma pelan dan Oma tersenyum melihat Amy dan Fadlly seperti sepasang suami istri..
" hhmmmm... fa. ke kamar dulu ya Oma, fa cape sekali," kata Fadlly lembut.
" Hei... kamu...bawakan tas dan juga jas saya ke kamar,," kata Fadlly ketus pada Amy, padahal dalam hati ingin sekali memeluk gadisnya itu..
" iya den," ucap Amy pelan.
" Iya Oma, anehnya hanya sama Amy aja den Fadlly galaknya kaya gitu, kalo sama bibi Maya dan mbak Lili mah engga," ucap Amy pelan.
" Mungkin kamunya spesial kali nak, makanya berbeda," kata Oma tersenyum.
" Nasi goreng kali ah Oma spesial," kata Amy cekikikan.
" bentar ya Oma, Amy ke atas dulu," kata Amy pelan.
Amy pun membawa tas dan juga jas ke kamar Fadlly..
setelah sampai di kamar Fadlly Amy pun menaruh tas dan juga jas Fadlly di sana.
Di Kamar Fadlly...
" Ada yang bisa Amy bantu lagi den," ucap Amy pelan.
" Tidak ada...kamu boleh keluar," kata Fadlly pelan.
Amy ingin sekali menanyakan perihal seminggu yang lalu saat majikanya itu pergi. namun Amy tau den Fadlly pasti sangat lelah, jadi Ia undurkan untuk bertanya...
Amy pun meninggalakan Fadlly sendirian di kamar..
" fa nya tidak tidur kan nak," tanya Oma membuat Amy terkejut karena Oma tiba tiba berada di belakangnya saat menutup pintu kamar Fadlly..
" Astagfirullah," ucap Amy terkejut.
" Oma mengangetkan ya, maaf nak," ucap Oma lembut.
__ADS_1
" Tidak apa apa Oma, den Fadlly tidak tidur kok oma," kata Amy pelan.
" Ya sudah oma masuk dulu ya," kata Oma pelan dan Ia pun masuk,
Amy pun mengangguk dan meninggalakan oma bersama Fadlly...
" Oma mau bicara sebentar boleh,," tanya oma lembut.
" Ayolah Oma, fa cape sekali....kita bicaranya besok saja bagaimana," kata Fadlly kesal pada omanya karena arah tujuan Oma berbicara pasti tidak jauh dari kata perjodohan itu dan Fadlly ingin menghindari pembicaraan itu sekarang.
" Oma maunya sekarang Fadlly Putra Pratama," ucap Oma tegas tak bisa di ganggu gugat.
Fadlly tertegun saat mendengar Oma memanggil namanya lengkap, berarti Itu menandakan sang Oma tidak mau di bantah...
Fadlly pun mengalah dan mendengarkan.
" Baiklah... Oma mau berbicara apa," tanya Fadlly lembut.
Fadlly tak mau kalo Omanya marah marah jadi Ia pun mendengarkan apa yang mau Omanya katakan.
Fadlly pun mendekati Omanya dan duduk di sebelahnya..
" Oma akan membantu membatalkan pertunangan mu dengan wanita yang bernama Angel itu," kata Oma langsung saja.
" Benarkah.. apa Oma bisa melakukan itu.," tanya Fadlly curiga pada Omanya..
" Tentu saja bisa....asal kamu harus mau menikah dengan pilihan Oma, bagaimana," tanya Oma.
( Ya ampun... ada apa dengan Oma, mana mau gue di Jodohin lagi, sama Angel aja ogah, apa lagi sama orang yang belum gue kenal,). batin Fadlly kesal.
Fadlly benar benar tak habis pikir dengan pemikiran Omanya,
mana mungkin ia mau di jodohkan, apa lagi dengan wanita yang belum ia temui atau kenal,
sama Angel aja Fadlly tak mau, apa lagi dengan wanita yang belum Ia temui..
" Oma... fa kan sudah pernah bilang pada Oma, kalo fa sudah mempunyai calon fa sendiri, apa lagi fa akan melamarnya nanti," kata Fadlly tegas.
" Tapi... Oma menyukai gadis ini, fa, hanya dia yang cocok untuk menjadi mantu cucu Oma," kata Oma tak mau di bantah.
" Oma.... kenapa Oma ngotot sekali ingin menjodohkan fa dengan pilihan Oma Ini," kata Fadlly bingung.
" Karena Oma tau, kamu pasti akan menyukainya fa," kata Oma lembut.
" setidaknya... kamu dengarkan dulu apa yang Oma inginkan," kata Oma lirih...
Mau tak mau Fadlly pun luluh jika omanya sudah seperti ini...
" Baiklah....paling tidak fa. harus tau siapa gadis ini," kata Fadlly lagi.
" tapi jika fa tidak menyukainya jangan paksa fa untuk menyukainya, bagaimana," kata Fadlly lagi.
" Baiklah Oma setuju," kata Oma pelan.
" Apa fa kenal gadis ini," tanya Fadlly lembut.
" Tentu kamu mengenalnya," kata Oma senang dan tersenyum.
" Apa fa tau nama gadis ini," tanya Fadlly lagi..
" Tentu saja, kamu bukan hanya mengenal namanya kamu juga sering bertemu dengannya," kata Oma senang.
__ADS_1
" Baiklah jadi katakan siapa namanya Oma," tanya Fadlly kesal karena Oma tak kunjung memberi tau nama gadis itu..