Love Amy

Love Amy
Bag 72 Tak Percaya....


__ADS_3

Gabriel benar-benar tertegun mendengar apa yang barusan Omanya katakan bebepa menit lalu.


Gabriel Termenung seorang Diri di dalam Ruangan pribadinya.


Oma Dea sudah pulang Beberapa Menit lalu..


" jadi Gadis itu Istri Raffy," Gumam Gabriel.


" Deby pasti sedih mendengar berita ini," Gumam Gabriel pelan.


" tapi...Sejak Kapan, Raffy menikah..kenapa dia tak mengundang ku, Apa sebenci itu kah sampai tak mau mengundang sahabatnya sendiri," gumam Gabriel..


Gabriel merasa belum percaya kalo Amy ini Istri Raffy.


Karena merasa tak percaya Gabriel pun Melihat lihat dokumen Amy saat Amy melamar kerja di sana..


" tapi... kenapa di sini tertulis kalo Gadis itu belum Menikah," Gumam Gabriel.


" Sudahlah perduli Amat gue," kata Gabriel dan ia pun pura pura tak perduli..


Namun sebenarnya Gabriel merasa penasaran dan sangat cemas jika Nanti adiknya pulang dari Amerika dan tinggal di sini,


pasti Adiknya Akan merasa Sakit hati untuk kedua kalinya jika tau kalo Laki laki yang di Cintainya sudah menikah.


" Apa yang harus Gue katakan sama Deby," kata Gabriel pelan dan Gabriel tau bahwa sebulan Lagi Deby akan pulang..


*********


SEBULAN KEMUDIAN...


Pernikahan Bibi Maya pun akan di laksanakan di Kediaman Ibu Amy yaitu di Bogor..


Amy dan Raffy pun menuju ke Bogor kembali karena ia akan melihat bibinya menikah di sana..


memang tak terlalu mewah karena pernikahan Bibi Maya Hanya Sekeluarga saja yang datang menghadiri pernikahan itu..


Setelah selesai Bibi Maya Akhirnya kini sudah sah menjadi Istri mang Ujang..


Amy dan sekeluarga sangat bahagia melihat Bibi Maya sudah menikah Kembali..


Amy dan Raffy menginap Beberapa hari di kampung Amy..


Sedangkan bibi Maya di boyong Mang Ujang ke kampung halamannya, dan akan berbulan madu di sana.


Amy dan Raffy sedang makan bersama keluarganya di sana..


" Neng... Neng kan Sudah 8 bulan menikah.. Kok ibu belum dengar kalo Kamu mual atau apa," tanya Ibu Amy pelan.


" Apa Neng Pakai KB," tanya Ibu Amy pelan.


" Maksud ibu Apa, KB, Amy gak ngerti Bu," tanya Amy lagi.


sontak Raffy terbatuk batuk mendengar apa yang di tanyakan Ibu Amy.


" Uhuk...Uhuk...Uhuk..." Raffy terbatuk Batuk..

__ADS_1


" pelan pelan atuh Mas," kata Amy malah menepuk-nepuk punggung Raffy karena Amy pikir Raffy keselek makanan yang ia makan.


" Kalian tidak program KB kan," tanya ibu Amy..


" tidak Bu...Mungkin kami berdua belum di karuniakan Saja Bu, atau mungkin kami belum di percaya untuk memiliki momongan saja Bu," kata Raffy pelan.


sontak Amy pun paham saat Raffy mengatakan itu..


" Oalah... Yang giat atuh Bikin nya, biar cepat dapat Cucunya," kata Ibu Amy lugas dan tertawa lepas..


" Ya ampun Bu, memangnya Bikin Anak Gampang Apa," kata Bapak Amy menggeleng tak percaya melihat kelakuan istrinya.


" waktu kita mah Gampang Kan Pak, baru saja beberpaa Bulan Menikah sudah langsung Hamil Amy, iya kan Pak," kata Ibu Amy tak merasa malu mengatakan itu padahal di sana ada Emo dan juga Emy yang belum mengerti.


" ya ampun Bu... di sini tuh ada anak di bawah umur Bu, gak Baik atuh ngomong begitu," kata Bapak Amy menegur istrinya..


" Ah iya pak... Ibu lupa," kata Ibu Amy merasa malu sendiri..


Amy dan Raffy hanya terdiam mendengar apa yang di katakan Ibu dan Juga bapak Amy.


DI KAMAR AMY....


" Belum Tidur," tanya Raffy yang baru saja masuk kamar..


" belum Mas," kata Amy pelan.


" Kenapa," tanya Raffy penasaran.


" Aku ingat apa yang di katakan Ibu barusan saja Mas," kata Amy lirih..


" Kenapa kamu memikirkan Itu, toh aku saja tidak memikirkannya," kata Raffy bohong padahal dalam hati ingin sekali ia memiliki seorang anak.


" Aku gak tau mas, Rasanya apa yang di katakan ibu sangat menyakitkan," kata Amy pelan.


" kenapa," tanya Raffy aneh..


" Soalnya Apa yang ibu inginkan itu tak akan menjadi kenyataan Mas," kata Amy pelan.


perkataan Amy sontak membuat Raffy tertegun.


" kenapa kamu berkata Seperti itu," kata Raffy lirih..


" apa kamu pikir aku tak mampu membuatkan kamu seorang anak," kata Raffy lirih.


" bukan itu maksudku Mas, aku tau kamu bisa membuatkan Aku seorang anak, tapi.... yang bermasalah di sini itu aku," kata Amy lirih..


" aku belum siap memberikan seluruh tubuhku padamu," kata Amy lirih..


" Aku tau...Aku seorang istri yang tidak berguna," kata Amy pelan.


" aku selalu memikirkan diriku sendiri dan tak memikirkan perasaan yang kamu miliki mas," kata Amy lirih..


" Maaf Kan Aku," kata Amy pelan.


" sudahlah... Lupakan, Aku tau hati tak bisa di paksa, tapi....aku yakin suatu saat hatimu bisa menerima Aku Amy," kata Raffy pelan.

__ADS_1


" Aku harap begitu Mas," kata Amy pelan.


" jadi Cobalah membuka hatimu untukku," kata Raffy pelan.


" ijinkan Aku untuk mengobati Rasa Cinta yang kamu miliki," kata Raffy lagi..


" Aku akan Coba Itu Mas," kata Amy pelan.


**********


Kini setiap hari Raffy selalu menjemput Amy yang pulang kerja..


dan setiap hari juga Raffy selalu Bertemu Gabriel..


" Gue mau bicara berdua sama Lu Raff," kata Gabriel pada Raffy.


" Bicara Apa, Bicara Saja di sini," kata Raffy ketus dan tak perduli Pada Gabriel, dan Raffy lebih memperhatikan Amy yang tengah bekerja.


" ini penting," kata Gabriel..


" tentang Apa," Tanya Raffy lagi.


" masalah Kita dulu, dan ini tentang Deby." kata Gabriel menyebutkan Nama yang Raffy kenal.


Mau tak mau Raffy pun mengangguk dan mengikuti kemana Gabriel membawanya..


Raffy dan Gabriel pun menuju Ruang pribadi Di atas dan mereka mengobrol kan sesuatu..


" Apa yang ingin kau bicarakan," tanya Raffy Tak sabaran..


" apa benar... Gadis yang bernama Amy itu Istrimu," tanya Gabriel langsung.


" Benar dia istri Gue, kenapa," tanya Balik Raffy.


" Apa kau tidak memikirkan perasaan Deby," kata Gabriel.


" Perasaan Deby, Apa maksud yang kau katakan," kata Raffy aneh.


" apa kau masih tak mengerti kalo adik Gue itu Suka sama lu," kata Gabriel kesal..


" Tapi gue tidak suka adik lu," kata Raffy jujur.


" Bajingan..." kata Gabriel memukul Pipi Raffy keras hingga berdarah.


" kau tau...Gara gara Kau bilang seperti itu, adik Gue menderita gara gara lu," kata Gabriel marah.


" dan Gara gara ini Juga Gue membenci lu,,


yang sudah menyakiti adik kesayangan Gue," kata Gabriel.


" Jadi Maksudmu Kau membenci Gue hanya Karena gue menolak Adik Lu," kata Raffy tak percaya.


" Bro...Lu sudah kenal Gue sudah lama, dan lu tau juga Saat itu gue suka Sama siapa," kata Raffy ikut marah.


" dan lu juga tau kalo gue tak bisa di paksa," kata Raffy lagi.

__ADS_1


" pantas Saja saat adik lu menyatakan Cinta dan Gue tolak secara Baik baik pada adik lu saat Itu.. Lu malah Pukul gue tanpa alasan dan tanpa lu katakan kesalahan Gue apa," kata Raffy meluapkan amarahnya.


__ADS_2