
Fadlly : Bagus..kalo begitu jangan kecewakan kedua orang tua kamu. apa pun pilihan orang tua kamu itu yang terbaik buat kamu Amy, apa kamu mengerti Amy..
Kata Fadlly tegas...
Amy : saya mengerti den
Jawab Amy lirih..
( Den Fadlly yang tidak mengerti Amy..) ucap Amy dalam hati.
( Den Fadlly yang tidak mengerti perasaan yang Amy miliki,) batin Amy ketika telvon sudah di matikan Fadlly.
Ingin rasanya Amy menangis dan mengatakan pada Fadlly tentang perasaannya.
Namun Amy tak berani mengakatakan nya.
( Amy.. Amy... Amy.. apa yang kamu harapkan dari den Fadlly hah...kamu berharap den Fadlly nolongin kamu dari perjodohan ini... apa kamu lupa.. dia sendiri saja di jodohkan sama papahnya.. terus kamu berharap dia tolongin kamu gitu my, kamu harap den Fadlly menyukaimu juga gitu.. mimpi kamu ketinggian,) batin Amy mendumel kebodohan yang Amy rasakan...
Di Tempat Lain....
" Kamu pasti syok Amy.." kata seseorang tertawa jahat.
" Saya tidak sabar menunggu menjadikan kamu sebagai milik saya," kata seseorang itu lagi mantap.
" Dan saya penasaran..bagaimana reaksi wajah kamu, ketika tau siapa laki laki yang di jodohkan denganmu itu," kata seseorang lagi dan ia tersenyum senang.
Hari Minggu....
07 : 00 wib....
( haaaaah.....hari ini hari minggu. kata bapak laki laki itu akan datang malam ini,) pikir Amy ketika sedang duduk di depan rumah..
( Aku takut...bagaimana kalo aku sedikit pun tidak menyukainya,) batin Amy lagi...
( haaaaah aku harus bagaimana.) batin Amy bingung..
" Teteh gak main," tanya Emy pada Amy saat melihat kakaknya tengah melamun.
" Main kemana," tanya balik Amy males dan kurang semangat..
" kemana kek, jangan di rumah terus atuh teh, nanti lumutan," kata Emy bercanda mencairkan suasana kakaknya yang tengah galau...
" Kamu bisa aja, kamu sendiri gak main gitu," tanya balik Amy dan sedikit tersenyum..
" Gak ah...gak mau... males, teman teman Emy suka ngejekin Emy melulu teh," kata Emy kesal.
" Ngejekin gimana," tanya Amy penasaran.
" Iya katanya...kita mah orang miskin, bahkan ada yang bilang sama temen baru Emy di sekolah gak boleh temenan sama Emy karena Emy orang miskin, dan gak punya sepeda, teman Emy semua punya sepeda teh." kata Emy cemberut..
" Gak usah di dengerin,,, lagian kita tuh gak miskin, cuma gak punya aja," kata Amy pelan.
__ADS_1
" Ya sama aja atuh teh," kata Emy yang semakin cemberut.
" Memangnya Emy mau sepeda kaya gimana," tanya Amy.
" Teteh mau beliin emang," tanya Emy senang.
" Gak sih...cuma nanya aja," kata Amy bercanda dan senang menggoda adiknya.
" iiiih teteh mah, kirain teh nanyain mau beliin Emy," kata Emy kesal.
" Hehehe...iya iya iya...nanti kalo teteh punya rejeki, nanti teteh beliin deh," kata Amy menyenangkan adiknya..
" Beneran teh, teteh janji," kata Emy mengeluarkan jari kelingkingnya..
Mau tak mau Amy pun menyatukan jari kelingkingnya juga dan Amy mengangguk..
" Emo mana em," tanya Amy pada Emy.
" tuh aa Emo," kata Emy menujuk Emo yang baru pulang dari masjid..karena masih memakai koko.
" Teteh ngapain di sini, melamun ya," tanya Emo pada kakanya yang terlihat sedih..
" Iya...teteh lagi merenungi nasib teteh yang sebentar lagi di nikahkan bapak," kata Amy cemberut.
" Emang teteh gak suka sama laki laki itu," tanya Emo.
" Kenapa," tanya Emo lagi.
" Tentu saja teteh gak suka sama tuh orang, kenal aja gak kan,," kata Amy pelan.
Emo pernah berbicara dengan laki laki yang kemarin datang ke rumah dan meminta pada bapaknya untuk menikahi kakaknya ini.. karena penasaran Emo pun memberanikan diri bertanya pada laki laki tampan itu..
" Masa sih...kamu pernah bertemu laki laki ini," tanya Amy penasaran dan Emo pun mengangguk.
" Siapa namanya Mo, apa kamu tau namanya siapa," tanya Amy lagi.
" Emo gak sempat nanya teh,lupa," kata Emo Nyengir..
" Kamu ini..." kata Amy kesal.
" Kirain teteh teh kamu tau, siapa nama laki laki yang kemaren ke rumah," kata Amy lagi.
" Kalo namanya sih Emo gak tau soalnya Emo lupa nanya, tapi kayanya kakak laki laki itu kaya deh teh," kata Emo.
" kaya,, kaya gimana maksudnya," tanya Amy semakin penasaran..
" Kakak laki laki itu bawa mobil teh, bagus banget mobilnya," kata Emo antusias..
" ciri ciri orangnya kaya gimana mo, katanya kamu pernah lihat kan," tanya Amy penasaran.
" Kalo ciri cirinya sih orangnya tinggi, tampan, putih, punya mobil bagus, cuma kalo ngomong Rasa ketus aja sih teh," kata Emo mengingat sifat laki laki yang datang ke rumah kemarin.
__ADS_1
" bahkan gadis gadis di kampung sini saja sampai penasaran sama kakak laki laki itu," kata Emo panjang lebar.?
" hmmmmm tapi....bukan juragan tanah di sini kan mo, yang di jodohin sama tetehnya," tanya Amy curiga..
" Apa...? maksud teteh pak subroto," tanya balik Emo, dan Amy pun menganguk.
Emo pun tertawa mendengar apa yang kakaknya bayangkan....
" Hahahahahhaahha... teteh ada ada aja, mana mungkin bapak jodohin teteh sama bandot tua seperti pak subroto," kata Emo tak henti hentinya tertawa..
" Apa lagi pak subroto itu lebih cocoknya jadi kakek teteh bukan suami teteh," kata Emo lagi..
" Lagian mana mungkin bapak tega jodohkan putri kesayangannya dengan bandot tua seperti itu," kata Emo lagi.
" Syukurlah...teteh takut, soalnya kan yang teteh tau orang kaya di kampung ini hanya dia, lagi pula bapak juga sering menyebut beliau sama juragan tanah itu," kata Amy pelan.
" Jadi yang teteh pikir bapak jodohin teteh sama juragan tanah," kata Amy merasa lega.
" Ya gak lah teh, lagian Emo yakin kok.. kalo teteh lihat kakak laki laki itu, pasti teteh bakalan suka sama dia, soalnya kakak laki laki itu benar benar tampan teh," kata Emo menjelaskan pada Amy.
Malam Harinya.....
19 : 00 wib....
Amy berada di dalam kamarnya....
ia tengah termenung dengan apa yang nanti akan terjadi...
( Kata ibu... aku harus dandan biar terlihat cantik,) batin Amy mengingat ucapan ibunya tadi..
( Tapi....untuk apa aku dandan, justru aku ingin laki laki itu tidak menyukaiku, sehingga membatalkan perjodohan ini karena melihat aku jelek,) batin Amy nekad..
Tak lama pintu kamar Amy pun di ketuk...
tok...
tok...
tok...
" Neng," panggil ibu Amy di balik pintu.
" iya bu," jawab Amy.
" Neng udah siap belum, kalo udah, keluar yuk, kata bapak sebentar lagi calon suami neng datang," kata ibu yang sangat senang...
" Iya." jawab Amy dan membuka kan pintu kamarnya berlahan.
" loh...kok neng gak dandan sih Neng," tanya ibu bingung melihat Amy yang malah biasa saja tidak dandan namun masih terlihat cantik.
" gak usah bu, Amy gini aja," kata Amy pelan.
__ADS_1
" oh ya sudah gini aja anak ibu mah tetap cantik, kok" kata ibu Amy yang memang benar adanya....
Amy pun mengikuti ibunya dan duduk di ruang tamu..