Love Amy

Love Amy
Bag 56 Ketegasan Raffy...


__ADS_3

" ayo Masuk, Jangan sungkan, anggap saja seperti rumah sendiri," kata Oma pelan.


" Gak berani Bu, Masa Iya rumah sebesar ini bisa di anggap rumah sendiri Bu, Gak Mungkin atuh," kata Ibu Amy pelan dan tersenyum malu...


" Ya ampun Bu, Tidak apa apa, bukankah Kita akan menjadi Keluarga," kata Oma lagi..


" Memang Kita akan menjadi keluarga, Tapi... Mana Berani kami semua menganggap rumah ini seperti rumah kami Bu," kata Ibu Amy yang memang tau siapa keluarga Calon mantu dan dirinya sangat beda jauh..


Oma Hanya bisa tersenyum mendengar apa yang di katakan ibu Amy padanya.


" Bagaimana kabar kakak," tanya Maya saat kakanya itu duduk di ruang tamu.


" Baik May, kamu Sendiri bagaimana," tanya Balik Ibunya Amy.


" Baik Kak," kata Maya pelan.


" May... Kamar untuk kedua orang tua Amy dan juga adik adiknya sudah disiapkan kan," tanya Oma pada Bibi Maya.


" Sudah Oma," kata Bibi Maya.


Jauh Jauh Hari Oma meminta pada bibi Maya untuk memanggilnya Oma juga Tidak memanggil dengan Kata Nyonya Lagi...


apa lagi Maya adalah keluarga Amy,


jadi menurut Oma tak pantas jika seorang keluarga memanggil nyonya seperti itu..


" Sayang... kalo begitu, suruhlah orang tuamu untuk istirahat terlebih dahulu, pasti mereka kelelahan habis dari perjalanan Jauh," kata Oma lembut.


Amy pun mengagguk dan membawa ibu dan juga bapak beserta adik adiknya untuk beristirahat...


" Sayang... Ibu mau cerita," kata Ibu Amy saat sudah berada di dalam kamar dan ibu Amy sangat senang.


" iya Bu... ibu mau cerita Apa," tanya Amy pelan dan ia Penasran karena ibunya sangat senang seperti itu.


" Dua Minggu lalu... Papah Nak Fadlly menemui Ibu dan juga bapakmu Nak," kata Ibu Amy memberi tau Amy.


( Apa.... Papah Mas Fadlly bertemu Ibu dan bapak,) dalam hati Amy cemas..


sontak perkataan ibunya membuat Amy diam mematung, karena Amy tau kalo Papahnya Fadlly Itu sama sekali tak menyukai nya.


Bagaimana Tidak menyukai, selama Amy tinggal di sana Amy belum pernah bertemu papah Calon suaminya itu, dan Amy beranggapan kalo Papah Calon Suaminya itu tak menyukainya makannya tak menemuinya.


Bahkan Fadlly sendiri tak pernah Memperkenalkan Amy pada papahnya karena Amy tau bagaimana perasaan Fadlly pada Papahnya itu.


" benar Nak, beliau datang kerumah," kata Bapak Amy ikut ikutan.


" apa yang di katakannya sama ibu dan Bapak," tanya Amy cemas.

__ADS_1


" tidak ada... Papahnya Nak Fadlly hanya ingin mengenal Calon besan saja katanya, Iya kan pak," kata Ibu Amy..


" iya... Dan kamu tau Nak, Beliau sangat baik sekali," Kata bapak Amy.


( apa... Baik,) pikir Amy Tak percaya.


" Kamu harus bersyukur memiliki Calon mertua seperti itu," kata Ibu Amy pelan.


Amy hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan ibunya.


( apa benar papah Mas Fadlly sebaik itu,) pikir Amy.


ia tak tau harus berkata apa, karena selama ini ia tak pernah bertemu dengan Calon mertuanya itu.


" Iya Bu, pak, sekarang ibu sama bapak istirahat dulu saja ya," kata Amy pelan.


" Pasti Ibu dan Bapak lelah kan," kata Amy pelan..


ibu dan bapak Amy pun mengangguk.


******


19 : 00 wib...


Setelah selesai Makan malam Amy termenung di luar ia mengingat apa yang di katakan ibu dan juga bapaknya tadi siang ketika Papahnya Fadlly menemui Ibu dan juga bapaknya di kampung..


" Apa Mas Fa lupa memberi tau Amy," Gumam Amy lagi.


" tapi sepertinya Mas Fa tidak tau kalo papahnya menemui ibu dan juga Bapak," kata Amy menebak.


" Sedang apa kamu, Malah melamun di sini," tanya Raffy.


" Kepo banget sih kamu," kata Amy bercanda.


" Hei... gue kan Nanya," kata Raffy yang malah ikut duduk di samping Amy..


" Oia... Aku mau tanya Boleh," kata Amy Yang malah balik Nanya.


" Kamu Nanya....." kata Raffy yang malah meledek.


" Gak Jadi deh kalo gitu, nunggu Mas Fa pulang saja nanya nya," kata Amy kesal dan Cemberut.


membuat Raffy yang melihatnya gemas...


" Kamu sendiri Seperti itu saat gue tanya, giliran gue bales kamu malah marah," kata Raffy malah tersenyum..


" Baiklah baiklah, sebagai kakak ipar yang baik, aku akan jawab pertanyaan kamu," kata Amy mengalah..

__ADS_1


" Aku sedang melamunin Papahnya Kalian," kata Amy pelan.


( apa Papah, Apa Amy tau sesuatu,) pikir Raffy Curiga.


" Memangnya kenapa Dengan laki laki itu," tanya Raffy yang tanpa sadar malah bilang laki laki itu bukan nya papah,


" Kata Ibu, Papah Kalian menemui Ibu dan juga bapak di kampung Aku, apa Mas Fa tau kalo Papahnya itu menemui Ibu dan juga Bapak ku di kampung," kata Amy yang jujur..


" Apa.... jadi kamu tau kalo Laki laki itu menemui ibu dan juga Bapakmu," tanya Balik Raffy dan Amy mengangguk.


( kenapa Raffy tau, berarti Mas Fa juga tau kan,) pikir Amy.


" Iya... tadi ibu sama bapak Cerita, katanya Papah kalian ke sana, tapi kenapa kamu tau. apa Papahmu mengatakan padamu," tanya Amy pelan dan Raffy malah menggeleng


" Apa Mas Fa tau ini juga," tanya Amy dan Raffy pun Mengangguk.


" Tapi.... kenapa Mas Fa tidak Mengatakan apa apa padaku Ya," tanya Amy lagi..


( tentu saja...mana mungkin kakak gue ngomong sama kamu, kalo kakak gue pergi juga buat lindungi kamu, dari laki laki itu,) pikir Raffy..


" Mungkin Kakak gue lupa," kata Raffy berbohong padahal ia tau, kalo kakaknya itu sengaja tak memberi tau padanya..


" Ooh.... iya ya kayanya," Gumam Amy pelan.


" Ya kan Kamu tau sendiri kalo kakak gue itu sibuk," kata Raffy lagi.


" iya... masih sempat sempatnya mas Fa kerja, padahal Lusa kita menikah," kata Amy lagi.


" tapi...kenapa Mas Fa masih saja bekerja, padahal ia sudah kaya dan memiliki segalanya," kata Amy aneh.


" Mungkin tujuh turunan, dan tujuh tanjakan serta tujuh tikungan tak akan pernah Habis uang Nya Mas Fa," kata Amy yang malah bercanda.


" tentu saja," kata Raffy yang malah tertawa mendengar Candaan Amy.


" Kamu tidak mau kan nanti Jatuh miskin setelah Menikah dengan kakak gue, kalo dia tidak kerja," kata Raffy lagi.


" tidak apa apa, yang penting Kami bahagia, walau pun nanti Mas Fa, tidak punya Apa apa, Atau mas Fa jatuh Miskin." kata Amy pelan.


" Astaga...kamu ini hidup di jaman apa hah, berpikiran seperti itu," kata Raffy..


" Memangnya Kamu pikir Kamu akan hidup kalo tidak punya uang," kata Raffy Lagi.


" Tidak bisa Amy, Semua mahluk hidup pasti butuh uang, kalo kita tak punya uang, siapa yang akan ngasih kita Makan," kata Raffy lagi.


" Makanya Kakak gue Dari kecil Mati matian kerja buat hidupin Gue dan Oma, kamu tau kenapa," tanya Raffy dan Amy pun menggeleng karena ia tak tau kalo ternyata Fadlly sedari kecil sudah mati matian Bekerja.


" Karena Kakak gue tidak mau melihat gue dan Oma menderita, atau jatuh miskin, Karena kalo kita miskin Itu tak pernah di hargai." kata Raffy lagi.

__ADS_1


" Apa lagi sekarang, dia mau memiliki seorang istri yang harus ia bahagiakan," kata Raffy lagi.


__ADS_2