Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 100 : Rahasia Di Balik Ilmu Jiwa Pembangkitan


__ADS_3

“Seni Aliran Harimau...”


Ming Fengying mengaliri katananya dengan tenaga dalam dan mengayunkan katananya dari jauh ke arah Wang Zhou.


“Tarian Angin!”


Ming Fengying menggunakan teknik katana yang dia ciptakan sendiri dari arahan Shingen dan Tao Lulu.


“Tidak buruk juga.” Wang Zhou mengarahkan seluruh pedang darahnya pada teknik katana Ming Fengying.


Ledakan terjadi sama seperti ledakan yang ada di sekitar mereka berdua. Ming Fengying mengamati pertarungan antara Jiang Tian dan Lin Kin yang terlihat kesusahan untuk membunuh kedua dari Tiga Darah.


Ming Fengying masih berpikir keras karena belum mengetahui Ilmu Jiwa Pembangkitan. Jika Wang Zhou sudah hidup selama ratusan tahun, maka kelemahan Ilmu Jiwa Pembangkitan adalah hal yang tidak pernah dia perkirakan.


Mata Ming Fengying terus menyelidik sambil memberikan serangan beruntun pada Wang Zhou.


“Hujan Darah Seribu Murka!”


Kedua tangan Wang Zhou terlihat mengarahkan sesuatu pada Ming Fengying. Sebuah darah yang menggumpal membentuk ratusan senjata melesat cepat ke arah Ming Fengying.


“Pernapasan Sirih...”


Ming Fengying mengolah pernapasan dan mendelik matanya ketika melihat ratusan senjata dekat dengan tubuhnya.


“Seni Aliran Harimau : Tarian Sang Angin!”


Ming Fengying menghempaskan dan memotong ratusan senjata yang terbuat dari darah.


Wang Zhou menyeringai melihat kemampuan Ming Fengying.


“Tidak ada masa depan untuk kalian! Cepat atau lambat. Kalian semua akan tunduk pada beliau!” Permainan pedang Wang Zhou meningkat tajam.


“Entahlah, aku justru semakin ingin bertemu dengan Rieyu. Apa dia telah sembuh?” Ming Fengying ingin menyindir perkataan Wang Zhou namun justru dia dibuat bungkam.


“Ayahmu yang masih sembuh belum, bocah? Negeri Jisa juga telah hancur sama seperti Negeri Yamato...” Wang Zhou melihat perubahan pada wajah Ming Fengying.

__ADS_1


“Beliau mencari keturunan Prabu Banyu Sukma yang memiliki kekuatan Arwah Suci Phoenix...” Serangan Wang Zhou semakin cepat seirama dengan gerakan-gerakannya yang gesit, “Sudah kubilang, kami akan memulai dari Kekaisaran Kuru sebelum memberi contoh pada negeri yang lain!”


Ming Fengying memejamkan matanya dan menahan tebasan pedang Wang Zhou sekuat tenaganya, “Jika benar Benua Jiu adalah benua tersembunyi dari dunia luar. Maka kami mempunyai waktu untuk bekerjasama. Kekaisaran Kuru belum berakhir!”


Ming Fengying dan Wang Zhou bertukar serangan. Keduanya terus melancarkan serangan yang disertai aura dan tenaga dalam, hingga pertarungan mereka membunuh beberapa pendekar aliran hitam yang berniat menikam Ming Fengying dari belakang.


“Jurus Pedang Langit : Membelah Awan!”


Dentuman keras dari teknik pedang Jiang Tian membuat Ming Fengying dan Wang Zhou melirik sesaat karena melihat salah satu dari Tiga Darah terbelah tubuhnya.


Ming Fengying memperhatikan mayat pendekar di belakang Jiang Tian yang masih utuh kedua tangan dan kakinya, hanya saja perutnya tertusuk pedang.


“Kakek Jiang!”


Ming Fengying menatap raut wajah Wang Zhou yang tersenyum lebar.


“Dengan ilmu ini. Kami akam abadi!”


Ming Fengying menggertakkan giginya, “Seni Aliran Hairmau : Tarian Macan Putih!”


Ming Fengying menebaskan katananya pada dada Wang Zhou, namun dia bisa melihat Wang Zhou tidak meringis kesakitan dan hanya merapatkan giginya.


Benturan katana dan pedang mereka kembali menggema. Ming Fengying mengolah pernapasan dan melakukan konsentrasi secara penuh.


“Maaf ayah, tetapi, bagaimanapun juga aku harus mencari cara untuk membunuhnya. Ilmu Jiwa Pembangkitan harus dimusnahkan. Sebelum mereka bertiga mengajarinya pada orang lain, lebih aku akhiri semuanya disini!”


Konsentrasi yang dilakukan Ming Fengying membuat putaran aura putih dan emas mengililingi tubuhnya.


Rambut hitam Ming Fengying berubah menjadi kemerahan. Bilah katananya yang tajam juga berubah menjadi warna merah darah.


Mata kirinya meneteskan air mata berwarna merah sebelum kedua bola matanya berwarna merah bercahaya.


“Tsukuyomi...”


Mulut Ming Fengying mendesis sebelum dirinya menghilang dengan cepat dan memotong tangan kiri Wang Zhou.

__ADS_1


Wajah Wang Zhou berkeringat dingin karena ingin menghindari serangan Ming Fengying namun kecepatan Ming Fengying sulit untuk dia ikuti.


“Sial! Aku tidak heran kenapa beliau sangat ingin keturunan Tsukuyomi mati!”


Wang Zhou melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar. Darah kembali menggumpal beserta aura hitam pekat yang mengelilingi Wang Zhou.


“Kau sepertinya mewarisi kekuatan ayahmu—”


“Aku tidak punya banyak waktu!” Ming Fengying berada di depan Wang Zhou dan memotong kepala Wang Zhou dalam sekali tebasan katananya.


Pendekar yang melihat perubahan Ming Fengying maupun kecepatan dari pergerakannya terkejut, baik itu dari pendekar yang menghadiri Pertemuan Putih Suci atau pendekar dari aliran hitam.


“Dia belum mati—”


Kaki Ming Fengying menginjak tangan kanan Wang Zhou dan mendengar teriakan seseorang. Salah satu pendekar yang telah mati bangkit berdiri menatap Ming Fengying penuh kebencian.


“Bocah!”


Ming Fengying bisa menebak pendekar tersebut adalah Wang Zhou yang menggunakan Ilmu Jiwa Pembangkitan.


“Mayat hidup...” Ming Fengying mendecakkan lidahnya dan kembali menyerang Wang Zhou. Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, Wang Zhou mengindari serangan Ming Fengying dengan segenap kekuatannya dan mengambil cincin yang melingkar di jari manis tangan kanannya.


“Apa dia menyadarinya?” Wang Zhou membatin dan menoleh menatap Ming Fengying.


“Kakek Lin! Kakek Jiang!” Ming Fengying menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk mendekati Lin Kin dan Jiang Tian.


“Ada apa Tuan Muda Ming Fengying?!” Jiang Tian dan Lin Kin menjawab bersamaan.


“Kelemahan mereka bertiga—”


“Bocah!”


Wang Zhou menyerang Ming Fengying. Keduanya bertukar serangan. Ming Fengying tersenyum menyeringai karena berhasil mengetahui rahasia kelemahan Ilmu Jiwa Pembangkitan.


Walau Ilmu Jiwa Pembangkitan dapat membuang seseorang terus hidup walau kepala dan seluruh bagian tubuhnya menghilang. Tetapi ada kelemahan besar karena nyawa atau jantung pengguna Ilmu Jiwa Pembangkitan telah berubah menjadi sebuah cincin.

__ADS_1


Dan sekarang cincin tersebut berada di jari manis ketiga dari Tiga Darah. Tak terkecuali Wang Zhou.


“Ikuti perkataanku...” Ming Fengying melihat raut wajah Wang Zhou dan yang lain pucat pasi, “Hancurkan cincin mereka bertiga!”


__ADS_2