
Soo Yun bergidik ketakutan melihat ikan bawal yang ukurannya besar. Reflek tangannya memeluk Ming Fengying. Namun karena Ming Fengying sudah tertidur lelap, tubuhnya ambruk tepat di atas tubuh Soo Yun.
Gadis bermata sayu itu tidak peduli, sekarang dia memejamkan matanya memeluk Ming Fengying. Bahkan saking takutnya melihat ikan bawal yang termasuk dalam jenis Hewan Buas tersebut, tubuh Soo Yun gemetar ketakutan.
"Aku takut..." Suara Soo Yun gemetar. Ming Fengying mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memulihkan kesadarannya. Tubuh Soo Yun berada di bawahnya, dan gadis bermata sayu itu terlihat sangat ketakutan.
"Kamu kenapa, Yunyun?" Ming Fengying memegang tangan Soo Yun dan mencoba melihat wajah gadis bermata sayu yang berkaca-kaca itu.
"Aku takut, Fengfeng." Soo Yun memeluk Ming Fengying dengan erat. Tangan Ming Fengying mengelus punggung Soo Yun.
Fujin, Sanada, Yuan Shi dan dua orang yang mendayung perahu terkejut melihat dua insan yang sedang berpelukan. Kapal yang dinaiki Ming Fengying bukanlah kapal yang mengangkut pedagang, melainkan untuk membawa orang saja.
"Sudah. Tenang saja, sepertinya ayahku dapat mengatasinya." Ming Fengying menyentuh pipi Soo Yun dengan lembut. Kemudian dia berdiri. Pandangan matanya terarah pada ayahnya yang sedang berlari di atas air.
Shingen menatap tajam ikan bawal yang terus melompat kesana kemari mengincar kapal besar yang memuat pedagang. Ada sekitar tiga kereta kuda di kapal besar tersebut. Shingen bisa merasakan jika Danau Qing terdapat berbagai jenis Hewan Buas.
"Pernapasan Sirih." Shingen menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya.
"Aliran Harimau."
Shingen mempercepat langkahnya, setelah melihat orang-orang yang ada di kapal besar ketakutan, dengan cepat Shingen menebaskan pedangnya dari jauh untuk memotong tubuh ikan bawal tersebut.
"Berhasil, kah?" Shingen menatap tajam air yang terasa seperti hujan deras menutupi jarak pandangnya. Selang beberapa menit kemudian, ikan bawal yang ditebas Shingen masih hidup.
Shingen berdiri di atas kapal besar yang mengangkut rombongan pedagang. Dengan hati-hati Shingen mencoba untuk tidak melukai orang-orang disekitarnya, mengingat pertarungannya dengan ikan bawal itu cukup membuat kapal terombang-ambing kesana kemari.
Ikan bawal kembali melompat sambil mengibaskan ekornya menyerang kapal. Shingen dengan cekatan melompat dan menebaskan pedangnya untuk menangkis kibasan ekor ikan bawal.
"Boleh juga kau calon ikan bakar," gumam Shingen pelan. Kemudian dia turun berdiri di atas air setelah menahan kibasan ekor ikan bawal.
__ADS_1
"Ada yang lebih kuat dari ikan bawal ini. Sepertinya aku harus menggunakan kekuatan itu..." Shingen bergumam pelan sambil terus mengamati pergerakan ikan bawal yang terus mengitari dirinya dari dalam air danau.
Shingen memusatkan aura tubuhnya yang berwarna merah pada bilah pedangnya. Kemudian dia mencoba untuk terus mengamati gerak-gerik ikan bawal. Tidak berapa lama ikan bawal menganga mulutnya mencoba memakan Shingen.
"Aku tidak perlu menggunakan itu. Maaf. Aku harus membunuhmu, calon ikan bakar." Katana Shingen bercahaya kemerahan. Cahaya katana Shingen membuat semua orang menjadi takjub melihatnya, tidak berapa lama warna kemerahan dari bilah katana Shingen membuat Danau Qing menjadi hujan darah.
Shingen memotong tubuh ikan bawal menjadi dua bagian. Darah ikan bawal tersebut terjatuh dari ketinggian. Setelah jatuh ke dalam danau, ombak yang dibuat ikan bawal mampu membuat kapal pengangkut pedagang dan kapal biasa yang dinaiki Ming Fengying termundur hampir kembali ke pelabuhan.
Kematian ikan bawal itu hanya sebuah awal saja. Sepuluh menit kemudian, dari dasar danau mulai terlihat puluhan ikan bawal yang lainnya. Ukuran ikan bawal itu sama seperti yang telah dibunuh Shingen. Panjang puluhan ikan bawal tersebut berkisar dari empat meter sampai sembilan meter.
"Maaf. Kalian harus kembali ke pelabuhan terlebih dahulu!" Shingen berteriak pada orang-orang yang ada di kapal pengangkut pedagang. Kemudian dia menatap kapal yang di naiki Ming Fengying dan yang lainnya telah menepi ke pelabuhan.
"Kalian bantu aku. Hal yang merepotkan akan datang." Shingen berbicara pada Ming Fengying, Fujin, Sanada dan Yuan Shi.
Untuk membantu kapal pengangkut pedagang agar cepat sampai di pelabuhan. Shingen menciptakan angin kencang yang berhembus ke satu arah, hanya ke arah kapal pengangkut pedagang.
Di pelabuhan sudah terlihat dua kapal yang barusan berangkat telah bertengger. Shingen kembali mengawasi pergerakan puluhan ikan bawal. Dengan santainya, Shingen berdiri di atas mayat ikan bawal yang mengambang.
Sementara itu di pelabuhan, Ming Fengying sedang mengelus rambut Soo Yun.
"Aku tinggal sebentar saja. Jangan takut." Ming Fengying tersenyum melihat raut wajah Soo Yun yang ketakutan. Kemudian dia membatin, "Jika seperti ini. Yunyun sangat imut. Hanya saja sifat aslinya..."
Setelah melihat anggukan lirih kepala Soo Yun. Dengan cepat Ming Fengying menaiki perahu bersama Fujin, Sanada dan Yuan Shi. Mereka berempat langsung mendayung menuju tengah-tengah Danau Qing.
Namun beberapa menit kemudian, Fujin dan Sanada langsung berlari di atas air menuju tempat Shingen. Yang tersisa di kapal sekarang hanya Ming Fengying dan Yuan Shi yang sedang mendayung. Mereka berdua belum diajarkan berjalan di atas air oleh Shingen dan anggota samurai Sepuluh Pilar Rembulan.
Sebagai orang asli Yamato tentu saja Shingen bisa seperti seorang ninja. Namum dia tidak terlalu mahir, sehingga sekarang Shingen lebih memilih menyimpan tenaga dan auranya dengan berdiri di atas mayat ikan bawal yang mengambang.
Ming Fengying dan Yuan Shi mendayung dengan sangat cepat. Setelah mereka berdua hampir menyusul Fujin dan Sanada tiba-tiba air danau bergoyang hebat. Kapal mereka langsung terombang-amabing kesama kemari.
__ADS_1
Yuan Shi dengan cekatan membuat kedua tangannya menjadi batu. Kemudian dia langsung memukul ikan bawal yang hendak memakan kapal mereka.
"Pukulan Batu Memanjang."
Pukulan Yuan Shi berhasil menyelamatkan kapal. Ikan bawal yang hendak memakan kapal yang sedang dinaiki Ming Fengying dan Yuan Shi langsung kembali tenggelam. Ikan bawal tersebut berenang kesana kemari menunggu kesempatan.
Ming Fengying terus mendayung sangat cepat. Mereka berdua kembali dikejutkan dengan puluhan ikan bawal yang melompat secara bersamaan dari dalam danau.
Kini Ming Fengying tidak lagi mendayung. Matanya memejam, reflek tubuhnya berdiri, dan tangannya memegang katananya. Kemudian dia melepaskan aura tubuhnya yang berwarna emas dan putih secara bersamaan.
Ming Fengying mencoba mendeteksi jumlah ikan bawal yang berada di dalam jangkauan tebasannya. Kemudian dia mengolah pernapasan sambil menyalurkan aura dan tenaga dalamnya pada bilah katananya.
Sekarang katana Ming Fengying berwarna putih keemasan. Jumlah ikan bawal yang berada dalam jangkauan Ming Fengying hanya lima ekor, tetapi yang mampu dia bunuh hanya tiga ekor saja.
Tangan Ming Fengying mulai mengayunkan katananya mengincar tiga ekor ikan bawal yang berada dalam jangkaunnya. Tubuh ketiga ikan bawal tersebut terpotong menjadi dua bagian.
Di sisi lain, Yuan Shi sedang memukul dua ekor ikan bawal yang tidak mampu Ming Fengying bunuh. Pukulan tanah Yuan Shi membunuh dua ikan bawal.
Yang paling menarik perhatian adalah aksi Shingen yang membunuh puluhan ekor ikan bawal hanya dalam satu kali tebasannya. Sedangkan Fujin dan Sanada masing-masing hanya mampu membunuh tujuh ekor ikan bawal.
Orang-orang dari pelabuhan hanya bisa menunjukkan ekspresi kekaguman tidak ada yang lain. Para pemilik kapal sangat bersyukur karena Shingen dan anggota mampu mengatasi masalah yang selalu terjadi di Danau Qing.
Tindakan Shingen dan anggota samurainya tentu meringankan pengeluaran uang Walikota Kota Jinning yang selalu menyewa satu pendekar untuk memburu ikan bawal.
Nama pendekar tersebut adalah Shun Dao. Ikan-ikan bawal yang dibunuh Shingen mulai mengambang di perairan Danau Qing.
"Ada yang tidak beres." Shingen membatin mengingat jumlah ikan bawal yang menjadi Hewan Buas berjumlah banyak namun terlalu lemah.
Ikan bawal yang mengganggu perjalanan mereka tidak seperti Hewan Buas yang lainnya. Kebanyakan Hewan Buas pasti memiliki kekuatan mengeluarkan elemen dan beberapa dari mereka juga berevolusi menjadi lebih kuat.
__ADS_1
"Sepertinya ikan bawal ini hasil peranakan silang dari Hewan Buas lain." Shingen berasumsi jika ada Hewan Buas yang kawin silang dengan hewan biasa.
Perairan Danau Qing kembali tenang seperti sedia kala. Hanya masih ada hal yang menganggu Shingen. Mungkin dia bisa mengetahui hal yang mengganggu ketenangannya ketika telah sampai di Kota Jinning.