
Para pendekar dari Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah bekerja sama menguburkan pengawal Kaisar Ming Long yang telah gugur, sedangkan sesuai arahan dari Zhang Bingjie pendekar dari Sekte Sungai Merah membawa mayat dari pendekar aliran hitam keluar wilayah Bei. Dan, membakarnya di perbatasan untuk menebar ancaman pada Sekte Aliran Hitam, agar tidak membuat masalah di wilayah Bei kembali. Walau keputusannya sempat ditentang Shingen dan Lin Kin, pria paruh baya berambut putih tersebut tetap bersikeras untuk melakukan tindakan tersebut.
Setelah selesai menguburkan mayat, mereka menemani perjalanan Kaisar Ming Long ke wilayah Bei sesuai arahan dari Ming Lian.
Di sisi lain, dua kelompok samurai yang dibagi menjadi dua kelompok bertemu dengan bandit di desa - desa yang mereka lewati, sehingga tidak ada satupun dari dua kelompok samurai yang berada di perbatasan wilayah Bei untuk mengawal Kaisar Ming Long.
Pangeran She yang sedang dalam perjalanan menuju wilayah Bei hampir sampai di perbatasan, namun dirinya terkejut melihat seorang pendekar yang tak asing baginya.
"Siapa itu?" gumam Pangeran She melihat pendekar yang bersimbah darah sedang terbaring di tanah.
"Biarkan aku yang melihatnya Pangeran She." ucap seorang perempuan yang menyamar sebagai pengawal Pangetan She, identitas yang sebenarnya dari perempuan tersebut adalah Xia Hu.
Xia Hu berjalan mendekati pria tersebut, sedangkan rombongan Pangeran She berjalan dengan pelan di belakang.
Mata Xia Hu melebar karena pendekar yang terkapar di tanah adalah Ketua ke empat Luo Xi dari Sekte Mawar Hitam. Xia Hu tidak menyangka rencana yang telah dia rencanakan bersama Pangeran She gagal kembali.
"Sayang, ada apa?" tanya istri dari Pangeran She, perempuan berwajah manis dengan kulit putih dan memiliki bentuk tubuh yang ideal sedang penasaran dengan apa yang sedang Pangeran She lihat di depannya, karena raut wajah suaminya itu terlihat begitu buruk.
Perempuan yang berusia dua puluh lima tahun itu bernama Yi Min, dan dia adalah ibu dari Ming Mei yang mencampakkan Ming Fengying di kehidupan sebelumnya ketika dirinya bernama Feng Huang. Yi Min memiliki seperti seroang putri bangsawan pada umumnya, hanya saja dia memiliki sifat yang hampir sama dengan Ming Lian.
"Ti-Tidak ada apa - apa." jawab Pangeran She dengan terbata - bata, Pangeran She mengetahui bahwa orang yang terkapar di tanah didepannya adalah Luo Xi yang dirinya kirim untuk membunuh ayah kandungnya sendiri. Dia tidak menyangka jika Luo Xi akan berakhir seperti ini.
__ADS_1
"Sekumpulan orang tidak berguna! Aku sudah menghabiskan banyak uang untuk memberikan sumber daya pada mereka, tetapi mereka tidak pernah becus ketika aku berikan tugas!" batin Pangeran She yang melihat Luo Xi terkapar ditanah, sejak muda Pangeran She mencuri uang milik ayahnya sendiri yaitu Kaisar Ming Long dan kemudian dia menuduh Ming Lian dengan cara liciknya. Karena sejak kecil Pangeran She bersama dengan saudara yang lain begitu disayangi oleh ibu mereka, berbeda dengan Ming Lian yang sudah tidak merasakan kasih sayang, karena dia telah di tuduh mencuri uang dan perhiasan milik ibunya.
Burung beo yang mengikuti Luo Xi hinggap diranting pohon dan menatap rombongan Pangeran She, sebuah rombongan yang dikawal ketat oleh pengawal yang tak lain adalah pendekar tingkat tiga dari Sekte Mawar Hitam. Membuat rombongan tersebut patut diwaspadai, karena semua pengawal Pangeran She seorang pendekar bersenjata lengkap.
"Wajah yang membuatku ingin mematuknya!" batin Ming Fengying yang sedang mengendalikan tubuh burung beo dengan ilmu pengendali hati. Dirinya bisa dengan bebas memanipulasi hati dari burung beo tersebut agar bisa terbang ke sana kemari sesuka hatinya. Ming Fengying menatap tajam Yi Min, dia penasaran apakah sosok Yi Min yang membuat Ming Mei menjadi jahat atau bukan.
"Jadi itu istri dari pangeran licik... hmmm manis juga." batin Ming Fengying yang melihat Yi Min. Di kehidupan sebelumnya Ming Fengying yang bernama Feng Huang mati dalam keadaan masih perjaka, sehingga ketika melihat Yi Min membuat dirinya mengingat kembali salah satu dari banyak penyesalan di kehidupan lamanya.
Ming Fengying yang sedang berada dalam tubuh burung beo ingin mendekati Yi Min. Karena dirinya sangat penasaran dengan perempuan tersebut.
Burung beo tersebut hinggap ke pundak Yi Min agar lebih mudah memata - matai Pangeran She. Ming Fengying menatap wajah Yi Min dari mata burung beo.
"Eh? Ada burung?" kaget Yi Min yang terkejut melihat ada burung beo yang hinggap di pundaknya, melihat burung beo yang hinggap di pundaknya membuat Yi Min ingin menyentuhnya, dengan tangan mulusnya perempuan tersebut menyentuh burung beo yang hinggap di pundaknya.
Ilmu topeng dapat bekerja ketika menyentuh tubuh seseorang, tetapi jika seseorang telah menguasai ilmu topeng hanya dengan melihatnya saja sudah bisa mengetahui watak dan karakter seseorang.
Walaupun burung beo tersebut hinggap di pundak Yi Min, bau busuk yang menyengat dari aura tubuh Pangeran She tercium oleh Ming Fengying lewat hidung burung beo.
"Siapa perempuan jahat saat itu... " hati Ming Fengying pernah bertemu dengan istri pangeran kedua di kehidupan sebelumnya, tetapi tidak memiliki aura tubuh yang bahagia seperti Yi Min yang sekarang ini, bahkan bau Yi Min membuat hidung burung beo merasa sejuk kembali setelah mencium bau badan Pangeran She yang busuk menyengat.
Tidak lama pengawal perempuan berjubah hitam seperti pengawal yang lainnya menghampiri Pangeran She. Dan, saat itu Ming Fengying terkejut dengan aura perempuan tersebut.
__ADS_1
Xia Hu berbisik di telinga Pangeran She sebelum dirinya kembali berjalan bersama para pengawal yang lainnya. Yi Min mendekap tubuh burung beo dengan kedua tangannya.
Pangeran She tersenyum melihat istrinya yang senang melihat burung beo yang baru hinggap di pundaknya.
"Sepertinya burung ini menyukaimu." ucap Pangeran She tersenyum hangat pada istrinya.
Yi Min hanya tersenyum manis sambil kedua tangannya mengusap bulu sayap burung beo yang kini hinggap di pangkuannya.
Waktu terus berlalu, perjalanan rombongan Pangeran She semakin dekat dengan perbatasan wilayah Bei, tetapi ketika sampai di perbatasan tersebut. Pemandangan abu dan banyak tulang yang membentuk gunung kecil, membuat pengawal yang menjaga Pangeran She pucat pasi wajahnya. Bahkan ada baju yang digunakan oleh Yan Xiang digantung di ranting pohon yang bersimbah darah.
Yi Min menjerit pelan melihat hal tersebut, sedangkan di sisi lain wajah Pangeran She begitu pucat, karena orang yang dirinya utus semuanya telah mati dan telah menjadi abu. Dia tidak menyangka rencananya akan gagal kembali.
Ming Fengying menatap Xia Hu dengan mata burung beo, mata perempuan berparas menggoda itu melebar melihat baju yang digunakan oleh Yan Xiang menggantung di ranting pohon dan bersimbah darah.
Pangeran She menyuruh pengawalnya agar terus melanjutkan perjalanannya dan menganggap hal yang barusan mereka lihat itu tidak pernah terjadi.
Mereka terus melanjutkan perjalanan hingga memasuki wilayah Bei yang dimana tempat tersebut terdapat dataran tanah yang membentang dengan luas, karena wilayah Bei adalah tempat yang tidak diakui oleh Kekaisaran Kuru di masa lalu, namun setelah Ming Lian menjadi penguasa wilayah Bei banyak orang yang pindah kesana dan menetap. Kebanyakan dari mereka membuat permukiman di wilayah Bei hingga tempat itu sekarang menjadi ramai.
Pangeran She juga ingin menguasai wilayah Bei, tetapi dirinya sekarang terkejut karena semua rencananya kembali gagal, rencana yang sudah dia rencanakan dengan matang selama puluhan tahun telah gagal berantakan. Dengan tatapan dingin Pangeran She menatap Xia Hu yang berjalan mendampinginya.
Xia Hu pura - pura tidak melihatnya karena dirinya juga tidak menyangka rencana mereka akan gagal kembali.
__ADS_1
"Aku harus menghubungi Organisasi Iblis Bulan dan Sekte Malam Berdarah!" batin Xia Hu merasa bahwa kali ini mereka harus menggunakan kekuatan yang lebih besar untuk menggulingkan wilayah Bei dan membunuh Kaisar Ming Long.