Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 28 : Penyerangan Sekte Malam Berdarah


__ADS_3

Xia Hu tersenyum lebar karena semua berjalan sesuai rencananya, dia berhasil membawa masuk ratusan pendekar dari Sekte Malam Berdarah menyusup ke Bei. Sedangkan Organisasi Iblis Bulan mengirim salah satu dari tujuh petinggi mereka ke Bei untuk membantu Xia Hu.


Sekte Malam Berdarah adalah sekte aliran hitam yang selalu bertindak ketika malam hari, pendekar dari sekte ini dididik dengan pola pikir yang salah. Membunuh manusia yang tidak mau bergabung menjadi pendekar dari Sekte Malam Berdarah ketika malam hari adalah sebuah tindakan kebenaran bagi mereka.


Sekte Malam Berdarah mengirimkan dua tetua mereka yang bernama Ban Hai dan Ban Huo. Tidak hanya mereka berdua saja, Sekte Malam Berdarah juga mengirimkan seribu pendekar yang telah menyusup ke Bei di bawah arahan Xia Hu.


"Selamat malam, saudari Xia..." sapa Ban Hai pada Xia Hu. Siapapun yang melihat tubuh menggoda dari Xia sudah pasti hanya bisa menelan ludah. Dan, itu juga berlaku bagi Ban Hai.


Xia hanya tersenyum manis dan melambaikan tangannya, dengan langkah yang begitu pelan Xia Hu menghampiri Ban Hai dan Ban Huo.


"Target kita hanya dua, Kaisar Ming Long dan anak terakhirnya yang bernama Ming Lian." ucap Xia Hu dengan suara yang dibuat manja, mendengar perkataan Xia Hu seribu pendekar dari Sekte Malam Berdarah berteriak keras.


"Ssttt..." Xia Hu menaruh jari telunjuknya di bibirnya dan menyuruh mereka semua tidak berisik.


"Aku mendengar satu dari lima ketua Sekte Mawar Hitam telah mati? Ini adalah kesempatan kita untuk unjuk gigi!" ujar Ban Hai dengan senyuman tipis di wajahnya. Dia terlihat begitu percaya diri.


"Senior Yan... dia adalah pendekar hebat, hanya saja kelemahan terbesarnya adalah selalu meremehkan lawannya." sahut Xia Hu mengingat kematian Yan Xiang dan dia juga mengingat Luo Xi yang melarikan diri.


"Sekte Mawar Hitam juga mengirimkan dua ketua mereka." tambah Xia Hu tersenyum lebar menatap Ban Hai dan Ban Huo.


"Dua ketua? Sepertinya Sekte Mawar Hitam juga tidak ingin kehilangan muka dihadapan pangeran She." sahut Ban Hai.


"Kita tunggu saja kedatangan mereka..." balas Xia Hu kemudian dia menatap rembulan malam yang bersinar terang di atas sana.


Tiga puluh menit telah berlalu, Xia Hu menunggu kedatangan samurai yang menjadi pengkhianat dari 22 samurai pengikut Shingen. Tetapi samurai tersebut belum muncul bahkan membuatnya menunggu lama.

__ADS_1


"Pengkhianat itu, jangan bilang dia gagal." gumam Xia Hu berdecak kesal.


Tidak lama ada kertas dari pisau kecil menancap di bangunan kayu yang dekat dengan mereka.


"Apa itu?" salah satu pendekar dari Sekte Malam Berdarah terkejut melihat pisau kecil menancap kayu yang dekat dengan mereka.


"Ini." ucap Ban Huo melihat pisau kecil yang di ujung bilahnya terdapat sebuah kertas.


"Biarkan aku yang membacanya." senyum manis Xia Hu menatap pisau kecil yang di lempar oleh samurai pengkhianat dari pengikut Shingen.


Xia Hu mencabut pisau kecil yang menancap di kayu dan membaca pesan tersebut. Perlahan senyuman manis menghilang dari wajahnya, kini wajahnya pucat bercampur murka.


"Aku sudah mencampur makanan dan minuman untuk pendekar dari dua sekte itu dengan racun, siapa yang menggagalkan rencanaku?!" ucap Xia Hu sambil merobek pesan kertas tersebut.


"Kita akan berperang melawan Panglima Lu Chen, Lin Kin dan Zhang Bingjie, kuharap kalian mengingat ketiga nama itu." tambah Xia Hu pada seluruh pendekar Sekte Malam Berdarah termasuk Ban Hai dan Ban Huo.


Rencana awal Xia Hu adalah meracuni seluruh pendekar dari Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah termasuk Panglima Lu Chen, dia sudah memberikan racun pada makanan yang akan dibagikan untuk kedua sekte tersebut. Tetapi kini rencananya gagal bahkan seluruh pendekar gabungan dari kedua sekte dari Sekte Tamam Langit dan Sekte Sungai Merah sedang berjaga di seluruh wilayah Bei.


Rencana kedua Xia Hu juga gagal, dia sudah bekerja sama dengan samurai yang mengkhianati Shingen. Tetapi dia tidak menyangka jika Shingen membagi dua kelompok samurainya, sehingga pengkhianat samurai tersebut tidak bisa membawa Shingen bersama samurai pengikutnya ke tempat yang telah dijanjikan. Karena Xia Hu berniat menghabisi Shingen bersama seluruh pengikutnya dengan bala bantuan dari Sekte Malam Berdarah.


Xia Hu berdecak kesal karena rencananya gagal total, tetapi dia mencoba untuk tenang kembali. Mengingat jumlah kekuatan yang dia miliki mempunyai jumlah yang lebih besar dari pendekar dan samurai yang memihak Ming Lian. Ketika mengingat semua itu, Xia Hu kembali percaya diri walau sebagiam dirinya masih kesal.


"Saudari Xia, biarkan kami yang memulai pergerakan, kita akan menyandera dan menghabisi penduduk Bei." ucap Ban Hai dengan penuh percaya diri, senyuman lebar yang menyungging di wajahnya terlihat seperti orang bengis.


"Baiklah, aku serahkan penduduk kota pada kalian, aku akan menjemput orang itu dan menghabisi target." balas Xia Hu sebelum pergi ke tempat salah satu petinggi Organisasi Iblis Bulan, kini Xia Hu mengganti rencananya. Dia berniat menghabisi langsung Kaisar Ming Long dan Ming Lian dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa jadi berantakan seperti ini." batin Xia Hu berdecak kesal mengingat semuanya tidak berjalan sesuai rencananya.


"Ada yang aneh?" gumam Xia Hu ketika melewati jalanan kota, karena dia merasakan ada yang tidak beres dengan permukiman kota di sekelilingnya. Xia Hu sama sekali tidak merasakan hawa keberadaan penduduk biasa di kota tersebut.


Kali ini Xia Hu yakin jika ada sesuatu yang tersembunyi yang mendukung Ming Lian. Karena sudah tiga kali rencananya gagal total. Mulai dari penyusup rumah aula pertemuan Rumah Harimau Bei yang terbunuh, dan selanjutnya rencana pembunuh Kaisar Ming Long dalam perjalanan menuju Bei. Dan, yang terakhir adalah malam ini, rencana yang dia pikirkan matang - matang telah hancur berantakan. Xia Hu sendiri bahkan tidak menyangka akan seperti ini.


Di sisi lain Ban Hai dan Ban Huo bersama seribu pendekar dari Sekte Malam Berdarah menghancurkan rumah penduduk kota.


"Keluar kalian!" teriak salah satu pendekar tingkat dua yang membakar rumah penduduk.


"Kenapa suasana malam ini begitu sunyi." sahut pendekar yang lain mengamati situasi di sekitarnya.


Ban Hai juga merasakan ada yang tidak beres yang terjadi di permukiman kota, kemudian dia menyuruh pendekar yang lain membakar rumah lebih banyak lagi.


"Tidak ada satupun penduduk di sini!" decak kesal Ban Hai ketika tidak merasakan hawa keberadaan penduduk biasa disekitarnya.


Walaupun tidak berjalan sesuai rencana, Ban Hai dan Ban Huo menatap satu sama lain sebelum mereka berdua tersenyum sinis dan mengangguk pelan.


"Semuanya, dengarkan aku! Malam ini kita akan jadikan Bei menjadi lautan api!" seru Ban Hai memberikan perintah pada seribu pendekar Sekte Malam Berdarah.


"Ya!" teriak seribu pendekar Sekte Malam Berdarah menggema di seluruh pelosok Bei, bahkan suara mereka terdengar hingga Istana Pinyin.


Pendekar dari Sekte Malam Berdarah menghancurkan apa saja yang ada di hadapan mereka, rumah milik penduduk Bei dihancurkan dengan cepat oleh pendekar dari Sekte Malam Berdarah. Setelah menghancurkan rumah penduduk, mereka membakarnya, bahkan setelah membakar rumah penduduk Bei. Raut wajah para pendekar dari Sekte Malam Berdarah tidak menunjukkan emosi apapun selain senyuman puas yang menyeringai di wajah mereka.


"Terlalu sepi, sepertinya lebih baik kita hanguskan Istana Pinyin itu." ucap Ban Hai menunjuk Istana Pinyin yang terlihat megah dari sudut kota.

__ADS_1


"Ya, semuanya akan cepat selesai jika kita menghabisi dua target itu, tidak. Semuanya kita akan menghabisi mereka semua malam ini." sahut Ban Huo tersenyum lebar membayangkan dirinya membunuh Kaisar Ming Long dan Ming Lian.


Pendekar Sekte Malam Berdarah berlari menuju Istana Pinyin, tetapi langkah mereka terhenti karena dihadang ratusan pendekar gabungan dari Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah.


__ADS_2