Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 44 : Penjaga Pintu Masuk Lembah Batu


__ADS_3

Ming Fengying sama sekali tidak membawa senjata apapun ketika dia pergi dari Kota Pinyin, kini dihadapannya dua pria berbadan besar dan kekar menghampiri dirinya.


Ming Fengying tersenyum canggung sambil mencoba melambaikan tangannya pada dua pria yang mendekatinya.


"Perkenalkan namaku Ming Fengying, aku datang dari Kota Pinyin." sapa Ming Fengying sambil tersenyum selembut - lembutnya pada dua orang yang semakin dekat dengannya.


"Penjaga Zuo, tadi dia bilang Ming Fengying..." ucap penjaga yang berambut putih dan berbadan kekar itu pada temannya.


"Penjaga Ding, aku dengar dia datang membawa pisang." jawab penjaga yang berbadan besar dan memegang pedang di tangan kirinya.


"Eh? Ada apa dengan mereka berdua?" batin Ming Fengying karena melihat jika dua penjaga Sekte Lembah Batu tidak sesuai dengan yang ia perkirakan.


"Maafkan temanku yang tuli ini, dia namanya Zuo Shi." bisik penjaga berambut putih di telinga Ming Fengying.


Ming Fengying mencoba untuk tetap tersenyum dan tidak menyinggung perasaan kedua penjaga yang sedang ada dihadapannya itu.


"Ngomong - ngomong kamu tidak penasaran dengan namaku?" bisik penjaga berambut putih kembali di telinga Ming Fengying.


"Siapa namamu paman?" tanya Ming Fengying walau dia sama sekali tidak ingin bertanya tetapi Ming Fengying ingin menjaga sikap sebagai seorang pendatang yang mendatangi Lembah Batu.


"Namaku adalah Ding Zhi, kau pasti telah mengenal nama Ding Zhi seorang pendekar lautan yang namanya menggema di seluruh belahan dunia." ucap pria berambut putih yang bernama Ding Zhi dengan bangga sambil tangannya menunjuk langit yang tenang.


Ming Fengying mengangguk pelan kemudian dia menyadari jika Zuo Shi dan Ding Shi memiliki kelainan tetapi Ming Fengying tetap menganggap kedua penjaga Lembah Batu sedang mengujinya.


"Aku sudah hidup selama 122 tahun, menghadapi hal ini adalah hal yang mudah bagiku. Kakek tua perjaka tidak akan menjadi julukanku di kehidupan kali ini." batin Ming Fengying tersenyum tipis sambil tangannya menyentuh dagunya.


"Aku mengenal namamu, kalau tidak salah nama Ding Shi terkenal di tempat itu, bukan?" ujar Ming Fengying sambil mencoba melihat reaksi Ding Zhi.


Ding Zhi tersenyum lebar karena mengira Ming Fengying benar - benar mengerti khayalannya dan mengenal kehebatan namanya.

__ADS_1


"Sudah kuduga, kau mengenal namaku. Aku sangat terkenal di tempat itu..." jawab Ding Zhi sambil tersenyum lebar menatap Ming Fengying.


"Iya, tempat itu," balas Ming Fengying singkat sambil menganggukkan kepalanya pelan karena dia mengira Ding Zhi sedang mengujinya.


"Iya, tempat itu," balas Ding Zhi sambil merangkul pundak Ming Fengying.


"Iya, tem-" kata - kata Ming Fengying terhenti karena dia merasa ada yang salah dengan dirinya.


"Tunggu, jangan bilang mereka berdua sangat menyukai hal yang berbau halusinasi. Aku terjebak dalam pembicaraan yang aneh, sepertinya aku harus berlatih berkomunikasi lebih baik lagi." batin Ming Fengying melirik Ding Zhi dan Zuo Shi.


Tidak lama perut Ming Fengying berbunyi karena dia belum makan selama satu hari, dengan tetap mencoba berdiri dan terlihat tenang Ming Fengying duduk di atas batu yang ada di depan pintu masuk Lembah Batu.


"Bagaimana aku bisa tersesat seperti ini, penglihatanku sangat terang ketika malam hari tetapi aku tidak menyangka akan keasyikan sendiri ketika berlari..." gumam Ming Fengying mengingat ketika dirinya berlari semalaman dan berakhir di Lembah Batu.


Ding Shi dan Luo Shi menghampiri Ming Fengying dengan membawa buah - buahan ditangannya, mereka berdua memberi buah - buahan pada Ming Fengying.


"Makanlah ini..." Luo Shi menaruh buah - buahan di depan Ming Fengying.


Ming Fengying mengambil apel kemudian dia memakannya, setelah selesai memakan apel Ming Fengying hendak mengambil pisang tetapi tiba - tiba ia merasakan nafsu membunuh dari pria yang berada di sampingnya.


"Tadi aku suruh makanlah ini, kau jangan sekali - kali mengambil pisang kesukaanku." tegur Luo Shi menatap dingin Ming Fengying.


Ming Fengying melepaskan tangannya yang memegang pisang. Ming Fengying menarik napas panjang kemudian dia menghembuskannya dalam sekali hembusan napasnya.


"Gara - gara pisang Senior Luo hendak membunuhku, menakutkan." batin Ming Fengying menatap tajam Luo Shi.


Ding Shi menghampiri Ming Fengying kemudian duduk di samping Ming Fengying setelah itu dia bercerita.


Ming Fengying memakan buah apel dan mendengarkan cerita Ding Shi walau dari semua ceritanya adalah cerita khayalannya.

__ADS_1


Ming Fengying mencoba untuk tetap tersenyum karena dia tidak menyangka melihat dua penjaga Lembah Batu ternyata tidak sesuai dengan yang ia pikirkan.


"Batu itu keras dan keras itu ganas. Itu yang dikatakan Paman Toramasa, kupikir dua penjaga ini adalah orang yang garang dan kejam tetapi ternyata aku salah..." gumam Ming Fengying pelan kemudian dia menghembuskan napasnya.


"Terimakasih, aku tidak menyangka kau berkata jika aku keren dan tampan. Ini, ambillah pisang kesukaanku, aku hanya berbagi sekali ini saja." sahut Luo Shi melirik Ming Fengying sambil melempar pisang ke arah Ming Fengying.


"Aku tidak berkata seperti itu." batin Ming Fengying mengambil pisang yang diberikan Luo Shi.


"Katakan kurang ajar padanya..." bisik Ding Shi di telinga Ming Fengying.


Ming Fengying sudah memahami garis besarnya jika Luo Shi terganggu pendengarannya sedangkan Ding Shi terlihat normal - normal saja tetapi pria berambut putih itu sangat senang berkhayal. Khayalan Ding Shi membuat dirinya tidak memahami mana yang nyata dan mana yang palsu.


"Kurang ajar." ucap Ming Fengying pada Luo Shi.


Luo Shi tertawa sambil menepuk - nepuk pundak Ming Fengying dengan tangan kanannya.


"Kau sangat baik sekali, siapa namamu tadi? Pisang? Ming?" Luo Shi terus menepuk pundak Ming Fengying.


Ming Fengying ingin segera pergi dari Lembah Batu karena dua penjaga yang menjaga pintu masuk Lembah Batu sangat berbahaya bagi mentalnya. Ding Shi dan Lho Shi sangat membuat Ming Fengying kewalahan dengan sifat mereka berdua.


"Namaku Ming Fengying..." ucap Ming Fengying menahan pundaknya yang terus ditepuk oleh Luo Shi.


"Pisang? Namamu unik sekali." sahut Luo Shi tertawa terbahak - bahak setelah mendengar ucapan Ming Fengying.


Ming Fengying mengerutkan dahinya karena merasa dipermainkan oleh Luo Shi, Ming Fengying berdecak kesal karena Luo Shi terlihat seperti sedang mengejek dirinya.


Ketika Ding Shi hendak melanjutkan cerita khayalannya pada Ming Fengying, tiba - tiba muncul seorang pria yang datang dari dalam kediaman Sekte Lembah Batu.


Ming Fengying keheranan melihat Ding Shi dan Luo Shi yang menatap tajam orang yang terlihat memiliki wewenang di Sekte Lembah Batu.

__ADS_1


"Penjaga Ding, Penjaga Luo, apakah kalian berdua tidak menjaga pintu masuk Lembah Batu!" suara pria yang memiliki aura yang kuat terlihat murka karena Ding Shi dan Luo Shi sedang bersantai dan memakan buah - buahan bersama Ming Fengying.


__ADS_2