Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 33 : Pewaris Kekuatan Surgawi : Tsukuyomi


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju Istana Pinyin. Shingen bertemu dengan tiga orang yang sedang berbincang di depan penginapan Kota Pinyin.


"Siapa mereka?" batin Shingen menatap tajam ketiga orang tersebut.


Shingen berhenti berlari dan menebaskan katananya ke arah tiga orang tersebut. Dari tebasan katananya, Shingen menciptakan burung elang berwarna putih melesat cepat ke arah tiga orang tersebut.


Tebasan Shingen berhasil membuat kerusakan pada bangunan, tidak berapa lama ketiga orang yang sedang Shingen amati, mulai menatap balik Shingen dan waspada terhadap dirinya.


"Kak, itu dia orang yang bernama Shingen!" ucap seorang perempuan yang tak lain dia adalah Xia Hu.


Xia Hu datang bersama dua orang petinggi dari Organisasi Iblis Bulan.


"Jadi dia yang bernama Shingen." kata seorang pria yang memakai jubah hitam. Pada jubahnya terdapat motif bulan berwarna merah dan tengkorak berwarna putih. Pria tersebut bernama Xia Lai.


"Saudara Xia Lai, biar aku yang menghadapi Shingen. Kalian berdua harus pastikan kematian dua target kita malam ini." ucap seorang pria berbadan kekar dan memakai penutup kepala seperti sebuah masker. Pria tersebut bernama Xiao Shan.


"Baiklah." jawab Xia Lai singkat sebelum berlari ke arah Istana Pinyin bersama Xia Hu.


Shingen tidak membiarkan Xia Lai dan Xia Hu pergi ke Istana Pinyin. Dengan cepat dia menebaskan katananya pada kedua orang tersebut. Tetapi tebasan katananya ditahan oleh Xiao Shan.


"Tipe Surgawi!" ucap Xiao Shan menahan tebasan katana Shingen dengan tongkatnya.


"Tongkat milikmu itu, apakah juga senjata kuno?!" Shingen bertanya pada Xiao Shan dan menebaskan katananya kembali dengan cepat.


Xiao Shan memutarkan tongkatnya untuk menahan tebasan katana Shingen. Keduanya saling bertukar serangan selama beberapa menit. Xiao Shan berhasil membuat Shingen tertahan, perlahan dia kembali menyodok tongkatnya mengincar ulu hati Shingen.


"Shingen, kekuatanmu bukanlah segini saja. Kau setara dengan pendekar langit, tidak, jika kau memakai kekuatan itu. Kekuatanmu setara dengan pendekar padi." ucap Xiao Shen yang sedang menyerang Shingen dengan tongkatnya.


"Tetapi kedatangan orang yang bernama Rieyu dari dunia luar, membuatmu menjadi orang yang tidak bisa menggunakan seluruh kekuatan yang kau punya." tambah Xiao Shan yang berhasil mendaratkan serangan telak pada badan Shingen.


Shingen menyentuh badannya, perlahan efek dari teknik bulan darah milik Shingen sudah habis.


"Bagaimana kau bisa mengetahui semua itu?" tanya Shingen pada Xiao Shan. Dia tidak menyangka Xiao Shan bisa mengetahui jika Reiyu datang dari dunia luar.


Xiao Shan tersenyum sinis melihat raut wajah Shingen, dia kembali memutarkan tongkatnya dan memainkan tongkatnya dengan ahli.


"Informasi adalah sebuah kekuatan, Shingen." jawab Xiao Shan sambil menjaga jarak dengan Shingen.


Organisasi Iblis Bulan memiliki koneksi dengan salah satu pemilik Harta Kegelapan yang ada di Kekaisaran Shi. Sehingga mereka mempunyai informasi yang baru saja terjadi di Benua Jiu, baik dari masa lalu maupun masa sekarang. Harta Kegelapan mempunyai kekuatan untuk mencari informasi yang luar biasa.


Harta Kegelapan adalah penyedia sumber daya bagi Organisasi Iblis Bulan, bahkan Pangeran She membeli sumber daya selama puluhan terakhir ini dari Harta Kegelapan.


Xiao Shan terus melancarkan serangan pada Shingen, mereka berdua saling menatap dingin satu sama lain.


"Teknik Pernapasan Cakra : Bentuk Halus."


Shingen mengolah pernapasan, dia kembali tenang dan perlahan kembali mengeluarkan tenaga dalamnya.


Xiao Shan dan Shingen bertukar serangan satu sama lain, keduanya memiliki kekuatan yang hampir sama. Tetapi Shingen tidak diuntungkan, karena satu - satunya cara agar mengalahkan Xiao Shan adalah menggunakan kekuatan tersembunyinya yang berhasil melukai tubuh Naga Reiyu.


Xiao Shan tersenyum tipis, "Shingen, keluarkanlah seluruh kekuatanmu," Xiao Shan kembali melancarkan serangan tongkatnya pada Shingen, "Aku sudah lama ingin melihat kekuatan Tsukuyomi milikmu itu."


Xiao Shan tersenyum lebar, kali ini serangan tongkatnya terus mengenai tubuh Shingen. Xiao Shan mengeluarkan aura tubuhnya dan tenaga dalamnya secara bersamaan.


Perlahan tongkat milik Xiao Shan berwarna hitam pekat, bahkan dia bisa memanjangkan dan memendekkan tongkatnya sesuka hatinya.

__ADS_1


Shingen mengerutkan dahinya melihat kekuatan tongkat milik Xiao Shen, bukan hanya tongkatnya saja yang spesial. Tetapi pengguna dari tongkat tersebut juga spesial, karena Xiao Shan mampu menggunakan seluruh potensi dari tongkat tersebut.


"Putaran Tongkat Iblis."


Xiao Shan memutarkan tongkatnya dengan sangat cepat, pada putarannya muncul aura hitam pekat yang membuat Shingen menjaga jarak.


Xiao Shan menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Shingen. Dia terus melancarkan serangan telak pada Shingen. Kali ini Xiao Shan mampu membuat Shingen terdesak.


Shingen menangkis sodokan dan serangan tongkat Xiao Shan dengan katananya, perlahan Shingen di paksa ke posisi bertahan.


Tongkat milik Xiao Shan termasuk dalam Senjata Kuno Tipe Pusaka : Tongkat Hitam. Sedangkan Xiao Shan sendiri kekuatannya sudah mencapai pendekar suci. Jika Shingen ingin mengalahkan Xiao Shan maka satu - satunya cara adalah menggunakan kekuatannya yang sebenarnya.


Semenjak dirinya terluka saat bertarung melawan Reiyu ketika Shingen masih kecil. Kekuatan Shingen melemah karena dirinya memiliki luka dalam yang tidak bisa disembuhkan. Melawan sosok makhluk yang mampu bertarung di darat maupun di udara. Shingen saat itu berhasil memasuki wujud Dewa Bulan, tetapi karena tubuhnya belum mampu menampung kekuatan yang kuat. Shingen menerima luka dalam dari kekuatannya sendiri maupun pukulan tangan Reiyu. Tetapi Shingen saat itu berhasil mendaratkan dua tebasan pedangnya yang mampu melukai tubuh Naga Reiyu.


"Api tidak akan pernah padam, dan darahku akan terus mengalir dalam tubuh Kenshin..." gumam Shingen tersenyum tipis dan dia mengingat anaknya yang bernama Ming Fengying.


Kali ini Shingen mencoba melawan permainan tongkat Xiao Shan. Shingen mengambil inisiatif untuk mengulur waktu dengan menyerang Xiao Shan, karena Shingen butuh waktu jika ingin memasuki wujud Tsukuyominya.


Xiao Shan tersenyum melihat aura Shingen yang terasa begitu tenang. Perlahan serangan tongkat Xiao Shan mampu diikuti Shingen.


"Akhirnya aku bisa melihat kekuatan ini." ucap Xiao Shan sambil tertawa keras melihat Shingen yang mulai serius.


Xiao Shan melakukan konsentrasi secara penuh, kemudian dia memanipulasi aura tubuhnya menjadi angin. Kecepatan Xiao Shan bertambah cepat, bahkan dia bisa bergerak cepat seperti angin.


Angin berhembus kencang ketika Xiao Shan mengeluarkan aura intimidasinya pada Shingen.


Xiao Shen kemudian berjalan di udara dan menyerang Shingen dengan tongkatnya, yang dimana tongkat milik Xiao Shan telah dilapisi angin padat.


Shingen menangkis serangan tongkat yang bertubi - tubi datang padanya, dia bisa melihat jika Xiao Shan adalah tipe orang yang suka bertarung dengan lawan yang sepadan atau lebih kuat darinya.


"Dia bukanlah pembunuh kacangan, seperti pendekar aliran hitam lainnya." gumam Shingen menatap tajam Xiao Shan.


Benturan aura merah dan hitam terlihat di udara, Xiao Shan tersenyum senang melihat Shingen mulai serius bertarung melawannya.


"Tusukan Seribu Tongkat Iblis."


Xiao Shan menyodokkan tongkatnya dari atas, karena dia terbang Xiao Shan dapat dengan mudah mengincar Shingen dari atas.


Serangan sodokan dari tongkat Xiao Shan terlihat di udara, melihat hal itu Shingen berusaha menghindarinya.


"Dia terbang, dia pikir ninja?" batin Shingen tertawa melihat Xiao Shan yang sedang terbang di udara.


Shingen menangkis setiap serangan tombak yang datang padanya, ketika tubuhnya terasa begitu ringan dan dingin. Shingen mulai mengolah pernapasan cakra.


"Tsukuyomi."


Perlahan katana Shingen berwarna merah darah, aura berwarna merah mengelilingi katana Shingen.


Rambut Shingen memanjang dan berwarna putih. Sedangkan kedua bola matanya berwarna merah darah.


Xiao Shan yang melihat perubahan Shingen berkeringat dingin. Tetapi ini adalah hal yang paling dia inginkan, karena Xiao Shan sangat menyukai bertarung dengan orang yang kuat.


Shingen terbang dengan cepat mengejar Xiao Shan, kali ini Shingen berhasil melakukan konsentrasi penuh secara paksa. Semua pikiran selain membunuh Xiao Shan menghilang dalam kepala Shingen.


Benturan senjata Shingen dan Xiao Shan terdengar di udara, keduanya saling berbalas serangan. Shingen memutarkan tubuhnya membuat pusaran angin berwarna hijau muda melesat cepat ke arah Xiao Shan.

__ADS_1


Xiao Shan mampu menahannya dengan memutarkan tongkatnya yang di aliri auranya yang berwarna hitam pekat.


"Berapa lama kau bisa terbang, Shi-" belum selesai Xiao Shan berbicara, Shingen sudah berada di samping Xiao Shan sambil menebaskan katananya.


Xiao Shan tertawa menahan tebasan katana Shingen dengan tongkatnya, dia tidak menyangka melihat wujud Tsukuyomi milik Shingen.


"Aku tidak menyesal jika dibunuh olehmu, tetapi jika kau bisa membunuhku, Shingen!" teriak Xiao Shan menyerang balik Shingen dengan permainan tongkatnya.


Shingen menangkis serangan tongkat Xiao Shan dengan mudah, perlahan Shingen mulai lebih serius.


"Amukan Harimau."


Shingen menebaskan katananya pada tubuh Xiao Shan dengan cepat, tebasan katana Shingen yang membentuk harimau mencengkeram tubuh Xiao Shan berhasil melukai tubuh Xiao Shan.


"Argh!" teriak Xiao Shan meringis kesakitan, dia menahan rasa sakitnya. Senyuman lebar menyeringai di wajah Xiao Shan.


"Luar biasa, berikan aku tebasan yang lebih dari ini." ucap Xiao Shan tertawa sambil menjilat darahnya sendiri.


Shingen menghampiri Xiao Shan dan menendang kepala Xiao Shan dengan pisau kakinnya.


Xiao Shan berniat menghindari tendangan Shingen tetapi dirinya terlambat bereaksi, darah segar keluar dari wajah Xiao Shan.


Shingen masih tetap tenang dan terus menyerang Xiao Shan kembali. Kali ini tendangan Shingen mampu membuat Xiao Shan jatuh melesat ke bawah.


Tubuh Xiao Shan menabrak bangunan sebelum tersungkur di tanah. Xiao Shan tidak menyangka melihat Shingen masih tetap bersikap tenang.


Xiao Shan mencoba berdiri dan menatap dingin Shingen, tongkatnya kini menjadi pijakannya.


"Shingen!" teriak Xiao Shan ketika melihat darah mengalir di kepalanya.


Shingen berjalan mendekati Xiao Shan. Dengan tenang Shingen berjalan pelan mendekati Xiao Shan. Ketika Shingen semakin dekat dengan Xiao Shan, tiba - tiba dia batuk darah dan mulutnya mengeluarkan darah segar.


Shingen buyar konsentrasinya, dia sadar jika tubuhnya tidak mampu menahan kekuatan Tsukuyomi miliknya.


Tsukuyomi adalah kekuatan yang diwariskan secara turun - temurun dari leluhur Shingen.


Xiao Shan tertawa melihat Shingen yang batuk darah, dengan cepat dia menyerang Shingen kembali.


Tubuh Shingen terkena ratusan serangan tongkat Xiao Shan, perlahan tubuh Shingen tidak bisa bergerak.


"Dasar lemah!" umpat Shingen dalam hatinya sambil tersenyum tipis. Karena tubuhnya telah mencapai batas kekuatan Tsukuyominya.


Shingen berdiri dan melakukan kuda - kuda santai sebelum Xiao Shan mendekat padanya.


"Kau pikir, kau bisa membunuhku dengan tebasanmu yang lemah itu!" ejek Xiao Shan berlari dengan cepat ke arah Shingen. Kali ini Xiao Shan berniat menghabisi Shingen dengan cepat.


Shingen tersenyum tipis ketika melihat Xiao Shan masuk dalam jangkauan lingkaran tebasan katananya.


Ketika Xiao Shan masuk ke dalam jangkauan lingkaran, Shingen mengayunkan pedangnya sekuat tenaganya.


"Pembunuh Naga!"


Tebasan Shingen membentuk harimau yang dikelilingi aura yang begitu kuat, perlahan tebasan harimau Shingen meraung dan memakan tubuh Xiao Shen.


Mata Xiao Shan mendelik melihat teknik katana Shingen, belum sempat bereaksi tubuhnya terbelah menjadi dua.

__ADS_1


Shingen berjalan menghampiri Xiao Shan, dia tersenyum melihat mata Xiao Shan yang melotot menatap dirinya.


"Teknik ini berhasil melukai seekor naga, baru kali ini aku mencobanya pada manusia." ucap Shingen sebelum berjalan menuju Istana Pinyin.


__ADS_2