
[Selamat membaca di rumah aja]
Ming Fengying menatap pria yang menghampiri dirinya yang sedang makan buah - buahan bersama Ding Shi dan Luo Shi.
"Oh, ya. Siapa anak muda ini?" tanya pria yang memiliki aura cukup kuat pada Ding Shi dan Luo Shi.
"Dia adalah pisang." jawab Luo Shi dengan cepat.
"Nama anak ini adalah Ming Fengying..." bisik Ding Shi di telinga pria yang bertanya.
Ming Fengying ingin tertawa tetapi dia mencoba untuk menahannya, melihat sifat Ding Shi dan Luo Shi sangat menggelikan bagi dirinya.
Luo Shi adalah pria yang sangat menyukai pisang lebih dari segalanya, ada kejadian di masa lalu yang membuat pendengarannya menjadi kurang. Di sisi lain, Ding Shi menjadi seseorang yang senang berkhayal karena dia tidak bisa membedakan mana yang kenyataan dan mana yang halusinasi, semenjak kematian kedua orang tuanya Ding Shi mulai suka berhalusinasi untuk menutupi kesedihannya.
Setelah Ding Shi memberitahu nama Ming Fengying, pria yang terlihat garang itu langsung bersikap baik dan menghampiri Ming Fengying.
"Maafkan atas perlakuan dua penjaga bodoh ini, aku Lu Baoshi akan menghukum kedua orang bodoh ini!" ucap pria yang bernama Lu Baoshi memperkenalkan dirinya pada Ming Fengying.
Ming Fengying tersenyum canggung melihat Lu Baoshi yang matanya terlihat seperti ingin memarahi Ding Shi dan Luo Shi.
Ding Shi dan Luo Shi kebingungan melihat Lu Baoshi yang terlihat begitu sopan pada Ming Fengying. Sangat jarang melihat Lu Baoshi bersikap begitu hormat selain pada Ketua Sekte Lembah Batu dan para tetua yang lebih kuat dari dirinya.
"Mereka berdua sangat membantuku bahkan aku diberikan makanan..." Ming Fengying menggaruk samping keningnya dan tersenyum canggung.
Ming Fengying menjelaskan pada Lu Baoshi tentang dirinya yang berasal dari wilayah Bei, kedatangan Ming Fengying ke Sekte Lembah Batu hanya sebuah kebetulan karena dia terlalu asyik berlari hingga tidak ingat arah jalan pulang. Mendengar cerita dari Ming Fengying membuat Lu Baoshi takjub karena seorang anak muda yang merupakan keturunan dari Kaisar Kuru ingin menjadi seorang pendekar dan melatih staminanya.
"Jadi Tuan muda adalah anak dari Tuan Putri Kelima..." ucap Lu Baoshi pelan sambil mengamati Ming Fengying.
"Sebenarnya aku ingin kembali, sepertinya aku telah membuat bunda dan ayah khawatir..." gumam Ming Fengying pelan sambil menatap langit yang sudah semakin siang.
Setelah mengetahui identitas Ming Fengying tentu saja Lu Baoshi tidak akan membiarkan Ming Fengying pergi begitu saja. Lu Baoshi telah mengetahui jika Ming Lian memiliki hubungan yang baik dengan Sekte Aliran Putih dan Netral. Tiga tahun terakhir banyak dari Sekte Aliran Putih dan Netral menawarkan bantuan dengan mengirimkan pendekar terbaik mereka untuk menjaga kedamaian di Bei.
Julukan Ming Lian di kalangan pendekar Sekte Aliran Putih dan Netral adalah Ratu Putih. Nama Ming Lian yang semakin besar di daratan Kuru membuat kakak - kakak kandung Ming Lian iri dengan kesuksesannya.
Luo Baoshi ingin memberikan kesan yang baik pada Ming Fengying agar Sekte Lembah Batu dapat menjalin kerja sama dengan Ming Lian.
Ming Fengying sebenarnya ingin menolak ajakan Lu Baoshi untuk menginap sehari di Sekte Lembah Batu. Melihat Lu Baoshi yang terus memaksanya, akhirnya Ming Fengying mengangguk pelan setuju untuk menginap sehari di Sekte Lembah Batu.
Lu Baoshi menyuruh Ding Shi dan Luo Shi berjaga kembali. Dalam perjalanan menuju memasuki kediaman Sekte Lembah Batu, mata Ming Fengying terarah pada puluhan patung batu yang merupakan patung dari ketua Sekte Lembah Batu dari generasi ke generasi.
"Sekte Lembah Batu hancur ketika Rieyu menyerang seluruh dataran Jiu..." gumam Ming Fengying menghirup udara dalam - dalam sebelum menghembuskannya pelan - pelan.
Lu Baoshi menaikan alisnya melihat Ming Fengying yang terlihat begitu berwibawa dan memiliki aura yang membuat siapa saja yang melihatnya ingin tunduk padanya.
"Ada apa?" tanya Ming Fengying keheranan melihat Lu Baoshi yang terus menatap dirinya.
__ADS_1
"Tuan muda, sepertinya aku telah melihat pendekar yang kelak akan menjadi seorang jenius di aliran putih." ujar Lu Baoshi tersenyum melihat Ming Fengying yang telah membuka aura tubuhnya di usia yang begitu muda.
"Jenius? Siapa dia?" tanya Ming Fengying kembali dan menaikan alisnya menatap tajam Lu Baoshi.
"Seorang pendekar muda yang jenius itu tak lain adalah tuan muda sendiri..." jawab Lu Baoshi sambil tersenyum pada Ming Fengying.
Ming Fengying terlihat murka dan kesal, raut wajah Ming Fengying membuat Lu Baoshi heran karena dia sendiri tidak menyangka jika Ming Fengying tidak suka dipuji.
"Tidak ada yang namanya jenius? Semua akan lenyap tak bersisa ketika makhluk itu menghancurkan segalanya!" Ming Fengying terlihat geram. Penyesalan dan ketakutannya akan Rieyu membuat dia tidak bisa mengontrol emosinya dan membuat emosinya tidak stabil.
Lu Baoshi penasaran dengan yang diucapkan oleh Ming Fengying, melihat raut wajah Ming Fengying telah membuatnya mengerti. Ada hal yang tidak dia ketahui tetapi Ming Fengying sangat mengetahui hal itu.
Sesampainya di permukiman Sekte Lembah Batu, penduduk dan pendekar muda melihat kedatangan Lu Baoshi dan Ming Fengying.
"Siapa anak muda itu? Apa dia anak bangsawan?" salah satu pendekar Sekte Lembah Batu menatap wajah Ming Fengying yang rupawan dengan tajam.
Ming Fengying menatap balik pendekar yang menatap dirinya, sulit untuk tersenyum pada orang yang baru dia kenal tetapi Ming Fengying harus mencobanya karena bagaimanapun dia harus bersikap sopan.
"Menakutkan, anak itu tampan tetapi senyumannya garang." batin pendekar yang ditatap Ming Fengying.
Ming Fengying mengerutkan dahinya karena sepertinya dia telah tersenyum sinis pada pendekar Sekte Lembah Batu.
"Hidup selama 122 tahun, aku saat itu jarang tersenyum. Sepertinya aku harus berlatih untuk tersenyum ketika pulang ke rumah." batin Ming Fengying sambil menghela napas panjang.
"Tuan muda, dua penjaga yang menjaga pintu masuk Lembah Batu bernama Penjaga Ding dan Penjaga Luo. Maafkan kedua penjaga kami yang telah membuat tuan muda tidak nyaman." ucap Lu Baoshi pada Ming Fengying sambil menundukkan kepalanya.
Lu Baoshi kebingungan dengan apa yang dikatakan Ming Fengying. Perkataan Ming Fengying membuat Lu Baoshi menjadi tidak tahu harus bereaksi seperti apa setelah mendengar perkataan Ming Fengying.
Ming Fengying masih sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tidak selamanya diberi kehiduapan kedua membuat orang menjadi terlihat begitu sempurna, Ming Fengying masih membawa perasaan dan seluruh sifat Feng Huang di kehidupan sebelumnya.
"Aku salah berbicara..." batin Ming Fengying ketika melihat wajah Lu Baoshi yang kebingungan.
Ming Fengying sangat malu setelah sadar jika dirinya tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain selain kedua orang tuanya, Tao Lulu dan Sepuluh Pilar Rembulan.
"Itu..." gumam Ming Fengying melihat sebuah pecahan batu prasasti yang terlihat sangat mirip dengan yang ada di Hutan Kumalawyuha.
Lu Baoshi menatap pecahan batu prasasti yang membuat Ming Fengying penasaran kemudian dia menuntun Ming Fengying untuk melihat pecahan batu prasasti tersebut.
"Tuan muda, dari generasi ke generasi, kami pendekar Sekte Lembah Batu menjaga pecahan batu ini. Tulisan ini tidak bisa kami baca sama sekali." ujar Lu Baoshi pada Ming Fengying.
"Pecahan batu ini adalah peninggalan dari ketua pertama Sekte Lembah Batu yang bernama Iwamaru." tambah Luo Shi.
Ming Fengying terkejut mendengar cerita Lu Baoshi, nama Iwamaru terdengar seperti orang Yamato. Ming Fengying semakin penasaran dengan cerita dari Lu Baoshi tentang leluhur Sekte Lembah Batu.
"Aku sama sekali tidak bisa membacanya." gumam Ming Fengying ketika tangannya menyentuh pecahan prasasti.
__ADS_1
___
Buat yang sering tanya kalau novel ini ada kaitannya sama novel yang penulis bikin pertama yang berjudul Kagutsuchi Nagato. Ya, semua menjadi satu dan tentunya semua berkaitan. Novel ini sebenarnya kembangan dari novel Kagutsuchi Nagato.
Mumpung bulan ramadan, penulis kasih spoiler. Dua novel ini sebenarnya udah masuk dalam Arc Love in Jiu War, cuma penulis bikin 1 chapter isinya 300 kata waktu zaman penulis masih sekolah, penulis tinggal di asrama, jadi tau sendirilah kalau bosan di asrama tuh gimana rasanya bagi yang pernah tinggal di asrama sih hehe. Penulis lampiaskannya bikin cerita😂 dan cerita ini yang sedang kalian baca. Perlu waktu untuk merevisi semuanya karena biar level penulis naik dan cepat dikontrak, penulis lagi edit lagi biar 1 chapter isinya 1000 kata lebih.
Ini spoiler dari penulis. Ini aja masih ada typo nya hehe.
Yang sering minta crazy up sabar aja dulu karena penulis ada target sendiri, kadang kaya pembaca yang komentar di Kagutsuchi Nagato sering pada nanya?
*Thor, kok lama banget Nagato nya gede sih.
Ceritanya kelamaan.
Kecil teros kpn gedenya 🙄*
Semua sudah direncanain sama penulis, satu yang penulis harapkan semoga sahabat dan saudara semua menikmati novel ini.
Makasih buat pembaca yang udah vote kemarin😍, penulis gak minta yang macam - macam karena penulis sendiri sadar kalau novel ini masih banyak kekurangannya dan mungkin ceritanya terlalu terbelit - belit kaya hidup penulis hah curhat basi😂😂.
Insyaallah penulis target perbaiki kata - kata chapter novel ini cepat selesai biar cepat juga crazy up nya. Kadang - kadang udah buat beberapa chapter banyak kata typo terus rasa malas itu yang sering jadi musuh terbesar penulis.
Doain aja ya, kalau yang Kagutsuchi Nagato proses kontraknya lancar. Novel ini juga ikut lancar up nya. Setidaknya penulis usahakan sehari masih up 1 chapter sekarang, maaf kalau penulis belum bisa up banyak - banyak tau sendiri semua ada kesibukan masing - masing di dunia nyata.
Jangan lupa bantu kasih naik rate novel ini, penulis ingat waktu baru pertama kali rilis novel, ada aja yang julid kasih turun rate. Heran aja sama orang begitu tuh?
Mohon bantuannya rate bintang 5 ya. Terus jangan lupa tinggalkan like karena like itu gratis kok lurd. Jangan pelit - pelit kasih like lah😂. Apalagi kalau kalian tinggalin komentar, kalian udah bikin penulis makin semangat up nya. Komentar . aja gak papa yang penting tinggalin komentar mas yang ganteng dan mba yang cantik😘. Kalau gak ya, komentar yang pembaca liat sendiri tuh di kolom komentar novel ini😪 hadeh nyepam bor😅😂.
Bulan Mei masuk babak baru pertempuran Pegunungan Tiangan. Semoga aja nanti alur ceritanya sesuai selera sahabat dan saudara semuanya.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menunaikannya. Salam hangat dari penulis untuk kalian semua.
Buat yang sudah baca novel ini dan tinggalin like sama komentar maupun kasih rate bintang 5 Kalian Luar Biasa, serasa jadi Ariel NOAH nih😂😂
Yang nanya di GC tentang lagu kesukaan penulis waktu tulis Chapter 4 : Harumin. Aku sukanya lagu band luar, The Calling, Coldplay sama Goo Goo Dolls. Terkadang mendengarkan lagu yang maknanya dalam itu ngaruh nulisnya, kalau aku sih ya😂. Kalau pas tempur aku sih dengerin lagu yang bikin semangat kaya S.I.D sama Iwan Fals feat Nidji - Pesawat Tempur. Udah itu aja lah panjang lebar ngetiknya, lumayan nih berapa kata😅
Salam Bulu Merah🤗
LoSHT Gak Rewel.
IG : Pena_Bulu_Merah
__ADS_1
WA : 😉