
**Assalamualaikum dan Selamat siang. Jangan lupa baca sinopsi ya ada pemberitahuan.
Selamat membaca**.
____
"Kenshin, dunia adalah tempat yang luas. Benua Jiu hanyalah sebagian kecilnya, suatu saat ayah akan mewarisi kekuatan Sang Merah padamu..." Shingen mengelus kepala Ming Fengying dengan penuh kasih sayang.
"Ayah bangga mempunyai seorang anak sepertimu, orang yang bernama Rieyu adalah orang yang datang dari luar Benua Jiu..." tambah Shingen.
"Ayah, apa tidak ada cara untuk mengalahkan makhluk terkuat itu?" tanya Ming Fengying pada Shingen.
"Ada satu, tapi belum saatnya ayah memberitahumu. Suatu saat akan ada pemuda yang datang dari luar Benua Jiu. Mungkin ini sebuah takdir, kelak kau harus berperan membantu pemuda itu, Kenshin." Shingen membuka pintu ruang bawah tanah dan berjalan keluar.
Ming Fengying merasa di kehidupan kali ini banyak pertanyaan lamanya yang terjawab, semua saling berhubungan dan suatu saat dia ingin melihat sendiri sesuatu yang diramalkan oleh ayahnya.
"Menurutku, pemuda yang dimaksud oleh orang - orang Lembah Batu dengan sebutan sang fajar bukanlah aku. Kemungkinan itu adalah pemuda yang diramalkan ayah..." batin Ming Fengying berjalan keluar mengikuti Shingen dari belakang.
Shingen menceritkan tentang leluhur Keluarga Tsukuyomi pada Ming Fengying. Keduanya terlihat sangat akrab ketika sedang bercerita. Ming Lian yang melihat suami dan anaknya semakin dekat setiap hari hanya tersenyum sambil mengamtinya dari teras Istana Pinyin.
"Perang yang akan melibatkan seluruh daratan Benua Jiu ... apa tidak ada cara untuk mencegahnya, ayah?" tanya Ming Fengying pada Shingen.
"Mencegahnya cukup sulit. Semua orang yang mempunyai kekuatan tinggi tidak percaya dengan perkataan ayahmu ini, mereka menganggap diri mereka hebat dan itu akan menjadi kelemahan mereka karena kesombongannya." Shingen tertawa kecil mengingat saat dirinya pernah mengingatkan pada Sekte Aliran Putih dan Netral sebelum Ming Fengying lahir tentang ancama Rieyu dan dunia luar. Tidak ada yang percaya pada perkataannya, semua pendekar yang memiliki ilmu tinggi menganggap Shingen mengatakan sebuah lelucon dan tertawa.
"Benar juga kata ayah..." Ming Fengying ikut tertawa kecil, di kehidupan lamanya dirinya telah bertemu ratusan pendekar angkuh yang memiliki ilmu tinggi.
__ADS_1
"Pemuda yang dimaksud ayah, dia akan datang dari timur Yamato. Kenshin jadi sedikit penasaran tentang dunia luar." Ming Fengying menatap ayahnya yang duduk di sampingnya.
"Itu adalah sesuatu yang harus kau cari sendiri. Jangan biarkan api padam digenerasimu, Kenshin." tegas Shingen menyentuh kepala Ming Fengying.
Ming Fengying tersenyum pada Shingen, tidak lama dia berdiri dan izin untuk berlatih bersama Tao Lulu. Shingen tersenyum melihat anaknya yang akan berlatih bersama Tao Lulu dan mengizinkannya pergi.
Sesampainya di Hutan Impian, Tao Lulu mengajar Ming Fengying seperti biasanya. Latihan demi latihan yang dilakukan Ming Fengying kini membuahkan hasil, aura tubuhnya yang tidak dapat dia kontrol kini sudah membungkus seluruh tubuhnya dengan tenang.
Ming Fengying berharap kekuatan elemen bawaan dari lahir masih sama dengan kehidupan lamanya. Kekuatan elemen angin dan air menjadi senjata utama Ming Fengying di kehidupan sebelumnya.
Ming Fengying mengingat kutukan yang berwarna merah yang berbentuk naga di tubuh ayahnya, menurut perkataan Shingen suatu saat Ming Fengying akan seperti Shingen memiliki kekuatan surgawi.
Shingen berniat mewariskan kekuatannya pada Ming Fengying ketika waktunya tiba, hal yang ingin Ming Fengying lakukan sekarang adalah bagaimana tumbuh kuat agar tubuhnya cocok menjadi wadah pewaris kekuatan surgawi.
Ming Fengying bersyukur karena dengan mengikuti arahan Tao Lulu perlahan tenaga dalamnya terbentuk, mengolah pernapasan dan mengontrol aura memang cukup menguras tenaga. Berulang kali Ming Fengying kehabisan seluruh tenaganya dan tertidur dipangkuan Tao Lulu.
"Ying'er, habiskan pahitan dan manisan itu." perintah Tao Lulu pada Ming Fengying selesai berlatih tendangan dan pukulan, "Bagaiamana rasanya pahitan dari daun kates ini?"
"Pahit... tapi manisan Bibi Lulu membuat lidahku menjadi normal kembali." Ming Fengying tersenyum pada Tao Lulu.
Tao Lulu duduk di depan Ming Fengying dan menatapnya dalam - dalam, pertumbuhan Ming Fengying melebihi perkiraan Tao Lulu. Entah apa yang menjadi penyebab Ming Fengying yang selalu berlatih memaksakan tubuhnya, tapi Tao Lulu selalu menegur Ming Fengying karena anak dari Ming Lian itu selalu memaksakan dirinya terlalu keras. Semua itu tentu saja tidak terlalu baik untuk pertumbuhan tubuh Ming Fengying. Dan Tao Lulu sangat menyadari hal itu.
"Ying'er ini ada beberapa pil yang membantu meningkatkan kekuatanmu." Tao Lulu menyodorkan beberapa pil langka pada Ming Fengying, "Sebenarnya apa yang memotivasimu bertindak sampai sejauh ini, Ying'er?"
"Ying'er ingin bertambat kuat dari diri Ying'er yang kemarin." jawab Ming Fengying sambil mengambil pil yang diberikan Tao Lulu.
__ADS_1
Tao Lulu tersenyum tipis, "Kau sangat unik Ying'er. Tapi jangan pernah sesekali membuat ibu dan ayahmu khawatir lagi," tegas Tao Lulu pada Ming Fengying, "Ini kertas yang Bibi Lulu tulis, ikuti arahan yang tertulis disitu. Jika kamu mengikutinya, proses penyerapan pil yang Bibi Lulu berikan akan bekerja dengan baik."
Ming Fengying membacanya dan senyuman tipis menyeringai di wajahnya, semua yang ditulis Tao Lulu sangat detail dan akurat semua sesuai ingatannya di kehidupan sebelumnya.
Sebelum melanjutkan latihannya kembali, Ming Fengying meminta izin pada Ming Lian dan Shingen untuk berlatih selama beberapa bulan di Hutan Impian bersama Tao Lulu.
Ming Lian memberi izin pada anaknya dengan syarat harus mengikuti semua arahan Tao Lulu dan jangan pernah membantah perkataan Tao Lulu. Waktu yang diberi pada Ming Fengying dari Ming Lian hanya enam bulan, Tao Lulu mengikuti perintah Ming Lian untuk melatih Ming Fengying sambil mengawasinya dengan baik.
Untuk beberapa bulan kedepan Ming Fengying akan berlatih di Hutan Impian selama enam bulan dan tidak kembali ke Istana Pinyin. Ming Fengying mengeluarkan pil yang diberikan Tao Lulu dari sakunya, tangannya memegang Pil Harimau Putih yang sangat langka.
Ming Fengying duduk bersila dan memposisikan tubuhnya senyaman mungkin sebelum bermeditasi untuk menyerap khasiat Pil Harimau Putih.
Dalam proses penyerapan Pil Harimau Putih, Ming Fengying meningat apa saja pelajaran yang dia dapatkan dari Sekte Taman Langit di kehidupan sebelumnya. Proses penyerapan ternyata lebih lama dari yang diperkirakan oleh Ming Fengying, tetapi berkat arahan Tao Lulu proses penyerapan Pil Harimau Putih berjalan lancar tanpa ada halangan suatu apapun.
Tao Lulu mengamati Ming Fengying dari kejuahan, konsentrasi secara penuh dan meditasi mendalam yang dilakukan Ming Fengying membuatnya kagum. Terlihat aura kewibawaan berwarna emas dan putih dari tubuh Ming Fengying ketika malam hari.
Tao Lulu tidak bersantai ketika melatih Ming Fengying, memang enam tahun telah terlewati tetapi mata Ming Fengying masih berwarna merah darah ketika malam hari, ilmu mata ilusi yang digunakan Ming Fengying memang membuat matanya berwarna hitam selama beberapa saat ketika malam hari. Tetapi sebagai seorang tabib, Tao Lulu harus menemukan cara untuk menyembuhkan mata Ming Fengying itu sudah menjadi prinsipnya.
Selesai menyerap seluruh khasiat Pil Harimau Putih, Ming Fengying membuka matanya dan menghampiri Tao Lulu. Agar tubuhnya tidak kaku, Ming Fengying mengisi waktu luang selesai bermeditasi dengan melakukan push up dan gerakan pemanasan yang lainnya. Stamina Ming Fengying juga bertambah, aliran napasnya tidak mudah bocor atau tidak teratur karena Ming Fengying selalu berlari dengan dua beban di kedua kakinya.
Beberapa hari kemudian Ming Fengying kembali bermeditasi untuk menyerap khasiat dari Pil Sinar Rembulan yang diberikan Tao Lulu, kali ini proses penyerapannya sangat lancar dan Ming Fengying benar - benar merasakan khasiatnya.
Banyak perubahan terjadi pada tubuh Ming Fengying dari kualitas tulangnya maupun lingkaran tenaga dalamnya. Masih ada beberapa pil yang tersisa, Ming Fengying berniat menyerap semua pil yang diberikan Tao Lulu sekaligus.
Ming Fengying kembali menyerap beberapa pil yang tersisa, waktu terasa begitu cepat dan tak terasa Ming Fengying telah enam bulan berada di Hutan Impian.
__ADS_1
Tao Lulu mengajak Ming Fengying kembali pulang, dalam perjalanan pulang Tao Lulu menatap perubahan drastis yang terlihat pada Ming Fengying.
"Ying'er, untuk beberapa tahun kedepan kau akan berlatih dibawah arahan Tuan Shingen."