
Sementara itu di permukiman Kota Bei. Pertarungan pendekar gabungan dari Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah bertarung dengan sengit melawan pendekar Sekte Malam Berdarah.
Shingen dan Ban Huo bertarung dengan sengit, keduanya tidak ada yang mau mengalah, baik Shingen maupun Ban Huo mereka berdua terus bertukar serangan satu sama lain.
"Sanada, Ichijo!" ucap Shingen melirik kedua pengikutnya yang sedang bertarung melawan para pendekar dari Sekte Malam Berdarah.
"Kalian berdua bantu Chibisuke, aku merasakan firasat yang tidak enak." perintah Shingen pada Sanada dan Ichijo.
"Baik Tuan Shingen." jawab Sanada dan Ichijo secara bersamaan.
Setelah Sanada dan Ichijo pergi ke sudut kota untuk membantu Chibisuke dan yang lainnya. Shingen fokus pada Ban Huo yang ada dihadapannya.
Shingen menebaskan katananya pada Ban Huo, dia berniat menghabisi Ban Hai secepatnya karena dia tidak melihat satupun perempuan yang bernama Xia Hu dan petinggi Organisasi Iblis Bulan, yang berada di permukiman Kota Bei.
"Teknik Pernapasan Cakra : Bentuk Kasar."
Shingen mengolah pernapasan sambil terus melancarkan serangan pada Ban Huo, dia tidak memberi Ban Huo celah untuk menyerang balik.
"Apa ada pengkhianat di antara pengikutku, tetapi aku tidak boleh berprasangka buruk." batin Shingen merasa ada yang aneh akhir - akhir ini ketika melihat raut wajah salah satu pengikutnya. Tetapi dia tidak ingin percaya ataupun mencurigai salah satu pengikutnya.
Shingen membagi kelompoknya menjadi dua, yang pertama adalah kelompok yang dirinya pimpin untuk membantu Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah. Sedangkan kelompok kedua yang dipimpin Kamejiro berjaga di Hutan Impian, untuk melindungi penduduk wilayah Bei, baik dari Kota Pinyin maupun Kota Bei.
Hanya satu samurai pengikut Shingen yang mengikuti arahan dari Ming Fengying yaitu Toramasa.
"Sepertinya aku harus menggunakan kekuatan ini, walaupun kekuatan surgawi ini belum mengalami pembangkitan penuh. Aku cukup yakin dengan kekuatan katana ini." batin Shingen melepaskan auranya yang berwarna merah dan putih secara bersamaan.
Perlahan rambut hitam Shingen berubah menjadi kemerahan, dan bilah katana tajam Shingen berwarna merah darah.
"Teknik Bulan Darah."
Hati Shingen dan Katana Dewa Bulan menyatu, perlahan Shingen berlari dengan sangat cepat dan menebaskan katananya pada Ban Huo.
__ADS_1
"Orang ini! Kenapa kekuatannya begitu besar? Apa senjatanya mengalami pembangkitan?!" batin Ban Huo menahan tebasan katana Shingen dengan golok kesayangannya.
Ban Huo terdesak oleh serangan bertubi - tubi yang terus dilancarkan oleh Shingen, dia tidak mampu mengimbangi kecepatan ataupun kekuatan Shingen yang meningkat pesat.
"Shingen!" teriak Ban Huo pada Shingen, dengan mata yang mendelik menatap Shingen. Perlahan mata Ban Huo mengeluarkan darah dan tubuhnya mengering.
Shingen masih bersikap tenang, ketika dia menggunakan kekuatan Katana Dewa Bulan. Seluruh pikirannya hanya fokus pada yang dia kehendaki, semua pikiran yang tidak perlu dan mengganggunya tidak akan mengusiknya sedikitpun.
Shingen melakukan kuda - kuda santai sebelum menebaskan katananya kembali pada Ban Huo. Tetapi kali ini Ban Huo mampu bereaksi dan menahan tebasan katana Shingen dengan golok kesayangannya.
"Dia tidak mampu mengendalikan senjata kuno itu, sungguh menyedihkan." gumam Shingen melihat tubuh Ban Huo yang mengering. Seluruh darah Ban Huo dihisap oleh golok kesayangannya.
Senjata Kuno Tipe Pusaka : Golok Darah, milik Ban Huo mempunyai kekuatan yang besar dan haus darah yang mengerikan. Tetapi Golok Darah hanya memilih penggunanya yang mampu tetap tenang dalam membunuh, jika sang pengguna panik ataupun ketakutan maka Golok Darah yang akan mengambil alih kehidupan sang pengguna.
Senjata Kuno tersebar di seluruh belahan dunia, dan terdapat banyak senjata yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Hanya saja, Senjata Kuno memilih pengguna yang cocok dalam mengeluarkan seluruh potensi Senjata Kuno. Orang yang mempunyai Senjata Kuno bukanlah orang yang biasa, karena orang tersebut terpilih menjadi pengguna senjata yang mempunyai kekuatan yang begitu kuat dan di luar nalar manusia.
Katana Dewa Bulan milik Shingen mampu membuat penggunanya memiliki kekuatan yang besar selama beberapa menit, bahkan jika Shingen berhasil membangkitkan seluruh potensi Katana Dewa Bulan, maka dia bisa menggunakan Teknik Bulan Darah selama yang dia mau.
Tetapi jika pengguna tidak cocok dengan Senjata Kuno maka akan berakhir seperti Ban Huo, yang dimana Golok Darah kesayangannya mengambil alih tubuhnya dan kehidupannya.
Shingen menatap tajam Ban Huo, dia bisa melihat jika orang yang ada dihadapannya adalah Roh Golok Darah. Sebuah Roh yang menghisap seluruh darah dan kehidupan Ban Huo.
Shingen menghela napas panjang sebelum memberikan serangan kembali pada Ban Huo.
Benturan kedua Senjata Kuno membuat pendekar maupun samurai yang sedang bertarung terlempar, satunya sudah hampir mengalami pembangkitan sepenuhnya. Sedangkan yang satunya berhasil membuat Roh Senjata Kuno membunuh penggunanya.
Ban Huo menahan tebasan katana Shingen dengan membuat pelindung dari darah, tetapi pelindung itu tidak bertahan lama ketika Shingen melancarkan jurusnya.
Shingen terus menyerang Ban Huo dengan jurus katananya, perlahan dia mampu membuat Ban Huo tidak bisa berkutik.
"Roh golok itu memaksaku menggunakan kekuatanku lebih dari ini." umpat Shingen melihat Ban Huo masih bisa menahan tebasannya.
__ADS_1
Shingen menebas dengan cepat tangan kiri Ban Huo hingga terpotong, tetapi tindakannya membuat Roh Golok Darah yang sudah menguasai tubuh Ban Huo menyerangnya dengan membabi - buta.
"Sepertinya pemilik pertama golok itu adalah orang yang suka membunuh." batin Shingen menahan tebasan golok Ban Huo.
Shingen tidak menyangka dia akan di paksa ke posisi bertahan oleh Ban Huo, sesekali Shingen berusaha menyerang balik walau itu cukup sulit baginya.
Roh Golok Darah memaksa tubuh Ban Huo menggunakan tenaga dalam yang besar, dan menggunakan jurus goloknya untuk menyerang Shingen.
Roh Golok Darah yang mengambil alih tubuh Ban Huo, hanya berpikir cara untuk membunuh Shingen.
Shingen terus menangkis serangan golok Ban Huo, perlahan dirinya tersenyum karena sudah lama dia tidak merasakan detak jantung sebuah pertarungan.
"Sejak terakhir kali aku melawan makhluk penuh kebencian itu!" hati Shingen memainkan melodi penuh kebencian dan dendam yang luar biasa.
Shingen memejamkan matanya kemudian dia menyerang balik Ban Huo, serangannya yang cepat dan gesit itu tidak mampu diikuti oleh Ban Huo. Walaupun Roh Golok Darah mengambil alih tubuh Ban Huo, tetap saja dia tidak dapat mengikuti tebasan katana Shingen.
Shingen tidak membuka matanya, tetapi dia bisa mengetahui dimana Ban Huo berada.
Shingen menebas badan Ban Huo dan menusuk jantungnya. Kemudian dia menendang perutnya, secara perlahan Shingen mengatur napasnya untuk tetap tenang.
Ban Huo menghembuskan napas terakhirnya, dengan tubuhnya yang telah mengering bahkan Golok Darahnya terlepas dari genggaman tangannya.
Sebelum efek dari Teknik Bulan Darah habis, Shingen menghabisi pendekar dari Sekte Malam Berdarah.
Melihat Shingen dapat dengan mudah membunuh ratusan pendekar dari Sekte Malam Berdarah. Pendekar dari Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah menelan ludah, mereka tidak menyangka melihat Shingen memiliki kekuatan yang di luar nalar.
Shingen dapat membunuh pendekar dari Sekte Malam Berdarah dengan mudah, dia membunuh mereka dalam satu tebasan katananya. Setelah berhasil menghabisi pendekar dari Sekte Malam Berdarah yang mengacau di permukiman Kota Bei. Shingen menyuruh Fujin untuk pergi ke sudut kota, sedangkan dirinya bergegas pergi ke Istana Pinyin.
Pendekar gabungan dari Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah mengikuti Fujin pergi ke sudut kota.
"Semoga tebakanku kali ini salah!" harap Shingen dalam hatinya.
__ADS_1