Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 34 : Bentrokan Di Sudut Kota


__ADS_3

Sudut permukiman Kota Bei terjadi pertempuran sengit, di sana ada pendekar gabungan dari Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah bertarung melawan pendekar dari Sekte Mawar Hitam.


Sementara itu Han Zoe yang melihat sosok Feng Zi, membuat dirinya tidak bisa tenang. Han Zoe langsung menyerang Feng Zi dengan tebasan pedangnya.


Feng Zi tersenyum sinis, dia masih mengenal sosok pria yang menyerang dirinya.


"Bagaimana rasanya menjadi orang bisu?!" ejek Feng Zi pada Han Zoe.


Han Zoe begitu marah dalam hatinya, dia kembali menebaskan pedangnya pada Feng Zi.


Feng Zi menciptakan sepuluh pedang dengan tenaga dalamnya, ditangannya sudah ada pedang kesayangannya. Sedangkan sepuluh pedang yang dia ciptakan dengan tenaga dalamnya, hanya untuk menangkis dan menahan tebasan pedang Han Zoe.


Feng Zi telah mencapai pendekar suci dan dia sudah mampu menyempurnakan tenaga dalamnya. Bahkan Feng Zi juga sudah bisa memanipulasi aura tubuhnya menjadi tanah. Eleman tanah yang membuat pertahanannya menjadi mutlak, bahkan dia bisa menggunakan elemen tanahnya menjadi senjata yang mematikan bagi lawannya.


Feng Zi tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya, dia hanya mengamati Han Zoe yang sedang bertukar serangan dengan sepuluh pedang yang dirinya ciptakan dengan tenaga dalam.


"Boleh juga anak ini, pasti dia berlatih dengan keras agar bisa melawanku kembali." gumam Feng Zi yang sedang mengamati Han Zoe.


Melihat Han Zoe yang terdesak, Fujin dan Ichijo membantu pendekar tersebut. Sedangkan Sanada dan Han Xu sedang bertarung melawan Mao She.


Fujin mengayunkan katananya untuk menghancurkan pedang yang Feng Zi ciptakan dengan tenaga dalam. Permainan katana Fujin begitu santai, tetapi setiap tebasannya benar - benar cepat seperti angin.


"Tuan Pendekar, biarkan kami membantumu." ucap Ichijo yang berada disamping Han Zoe.


Han Zoe mengangguk pelan, kemudian dirinya menebaskan pedangnya dari jauh mengincar tubuh Feng Zi. Tebasan Han Zoe yang menciptakan angin padat yang melesat ke arah Feng Zi, tetapi tebasannya belum mampu melukai Feng Zi.


Ichijo mencoba mendekati Feng Zi, tetapi tanah - tanah yang sedang dia pijak membuat pertahanan yang menjaga Feng Zi.


"Satu Tebasan Mematikan."


Ichijo menebaskan katananya untuk memotong tanah yang membentuk tembok kecil. Tetapi setiap Ichijo semakin dekat dengan Feng Zi, maka semakin banyak tanah - tanah yang membentuk sebuah pertahanan. Bahkan ada beberapa tanah yang membentuk sebuah tangan, dan menyerang Ichijo.


"Satu Cakar Mematikan."


Ichijo membelah tanah yang berbentuk pukulan tangan yang mengarah padanya, setiap Ichijo menebas tanah tersebut maka akan muncul serangan pukulan tanah yang lainnya.


"Tuan Pendekar, biar aku yang mengurus pedang - pedang ini." ucap Fujin pada Han Zoe. Karena Fujin bisa melihat Han Zoe yang ingin membantu Ichijo.


Fujin berhadapan dengan sepuluh pedang yang diciptakan oleh Feng Zi dengan tenaga dalamnya, setiap Fujin menghancur satu pedang tenaga dalam yang dibuat Feng Zi maka jumlah pedang akan bertambah sepuluh.


Feng Zi tersenyum sinis melihat ketiga musuhnya kewalahan melawan dirinya.


"Sekuat apapun kalian bekerja sama dan berusaha, kalian bertiga tidak pernah mengalahkanku." ucap Feng Zi sambil tersenyum lebar melihat ketiga lawannya tidak bisa menyerang dirinya. Bahkan mereka bertiga tidak dapat membuat Feng Zi bergerak dari tempatnya.


Ichijo dan Han Zoe terus memotong pertahanan tanah milik Feng Zi. Mereka berdua semakin dekat dengan Feng Zi. Tetapi kekuatan Feng Zi yang masih jauh di atas Ichijo dan Han Zoe, membuat keduanya kelelahan karena stamina mereka berdua terkuras habis.


"Sialan! Jika seperti ini maka kita hanya menari di telapak tangannya saja, Tuan Pendekar." ucap Ichijo menghela napas panjang dan secara perlahan dia mulai mengatur aliran napasnya.


Han Zoe melepaskan aura tubuhnya, dan mengeluarkan aura intimidasi yang begitu besar ke arah Feng Zi. Tetapi aura intimidasi milik Han Zoe belum mampu membuat Feng Zi terpengaruh sedikitpun.

__ADS_1


Han Zoe menebaskan pedangnya dari jauh, tebasan pedangnya menciptkan harimau berwarna putih yang berlari ke arah Feng Zi. Tetapi teknik pedang Han Zoe, dapat ditangkis Feng Zi dengan mudah menggunakan tanah pelindungnya.


"Aku harus cepat membunuh kalian! Ada tugas yang harus kuselesaikan!" batin Feng Zi yang kesal melihat ketiga lawannya masih berusaha melawan dirinya.


Feng Zi menciptkan puluhan manusia tanah yang dia ciptakan dengan aura tubuhnya. Puluhan manusia tanah yang Feng Zi ciptakan itu, tubuhnya diselubungi tenaga dalam.


Puluhan manusia tanah menyerang Fujin, Han Zoe, dan Ichijo. Mereka bertiga tidak menyangka Feng Zi masih belum mengeluarkan seluruh kekuatanya.


"Sebaiknya aku pergi dulu." ucap Feng Zi melompat ke belakang dan mencari celah untuk pergi ke Istana Pinyin.


"Tunggu!" teriak Zhang Shen yang sedang membunuh puluhan pendekar dari Sekte Mawar Hitam.


Zhang Shen dengan tajam menatap Feng Zi, setelah membunuh pendekar dari Sekte Mawar Hitam, tanpa menunggu lebih lama lagi, Zhang Shen berlari cepat sambil mengayunkan pedangnya mengincar kepala Feng Zi.


Feng Zi menangkis tebasan pedang Zhang Shen, dia sendiri tidak menyangka pelindung tanahnya yang menyerang Zhang Shen, telah hancur berkeping - keping terkena tebasan pedang Zhang Shen.


"Harimau putih? Sepertinya kalian juga bekerja sama dengan Tuan Putri Kelima!" ucap Feng Zi sambil mendorong tebasan pedang Zhang Shen.


Zhang Shen mencoba mengatur napasnya dan menenangkan dirinya, karena dirinya harus tenang dan fokus jika berhadapan dengan seorang pendekar suci.


"Sudah lama aku tidak bertarung dengan pendekar suci, kekuatannya setara denganku. Tidak, kemungkinan dia jauh lebih kuat daripada aku." batin Zhang Shen menatap tajam Feng Zi.


"Kau akan mati di tanganku malam ini, kau harus merasakan akibatnya. Karena telah membuat muridku menjadi bisu!" teriak Zhang Shen pada Feng Zi.


Zhang Shen tidak bisa mengontrol emosinya, dia mengayunkan pedangnya secara membabi - buta. Tetapi setiap tebasannya, benar - benar mematikan.


"Jurus Harimau Putih : Cakar Tiga Pilar."


Feng Zi tersenyum tipis menahan tebasan pedang Zhang Shen. Melawan sesama pendekar suci, pertahanan tanahnya tidak berpengaruh pada Zhang Shen.


"Sepertinya aku harus memakan pil ini." gumam Feng Zi mengambil lima pil iblis darah dari sakunya.


Feng Zi menelan kelima pil iblis darah itu, dia dapat mengontrol kekuatan yang membuat seluruh inderanya meningkat pesat. Feng Zi meremas tangannya sambil menikmati sensasi pil iblis darah yang mulai bekerja pada tubuhnya.


Feng Zi menciptakan ratusan manusia tanah untuk menyerang Zhang Shen. Setelah menelan pil iblis darah, tenaga dalam Feng Zi yang terkuras langsung pulih secara perlahan. Bahkan kekuatannya bertambah pesat dalam waktu singkat.


Feng Zi tertawa mengejek melihat Zhang Shen yang sedang bertarung melawan manusia tanah buatannya.


Zhang Shen memotong puluhan tubuh manusia tanah, tetapi ada yang tidak beres dengan manusia tanah yang dibuat oleh Feng Zi. Karena setiap Zhang Shen memotongnya menjadi dua, saat itu juga manusia tanah akan bertambah dan terlihat seperti orang mati yang hidup kembali.


"Bergantung pada obat - obatan untuk meningkatkan kekuatan! Tidak ada jalan pintas untuk menjadi seorang pendekar sejati, pecundang!" Zhang Shen memutarkan tubuhnya. Putaran tebasan pedangnya membuat pusaran angin yang menghancurkan seluruh manusia tanah buatan Feng Zi.


Feng Zi membuat kembali membuat manusia tanah sambil menyerang Zhang Shen. Kali ini Feng Zi mengeluarkan aura intimidasinya yang berwarna aura putih kotor pada Zhang Shen. Aura putih kotor milik Feng Zi berbeda dengan aura putih bersih. Karena aura putih kotor, sudah bercampur dengan kedengkian dan sifat buruk manusia.


"Mawar Hitam Berguguran."


Feng Zi mengayunkan pedangnya dengan cepat, walau Zhang Shen dapat mengimbangi dirinya. Tetapi ketika Feng Zi melakukan tebasan tipuan, dia berhasil menebas badan Zhang Shen.


Zhang Shen meringis kesakitan, dia memegang dadanya yang bersimbah darah. Perlahan Zhang Shen mundur beberapa langkah ke belakang.

__ADS_1


"Jika aku telat bereaksi, maka aku akan mati!" umpat Zhang Shen menahan rasa sakit yang luar biasa, karena terkena tebasan pedang Feng Zi.


Feng Zi tidak berniat membiarkan Zhang Shen untuk memulihkan tubuhnya. Dengan cepat Feng Zi kembali menyerang Zhang Shen. Tebasan demi tebasan, Zhang Shen dapat menangkis seluruh tebasan pedang Feng Zi.


Feng Zi mengerutkan dahinya melihat Zhang Shen masih mempunyai tenaga untuk melawannya.


"Racun Raja Mawar."


Feng Zi menggunakan begitu banyak tenaga dalamnya untuk menusuk organ vital Zhang Shen. Feng Zi langsung berniat memenggal kepala Zhang Shen, tetapi Fujin dan Ichijo menahan tebasan pedangnya.


Sementara itu Han Zoe berniat menebas Feng Zi dari belakang. Tetapi Feng Zi dapat dengan mudah menahan tebasan Han Zoe.


"Mereka bertiga!" batin Feng Zi yang melihat seluruh manusia tanah buatannya telah hancur, bahkan puluhan pedang yang dia ciptakan dengan tenaga dalamnya juga telah hancur.


Zhang Shen menggunakan kekuatannya yang tersisa untuk membuat Feng Zi tidak dapat bergerak selama beberapa detik.


"Jurus Tingkat Atas : Aura Cengkeraman Harimau Putih."


Zhang Shen mengeluarkan seluruh aura intimidasinya dan tenaga dalamnya secara bersamaan ke arah Feng Zi.


Zhang Shen batuk darah, dia mencoba menahan rasa sakit sambil matanya menatap tajam Feng Zi, yang berada dalam jangkaun aura intimidasinya.


Feng Zi berkeringat dingin ketika merasakan tubuhnya tidak dapat bergerak, kini wajah Feng Zi pucat pasi ketika melihat senyuman sinis Zhang Shen.


"Orang itu!" umpat Feng Zi yang terlambat bereaksi menggunakan aura intimidasnya.


Zhang Shen mengatur napasnya yang sudah tidak teratur, dia melihat Han Zoe yang mendekat padanya. Tetapi Zhang Shen memberi kode pada Han Zoe dengan tangannya agar jangan mendekati dirinya.


"Kalian bertiga ... serang orang itu ... dengan seluruh kekuatan kalian!" perintah Zhang Shen pada Fujin, Han Zoe dan Ichijo.


Han Zoe langsung mengikuti perkataan Zhang Shen. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Han Zoe mengalirkan tenaga dalamnya pada bilah pedangnya.


Han Zoe menebaskan pedangnya ke arah Feng Zi. Tebasan Han Zoe membentuk mulut harimau yang meraung dan siap mengunyah mangsanya.


"Satu Amukan Amarah."


Ichijo juga mengikuti perkataan Zhang Shen. Tebasan katana Ichijo membentuk tebasan sabit berwarna merah darah yang melesat cepat ke arah tubuh Feng Zi.


Fujin tersenyum tipis melihat Han Zoe dan Ichijo mengikuti perkataan Zhang Shen.


Fujin menutup matanya dan kedua kakinya dalam pasang kuda - kuda depan.


"Pusaran Angin."


Fujin menebaskan katananya ke arah tubuh Feng Zi yang tidak bisa bergerak. Pusaran angin berputar ke arah Feng Zi.


Feng Zi mengutuk Zhang Shen karena membuat dirinya tidak bisa bergerak. Tiga tebasan pedang dan katana mengarah ke arah dirinya secara bersamaan. Mata Feng Zi mendelik menatap Zhang Shen penuh kebencian.


Setelah Zhang Shen jatuh ke tanah. Tubuh Feng Zi langsung roboh ke belakang.

__ADS_1


Han Zoe melihat Feng Zi yang mati dengan mata yang mendelik menatap Zhang Shen.


Kemudian mereka bertiga langsung memberi pertolongan pertama sebisanya kepada Zhang Shen.


__ADS_2