Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 21 : Akhir Dari Ketua Kelima Sekte Mawar Hitam


__ADS_3

"Saudara Lin, sepertinya kau masih tidak terima jika aku keluar dari Sekte Taman Langit." ucap Yan Xiang yang masih bisa tersenyum sinis melihat kehadiran Lin Kin dihadapannya, bahkan dirinya terlihat seperti sudah melupakan soal Luo Xi yang melarikan diri.


"Keberadaanmu merupakan aib bagi Sekte Taman Langit!" Lin Kin mengeluarkan aura intimidasi yang cukup kuat membuat anggota dari Yan Xiang merasa kedinginan seperti sedang berada di ketinggian langit.


"Aku hanya ingin menjadi lebih kuat, ternyata pilihanku berlatih di Sekte Taman Langit adalah sebuah kesalahan!" Yan Xiang tertawa tidak terpengaruh oleh aura intimidasi Lin Kin.


Yan Xiang melihat anggota pendekar dari Sekte Mawae Hitam yang tersisa sudah dihabisi oleh Shingen dan Zhang Bingjie. Dia sadar jika kesempatan untuk melarikan diri dari situasi sekarang sudah tidak ada.


"Tuan Shingen dan Ketua Zhang cukup lihat dari sana, ini adalah masalah pribadi Sekte Taman Langit, kumohon biarkan aku yang membunuh orang ini!" Lin Kin menatap dingin Yan Xiang. Dia tidak ingin ada orang yang ikut campur masalah pribadinya.


Shingen menyarungkan katananya disusul Zhang Bingjie yang mengikuti perkataan Lin Kin, Zhang Bingjir memilih melihat pertarungan Lin Kin melawan Yan Xiang.


"Terimakasih jika kalian tidak berniat mengeroyokku secara bersamaan, seperti yang kupikirkan aliran putih mempunyai pola pikir yang naif!" Yan Xiang tersenyum sinis dan tidak takut walau dirinya sudah tidak mempunyai kesempatan untuk menang.


"Kau masih bisa bicara seperti itu!" Zhang Bingjie naik darah mendengar perkataan Yan Xiang yang sengaja memprovokasinya, bahkan perkataan Yan Xiang membuat pendekar dari Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah, yang sedang melihatnya berhadapan dengan Lin Kin. Menjadi geram dan emosi karena terpancing perkataan Yan Xiang.


"Ketua Zhang! Jangan ikut campur!" teriak Lin Kin membuat Zhang Bingjie diam dan kembali menyarungkan pedangnya.


"Maafkan aku..." Zhang Bingjie menatap tajam Yan Xiang yang tersenyim sinis ke arahnya.


Yan Xiang tersenyum puas melihat raut wajah kesal pendekar dari Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah, kemudian dia menyerang dengan permainan goloknya yang tajam dan akurat setiap ayunannya sangat mematikan, sedangkan di sisi lain Lin Kin lebih memilih bertahan.


Lin Kin menangkis setiap tebasan golok yang dilayangkan oleh Yan Xiang, permainan pedang Lin Kin terlihat kaku dan tidak bertenaga tetapi dirinya masih bisa menangkis setiap tebasan golok Yan Xiang, dengan kelebihannya sendiri yaitu tetap bersikap tenang dalam situasi yang terdesak.


Yan Xiang mengerutkan dahinya melihat sikap tenang yang terlihat di wajah Lin Kin, kini dirinya tidak menyerang secara membabi buta dan memilih untuk menggunakan ilmu pedang dari Sekte Taman Langit untuk memancing amarah Lin Kin.

__ADS_1


"Taman Mimpiku."


Yan Xiang menggunakan jurus pedang dari Sekte Taman Langit yang membuat tebasan pedangnya menjadi tak terlihat sementara selama beberapa detik. Melihat jurus yang digunakan oleh Yan Xiang, pendekar dari Sekte Taman Langit yang sedang melihat pertarungan tersebut menjadi emosi, karena Yan Xiang terlihat seperti sengaja menggunakannya.


Lin Kin mengerutkan dahinya melihat jurus yang digunakan Yan Xiang, perlahan Lin Kin mulai merasa kesal, Lin Kin tidak lagi bersikap tenang dan kini setiap tangkisannya sangat kaku bahkan badan dan lengan Lin Kin terkena tebasan dari golok Yan Xiang.


"Aku termakan provokasinya!" batin Lin Kin yang melihat sekujur tubuhnya terkena sayatan golok Yan Xiang, yang menggunakan jurus Taman Mimpiku dikombinasikan dengan permainan goloknya yang mematikan.


Zhang Bingjie yang melihat pertarungan tersebut mulai berat sebelah sedikit khawatir dengan kondisi Lin Kin.


"Tuan Shingen, bagaiamana menurutmu?" Zhang Bingjie melirik Shingen yang hanya diam dan santai melihat pertarungan tersebut.


"Percayakan semuanya pada Ketua Lin, lelaki yang sudah bertekad dan punya harga diri tinggi jangan mencampuri masalah pribadinya, jika Ketua Zhang berniat mencemari pertarungan yang sudah disetujui kedua belah pihak ini, maka aku yang akan menghentikanmu, Ketua Zhang!" Shingen yang tenang dalam sekejap menjadi geram karena melihat Zhang Bingjie yang memegang pedangnya dan terlihat seperti ingin membantu Lin Kin.


"Ada apa? Apa kau kelelahan, saudara Lin?" Yan Xiang tersenyum sinis melihat dirinya lebih unggul dalam pertarungan ini.


Menghiraukan provokasi Yan Xiang yang dengan sengaja tersenyum meremehkan dirinya, Lin Kin melakukan beberapa gerakan langkah kaki untuk menghindari tebasan golok Yan Xiang.


Yan Xiang mengepalkan salah satu tangannya dengan erat, kemudian dia menyalurkan tenaga dalamnya pada goloknya hingga golok miliknya mengeluarkan api yang membara.


Api tersebut cukup panas hingga membuat Lin Kin menjaga jarak dengan Yan Xiang, Lin Kin berusaha untuk tidak panik sambil mengamati pergerakan musuhnya tersebut.


"Sudah kuduga ilmu miliknya masih banyak, tetapi kau salah karena dari awal telah meremehkanku." batin Lin Kin dengan tenang dirinya mengamati situasi dan menatap tajam golok Yan Xiang.


Lin Kin tersenyum tipis membuat senyuman yang terus menyeringai diwajah Yan Xiang berubah menjadi pucat.

__ADS_1


"Teknik Ilusi : Impian Taman Awan."


Lin Kin terlihat seperti menghilang menjadi kepulan awan walau sebenarnya dia hanya menggunakan trik untuk mengecoh lawannya menggunakan langkah bayangan, tetapi tetap saja itu adalah teknik yang cukup sulit untuk dipelajari apalagi dikuasai dan digunakan dalam pertarungan.


"Orang ini tidak pernah memberitahuku tentang jurus ini!" Yan Xiang menatap tajam Lin Kin mengingat saat dimana dirinya menjadi Tetua Sekte Taman Langit, tetapi pada saat itu Lin Kin tidak pernah memberitahu padanya tentang jurus ilusi tersebut.


Dengan langkah bayangan yang membuat dirinya terlihat seperti menghilang, kini Lin Kin berhasil mengecoh Yan Xiang yang sedang dalam kebingungan karena tidak bisa melihat dirinya.


"Kau melihat kemana." bisik Lin Kin di telinga Yan Xiang untuk menjatuhkan mentalnya kemudian menghilang. Yan Xiang mengayunkan goloknya ke kiri dan ke kanan untuk menghindari bisikan suara Lin Kin, tetapi tebasan acak tersebut tidak mengenai tubuh Lin Kin.


Lin Kin muncul dihadapan Yan Xiang dengan mata yang tertutup dan tangan yang memegang pedangnya, sedangkan kedua kakinya memasang kuda - kuda depan.


Yan Xiang berpikir sesuatu terjadi pada Lin Kin dan menemukan celah untuk menyerang, dengan penuh percaya diri Yan Xiang melangkahkan kakinya dengan cepat dan melepaskan serangan tebasan goloknya pada Lin Kin. Orang - orang yang sedang melihat pertarungan tersebut hanya diam dan beberapa dari mereka tersenyum melihat gerakan kuda - kuda yang digunakan Lin Kin.


"Jadi Ketua Lin telah mempelajari gerakan ini, saat itu kupikir dia hanya ingin mengujiku." Shingen terkejut karena kuda - kuda depan yang dilakukan oleh Lin Kin, sama persis dengan jurusnya yang dapat membunuh orang tanpa bergerak dari tempatnya.


"Matilah dengan tenang, Saudara Zhang."


Lin Kin membuka matanya karena merasakan Yan Xiang telah masuk dalam jangkauan serangannya, dengan cepat dan tak terlihat tebasan pedang Lin Kin menebas tubuh Yan Xiang hingga nyawanya melayang dalam sekejap.


"Perbedaan budaya adalah sesuatu yang baik, hanya tinggal bagaimana cara kita menanggapinya saja!" Lin Kin mengibaskan pedangnya untuk menghilangkan darah Yan Xiang yang menempel di bilah pedangnya sebelum menyarungkannya kembali.


Yan Xiang yang meremehkan kekuatan Lin Kin dan tidak bereaksi cepat ketika ingin menghindari serangan tebasan tersebut, karena dirinya sempat menyadari bahwa Lin Kin membuat jangkauan lingkaran yang cukup luas dimana titik tengah yang menjadi pusat dari jangkauan tersebut. Ketika dirinya memasuki jangkauan lingkaran tersebut, Yan Xiang berkeringat dingin dan ingin menghindar, tetapi dirinya terlambat bereaksi karena Lin Kin dari awal sudah siap dan merencanakan semua itu.


Zhang Bingjie melirik ke arah Shingen yang sedang berbicara dengan Kaisar Ming Long, dirinya tidak menyangka bahwa Shingen memiliki kharisma seorang lelaki yang mampu membuat seorang Lin Kin berguru padanya untuk mempelajari jurus tersebut.

__ADS_1


__ADS_2