
Shingen memijat keningnya setelah mendengar penjelasan Soo Yun. Sementara itu Fujin dan Sanada cukup terkejut mengingat gadis bermata sayu itu sangat penakut tetapi gadis itu memilih mengambil resiko yang sangat besar.
Yuan Shi terdiam menatap Ming Fengying yang sedang menatap langit malam tepat setelah Soo Yun selesai berbicara.
Soo Yun menatap wajah Ming Fengying, sedang tangannya memegang lengan kimono Ming Fengying dengan erat dan menariknya pelan.
"Fengfeng..." Soo Yun menggumam pelan, gadis bermata sayu itu tahu jika Ming Fengying tidak akan setuju dengan rencananya.
"Yunyun, maaf tapi aku tidak menyetujui rencana gilamu ini! Kau jangan gegabah, cukup tunggu aku disini, kau pikir ini permainan anak-anak?!" Ming Fengying langsung memegang tangan Soo Yun dengan erat. Gadis bermata sayu itu cukup terkejut dengan reaksi Ming Fengying tetapi dia juga ingin membantu, dia tidak ingin menjadi beban.
"Sial! Kenapa aku sangat khawatir seperti ini?!" Ming Fengying membatin ketika melihat mata sayu gadis yang dia tatap berkaca-kaca.
Ming Fengying sadar jika dirinya pernah gagal menyelematkan Harumi dan itu membuatnya trauma. Namun tatapan gadis sayu yang dia tatap sangat indah, sangat berwarna dipenuh tekad gadis lemah namun memiliki semangat yang membara.
"Kediaman Walikota Kota Jinning ada dua pendekar tingkat hitam dan Zhao Lhuo. Aku akan pergi ke kediaman Walikota Kota Jinning dan tidak bisa menemanimu!" Ming Fengying tidak bisa mengubah rencananya begitu saja, tidak dia sangka dirinya sudah terlalu jauh, terlalu dalam dan terlalu menerima gadis bermata sayu yang sedang memegang tangannya lebih dari yang dia kira.
"Tunggu, Kenshin! Kita bergerak sesuai rencana, ayah akan melindungi Zhao Kun dan membunuh kedua pendekar tingkat hitam itu! Jangan remehkan ayahmu ini!" Shingen tersenyum tipis melihat anaknya yang sudah bisa mengkhawatirkan lawan jenisnya dan itu membuat Shingen geli sendiri.
"Tetapi-" Shingen langsung memberi isyarat pada Ming Fengying agar tetap diam.
"Kau terlalu khawatir! Kekuatan ayah lebih dari yang kamu kira, Kenshin. Tubuh ayah tidak akan kalah begitu saja, selama tekad dan perjuangan masih ada, maka akan ada harapan, ingat perkataan ayah tadi, Kenshin!" Shingen menatap api unggun yang ada dihadapannya. Dia merasa Ming Fengying sudah mengetahui luka dalamnya.
"Baiklah, ayah. Aku akan menjaga Yunyun..." Ming Fengying membalas pegangan tangan Soo Yun dengan sangat erat. Gadis bermata sayu itu merasakan kekhawatiran yang sangat besar di gertaran tangan Ming Fengying.
"Yunyun kau cukup pancing orang bernama Zhang Fei keluar sampai di tempat kau menunggguku saat aku mengintai di Permukiman Wuhang." Ming Fengying menatap mata sayu yang sangat membuatnya khawatir itu.
__ADS_1
"Aku akan melawan Zhang Fei! Paman Fujin, Paman Sanada dan Yukimura akan langsung bergerak ke rumah bordil tempat Enam Pendekar Akar dan pendekar dari Lembah Bunga Kematian berada! Kita akan langsung melakukan penyerangan secara mendadak!" Ming Fengying menatap semua orang yang terlibat dalam rencana ini dengan tajam. Tidak berapa Ming Fengying berkata.
"Menurutku Zhang Fei sudah mencapai tingkat hitam akhir. Aku akan membunuhnya tepat setelah dia keluar dari rumah bordil!" Yuan Shi menelan ludah karena dia sadar jika dirinya baru mencapai pendekar tingkat dua begitu juga dengan Ming Fengying. Namun Ming Fengying dan Yuan Shi telah berlatih menjadi seorang samurai selama beberapa tahun ini. Gabungan teknik samurai dan pendekar mereka gabungkan.
"Kita bergerak, setelah aku mengatasi dua pendekar itu, maka aku akan membantu kalian!" Shingen berdiri dan menatap langit-langit malam.
"Saatnya kita bergerak, kita serang mereka saat para kumpulan manusia sialan itu sedang mabuk!" Shingen memberi isyarat pada Zhao Kun agar melakukan pergerakan.
"Semoga keberuntungan berpihak kepada kita!" Shingen melambaikan tangan pada Ming Fengying dan lainnya.
"Serangan pertama menjadi penentu. Kalian bertiga harus bisa membunuh tiga dari Enam Pendekar Akar. Jika sanggup, bunuh dua pendekar dan itu akan membuat kemenangan kita jauh lebih besar." Ming Fengying menatap Fujin, Sanada dan Yuan Shi. Mereka bertiga menganggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan Ming Fengying.
"Enam Pendekar Akar, mereka baru mencapai tingkat hitam, sedangkan Zhang Fei hampir mencapai pendekar suci, tetap saja, apa kau akan baik-baik saja Feng? Lawanmu itu hampir mencapai pendekar suci!" Yuan Shi menelan ludah karena saat ini dia sangat gugup dan gelisah.
"Aku akan baik-baik saja, lebih baik kau pikirkan dirimu sendiri Yukimura. Kita sudah tidak ada waktu lagi, kita saling berpacu dengan matahari yang sedang tertidur di singgasananya." Ming Fengying menarik tangan Soo Yun dengan sangat erat.
Fujin, Sanada dan Yuan Shi langsung mengikuti Ming Fengying dari belakang. Kini mereka akan melakukan penyerangan mendadak ketika para pendekar sedang mabuk dan terlena dalam kenikmatan dunia.
***
Di kediaman Walikota Kota Jinning terlihat begitu sepi, dua pendekar yang sedang meminum arak dan dikelilingi puluhan gadis muda itu terlihat sangat larut dalam kesenangan duniawi.
Dalam ketenangan malam yang dingin itu mereka tidak sadar akan pergerakan beberapa orang yang sedang dalam perjalanan untuk melakukan penyerangan.
"Kita nikmati gadis-gadis ini sebelum dijual ke pedagang dari Kerajaan Fiore." Pria berambut merah yang bernama Yun Leiyin itu sedang meminum arak sambil memegang tubuh seorang gadis muda.
__ADS_1
"Aku sangat bersyukur pada Pangeran She yang telah menerimaku sebagai Lima Pendekar Bunga Ular. Berkat dia, selama setahun belakang ini aku sudah mencicipi dua gadis perawan," sahut seorang pria berambut putih bernama Yan Jiufeng.
Yun Leiyin dan Yan Jiufeng adalah anggota dari Lima Pendekar Bunga Ular yang didirikan oleh Pangeran She. Dengan bantuan Xia Hu tentu Pangeran She dapat memperkerjakan pendekar yang ada di Kekaisaran Kuru, Kekaisaran Shi, Kekaisaran Yin, Kekaisaran Hei dan Kekaisaran Jin yang tidak memiliki pekerjaan. Dan semua itu berkat informasi dari Organisasi Iblis Bulan.
Berkat informasi dari Harta Kegelapan yang ada di Kekaisaran Shi membuat Organisasi Iblis Bulan memiliki informasi yang cukup untuk menjalin kerja sama dengan Pangeran She. Banyak yang tidak mengetahui sosok pemimpin dari Organisasi Iblis Bulan karena minimnya informasi tentang organisasi tersebut.
Pangeran She telah berselingkuh secara diam-diam di belakang Yi Min. Tepat setelah setahun kelahiran Ming Fengying kabar bahagia menyelimuti keluarga Pangeran She karena Yi Min telah melahirkan bayi mungil cantik bernama Ming Mei.
Perempuan cantik yang baik hati sangat bahagia telah melahirkan bayi yang diberi kesehatan dengan baik, namun sangat disayangkan karena Yi Min tidak mengetahui kebusukan suaminya yang telah menodai puluhan perempuan di daratan Kekaisaran Kuru, baik itu dari gadis-gadis muda yang berasal dari desa sampai gadis yang diculik dari kota.
Semenjak Pangeran She menjalin hubungan dengan Xia Hu kini pria yang merupakan kakak kandung dari Ming Lian sudah berbuat keterlaluan. Dia mendapatkan informasi dari Xia Hu jika bersetubuh dengan gadis perawan akan membuat kemampuannya meningkat pesat, dan Pangeran She mempercayai hal itu. Bahkan sekarang dia telah berkali-kali berselingkuh dengan Xia Hu secara diam-diam.
Menurut rumor yang disebarkan Harta Kegelapan terdapat beberapa gadis yang sedari lahir mempunyai tubuh istimewa, mereka yang lahir dengan tubuh Istimewa memiliki kekuatan jelmaan dewa-dewi. Dan itu membuat banyak orang-orang di Benua Jiu yang memiliki niat jahat melakukan pergerakan untuk melihat kebenaran tersebut.
Kembali ke kediaman Walikota Kota Jinning yang sedang bergejolak, Yun Leiying dan Yan Jiufeng sedang melepas jubah hijau yang mereka pakai dan mereka sudah bersiap menggagahi gadis yang sedang menangis ketakutan.
"Ini pemandangan yang ingin kulihat, tangisanmu membuatku semakin bernafsu..." Yan Jiufeng dengan napas yang memburu mengelus perut gadis yang menangis tersedu-sedu. Tidak berapa lama Yan Jiufeng menindih gadis tersebut.
"Aku sangat menyukai perempuan yang pasrah seperti ini, hahaha." Yun Leiyin menanggapi perkataan Yan Jiufeng. Sekarang Yun Leiyin hampir melepas seluruh pakaiannya.
"Kalian berdua baru menikmati gadis yang kuberikan. Aku baru bangun setelah menikmati gadis kesukaanku." Suara Zhao Lhuo membuat Yun Leiyin dan Yan Jiufeng langsung menghentikan aksi mereka sesaat.
"Stok gadis di Kota Jinning masih ban-" Zhao Lhuo terperanjat kaget mendengar suara ledakan dan tembok rumahnya terpotong secara tiba-tiba.
"Siapa disana?!" Yan Jiufeng menatap tajam tembok rumah yang berdebu.
__ADS_1
"Aku disini untuk mengambil nyawa kalian bertiga!" Shingen dengan penuh amarah langsung menebaskan pedangnya dari jauh mengincar leher Zhao Lhuo.