
Ming Fengying dan Lu Baoshi sekarang berada di dalam ruangan Ketua Sekte Lembah Batu yang bernama Tao Shi.
Ming Fengying sudah beristirahat sore dan malam ini dia berniat bertanya pada Tao Shi tentang leluhur Sekte Lembah Batu.
Lu Baoshi menjelaskan pada Tao Shi tentang identitas Ming Fengying, tentu setelah mengetahui siapa orang tua dari Ming Fengying seluruh tetua Sekte Lembah Batu dan Tao Shi tidak membiarkan Ming Fengying pergi begitu saja.
Di dalam ruang tengah Paviliun Lembah Batu terdapat begitu banyak hidangan makanan mewah yang disediakan. Ming Fengying memahami garis besarnya melihat seluruh tetua Sekte Lembah Batu yang bersikap baik padanya.
Ming Fengying mencoba mengingat tentang Sekte Lembah Batu di kehidupan sebelumnya. Satu hal yang Ming Fengying ingat, saat itu Sekte Lembah Batu telah hancur bersama dengan hancurnya Sekte Aliran Putih karena penyerangan Rieyu. Setelah menjalani hidup kembali, Ming Fengying merasa rasa sakit dan penderitaan yang ia alami di kehidupan sebelumnya hanyalah mimpi panjang.
"Tuan muda, silahkan dimakan tidak perlu sungkan." Tao Shi mempersilahkan Ming Fengying untuk makan.
Tao Shi mengulurkan tangannya dan mengajak Ming Fengying bersalaman. Genggaman tangan Tao Shi benar - benar terasa erat bagi Ming Fengying. Tidak berapa lama terasa tangan Tao Shi menyalurkan tenaga dalamnya pada tangan Ming Fengying.
"Putih? Emas?" Tao Shi melebar matanya dan butiran air mata menetes keluar.
Seluruh tetua yang mendengar ucapan Tao Shi ikut menangis, suasana yang santai dan tenang kini menjadi penuh haru ketika semua kepala menunduk pada Ming Fengying.
"Ada apa lagi ini?" batin Ming Fengying karena dia belum mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
Ming Fengying keheranan melihat Tao Shi, Lu Baoshi dan seluruh tetua Sekte Lembah Batu yang menunduk pada dirinya.
"Tuan muda, anda adalah sosok yang telah kami tunggu selama ribuan tahun." ujar Tao Shi pada Ming Fengying.
"Kami telah menunggu kedatangan seorang pemuda seperti tuan muda. Suatu saat akan ada seorang pemuda yang telah dinanti leluhur kami, dan saat ini pemuda itu adalah anda, tuan muda Ming Fengying." tambah Tao Shi.
Ming Fengying kebingungan karena setelah Tao Shi memeriksa aura tubuhnya. Seluruh orang yang ada di ruang tengah Paviliun Lembah Batu menunduk padanya.
"Aku adalah seorang pemuda biasa, mana mungkin aku yang dinanti leluhur kalian." Ming Fengying tersenyum canggung dan menggaruk rambutnya yang tidak gatal sama sekali.
__ADS_1
Tao Shi menyuruh seluruh orang yang berada di ruangan untuk kembali bersikap seperti biasa. Setelah kembali tenang, Tao Shi menjelaskan pada Ming Fengying tentang wasiat dari sepasang suami istri pendiri Sekte Lembah Batu yang bernama Iwamaru dan Yin Shi. Menurut Tao Shi, sosok Ming Fengying adalah orang yang berperan pada masa depan dunia.
Suatu saat akan datang seorang pemuda yang telah kami nanti selama ribuan tahun. Bantulah dia, karena dia adalah sang pemegang takdir yang akan kembali membawa kedamaian pada dunia. Jiu adalah awal dari perang yang akan menjadi contoh bagi dunia, dimana kebebasan adalah hak bagi semua orang. Kami tidak ada di masa depan, tetapi kami wariskan tekad kami pada kalian generasi mendatang. Suatu saat pemuda itu akan merubah dunia, siapapun yang bertarung demi sebuah kebebasan akan membantunya.
Tao Shi memberitahu pada Ming Fengying perkataan yang selalu diwariskan dari generasi ke generasi. Tao Shi sangat yakin sosok pemuda yang telah dinanti leluhur Sekte Lembah Batu adalah Ming Fengying.
Mendengar perkataan Tao Shi membuat Ming Fengying terdiam seribu bahasa. Seluruh darahnya mengalir dengan cepat, seolah - olah semua sudah ada kaitannya dengan dirinya.
"Jadi kalian telah menjaga catatan kuno ini dan pecahan batu prasasti." Ming Fengying mengelus dagunya dan memejamkan matanya.
"Ya, tuan muda." jawab Tao Shi, Lu Baoshi dan seluruh tetua Sekte Lembah Batu secara serentak.
"Apa kalian tidak bisa membacanya?" tanya Ming Fengying pada Tao Shi.
Tao Shi menggigit bibirnya hingga berdarah sebelum menjelaskan pada Ming Fengying.
Semua kepingan yang tidak dia ketahui di kehidupan lamanya mulai terjawab sedikit demi sedikit. Ming Fengying ingin mengetahui bahasa yang tertulis di prasasti dan apa yang tertulis didalamnya. Tidak ada pilihan lain bagi Ming Fengying selain pergi mencari petunjuk untuk mencari sepuluh pecahan batu yang tersisa.
Ming Fengying sudah mengetahui dua lokasi pecahan batu prasasti, pertama di Hutan Kumalawyuha dan yang kedua di tempat kediaman Sekte Lembah Batu.
Setelah selesai menyambut kedatangan Ming Fengying seluruh pendekar Sekte Lembah Batu meninggalkan Paviliun Lembah Batu kecuali Tao Shi dan Ming Fengying.
Tao Shi menemani Ming Fengying yang sedang duduk di kursi dekat kolam ikan. Ming Fengying tidak sia - sia tersesat ke Lembah Batu karena dia mendapatkan pengalaman yang berharga.
"Itu..." gumam Ming Fengying yang melihat batu yang mulus dan terang.
"Itu adalah Mutiara Batu." Tao Shi duduk di samping Ming Fengying.
"Tidak heran jika tempat ini dipenuhi batu..." batin Ming Fengying tersenyum tipis melihat Mutiara Batu.
__ADS_1
"Bolehkah aku mengambilnya?" tanya Ming Fengying meminta izin pada Tao Shi untuk mengambil Mutiara Batu.
Tao Shi tersenyum melihat Ming Fengying, "Tentu saja boleh, tuan muda." Tao Shi terkejut melihat seorang keluarga Kaisar Kuru ingin mengolah Mutiara Batu, "Mutiara Batu dapat membantu kekebalan tubuh meningkat, tuan muda harus merebusnya bersama Jahe Emas. Ketika warna coklat berubah menjadi putih maka Mutiara Batu berhasil diolah. Dan yang paling aku suka adalah rasa dari air manisannya."
Tao Shi dan Ming Fengying pergi ke dapur untuk membuat minuman Jahe Emas yang dicampur Mutiara Batu. Sesampainya di dapur Paviliun Lembah Batu, Ming Fengying dikejutkan dengan berbagai macam tanaman obat - obatan yang dimiliki Tao Shi.
"Tuan muda belum mengetahui namaku?" tanya Tao Shi menatap Ming Fengying tajam.
"Belum..." jawab Ming Fengying keheranan.
"Aku adalah Tao Shi." balas Tao Shi singkat sambil tersenyum lebar.
"Aku sudah tahu itu." Ming Fengying sedikit kesal karena Tao Shi terlihat bercanda dengannya.
"Orang - orang sering memanggilku dengan sebutan Tabib Batu Awan. Aku adalah salah satu dari Empat Peri Obat Kuru, tuan muda." ujar Tao Shi dengan jelas pada Ming Fengying.
"Peri? Bukankah empat orang itu adalah perempuan!" Ming Fengying menaikan alisnya seakan tidak percaya dengan perkataan Tao Shi.
Tao Shi tersenyum tipis kemudian membuka baju bagian atasnya hingga terlihat belahan dadanya.
Ming Fengying wajahnya merah merona melihat tindakan Tao Shi, dia menggelengkan kepalanya beberapa kali karena rambut Tao Shi yang begitu pendek dan kebanyakan tetua Sekte Lembah Batu adalah pendekar pria dan ada beberapa yang pendekar wanita, melihat itu membuat Ming Fengying mengira jika Tao Shi adalah seorang lelaki.
"Aku belum cukup umur... jadi Tabib Batu Awan. Ehem... apakah kamu mengenal Bibi Lulu?" tanya Ming Fengying sambil mengatur napasnya melihat Tao Shi.
"Tabib Batu Awan? Panggil aku Bibi Shi saja, tentu bibi mengenal Lulu." Tao Shi membuat jamu dari Jahe Emas yang dicampur dengan Mutiara Batu.
Ming Fengying tidak menyangka melihat salah satu Empat Peri Obat Kuru. Melihat Tao Shi membuat Ming Fengying mengingat Tao Lulu karena keduanya terlihat mirip.
Setelah mengolah Mutiara Batu dan Jahe Emas, Ming Fengying dan Tao Shi bercerita seputar dunia persilatan sambil menikmati malam yang berbintang dan disinari rembulan dengan segelas jamu manisan.
__ADS_1