
Henka berkeringat dingin karena tidak menyadari kehadiran Sanada dan Fujin. Henka terkejut ketika tubuhnya menabrak pintu kamar karena di belakangnya ada Shingen dan Toramasa.
"Henka! Jadi kau juga berasal dari Kuroma?!" teriak Toramasa memegang kerah baju Henka dan mengambil katana yang dipegang Henka.
Shingen menyuruh Ming Lian dan Tao Lulu membawa Ming Fengying pergi dari kamar untuk sementara. Toramasa mengerti maksud Shingen kemudian menendung ulu hati Henka dengan telak.
"Bawa dia ke Rumah Harimau Bei. Panggil semua samurai, aku ingin melihat apakah hanya Kamejiro dan Henka saja yang mengkhianatiku!" perintah Shingen pada Toramasa dengan nada yang geram. Aura merah milik Shingen keluar dari tubuhnya yang membuat Toramasa, Sanada dan Fujin merasakan teror yang mencekam.
Sepanjang perjalanan menuju Rumah Harimau Bei banyak penduduk kota yang melihat Toramasa membawa seorang pria yang memakai penutup wajah. Banyak pertanyaan yang muncul dalam benak penduduk tetapi mereka bisa melihat dan mengetahuai jika Shingen terlihat begitu murka.
Sesampainya di Rumah Harimau Bei. Shingen menyuruh Toramasa mengikat Henka dengan rantai di halaman depan, seluruh samurai yang melihat identitas pengkhianat pucat pasi karena aura intimidasi yang dikeluarkan Shingen.
"Aku masih belum mengetahui mana seorang teman dan mana seorang pengkhianat, tetapi ingat perkataanku. Jika diantara kalian ada yang mengusik keluargaku maka kalian harus berhadapan denganku!" ancam Shingen menatap seluruh samurai pengikutnya.
Ichijo berkeringat dingin melihat Shingen yang terlihat begitu marah. Ichijo sangat menghormati Shingen dan dia tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat Shingen percaya pada kesetiannya.
"Tuan Shingen hamba bersumpah jika hamba tidak mengkhianati kepercayaan Tuan Shingen." ucap Ichijo menunduk sambil mengepalkan tangannya.
Shingen menatap tajam Ichijo sebelum menyuruh Ichijo membuktikan kesetiannya.
"Aku selalu berpikir kita adalah saudara yang berbagi rasa sakit dan senang bersama - sama. Sepuluh tahun lalu, aku yakin kalian melihat neraka di Yamato..." ucap Shingen sambil mencoba mengingat kampung halamannya.
"Ichijo, bukankah kau melihat sendiri kekejaman Rieyu dan Kuroda. Aku mungkin terlalu muda untuk menjadi pemimpin kalian tetapi aku mohon jangan pernah khianati kepercayaanku lebih dari ini." tambah Shingen sambil menghela napas panjang.
"Tuan Shingen, hamba berasal dari Kota Kikou bagian barat Yamato. Hamba mengabdi sebagai samurai pada Keluarga Kujaku sebelum Rieyu datang menyerang Kota Kikou..." ucap Ichijo menceritakan masa lalunya pada Shingen.
__ADS_1
Ichijo terlihat ingin menangis ketika hendak menceritakan masa lalunya. Ichijo merupakan seorang samurai yang mengabdi pada Keluarga Kujaku khusunya pemimpin Keluarga Kujaku yang bernama Sawamura.
"Semua orang Yamato pasti mengenal Keluarga Kujaku. Kekuatan Rieyu yang membawa bencana tidak membuat Tuan Sawamura takut sedikitpun, demi menolong seluruh pengikutnya... Tuan Sawamura mengorbankan dirinya dan ditangkap Rieyu bersama Kuroda..." tambah Ichijo.
"Sawamura?" gumam seluruh samurai yang mendengar perkataan Ichijo.
"Kata - kata terakhir Tuan Sawamura adalah menyuruh kami untuk mencari Keluarga Tsukuyomi yang masih hidup dan melindunginya. Hamba sadar jika Keluarga Kujaku telat memberi bantuan pada Keluarga Tsukuyomi saat penyerangan Rieyu dan Kuroda tetapi sampai saat - saat terakhir Tuan Sawamura sangat setia pada Keluarga Tsukuyomi," Ichijo menjelaskan masa lalunya pada Shingen dan teman - temannya," Dari seratus samurai yang mengabdi pada Tuan Sawamura hanya tersisa hamba seorang diri, pengejaran yang dilakukan pembunuh suruhan Kuroda membunuh seluruh teman - teman hamba."
Ichijo menarik katananya dan menggores telapak tangannya dengan bilah katananya. Shingen terbelalak melihat tindakan Ichijo, dia sadar kemarahannya terlau berlebihan dan membuat pengikutnya yang setia bertindak sedemikian untuk membuktikan kesetian mereka.
Melihat Ichijo membuktikan kesetiannya, samurai yang lain mengikuti tindakan Ichijo dan menggores telapak tangan mereka. Tidak berapa lama mereka semua bersumpah setia pada Shingen.
"Tuan Shingen ini adalah tanda kami tidak mengkhianati kepercayaan Tuan Shingen." ucap samurai secara serentak pada Shingen.
"Lepaskan aku!" teriak Henka menatap dingin Shingen bersama pengikutnya.
Shingen menyuruh Masakage dan Nobusuke menggali informasi dari Henka bagaimanpun caranya. Masakage dan Nobusuke mengerti perintah Shingen dan berniat menyiksa Henka dengan cara yang kejam.
Sanada dan Fujin mendampingi Shingen kembali ke Istana Pinyin sedangkan Toramasa bersama Chibusuke dan yang lainnya melihat Masakage dan Nobusuke yang menyiksa Henka.
Malam berlalu dengan teriakan Henka yang kesakitan ketika kukunya dilepas secara paksa oleh Nobusuke. Informasi yang keluar dari mulut Henka sangat banyak dan diantaranya pembunuhan Shingen secara diam - diam yang gagal. Masakage menendang dan memukul tubuh Henka, siksaan tubuh membuat Henka membeberkan informasi yang begitu banyak pada Masakage.
Mendengar cerita Henka, seluruh samurai yang melihat Masakage dan Nobusuke sedang menyiksa Henka terkejut. Tidak banyak orang yang berani melihat wujud naga Rieyu, sosok makhluk penuh kebencian yang menyerang Yamato membuat banyak samurai takut pada Rieyu.
Dari perkataan Henka terdengar jika Rieyu begitu takut terhadap Shingen dan keturunannya karena Shingen adalah salah satu dari lima pewaris kekuatan surgawi, luka di tubuh Reiyu berasal dari tebasan Shingen.
__ADS_1
Mengingat jika Shingen telah memiliki seorang anak maka bukan tidak mungkin jika Shingen akan mewarisi kekuatannya pada Ming Fengying. Henka berkata jika Rieyu adalah seorang Panglima Perang dari Kekaisaran Bahamut. Sebuah negeri yang berada di luar Benua Jiu yang menjadi musuh bebuyutan pewaris kekuatan surgawi.
Perkataan Henka membuat takut seluruh samurai pengikut Shingen karena Benua Jiu tidak dapat dimasuki dari dunia luar. Henka berkata jika Rieyu bersama pasukannya datang dari sebuah cermin yang merupakan senjata kuno.
Setelah mendengar seluruh perkataan Henka, tidak berapa lama Masakage menyuruh Chibisuke memanggil Shingen. Menurut Masakage seorang pengkhianat tidak pantas dibiarkan untuk hidup.
"Kekaisaran Bahamut?" Ryunosuke dan Mamorusuke mengerutkan dahinya karena tidak mengetahui nama kekaisaran tersebut.
Henka berlumuran darah dan tak lama Chibisuke menyuruh Masakage untuk mengakhiri hidup Henka.
Dalam sekali tebasan katana Masakage memotong kepala Henka. Masakage berharap jika diantara samurai yang tersisa tidak ada pengkhianat lagi.
Di dalam Istana Pinyin, Ming Lian terlihat begitu khawatir terhadap Ming Fengying. Keadaan sudah tenang tetapi Ming Lian menatap buah hatinya dengan penuh kecemasan.
Ming Fengying menatap wajah Ming Lian yang terlihat sedih, tangannya yang mungil mencoba menyentuh wajah Ming Lian.
"Ying'er... syukurlah kau baik - baik saja..." gumam Ming Lian lirih sambil menyentuh tangan mungil Ming Lian.
Tao Lulu tidak menyangka jika Kamejiro dan Henka adalah seorang pengkhianat. Tao Lulu menatap Ming Lian yang sedang menggendong Ming Fengying dengan penuh kasih sayang.
Setelah kematian Henka kedamaian di Bei kembali. Sebuah kedamaian yang tenang dan tentram membuat Bei secara perlahan pulih kembali.
Waktu yang tidak terasa cepat berlalu dan kini Ming Fengying berumur delapan bulan. Ming Fengying sedang dilatih berjalan tertarih oleh Ming Lian dan Tao Lulu.
Bangunan di Kota Bei yang rusak dan hancur juga telah diperbaiki. Sekarang wilayah Bei sudah seperti biasa banyak dikunjungi turis dan pedagang.
__ADS_1