Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 64 : Tuduhan Pembunuh Bayaran


__ADS_3

"Ah, makanan Penginapan di sini memang lezat..." Shingen mengelus perutnya yang kekenyangan setelah memakan makanan yang disediakan Penginapan Rawa Indah.


"Kalian harus tidur cepat malam ini, besok kita akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Pegunungan Tiangan," ucap Shingen pada yang lainnya. Perkataan Shingen hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Ming Fengying. Sementara itu Fujin, Sanada dan Yuan Shi berkata, "Ya, tuan Shingen," ucap mereka betiga secara bersamaan.


"Aku duluan," ucap Shingen sembari meninggalkan Ming Fengyin, Fujin, Sanada dan Yuan Shi menuju kamarnya.


Setelah selesai makan, Fujin dan Sanada juga kembali ke kamar yang telah disiapkan untuk mereka, sekarang yang tersisa hanya Ming Fengying dan Yuan Shi yang masih menyantap makanan.


Ketika Ming Fengying menyantap daging terakhirnya, seketika pandangan matanya melihat ke luar penginapan. Aura membunuh dan haus darah sangat terasa di kulitnya, Ming Fengying menyadari ada orang yang sengaja memusatkan auranya langsung ke arah dirinya.


Yuan Shi menatap Ming Fengying yang berdiri menatap ke luar penginapan, tidak berapa lama dia kembali ke kamarnya. Selang sepuluh menit kemudian, Ming Fengying kembali ke meja makan membawa sebuah katana.


"Bukankah itu katanaku?" Yuan Shi menaikan alisnya menatap Ming Fengying.


"Ini Shi gege." Ming Fengying menaruh katana Yuan Shi di atas meja.


"Nah, Feng. Coba kau panggil aku Yukimura. Itu adalah nama pemberian ibuku, aku ingin ada orang yang mengingat ibuku yang berasal dari Yamato," ucap Yuan Shi pada Ming Fengying sambil mengambil katananya.


"Baiklah, Yukimura. Bolehkah aku bertanya satu hal padamu?" Ming Fengying menatap Yuan Shi sambil mendekati pemuda itu. Yuan Shi hanya menjawab dengan anggukan kepalanya sambil menyantap daging yang masih tersisa.


"Apa kau tidak merasakan aura membunuh dari luar penginapan?" Ming Fengying menanyakan hal yang mengganggunya kepada Yuan Shi.


"Aura membunuh? Aku tidak merasakannya ... apa ada orang yang mengikuti kita sampai ke sini?" Yuan Shi menghabiskan makanan terakhirnya kemudian dia meminum air putih, selama lima detik dia tetap duduk sejenak, kemudian dia berdiri dan melangkahkan kakinya menuju luar penginapan.


"Aku tadi merasakannya..." Ming Fenegying mengikuti Yuan Shi yang melihat-lihat keadaan di luar penginapan.


Keadaan di luar penginapan terlihat ramai, tepat setelah Ming Fengying dan Yuan Shi mendekati kerumunan penduduk, tatapan mereka mengarah pada Ming Fengying dan Yuan Shi yang memegang katana.


Seorang pria tua renta tergeletak di jalanan kota depan penginapan tak bernyawa.


"Ini mereka berdua pembunuhnya!" Salah satu penduduk menunjuk-nunjuk Ming Fengying dan Yuan Shi dengan penuh amarah, tidak berapa lama yang lainnya mulai menjaga jarak dengan Ming Fengying dan Yuan Shi.


"Oi, oi, jangan bercanda. Kami baru selesai mandi dan makan malam..." Yuan Shi keheranan melihat tatapan penduduk yang menatap dirinya penuh kebencian.


"Yukimura. Diskriminasi terjadi di mana-mana, orang dari Kuru akan melihat orang Yamato, Wulan dan Jisa dengan tatapan berbeda. Begitu juga dengan sebaliknya," ucap Ming Fengying pada Yuan Shi dengan tenang, tidak berapa lama Ming Fengying mengalihkan pandangannya melihat tiga kuda milik mereka telah mati dipenggal kepalanya. "Panggil ayahku! Ini adalah jebakan! Kuda kita telah mati, tidak ada waktu bagiku untuk menjelaskannya. Kalian harus temui aku di Kota Jinning!" Ming Fengying berteriak dengan lantang sambil berlari dengan cepat, dalam sekejap Ming Fengying sudah berlari menuju luar Kota Huaran.

__ADS_1


"Sial! Feng, dia berani-beraninya menjelaskan sesuatu yang membuatku kebingungan," ucap Yuan Shi sambil menggaruk kepalanya. "Satu hal yang kuketahui, kita harus pergi dari sini. Semua orang mengincar kami!" Yuan Shi berlari menuju Penginapan Rawa Indah.


Yuan Shi menabrak beberapa orang ketika memasuki penginapan, orang-orang yang mengejar Yuan Shi membuat pelayan penginapan kebingungan.


Setelah sampai di kamar milik Shingen, Fujin dan Sanada dengan cepat Yuan Shi mendobrak pintu kamar.


"Tuan Shingen! Ada orang yang menuduh kita ... kita ... hu, sial! Napasku!" Yuan Shi terengah-rengah sambil mengatur napasnya kembali. "Makananku masih belum turun semua ke perut, sial!" Yuan Shi menatap Shingen yang memakai kimononya dan mengambil katananya.


Setelah itu Yuan Shi membangunkan Fujin dan Sanada. Setelah mereka berempat berkumpul, Yuan Shi menjelaskan situasi di luar pada Shingen, Fujin dan Sanada tentang perkataan Ming Fengying.


"Tuan muda Ming Fengying menyuruh kita menunggu di Kota Jinning. Kota selanjutnya yang kita tuju..." Yuan Shi mengawasi lantai bawah yang terdengar kebisingan para penduduk.


"Ada pembunuh yang membunuh orang tak bersalah, di atas mayatnya tertulis kertas bertuliskan samurai. Kuda-kuda kita telah dibunuh juga, Ming Fengying sedang mengejar pembunuh itu." Yuan Shi menjelaskan situasi yang barusan terjadi pada Shingen, Fujin dan Sanada.


"Apa? Kudaku telah mati, tidak akan kumaafkan!" Shingen sedikit emosi setelah mendengar kuda yang dia tunggangi telah mati.


"Tenang, tuan Shingen. Prioritas utama kita tidak boleh menyakiti penduduk biasa. Bagaimanapun juga kita hanyalah orang-orang yang mengungsi dari Yamato." Fujin menenangkan Shingen yang terlihat emosi.


"Benar juga katamu, Fujin." Dalam sekejap Shingen kembali tenang, tidak berapa lama dia mengeluh dan berdecak kesal. "Aku hanya ingin beristirahat dan tidur saja tidak bisa, sungguh malang nasibku ini," ucap Shingen sambil menghela napas panjang.


"Kita harus bertemu dengan tuan muda Ming Fengying di Kota Jinning." Yuan Shi mengawasi penduduk yang masih berada di lantai bawah.


"Aku khawatir dengan tuan muda Ming Fengying. Lebih baik kita mencari tuan muda Ming Fengying. Bagaimana tuan Shingen?" Yuan Shi menatap Shingen yang terlihat tenang kali ini.


"Tidak perlu." Perkataan Shingen membuat Yuan Shi, Fujin dan Sanada terkejut mendengarnya.


"Eh?" Yuan Shi, Fujin dan Sanada bereaksi sama dan tidak menyangka Shingen akan berkata seperti itu.


"Aku yakin Kenshin, maksudku Ming Fengying mempunyai tindakan sendiri. Tenang saja, dia itu anakku." Shingen tertawa lepas sebelum menarik napas panjang dan berlari ke arah jendela.


"Kita harus melarikan diri!" Shingen menabrak jendela dan jatuh tepat di halaman depan penginapan.


Tindakan Shingen diikuti Fujin, Sanada dan Yuan Shi. Mereka bertiga terkejut dengan tindakan Shingen yang melompat dari lantai dua.


"Tuan Shingen, anda salah arah!" Fujin berteriak pada Shingen karena pria yang menjadi pemimpinnya itu berlari ke arah pintu masuk penginapan.

__ADS_1


"Aku akan membayar kerusakan jendela terlebih dahulu, kalian lari duluan." Shingen dengan santainya mengambil kantong yang berisi uang dan memasuki pintu penginapan.


"Pelayan, ini biaya kerusakan jendela." Shingen memberi uang pada pelayan yang bengong di depan pintu masuk.


Penduduk yang sedang ditahan pelayan penginapan menoleh melihat Shingen. Tidak berapa lama mereka mulai mencaci maki Shingen.


"Itu dia pembunuhnya!"


"Tangkap dan bakar samurai itu!"


"Dasar samurai pembunuh!"


Pelayan penginapan berniat mencegah penduduk yang mencaci maki Shingen tetapi tenaga mereka lebih lemah, dalam satu desakan saja penduduk kota mulai berlari mengejar Shingen.


"Merepotkan," ucap Shingen ketika semua orang menatapnya dengan dingin kecuali pelayan penginapan.


"Anu ... tuan ... uang ini tidak pantas kami terima," ujar pelayan perempuan berparas manis yang memegang kantong berisi uang pemberian dari Shingen.


"Terima saja, tadi aku merusak jendela lantai atas." Shingen tersenyum sebelum berlari menuju luar Kota Huaran.


Pelayan perempuan itu kebingungan melihat Shingen yang tetap tabah walau dituduh tanpa alasan yang pasti.


Setelah Shingen meninggalkan penginapan, penduduk kota mulai mengejar Shingen.


"Tangkap samurai itu!"


"Jangan biarkan dia keluar kota!"


Penduduk kota mengejar Shingen dalam jumlah yang cukup banyak.


Tidak butuh waktu yang lama bagi Shingen untuk mengejar Fujin, Sanada dan Yuan Shi.


Reaksi pertama yang terlihat di wajah Fujin, Sanada dan Yuan Shi kaget dan tidak menduga setelah melihat jumlah penduduk yang mengejar mereka.


"Lari!" Shingen tertawa melihat jumlah penduduk yang mengejar mereka.

__ADS_1


__ADS_2