
Rembulan bersinar dengan terangnya memancarkan sinarnya yang berwarna merah darah di langit malam Bei. Situasi di Bei telah kondusif tetapi mayat pendekar berserakan di seluruh Kota Bei dan beberapa pendekar aliran hitam ada yang bersembunyi di Kota Pinyin.
Pendekar yang dipimpin Han Xu dan Han Zoe menghabisi pendekar aliran hitam yang bersembunyi di Kota Pinyin. Bau amis begitu menyengat karena bercampur dengan hembusan angin malam.
Sekte Mawar Hitam hancur dan berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan Ming Fengying. Ketenangan ini hanya bersifat sementara, bagi Ming Fengying tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari seorang pendekar aliran hitam maupun putih. Ming Fengying sadar jika beberapa tahun lagi pasti akan terjadi perang besar di Benua Jiu.
Perseteruan Sekte Aliran Hitam dan Sekte Aliran Putih tidak menghasilkan apa - apa selain luka yang mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Semua itu hanya akan menciptakan lingkaran dendam yang tidak ada habisnya, Ming Fengying bersyukur dapat mencegah kematian orang tuanya maupun Kaisar Ming Long, matanya yang mungil melihat Pangeran She yang berwajah pucat pasi.
Ming Fengying mengingat kembali di kehidupan sebelumnya jika pergerakan Reiyu untuk menguasai Benua Jiu kemungkinan akan lebih cepat dari yang ia perkirakan.
"Bagaimana caranya aku melawan makhluk penuh kebencian itu!" batin Ming Fengying mengingat wujud naga berwarna hijau milik Reiyu yang dapat membuat Ming Fengying sekarat hanya dengan satu sabetan ekornya pada kehidupan sebelumnya.
Ming Fengying masih mengingat jika tubuh Reiyu terluka dan yang menjadi pertanyaan Ming Fengying siapa orang yang bisa melukai wujud naga Reiyu.
Ming Fengying sendiri belum mengetahui jika ayahnya sendiri yaitu Shingen yang telah melukai Reiyu. Hidupnya Shingen dan Ming Lian membuat masa depan berubah drastis dari pada yang Ming Fengying perkirakan.
Di luar Istana Pinyin, Shingen tidak menyangka jika Kamejiro adalah samurai yang berasal dari Keluarga Kuroma. Kematian Kamejiro membuat Samurai pengikut Shingen hanya tersisa 12 orang.
Shingen memegang bom yang di ambil Monzaemon dari tangan Kamejiro. Seluruh samurai dan pendekar berkumpul, Shingen memberitahu pada semua orang yang ada dihadapannya jika yang paling menakutkan bagi dirinya bukanlah serangan dari Sekte Aliran Hitam melainkan orang - orang dari dunia luar.
__ADS_1
Beberapa pendekar tidak percaya dengan perkataan Shingen tetapi tiga orang sangat mempercayai perkataan Shingen, mereka bertiga tak lain adalah Panglima Lu Chen, Lin Kin dan Zhang Bingjie. Perkataan Shingen bahkan dianggap lelucon oleh Han Xu karena pemuda tersebut belum pernah melihat wujud makhluk yang memporak - porandakan Yamato. Han Xu yang berasal dari Sekte Aliran Putih yang termasuk dari sepuluh sekte aliran putih terkuat membuat dirinya masih belum mencerna perkataan Shingen.
Shingen menaruh bom yang didapatkan dari tangan Kamejiro di tempat yang aman, Shingen tidak memaksa mereka untuk mempercayai perkataannya. Perang yang telah diramalkan pasti akan segera terjadi, Shingen hanya ingin segera mewariskan kekuatannya pada Ming Fengying dan memberitahu tentang leluhur Klan Tsukuyomi pada Ming Fengying.
Sanada dan Fujin terdiam setelah mendengar cerita Masakage dan Monzaemon. Satu hal yang Sanada dan Fujin sesali karena mereka berdua tidak menyangka berbagi pahit manis kehidupan dengan seorang pengkhianat.
Saat matahari terbit, situasi di Bei telah kondusif dan terlihat begitu banyak mayat - mayat yang berserakan di jalanan. Penduduk Kota Bei dan Kota Pinyin membantu pendekar dari Sekte Taman Langit dan Sekte Sungai Merah untuk membakar mayat pendekar aliran hitam.
Han Xu dan Han Zoe menguburkan mayat pendekar aliran putih tepat setelah pertempuran berakhir. Zhang Shen yang dalam keadaan terluka parah sedang diobati Tao Lulu bersama murid - muridnya.
Tao Lulu dapat mengobati Zhang Shen berkat Bunga Citra tetapi Zhang Shen harus rela kehilangan beberapa lingkaran tenaga dalamnya akibat memaksakan tenaga dalam dan auranya untuk membunh Feng Zi.
Tao Lulu diberitahu resep oleh Ming Fengying tentang ilmu penyembuhan. Tao Lulu sendiri tidak menyangka melihat kemanjuran resep dari Ming Fengying.
Pertempuran malam berdarah di Bei telah berakhir. Sekte Mawar Hitam sudah lenyap tak bersisa dari Kekaisaran Kuru. Di suatu tempat yang berada di dekat dengan lautan berkumpul ribuan pendekar. Sekte Cakrawala Hitam sedang mengadakan pertemuan yang biasa mereka lakukan selama setahun sekali.
Ming Fengying tidak menyadari jika dengan gagalnya rencana Pangeran She untuk ketiga kalinya membuat Sekte Cakrawala Hitam melakukan persiapan untuk menyerang Sekte Taman Langit lebih cepat dari yang Ming Fengying perkirakan.
Kaisar Ming Long pucat pasi wajahnya setelah mencium bau darah yang begitu menyengat akibat penyerangan yang dilakukan Sekte Aliran Hitam. Kejanggalan yang terus terjadi dan menimpanya membuat Kaisar Ming Long mencurigai Pangeran She.
__ADS_1
Kaisar Ming Long ingin mencari bukti terlebih dahulu karena dia juga tidak bisa asal menuduh anak keduanya tersebut. Matahari bersinar dengan terang di Bei dan angin yang berhembus begitu tenang terlihat seperti sedang berduka.
Di dalam Istana Pinyin, Ming Lian sedang berkumpul bersama Lin Kin dan Zhang Bingjie. Ming Fengying menatap wajah Lin Kin karena ia sangat mengenal sosok pria paruh baya tersebut.
"Kakek Lin, aku akan membalas jasamu. Tidak akan kubiarkan orang itu mengambil alih kursi kepemimpinan Sekte Taman Langit." batin Ming Fengying mengingat wajah orang yang menjadi tangan kanan Lin Kin yaitu Jia Wu.
Jia Wu adalah murid terbaik Sekte Taman Langit di bawah didikan Lin Kin tetapi sifat asli Jia Wu adalah manusia yang serakah dan rakus. Lin Kin tidak menyadari jika Jia Wu adalah sosok pengkhianat yang lebih mengerikan daripada Yan Xiang.
Di kehidupan sebelumnya setelah kematian Lin Kin, Sekte Taman Langit mengangkat Jia Wu menjadi Ketua Sekte Taman Langit yang baru. Pada saat itu Ming Fengying yang bernama Feng Huang berlatih di bawah didikan Jia Wu setelah kematian Lin Kin. Feng Huang berhasil menjadi murid terbaik berkat Lin Kin tetapi Jia Wu menganggapnya sebagai hasil kerja keras didikannya.
Sifat asli Jia Wu membuat Feng Huang sakit hati ketika Jia Wu tidak mau mendengarkan penjelasannya ketika ia dituduh oleh Ming Zhu. Usut punya usut ternyata Jia Wu iri dengan ketampanan Feng Huang bahkan Jia Wu menerima suap berupa uang dan gadis cantik dari Ming Zhu.
Ming Fengying melihat mata Lin Kin dan Zhang Bingjie yang terus melihat dirinya. Ada perasaan risih yang menghampiri tubuh mungilnya tetapi Ming Fengying bisa mengerti mengapa kedua orang tersebut menatap tajam dirinya.
Ming Fengying sendiri belum mampu mengontrol dan menutup seluruh aura tubuhnya yang telah terbuka. Aura tubuh yang langka dimiliki Ming Fengying membuat Lin Kin dan Zhang Bingjie takjub dengan Ming Fengying.
Aura milik Ming Fengying berwarna emas dan putih membuat Lin Kin dan Zhang Bingjie menjadi penasaran dengan Ming Fengying. Warna aura yang dimiliki Ming Fengying sangat langka membuat Lin Kin sedikit tertarik untuk mengajak Ming Fengying menjadi murid Sekte Taman Langit ketika besar nanti.
Tidak berada jauh dari tempat Ming Lian, di sana terlihat Tao Lulu dan Toramasa yang semakin dekat. Mereka berdua terlihat seperti orang yang sedang kasmaran.
__ADS_1
Ming Lian tidak usah mencarikan seorang pria yang cocok untuk Tao Lulu karena tabib perempuan tersebut telah jatuh hati pada Toramasa.
Lin Kin dan Zhang Bingjie berniat kembali ke sekte tempat tinggal masing - masing setelah kepergian Kaisar Ming Long dan Pangeran She.