
Tidak butuh waktu lama bagi Ming Fengying untuk segera menuju ke Kota Jinning. Semalaman dia tidak tidur, tangannya menggendong gadis muda dengan erat. Dalam perjalanan sesekali Ming Fengying dan Soo Yun berbincang. Namun menjelang tengah malam, Soo Yun tertidur dalam gendongan Ming Fengying. Tangannya melingkar di leher Ming Fengying dan kepalanya ia benamkan pada dada pemuda yang lebih muda darinya itu.
Setelah pagi tiba, Ming Fengying sedang membakar daging rusa di pinggiran sungai. Sedangkan Soo Yun tertidur beralasakan rumput. Tidak butuh waktu lama bagi Soo Yun untuk bangun ketika pagi tiba. Sebelum menghampiri Ming Fengying yang sedang menyantap daging rusa bakar, Soo Yun membasuh wajahnya yang masih kantuk karena bangun tidur.
"Menurutmu umurku berapa?" Ming Fengying yang sedang memejamkan matanya kaget mendengar suara gadis muda yang berbisik di telinganya. Soo Yun dengan berani memeluk Ming Fengying dari belakang.
"Empat belas, mungkin." Ming Fengying cuek dan terus menyantap makanannya.
"Hmm ... salah." Suara Soo Yun terdengar sangat manja.
"Yunyun dengarkan. Kemarin aku salah berbicara, namun aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja." Ming Fengying melempar tulang setelah menghabiskan daging bakar.
"Terus kenapa? Kau tertarik denganku, bukan? Untuk umurku yang masih 13 tahun tapi tubuhku cepat tumbuh. Aku bisa tahu kalau kamu tergoda hihi." Soo Yun mengigit telinga Ming Fengying.
"Kamu!" Ming Fengying sangat terkejut melihat tindakan Soo Yun.
"Kepribadianmu berubah. Kemarin kamu malu-malu, sekarang lihat. Yunyun ... kamu." Ming Fengying merasa geli dengan Soo Yun. Mungkin jika dirinya mengingat penyesalannya di kehiduapan sebelumnya. Nafsu binatang manusia walau dia masih berumur 9 tahun akan memenuhi tubuhnya. Namun Ming Fengying tidak berpikir sampai ke sana.
Satu hal yang ingin Ming Fengying ketahui. Kali ini dia ingin melihat sendiri bagaimana reaksi Harumi ketika bertemu dengannya. Apakah kekasihnya di kehiduapan sebelumnya masih sama. Masih dengan perasaan yang sama. Masih dengan hati yang sama untuk Feng Huang yang berganti nama menjadi Ming Fengying.
"Sudah cukup. Kita lanjutkan perjalanan." Ming Fengying berdiri tanpa mempedulikan Soo Yun yang memeluk tubuhnya.
"Dingin sekali. Aku cuma ingin menggoda si tampan yang telah menyelamatkanku." Soo Yun tersenyum melihat reaksi Ming Fengying yang menatapnya keheranan.
"Yunyun. Kemarin, kamu bilang berasal dari Jisa, bukan?" Ming Fengying menatap tajam kedua bola mata sayu itu.
Soo Yun mengangguk pelan sambil menatap Ming Fengying.
"Kenapa?" Tanya Soo Yun pada Ming Fengying setelah melihat pemuda itu memijat keningnya dengan pelan. Sangat terlihat jika Ming Fengying sedang berpikir.
"Aku kenal perempuan yang berasal dari Jisa. Dia pendiam, rajin dan sangat giat belajar." Ming Fengying menatap langit.
"Dasar!" Soo Yun terlihat kesal. Kemudian dia berdiri dan menghampiri Ming Fengying.
"Perkataanmu terdengar seperti menyindirku." Soo Yun mendorong kening Ming Fengying dengan jari telunjuknya. "Aku mengerti. Aku adalah perempuan cerewet, tapi inilah diriku yang sebenarnya. Aku pemalas. Dan sedikit meyukai belajar," tambah Soo Yun.
"Lalu. Bagaimana dengan gadis simpananmu itu. Apa dia juga calon selirmu di kemudian hari?" Soo Yun berbicara dengan nada santai.
"Selir? Seenakmu saja memutuskan secara sepihak. Aku hanya akan menikahi Harumin!" Ming Fengying membalas perkataan Soo Yun sengit.
"Harumin? Sepertinya dia sangat berarti bagimu. Tapi aku tidak akan menyerah. Kamu harus bertanggung jawab karena telah membuatku jatuh cinta padamu," tegas Soo Yun menunjuk Ming Fengying.
"Gadis ini!" Ming Fengying membatin kesal sambil merapatkan giginya.
"Kenapa kamu rela menjadi seorang selir." Ming Fengying spontan berkata, "Katakan tujuanmu yang sebenarnya. Kenapa kamu mendekatiku? Apa kamu hanya tertarik dengan statusku sebagai cucu kaisar saja?" Ming Fengying melontarkan pertanyaan beruntun pada Soo Yun.
"Aku ingin jadi selirmu." Kali ini Soo Yun membuat Ming Fengying kaget buka kepalang.
__ADS_1
"Hanya itu," ucap Ming Fengying dengan wajah yang tidak percaya namun terlihat kaget.
Soo Yun mengangguk pelan sambil jari telunjuknya memainkan rambutnya.
"Aku ingin-" Soo Yun menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan cepat. Sedangkan Ming Fengying menelan ludah.
"Aku ingin menjadi selir yang mampu membuat seorang istri sah pangeran cemburu. Sungguh drama yang indah, bukan?" Soo Yun memerah wajahnya. Dia berkata dengan tenangnya di depan Ming Fengying.
"Pangeran yang jatuh cinta pada selir, lalu dia menceraikan istri sah nya." Soo Yun tersenyum. Napasnya terengah-rengah.
"Ah. Gadis ini bicara apa?" Ming Fengying memasang wajah datar.
"Atau cerita seorang gadis yang terpaksa menikah dengan pangeran. Aku ingin merasakan cinta seperti dalam cerita buku ini." Tiba-tiba Soo Yun menyodorkan sebuah buku berwarna hitam gelap pada Ming Fengying.
"Apa ini?" Ming Fengying kebingungan. Baru pertama kali dia melihat sebuah buku seperti itu.
"Aku menemukannya di Yamato." Ming Fengying terkejut mendengar perkataan Soo Yun.
"Yamato?" Ming Fengying menatap lurus Soo Yun. Tangan kirinya mencengkeram bahu Soo Yun.
Soo Yun mengangguk pelan menatap Ming Fengying.
"Kamu berkelana di usia yang masih sangat belia. Sungguh aku tidak tega melihatnya." Reflek dahi Soo Yun mengekerut kesal.
"Belia? Kamu itu lebih muda dariku tahu!" Soo Yun memukul perut Ming Fengying walau tak terasa sakit sama sekali bagi Ming Fengying.
"Aku mengambil buku ini saat melihat seekor burung elang berkepala manusia." Soo Yun kemudian memperlihatkan judul-judul cerita yang ada di buku hitam tersebut.
"Burung elang berkepala manusia?" Ming Fengying membatin namun tidak memilih bertanya pada Soo Yun. Kali ini dia ingin mendengarkan cerita dari gadis bermata sayu itu.
"Baca." Soo Yun menunjukkan tulisan judul buku hitam.
"Manusia makan manusia. Menusuk dari belakang. Selir perebut hati pangeran. Meninggalkan istri demi wanita paruh baya. Iblis ketiga. Elf merana yang menjadi penghancur rumah tangga..." Ming Fengying bergumam pelan dan sama sekali dia tidak mengerti maksud dari judul cerita buku hitam tersebut.
"Yunyun. Kemungkinan buku ini berasal dari luar Benua Jiu. Hanya itu asumsiku." Ming Fengying kebingungan setelah melihat buku hitam tersebut.
"Syhpo. Siapa dia?" Ming Fengying membatin. Tidak berapa lama dia menyuruh Soo Yun untuk makan.
"Yunyun. Makanlah terlebih dahulu. Kita akan pergi melanjutkan perjalanan menuju Kota Jinning." Ming Fengying menatap Soo Yun yang sedang tersenyum melihat buku hitam.
"Suapin," ucap Soo Yun dengan sangat pelan. Dia terlihat sangat malu-malu.
"Apa katamu tadi?" Ming Fengying tak habis pikir Soo Yun akan bertingkah seperti itu.
"Ah." Soo Yun sengaja membuka mulutnya. Dia yakin Ming Fengying akan terlihat malu-malu. Dan tentunya dia berpikir Ming Fengying tidak akan berani menyuapinya, meningat umur Ming Fengying lebih muda darinya.
"Dari mulut ke mulut atau seperti ini." Ming Fengying dengan santainya membuat daging bakar menjadi kecil-kecil. Kemudian dia menjulurkan telapak tangannya pada Soo Yun.
__ADS_1
"Uhuk ...uhuk." Soo Yun tersedak tidak mengira Ming Fengying akan seserius ini.
"Umurmu lebih muda dariku, bukan?" Ming Fengying mengangguk mendengar pertanyaan Soo Yun. Tidak lama Soo Yun menggigit bibirnya hingga terlihat tipis sekali.
"Kenapa kamu tidak tahu malu!" Soo Yun merah padam wajahnya.
"Hah? Kamu sendiri yang tidak tahu malu. Buruan aku harus bergegas pergi." Ming Fengying memakan daging rusa yang hendak diberikan kepada Yunyun.
"Tunggu. Aku makan daging bakar ini dulu." Soo Yun langsung memakan daging rusa tanpa berbicara sepatah kata pun.
Ming Fengying menggelengkan kepalanya melihat Soo Yun.
"Sepertinya Yunyun seorang perempuan yang bukan berasal dari keluarga sembarangan. Aku yakin sekali dengan itu." Ming Fengying membatin sambil mengamati Soo Yun.
Tiga puluh menit kemudian, Soo Yun telah selesai makan dan minum. Kemudian gadis bermata sayu itu berdiri. Dengan sigap Ming Fengying langsung menggendong Soo Yun secara paksa.
"Tunggu-" Soo Yun tersedak karena kaget.
"Kamu terlalu lama." Ming Fengying sudah berlari tanpa mempedulikan Soo Yun yang memprotes tindakannya.
"Kita harus bergegas." Ming Fengying bergumam pelan. Sementara itu Soo Yun sudah melingkarkan kedua tangannya pada leher Ming Fengying.
___
Pena Bulu Merah✓
LJW✓
Pesilat tapi bikin novelnya gak ada tentang silat" nya?
Jujur, ini novel masih sangkut paut dengan Kagutsuchi Nagato. Jelas, beda.
Aku buatnya dibumbui romance dikit jadi agak gimana gitu ya kali. Terimakasih yang sudah membaca, berkomtar positif. Kalian sangat membantu saya selaku author dari Novel Love in Jiu War.
Tetap jaga kesehatan dan stay di rumah aja. Cegah penyebaran Virus Corona.
___
Baca siapa tahu tertarik. Jangan lupa komen di kolom komentar.
Pemerintah Dunia Langit adalah sebuah organisasi yang mengatur tujuh benua yang ada dunia elemen. Berbagai aturan harus dipatuhi untuk negara dan kerajaan yang dibawah naungan nama Pemerintah Dunia Langit.
Pemerintah Dunia Langit didirikan oleh lima kerajaan yang bekerja sama menggulingkan kerajaan yang berkuasa pada abad kuno yang telah hilang. Ada larangan yang hal harus dipatuhi untuk semua orang yang tinggal di tujuh benua. Pemerintah Dunia Langit melarang siapapun orang yang ingin menguak kebenaran abad yang hilang, dan seratus tahun lalu ada seorang pria paruh baya yang berhasil menguak kebenaran sejarah masa lalu, tetapi dia ditangkap oleh pasukan Pemerintah Dunia Langit.
___
IG : pena_bulu_merah
__ADS_1