Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 24 : Kedatangan Pangeran She


__ADS_3

Tiga hari setelah kedatangan Kaisar Ming Long ke wilayah Bei, rombongan kereta kuda mewah yang dikawal ketat oleh pengawalnya yang bersenjata lengkap bahkan di antara para pengawalnya, banyak pendekar dari aliran hitam yang menyamar dan membaur menjadi pengawal Pangeran She.


Tidak seperti sebelumnya, wilayah Bei kali ini terlihat seperti biasanya karena mereka tidak menyambut kedatangan Pangeran She. Xia Hu mengawasi keadaan di Bei dengan teliti dan memperkirakan pertahanan kota yang cukup lemah terletak dimana. Dia akan memberitahukan informasi tersebut pada Sekte Malam Berdarah dan Sekte Mawar Hitam.


"Sudah kuduga, kota bekas tempat para orang buangan memang tidak mempunyai tata krama. Seorang pangeran datang tetapi tidak ada satupun sambutan yang meriah untuk menyambut kedatanganku." ucap Pangeran She dengan kesal bahkan perlahan dahinya terlihat mulai mengkerut.


"Aku dengar perempuan pembawa beban itu sudah cukup berkharisma..." tambah Pangeran She sambil mengerutkan dahinya dan terlihat senyuman licik yang menyeringai di wajahnya.


Ming Fengying yang sedang mengamati dengan tubuh Burung Beo yang didekap Yi Min mulai kesal mendengar perkataan Pangeran She.


"Orang ini, tidak akan kubiarkan kau menyentuh bunda!" teriak Ming Fengying dengan keras, tetapi hanya terdengar suara kicauan Burung Beo yang terlihat begitu emosi menatap Pangeran She tajam.


"Jangan bicara seperti itu sayang, Lian'er adalah adik kandungmu..." tegur Yi Min memandang wajah Pangeran She sambil tangannya memegang tubuh Burung Beo dengan erat.


"Pelan, kau menekanku terlalu keras." ucap Ming Fengying pada Yi Min, tetapi bagi Pangeran She dan Yi Min, mereka berdua hanya mendengar kicauan Burung Beo yang cukup berisik.


Pangeran She menatap istrinya, "Dari dulu aku sudah muak melihat perempuan beban itu, seorang anak kaisar bermain dengan rakyat jelata..." celoteh Pangeran She, "Kunjungan ini sangat membosankan."


Yi Min menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan suaminya itu.


"Bukankah kamu sendiri yang ingin berkunjung ke Bei? Jadi apa masalahnya?" Yi Min menanggapi perkataan suaminya tersebut.


Pangeran She berdecak kesal melihat istrinya selalu menjawab perkataannya.

__ADS_1


"Aku menikahimu hanya kau cantik dan seorang bangsawan, jadi jangan menganggap kau dapat mengaturku." batin Pangeran She merapatkan giginya.


"Iya sayang maafkan aku." ucap Pangeran She sambil tersenyum pada Yi Min, terlihat senyuman palsu yang membuat Ming Fengying emosi, Pangeran She menyentuh pipi Yi Min dengan lembut.


Tidak berapa lama rombongan kereta mereka telah sampai di Istana Pinyin. Di sana terlihat Ming Lian, Shingen dan Ming Long sedang duduk di taman depan istana menunggu kedatangan Pangeran She.


Sesampainya di depan Istana Pinyin, Ming Fengying langsung keluar dari tubuh Burung Beo dan melepaskan ilmu pengendali hati.


Ming Lian tersenyum bahagia melihat kakaknya datang ke Bei dengan selamat tanpa terluka sedikitpun. Pangeran She dan Yi Min turun dari kereta kuda.


"Kakak kedua, syukurlah kakak kedua sampai ke Bei dengan selamat..." sapa Ming Lian dengan wajah yang gembira melihat Pangeran She sampai di Bei dengan selamat. Melihat Ming Lian menggendong bayinya, Yi Min menghampiri Ming Lian.


"Lian'er, anakmu lucu sekali... mmm... menggemaskan..." ucap Yi Min mengecup pipi imut Ming Fengying.


"Bibirnya tipis dan seksi sekali... untung saja aku bereinkarnasi menjadi bayi." hati Ming Fengying merasa sangat senang karena Yi Min mengecup pipinya. Tidak lama dia tertawa senang karena Ming Fengying merasa senangnya berlebihan. Ming Lian dan Yi Min tersenyum manis melihat tingkah lucu Ming Fengying.


"Terimakasih Kak Min Min... semoga Kakak juga cepat memiliki seorang anak." balas Ming Lian sambil tersenyum manis pada Yi Min.


"Tidak istriku, tidak adikku... di hadapanku mereka semua adalah sampah." umpat Pangeran She dalam hatinya melihat Ming Lian dan Yi Min yang terlihat begitu akrab.


Tidak berapa lama Shingen tersenyum dah hendak menyapa Pangeran She. Melihat Shingen mendekatinya, Pangeran She langsung berjalan menyapa ayahnya Kaisar Ming Long.


"Syukurlah ayahanda baik - baik saja..." sapa Pangeran She mencium tangan ayahnya. Melihat hal itu Ming Fengying berdecak kesal tetapi dia mengabaikan semua itu dengan mudah, karena Yi Min terus menyentuh pipinya.

__ADS_1


"Sayang sekali melihat perempuan sebaik ini menikah dengan pangeran licik itu..." batin Ming Fengying sambil melirik Pangeran She yanh sedang berbincang dengan Kaisar Ming Long.


Shingen dan Ming Lian mengajak Pangeran She dan Yi Min masuk ke dalam Istana Pinyin. Melihat istana megah dengan dinding emas membuat Pangeran She menelan ludah sesaat, tetapi dia tidak menyangka adik perempuannya yang ingin dia singkirkan berhasil membangun sebuah Istana Pinyin yang terkenal dengan keindahannya bahkan Ming Lian telah membuat wilayah Bei menjadi tempat yang cukup makmur.


Perlahan matahari menyalami sang rembulannya, dan malam terbenam di ufuk barat, kumpulan awan berganti menjadi langit malam, angin malam berhembus meniup dedaunan hingga berjatuhan.


Ming Lian meminta Tao Lulu untuk menjaga Ming Fengying di kamarnya, Tao Lulu mengerti maksud dari Ming Lian, dia tidak sendirian menjaga Ming Fengying karena salah satu dari 22 samurai pengikut Shingen akan berjaga di luar kamar.


"Jadi orang ini yang bernama Kamejiro..." batin Ming Fengying melihat Kamejiro dengan mata yang menggemaskan.


Di dalam kamar Ming Fengying mengeluarkan air mata berwarna merah karena bola matanya kembali berwarna merah darah. Tao Lulu berusaha mencari resep obat yang manjur bahkan dia sudah belajar ilmu pengobatan yang baru selama beberapa hari ini tetapi tidak ada satupun yang manjur terhadap Ming Fengying.


"Kalau tidak salah di ilmu mata ilusi, bagian mata unik bisa mengubah bola mata menjadi berwarna selama beberapa hari..." pikir Ming Fengying mencoba mengingat isi dalam Kitab Bintang Di Surga.


"Aku harus memberitahu Bibi Lulu, jika aku akan belajar ilmu mata ilusi..." hati Ming Fengying yang sedang berbaring di kasur. Sedangkan Tao Lulu sedang mengolesi tubuh Ming Fengying dengan salep dan minyak bayi yang terbuat dari Bunga Citra dan tanaman obat yang lainnya.


Tao Lulu ingin bertanya kepada Ming Fengying tetapi dia mengurungkan niatnya, ketika melihat wajah Ming Fengying yang sedang menikmati sentuhan tangannya. Ketika dirinya mengoleskan minyak bayi pada tubuh mungil tersebut.


"Bibi Lulu, aku ingin mempelajari ilmu mata ilusi, tetapi aku belum membuka tenaga dalamku..." ucap Ming Fengying dengan suara yang menggemaskan, tangan Tao Lulu berhenti mengoleskan minyak bayi, kemudian dia menggendong tubuh mungil Ming Fengying.


"Ying'er, walaupun kamu bayi ajaib tetapi jangan bertindak terlalu gegabah..." jawab Tao Lulu sambil menggendong Ming Fengying di tangannya.


"Bibi Lulu, ada satu hal yang harus Bibi Lulu ketahui... jangan terkejut karena dalam berapa hari lagi Bei akan menjadi tempat pertempuran." ujar Ming Fengying mengingatkan sesuatu yang selalu membuatnya resah dirinya akhir - akhir ini kepada Tao Lulu.

__ADS_1


"Ying'er, jadi perkataanmu saat itu serius, walaupun kita telah menggagalkan rencana Pangeran She... tetapi apakah benar jika Pangeran She bersama Xia Hu akan memulai rencana kembali..." balas Tao Lulu yang sedang duduk di ranjang dan menggendong Ming Fengying.


Ming Fengying terdiam sebentar dan memandang wajah Tao Lulu dengan seksama sebelum memberitahukan rencana besarnya kepada tabib perempuan tersebut.


__ADS_2