
Angin berhembus ketika benturan senjata yang dilapisi aura saling bertabrakan di udara. Panglima Lu Chen sadar jika kekuatan Xia Lai masih jauh berada di atasnya.
Panglima Lu Chen menarik tombaknya kembali dengan tenaga dalamnya, Panglima Lu Chen mengolah pernapasan dan memutarkan tombaknya sebelum memainkan tombaknya menyerang Xia Lai.
Xia Lai tersenyum tipis melihat permainan tombak Panglima Lu Chen, serangan dari berbagai arah membuatnya sedikit kesal.
Lin Kin melangkahkan kakinya dengan cepat untuk menolong Zhang Bingjie, hanya dalam sekali tebasan pedang yang telah diisi tenaga dalam penjara air yang dibuat Xia Lai hancur.
Lin Kin dan Zhang Bingjie tersenyum tipis sebelum menyerang Xia Lai bersamaan.
Zhang Bingjie mengayunkan pedangnya dengan cepat mengincar segala titik lemah manusia. Tebasan pedang Zhang Bingjie sangat mematikan tetapi bagi Xia Lai yang telah mencapai pendekar suci, tebasan Zhang Bingjie masih bisa diatasi dengan mudah.
Lin Kin mengikuti gerakan Shingen ketika ingin membunuh orang dari jauh. Lin Kin memejamkan matanya dan membuat jangkauan aura intimidasinya yang lebar untuk mendeteksi pergerakan Xia Lai.
Lin Kin mengalirkan auranya yang berwarna hijau pada pedang kesayangannya. Setiap langkah kaki Xia Lai dapat dideteksi oleh Lin Kin.
"Taman Mimpiku."
Lin Kin mengayunkan pedangnya dengan begitu cepat ke arah Xia Lai. Panglima Lu Chen dan Zhang Bingjie menghindari serangan Lin Kin yang membentuk sabit besar berwarna hijau tersebut.
Xia Lai mengerutkan dahinya melihat teknik yang digunakan oleh Lin Kin. Teknik yang sangat berbeda dengan teknik pedang pendekar silat.
Panglima Lu Chen mencoba menyalurkan tenaga dalamnya pada cincin petir yang melingkar di jari manisnya. Tubuh Panglima Lu Chen dipenuhi petir - petir kecil yang melindungi tubuhnya.
Panglima Lu Chen tidak melewatkan kesempatan yang diberikan oleh Lin Kin. Xia Lai merapatkan giginya melihat Panglima Lu Chen menyerangnya bersamaan dengan serangan Lin Kin.
Xia Lai menghela napas panjang sebelum menggunakan aura tubuhnya untuk memanipulasi air. Xia Lai menciptakan puluhan boneka manusia dari air untuk menyerang Panglima Lu Chen dan Zhang Bingjie.
__ADS_1
Xia Lai menangkis tebasan Lin Kin dengan mudah. Setelah melihat boneka manusia air ciptaannya bertarung melawan Panglima Lu Chen dan Zhang Bingjie, sekarang Xia Lai dapat fokus menyerang Lin Kin.
Xia Lai dengan cepat bergerak sambil memainkan pedangnya menyerang Lin Kin. Suara pedang yang saling berbenturan terdengar keras di halaman depan Istana Pinyin. Keduanya tidak ada yang mau mengalah baik Xia Lai maupun Lin Kin.
Lin Kin sangat menyadari jika Xia Lai lebih kuat dari dirinya tetapi tidak ada alasan lain baginya untuk takut menghadapi Xia Lai.
"Sebuah organisasi misterius bahkan pemimpinnya tidak pernah terlihat. Aku siap mati demi melindungi tanah Bei dari pendekar jahat seperti orang ini." batin Lin Kin ketika bertukar serangan dengan Xia Lai.
"Kombinasi dari teknik pedang Sekte Taman Langit dan Samurai Yamato dia satukan. Aku tidak dapat mengikuti serangannya." batin Xia Lai mencoba mengikuti gerakan serangan tebasan pedang Lin Kin.
Xia Lai sulit mencerna permainan pedang Lin Kin. Tebasan pedang Lin Kin selalu berganti - ganti, jurus demi jurus yang di lancarkan oleh Lin Kin juga berbeda dengan anggota pendekar Sekte Taman Langit yang lainnya.
Xia Lai mengeluarkan tenaga dalamnya dalam jumlah besar untuk menciptakan penjara air yang sangat besar.
Penjara air yang diciptakan Xia Lai dapat menampung Panglima Lu Chen, Lin Kin dan Zhang Bingjie di dalamnya.
Xia Lai tersenyum lebar melihat ketiga lawannya telah masuk ke dalam penjara air mematikannya. Xia Lai menciptakan ikan hiu dan buaya dari aura tubuhnya dan tenaga dalamnya.
Xia Lai mengamati ketiga orang yang terjebak di dalam penjara air dari luar. Kekuatan Xia Lai yang pintar dalam memanipulasi aura tubuhnya menjadi senjata mematikan yang bervariasi membuatnya diterima menjadi petinggi Organisasi Iblis Bulan.
Panglima Lu Chen menahan napasnya dan menyimpannya di ulu hati sambil mencoba membunuh ikan hiu.
"Kekuatan orang itu bahkan bisa menciptakan sesuatu seperti ini..." batin Panglima Lu Chen sambi memainkan tombaknya untuk membunuh gerombolan ikan hiu dan buaya.
Lin Kin melapisi tubuhnya dengan aura, dengan cepat puluhan ikan hiu dan buaya menyerang dirinya.
Lin Kin berenang di dalam penjara air dan mencoba membunuh puluhan ikan hiu dan buaya yang mengejar dirinya.
__ADS_1
"Merepotkan, kita kehilangan momentum untuk membunuh salah satu petinggi Organisasi Iblis Bulan..." batin Lin Kin menatap tajam Xia Lai dari dalam penjara air.
Lin Kin masih dapat membunuh puluhan ikan hiu dan buaya tetapi situasinya tidak mudah berbalik. Setiap Lin Kin menghabisi gerombolan ikan hiu dan buaya maka jumlah mereka akan semakin banyak.
Lin Kin hanya berharap ada orang yang membuat Xia Lai bergerak karena tangan Xia Lai menyentuh penjara air dari luar. Lin Kin berasumsi jika ada orang yang membuat Xia Lai bergerak dan tidak menyentuh penjara air maka penjara air akan hancur.
"Tuan Shingen!" batin Lin Kin mengingat Shingen dan berharap jika Shingen dapat menolong mereka bertiga karena tidak ada samurai yang datang ke Istana Pinyin sesuai rencana.
Shingen menyuruh pengikutnya yang berjaga di Hutan Impian untuk datang ke Istana Pinyin jika sudah ada tanda - tanda penyerangan. Di halaman depan Istana Pinyin tidak ada satupun kemunculan samurai pengikut Shingen yang berjaga di Hutan Impian.
Zhang Bingjie membunuh gerombolan ikan hiu dan buaya yang mendekat padanya. Zhang Bingjie sadar jika dirinya kekurangan oksigen, serangan dari berbagai arah yang dilancarkan ikan dan buaya sangat tidak menguntungkan Zhang Bingjie.
"Kenapa tidak ada yang datang! Panglima Lu Chen gunakan petirmu!" batin Zhang Bingjie berteriak menatap tajam Panglima Lu Chen.
Zhang Bingjie coba memberikan kode pada Panglima Lu Chen untuk menggunakan kekuatan petirnya.
Panglima Lu Chen mengangguk pelan melihat Zhang Bingjie yang menatap dirinya setelah itu ia mengeluarkan kekuatan cincin petirnya dengan tenaga dalamnya.
"Kilat Menggelegar."
Panglima Lu Chen memutarkan tombaknya menciptakan ratusan kilat yang menyambar setiap penjuru penjara air.
Xia Lai tersenyum kecut melihat kekuatan Panglima Lu Chen. Kekuatan Xia Lai masih jauh di atas Panglima Lu Chen tetapi ia bisa mengerti kenapa alasan Panglima Lu Chen begitu ditakuti oleh pendekar Sekte Aliran Hitam.
Penjara air yang diciptakan Xia Lai masih utuh tetapi dirinya terkena serangan petir dari Panglima Lu Chen. Tangan Xia Lai terlepas dari air dan tidak memegang penjara air.
Panglima Lu Chen tersenyum sambil berenang dengan cepat ke arah Xia Lai dan kembali menyerang.
__ADS_1
Lin Kin dan Zhang Bingjie langsung menyerang dari sisi kiri dan kanan Xia Lai. Serangan dari berbagai arah membuat Xia Lai terdesak sesaat.
Ketika Xia Lai hendak menggunakan seluruh kekuatannya tiba - tiba dari dalam Istana Pinyin terjadi ledakan. Xia Lai melihat adiknya yang bernama Xia Hu berlari ke arahnya.