Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 74 : Kebenaran, Pesta Ria Dan Rencana


__ADS_3

Zhao Meng menceritakan semuanya kepada Shingen tentang kegelapan yang membayangi Kota Jinning. Penjelasan Zhao Meng cukup panjang, dan semua itu ternyata jauh dari apa yang dipikirkan oleh Shingen.


"Tuan Shingen. Walikota yang sekarang adalah seorang koruptor..." Zhao Meng memulai penjelasannya dari sosok Walikota Kota Jinning yang bernama Zhao Lhuo.


Walikota Zhao Lhuo adalah Walikota Kota Jinning yang baru di angkat dua tahun yang lalu. Sekitar dua tahun lalu terjadi pembunuhan massal keluarga Walikota lama yang bernama Zhao Kun.


"Tunggu..." Shingen menatap Zhao Meng serius. "Apa kau masih ada hubungan mendalam dengan keluarga Zhao Kun?"


Zhao Meng menganggukkan kepalanya dan berkata, "Sebenarnya namaku adalah Zhao Kun. Maaf telah membohongimu Tuan Shingen. Dan Zhao Meng adalah nama anakku yang telah meninggal di bunuh Zhao Lhuo."


"Lebih merepotkan dari yang kukira," gumam Shingen sambil memejamkan matanya.


"Zhao Meng ..., maksudku Zhao Kun." Shingen bisa melihat jika pria sepuh di depannya telah menyembunyikan identitasnya selama dua tahun belakangan ini. "Kenapa kau memakai nama anakmu yang telah meninggal? Maaf aku menanyakan hal ini, tetapi sebagai seorang ayah aku juga penasaran. Jika kau tidak ingin menjelaskannya juga tidak apa. Aku tidak bisa memaksamu."


Sungguh kejadian yang memilukan, ternyata pria sepuh tersebut bernama Zhao Kun. Sedangkan nama Zhao Meng adalah nama anaknya yang telah meninggal.


"Aku masih belum bisa melupakan anakku yang telah dibunuh adikku sendiri, Tuan Shingen." Zhao Kun mengepalkan tangannya dengan erat.


"Aku adalah anak pertama dari lima bersaudara. Seluruh adik dan keluargaku di bunuh oleh Zhao Lhuo yang merupakan adik ke-empat ku sendiri." Zhao Kun menambahkan dengan suara yang terisak.


"Ini sangat ironis. Aku berharap istriku tidak mempunyai kakak-kakak yang seperti itu," batin Shingen setelah mendengar perkataan Zhao Kun.


Shingen mengelus dagunya, sungguh aneh kejadian yang menimpa keluarga dari Zhao Kun. Seharusnya kejadian pembantaian ini akan menarik datangnya pasukan kekaisaran untuk menindaklanjuti kebenarannya. Tetapi sampai saat ini belum ada pasukan yang di kirim oleh Kaisar Ming Long.


Zhao Kun Menjelaskan pada Shingen jika Zhao Lhuo sering berkunjung ke ibu kota untuk bertemu dengan Pangeran She sebelum melakukan rencana pembunuhan pada keluarga Zhao Kun.


Yang lebih mengejutkan ternyata Zhao Lhuo adalah adik kandung dari Zhao Kun. Tentu hal ini membuat Shingen sedikit geram. Bagaimana bisa seorang saudara kandung saling membunuh hanya demi harta, warisan dan kursi Walikota.


"Zhao Kun bagaimana bisa penyamaranmu tidak ketahuan? Bukankah adik kandungmu itu mengetahui nama mendiang anakmu?" Shingen penasaran dengan penyamaran yang dilakukan Zhao Kun ketika menggunakan nama Zhao Meng.


"Zhao Lhuo menganggapku sebagai orang lain. Aku ditolong oleh teman baikku dua tahun lalu, dia adalah seorang pedagang yang bernama Yuan Lan. Dia sebenarnya hanya kenalan dari Bangsawan Yuan tetapi dia sangat menolongku..." Zhao Kun menyeka air matanya.


"Justru ini menjadi kesempatanku karena Zhao Lhuo telah menganggapku mati dan sebagai orang lain..." Zhao Kun mengambil sebuah lukisan keluarganya yang masih dia simpan. Kemudian dia menunjukkannya kepada Shingen.


"Ini..." Shingen terkejut melihat rambut hitam yang ada di lukisan, sementara itu sosok pria sepuh di hadapannya sudah memutih rambutnya.

__ADS_1


Zhao Kun tertawa melihat reaksi Shingen. Dua tahun lalu memang rambutnya masih hitam walau umurnya telah lima puluhan tahun lebih, namun dua hari setelah merasa despresi, rambut hitam Zhao Kun langsung memutih.


"Kau telah melewati masa-masa yang berat Zhao Meng..." Shingen menyeka air matanya terharu. "Maaf. Maksudku Zhao Kun. Bagiku nama kalian hampir sama."


Zhao Kun tertawa melihat Shingen. Sudah lama dia tidak tertawa, walaupun tertawa semua itu hanya kepura-puraan saja. Tetapi detik ini dia tertawa melihat Shingen yang sangat alami pada dirinya.


"Tuan Shingen. Mohon bantu aku untuk membalas kematian keluargaku. Aku akan menghentikan tindakan adikku yang kurang ajar ini." Zhao Kun menundukkan kepalanya kepada Shingen.


"Zhao Kun aku sudah bilang padamu. Sekarang kau adalah temanku. Aku akan membuat adikmu itu menebus kesalahannya." Shingen meminum teh hangat kembali sebelum dia membatin. "Kakak iparku bertemu dengan Zhao Lhuo sebelum rencana pembunuhan keluarga Zhao Kun. Aku sudah curiga pada orang itu. Hanya saja aku tidak ingin menaruh curiga pada kakak kandung istriku!"


Zhao Kun merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Shingen. Kemudian dia menjelaskan pada Shingen tentang Enam Pendekar Akar yang menjaga Zhao Lhuo. Selama dua tahun ini, Zhao Kun telah mengumpulkan banyak informasi dan rencana untuk menguak kebenaran Zhao Lhuo.


Enam Pendekar Akar dipimpin oleh seorang pendekar bernama Shun Dao. Dan keenam pendekar yang menjaga Zhao Lhuo adalah enam pembunuh yang membantai keluarga Zhao Kun.


Zhao Lhuo membunuh anak dan istri dari Zhao Kun. Sedangkan Enam Pendekar Akar membunuh keluarga Zhao Kun yang lain seperti adik-adiknya, menantu bahkan mertua.


Zhao Kun menjelaskan pada Shingen jika Shun Dao adalah dalang di balik terjadinya peningkatan jumlah ikan bawal yang termasuk dalam Hewan Buas.


Dengan membuat Danau Qing di huni kawanan Hewan Buas tentu Walikota akan meminta sumbangan pada penduduk Kota Jinning. Walikota Zhao Lhuo menggunakan uang penduduk dan uang yang berasal dari Kekaisaran Kuru untuk menyewa pendekar yang di beri tugas untuk membunuh Hewan Buas yang mendiami Danau Qing.


Perkataan Zhao Kun yang terakhir membuat Shingen semakin geram. Malam ini dia sadar jika dirinya tidak akan bersantai dan tidur nyenyak.


Di balik tindakan Walikota Zhao Lhuo yang koruptor ternyata masih ada kebusukannya yang lain. Di salah satu sudut kota yang dekat dengan sungai terdapat sebuah tempat prostitusi yang menjadi sumber uang Walikota Zhao Lhuo.


Shingen tidak menyangka Walikota Zhao Lhuo akan menyuruh Enam Pendekar Akar untuk menculik gadis yang baru tumbuh dewasa.


Zhao Kun mengatakan jika banyak juga gadis-gadis yang akan di jual sebagai budak. Dua bulan lalu ada seorang pedagang kaya dari Kerajaan Fiore. Pedagang tersebut hendak membeli ratusan gadis yang berasal dari Kota Jinning.


Sungguh kebetulan yang tidak terduga jika besok adalah waktu kedatangan pedagang kaya tersebut karena esok hari tepat waktunya dua bulan kedatangan pedagang kaya dari Kerajaan Fiore.


Shingen menghela napas panjang kemudian dia berdiri.


"Sebaiknya kita makan dan berpesta terlebih dahulu. Setelah hari berganti, kami akan melakukan pergerakan." Shingen tersenyum tipis pada Zhao Kun.


"Aku tidak bisa membiarkan ada orang-orang tak bersalah menjadi korban. Dunia ini tempat yang sangat buruk. Sesama saudara saling membunuh, sesama manusia saling menindas bahkan sekarang ada yang menjual manusia. Aku rasa budaya dari luar semenjak kedatangan makhluk melata itu membuat perdagangan budak semakin meningkat!" Shingen berdecak kesal sambil melangkahkan kakinya keluar rumah Zhao Lhuo.

__ADS_1


Dalam bayangan muncul sosok wujud naga dari Rieyu. Dia berharap jika umurnya panjang dan tubuhnya sehat, dia ingin memotong naga yang mendiami Negeri Yamato itu.


Di luar rumah sangat ramai, anak-anak panti asuhan sedang makan bersama dengan penduduk dan anggota samurai Shingen.


"Lebih baik aku mengisi tenagaku terlebih dahulu. Sepertinya aku baru bisa tidur nyenyak setelah sampai di rumah Lin Kin." Shingen membatin sambil tersenyum tipis.


"Tuan Shingen! Ini makanan telah jadi!" Salah satu penduduk melambaikan tangannya ke arah Shingen.


"Ayo Tuan Shingen. Kita makan bersama," ajak Zhao Kun sambil duduk lesehan bersama yang lainnya.


Fujin dan Sanada sedang membakar ikan bakar bersama penduduk yang lain sementara itu Yuan Shi sedang makan dengan lahap bersama anak-anak panti asuhan.


Shingen duduk di samping Ming Fengying yang sedang makan bersama Soo Yun.


"Ini ayah..." Soo Yun memberikan piring yang sudah diisi nasi dan daging ikan kepada Shingen.


Ming Fengying menggigit bibir bawahnya melihat tingkah Soo Yun.


"Hahaha ... terimakasih gadis muda." Shingen tertawa canggung melihat Ming Fengying yang hanya diam.


"Malam ini mari kita berpesta!" Shingen mengambil air minum dan langsung meminumnya. Perkataan Shingen dibalaas dengan teriakan oleh yang lain.


"Selamat makan!" Shingen langsung melahap makanan yang telah di buat penduduk yang tinggal di sekitar kediaman rumah Zhao Kun.


"Mari kita makan!" Salah satu penduduk berteriak.


"Ambil ini jangan sungkan. Kalian makan yang banyak agar jadi sepertiku." Yuan Shi terlihat sudah sangat akrab dengan puluhan anak-anak panti asuhan.


"Ya. Kami akan jadi ninja setelah dewasa." Anak-anak panti asuhan menanggapi perkataan Yuan Shi.


"Ninja ... boleh juga." Yuan Shi tersenyum melihat senyuman lebar anak-anak panti asuhan.


"Pertama kali dalam hidupku aku bisa berkumpul dengan orang sebanyak ini. Sudah kuduga ayah memiliki kharisma yang luar biasa, dia selalu berteman dengan orang yang baru dia kenal. Padahal berapa jam yang lalu kami dipandang sinis tapi sekarang semua telah berteman," gumam Ming Fengying pelan. Dalam hatinya dia sangat mengagumi sosok ayahnya.


Malam ini mereka berpesta ria sebelum melakukan pergerakan tengah malam menggulingkan Walikota Zhao Lhuo bersama Enam Pendekar Akar yang melindunginya.

__ADS_1


__ADS_2