Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 60 : Salah Satu Dari Tiga Darah


__ADS_3

Perubahan wujud dari Dong Hao berumur dua puluhan tahun yang terlihat kalem dengan rambut yang lurus, berubah menjadi pria paruh baya berambut panjang hingga rambutnya menyentuh kakinya. Mu Shang dan Mao Gang berkeringat dingin dan wajahnya pucat pasi karena mengetahui sosok Dong Hao yang sebenarnya, perubahan Dong Hao juga membuat Ming Fengying mematung gemetar hingga tubuhnya menjadi sasaran empuk pria paruh baya yang menyerangnya.


Ming Fengying baru mengingat ilmu terlarang yang bernama ilmu jiwa pembangkitan. Ilmu jiwa pembangkitan adalah ilmu yang dapat membuat penggunanya berumur panjang dengan mengambil alih tubuh orang yang telah mati, situasi sekarang sangat di luar perkiraan Ming Fengying.


"Jadi sejak awal orang yang bernama Dong Hao telah mati!" batin Ming Fengying merasa kesal karena telah menyepelekan segalanya, mengingat dirinya masih mengingat peristiwa besar yang terjadi di kehidupan sebelumnya, sehingga semua itu menjadi kelemahan terbesarnya.


Kedamaian sementara yang dia rasakan selama ini, membuat Ming Fengying lupa dengan kekacauan yang semakin mendekat lebih dari yang ia perkirakan.


Ming Fengying juga tidak mengetahui jika orang yang telah memukulnya merupakan seorang pendekar dari Sekte Lembah Darah yang bernama Wang Guoxiong. Seorang pria paruh baya yang telah mencapai pendekar tingkat hitam dan mampu memanipulasi auranya menjadi partikel yang membuat tubuhnya mengeras, dan Wang Xiong merupakan tangan kanan dari salah satu Tiga Darah.


Mu Shang dan Mao Gang menjaga jarak dari Dong Hao yang telah berubah menjadi sosok pria yang tak dikenal, tetapi mereka dapat mengetahui jika Dong Hao telah mati ketika merah berempat masih kecil dirawat oleh Haori.


"Apa kalian masih tidak mengenaliku?!" suara serak dan parau yang terdengar begitu berbeda dengan suara Dong Hao membuat pertempuran berhenti sejenak, Shingen menatap dingin Dong Hao dengan mata kanannya.


Ming Fengying melihat Wang Guoxiong tersenyum lebar mendengar suara Dong Hao yang berbeda, kedatangan Sekte Lembah Darah yang dipimpin salah satu dari Tiga Darah membuat Ming Fengying penasaran dengan apa yang mereka cari. Kemungkinan Haori mempunyai sesuatu yang disembunyikan dan itu tentu di luar perkiraannya, melihat reaksi Mu Shang dan Mao Gang yang terkejut melihat perubahan Dong Hao membuat Ming Fengying berasumsi jika Dong Hao telah mati sejak lama.


"Sepertinya aku harus membuat kalian mengingatku dengan kekuatanku..." terlihat senyuman lebar menyeringai di wajah Dong Hao setelah aura hitam pekat berubah menjadi darah berbentuk ratusan benang, dan mengikat ratusan pendekar Sekte Lembah Batu kecuali sosok pria paruh baya yang bernama Wang Guoxiang.


Puluhan orang yang mati perlahan bangkit menjadi sosok mayat berjalan yang bergerak pelan menyerang Ming Fengying dan lainnya, sedangkan Wang Guoxiang mendekati pria yang mengambil alih tubuh Dong Hao dan tersenyum lebar melihat puluhan mayat yang tidak bisa mati terus menyerang Ming Fengying dan yang lainnya.


"Tuan Shingen, aku mengingatnya. Dong Hao telah mati ... sekarang orang itu bukanlah Dong Hao, melainkan salah satu dari Tiga Darah yang bernama Wang Zhou!" Mao Gang berteriak pada Shingen yang sedang bertarung dengan puluhan mayat berjalan, sementara itu terlihat Fujin, Sanada dan Yuan Shi saling mendekat untuk saling melindungi satu sama lain.

__ADS_1


Shingen menatap tajam Mao Gang selama beberapa sesaat sebelum matanya menatap ke arah pria paruh baya yang bernama Wang Zhou. Sosok pria paruh baya yang memiliki ilmu jiwa pembangkitan itu membuat Shingen mendidih darahnya, perlahan matanya melebar dan bergerak cepat ke arah Wang Zhou.


"Hoi, kau. Lindungi orang yang bernama Haori. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya, jangan biarkan dia mati!" tegas Shingen menatap Mao Gang sambil mempercepat langkah kakinya menyerang Wang Zhou.


Pergerakan Shingen yang berlari cepat ke arahnya, membuat Wang Zhou menggerakan mayat berjalan sebagai tameng untuk melindungi dirinya dari serangan Shingen. Sebanyak apapun Shingen membunuh mayat berjalan, mereka akan bangkit kembali karena orang yang mengendalikannya masih hidup.


Sementara itu Wang Guoxiang yang sedari tadi diam mulai bergerak, sasarannya terpaku pada Ming Fengying yang membuatnya tertarik. Dengan mayat berjalan yang menghalangi Shingen untuk menahannya, Wang Guoxiang tersenyum ke arah Wang Zhou yang memberinya kemudahan untuk bertarung melawan Ming Fengying.


"Shingen, apa kalian juga mengincar kekuatan kuno?" perkataan Wang Zhou membuat Shingen dan Ming Fengying terdiam selama beberapa detik. "Haori mempunyai catatan kuno. Aku tahu kau orang Yamato sudah mengetahui itu, tetapi sangat disayangkan karena aku yang telah mengambil catatan kuno itu!" sesuatu yang di luar perkiraan Ming Fengying membuat dirinya tersenyum tipis, karena ternyata Wang Zhou yang mengambil alih tubuh Dong Hao telah lama mengincar catatan kuno yang dimiliki Haori.


Shingen diam setelah mendengar perkataan Wang Zhou yang berniat mengambil catatan kuno, puluhan mayat berjalan yang ada dihadapannya dapat dia atasi dengan mudan tanpa kesulitan.


"Maaf, aku tidak tertarik dengan hal itu." Shingen memutarkan tubuhnya menciptakan pusaran angin yang melesat ke atas, suara harimau terdengar ketika Shingen memutarkan tubuhnya. Setelah sampai di atas dan berbaur dengan udara, perlahan pusaran angin teknik katana Shingen meledak membuat hujan darah dari puluhan mayat berjalan.


"Tembok Mayat."


Wang Zhou mengendalikan puluhan mayat berjalan membentuk sebuah pertahanan, dia menggunakan kesempatan itu untuk mencari celah melarikan diri.


"Aku tidak menyangka akan melihat Shingen dan rombongannya tersesat di desa terbengkalai ini." Wang Zhou tersenyum lebar melihat ratusan mayat berjalan menjadi perisainya, terlihat di belakangnya tangan kanannya yang bernama Wang Guoxiang sedang bertarung melawan Ming Fengying.


Wang Zhou sudah tertarik dengan Haori sepuluh tahun lalu ketika dia melihat pria paruh baya tersebut sedang mendidik empat anak yatim piatu yaitu Dong Hao, Feng Yan, Mao Gang dan Mu Shang.

__ADS_1


"Sekarang aku harus pergi dari sini secepatnya. Penyerangan yang telah direncanakan akan berhasil ketika aliran hitam mempelajari kekuatan kuno yang tertulis di catatan kuno." Wang Zhou tersenyum lebar setelah sampai di rumah terbengkalai, di depan rumah tersebut terlihat lima ekor kuda hitam gagah perkasa yang merupakan kuda hitam dari Shingen, Ming Fengying, Sanada, Fujin dan Yuan Shi.


Shingen yang menyadari Wang Zhou hendak menunggangi kuda hitam miliknya, dengan sekali tebasan katananya dari jauh, Shingen melesatkan tebasan mematikan yang terbang mengarah ke arah Wang Zhou.


Tebasan katana yang membentuk sabit berwarna biru muda melesat cepat ke arah Wang Zhou terlihat sangat runcing ujungnya, serangan mendadak Shingen membuat Wang Zhou melompat menghindari tebasan katana Shingen.


"Sialan ini!" umpat Wang Zhou ketika tubuhnya tersungkur ke tanah karena menghindari tebasan katana Shingen. Kekesalannya meledak karena rencananya digagalkan Shingen yang datang secara tiba - tiba bersama Ming Fengying, Sanada, Fujin dan Yuan Shi.


Wang Zhou menatap tajam Shingen yang sedang bergerak pelan ke arahnya, dirinya bisa melihat jika mayat berjalan yang dia kendalikan tidak terlalu berpengaruh kepada Shingen. Niat kejinya terlihat dari senyumannya, Wang Zhou berdiri dan kedua tangannya meremas. Dalam sejekap ratusan pendekar Sekte Lembah Darah yang dikendalikannya mengeluarkan darah yang menggumpal besar menjadi kekuatan Wang Zhou.


Ratusan pendekar Sekte Lembah Darah tergeletak di tanah dengan tubuh yang mengering, karena darah mereka terkuras habis. Bau amis begitu menyengat di hidung, Ming Fengying sedikit merasa mual bahkan Fujin, Sanada, dan Yuan Shi juga terlihat mual. Sementara itu Mao Gang dan Mu Shang mencoba mengobati Haori sebisanya, namun setelah mencium bau darah yang menyengat, mereka berdua juga terlihat mual.


Shingen menyipitkan matanya melihat gumpalan darah kental yang besar berada di atasnya, Shingen mengakui jika Wang Zhou sangat berbakat karena bisa memanipulasi aura tubuhnya menjadi darah. Sebuah kekuatan yang membuatnya dapat memanpulasi darah orang yang telah meminum darahnya.


Wang Zhou yang merupakan pendekar dari aliran hitam mempelajari ilmu terlarang atau sesat, sehingga dirinya mampu mengendalikan aura tubuhnya menjadi kekuatan memanipulasi yang mengerikan.


Kebanyakan pendekar aliran hitam mempelajar ilmu terlarang agar dapat memanipulasi aura tubuh mereka dengan cara yang tidak wajar, kekuatan yang cepat didapat juga mendatangkan resiko yang besar. Mengingat kekuatan besar yang dikuasai dalam waktu singkat memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri, sama seperti dua koin yang berbeda.


Wang Zhou harus rela kehilangan tubuhnya untuk mendapatan kekuatan terlarang yang kuat, dirinya bisa membunuh orang dan mengambil alih tubuh orang tersebut sebelum mati. Setelah mempelajari ilmu jiwa pembangkitan, Wang Zhou terus berganti - ganti tubuh selama puluhan tahun.


"Bagaimana Shingen? Ini adalah kekuatanku yang menakjubkan, bukan?" Wang Zhou tertawa lepas mengejek Shingen yang terus menatap darah yang sedang ia manipulasi menjadi sebuah gumpalan darah besar.

__ADS_1


"Menakjubkan? Aku akui itu, tetapi untuk melawan orang sepertimu, aku tidak perlu menggunakan kekuatanku yang sebenarnya." Shingen tersenyum sinis menatap Wang Zhou yang begitu emosi setelah mendengar perkataannya.


__ADS_2