Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 58 : Terlambat


__ADS_3

Mao Gang berjalan mengantarkan Ming Fengying menuju kediaman Haori yang ada di bawah tanah, yang berada di bawah salah satu rumah penduduk desa terbengkalai. Tempat yang mereka berdua tuju merupakan ruangan bawah tanah.


Ming Fengying sangat khawatir karena mengingat banyak perubahan yang terjadi di kehidupan kali ini, kekhawatirannya adalah Dong Hao yang akan membunuh Haori lebih cepat dari yang dia perkirakan.


Dalam perjalanan menuju kediaman Haori yang ada di bawah tanah, Mao Gang menjelaskan pada Ming Fengying tentang sosok pengguna rantai yang bernama Mu Shang, dan sosok pria yang memanipulasi auranya menjadi asap putih yang bernama Feng Yan juga dijelaskan Mao Gang.


Ternyata Organisasi Bertudung Putih sebelum dipimpin Dong Hao hanya berjumlah lima orang, mereka hanya organisasi yang mencuri untuk membagikan makanan kepada orang - orang miskin dan orang yang tidak mampu. Setelah kepemimpinan Organisasi Bertudung Putih berubah dipimpin Dong Hao. Ratusan pendekar aliran hitam bergabung dengan Organisasi Bertudung Putih.


Ming Fengying berniat menjadikan Organisasi Bertudung Putih sebagai bawahan ibunya yaitu Ming Lian. Dalam hatinya dia berharap jika Dong Hao adalah orang yang baik dan belum terpengaruh ajaran sesat aliran hitam.


Sesampainya di desa terbengkalai, Ming Fengying hanya mendapati kudanya yang sedang berdiri di depan rumah bersama empat kuda hitam yang lainnya. Namun Ming Fengying tidak mendapati Shingen, Fujin, Sanada dan Yuan Shi dimanapun.


"Mao! Dimana keempat orang yang bersamaku?!" Ming Fengying menarik pundak Mao Gang dan mencengkeramnya dengan erat.


"Katakan padaku?!" Ming Fengying terlihat murka karena tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya. Perlahan Mao Gang membalikkan badannya menatap Ming Fengying.


"Tuan Shingen bertemu dengan Ketua Haori. Samurai yang bernama Fujin bertemu dengan Mu Shang. Samurai bernama Sanada bertemu dengan Feng Yan. Sementara itu pemuda bernama Yuan Shi bertemu dengan Dong Hao." Mao Gang menjawab pertanyaan Ming Fengying yang bertanya padanya, hanya saja dia bisa melihat kemarahan yang terpancar di mata Ming Fengying.


"Kami pikir kalian hendak memburu kami. Tidak ada pilihan lain bagi kami untuk memisahkan kalian," tambah Mao Gang.


Ming Fengying melepaskan cengkeramannya di pundak Mao Gang. Mendengar perkataan Mao Gang membuat Ming Fengying memutuskan untuk segera pergi menuju kediaman Haori yang ada di bawah tanah.


Mao Gang kembali menuntun Ming Fengying menuju rumah terbengkalai, mereka berdua memasuki rumah tersebut dan mendapati sebuah tangga yang mengarah ke bawah. Ming Fengying mengikuti Mao Gang dari belakang.


Sebuah tangga yang dia turuni terus membawanya ke sebuah tempat gelap yang hanya diterangi sebuah lilin kecil di dekat tangga. Mao Gang mempercepat langkahnya ketika mendengar suara seseorang, dengan cepat Ming Fengying mengikuti Mao Gang dari belakang.


Sesampainya di ruang bawah tanah, yang merupakan kediaman dari Haori. Mata Ming Fengying dikejutkan dengan Shingen yang sedang menahan tangkisan pedang maupun rantai dari Dong Hao dan Mu Shang. Sedangkan matanya kembali tertuju pasa Haori yang tergeletak di tanah sambil dipegangi Fujin dan Yuan Shi.

__ADS_1


Mao Gang melebar matanya melihat Haori yang terkapar di lantai, kehadiran Shingen membuat dirinya mencurigai Shingen yang telah membubuh Haori.


"Saudara Mao. Orang ini yang telah membunuh ayah, tidak maksudku ketua!" teriak Dong Hao pada Mao Gang. Perlahan mata Mao Gang menatap dingin Ming Fengying dan mencekik lehernya.


"Sudah kuduga. Kalian kesini untuk memburu kami!" teriak Mao Gang penuh emosi mencekik leher Ming Fengying dengan tangannya, dengan lihai Ming Fengying mengunci kepala Mao Gang dengan kedua kakinya.


Ming Fengying mengunci dan membanting tubuh Mao Gang ke tanah, kemudian matanya mengarah pada Dong Hao. Sandiwara yang dilakukan Dong Hao sangat sempurna, sampai - sampai dia berhasil memanipulasi hati Mu Shang dan Mao Gang.


"Paman Mao! Dengarkan penjelaskanku dulu!" Ming Fengying mengunci tangan Mao Gang dan menahannya, sesuatu terjadi di luar perkiraannya. Ternyata masa depan benar - benar berubah, Haori terlihat akan mati lebih cepat sebelum nama Organisasi Bertudung Putih terkenal namanya.


"Ayah, suruh salah satu samurai untuk kembali ke Bei membawa tubuh Haori. Bibi Lulu pasti bisa mengobatinya!" teriak Ming Fengying pada Shingen. Perkataan Ming Fengying membuat Mao Gang berhenti melawan, dirinya sadar ada yang tidak beres dengan Haori yang tiba - tiba tergeletak di tanah.


"Apa yang bocah ini katakan?!" Apa dia bercanda?!" Dong Hao tertawa lepas mengejek Ming Fengying. Dengan sandiwaranya dia kembali menyerang Shingen yang hanya menahan tebasan pedangnya dengan katananya.


"Paman Fujin! Cepat kembali bawa tubuh Haori!" Ming Fengying kembali berteriak, menurutnya akan sangat sia - sia baginya jika membiarkan Haora mati. Kemampuan Haori dalam menggali informasi akan sangat membantu dirinya di masa depan nanti.


"Mohon maaf sebelumnya ... aku sempat termakan emosiku sendiri..." Mao Gang menatap Ming Fengying tajam.


"Orang yang bernama Dong Hao itu telah menaruh racun di minuman ketua kalian. Coba lihat di meja yang ada gelasnya itu." Ming Fengying menunjuk sebuah gelas yang ada di meja tempat biasa Haori menikmati minumannya.


Mao Gang terdiam dan tidak langsung menyimpulkan jika Dong Hao adalah pengkhianatnya, mengingat dirinya yang telah tumbuh dirawat oleh Haori bersama Dong Hao, Feng Yan dan Mu Shang membuat Mao Gang tidak ingin mempercayai perkataan Ming Fengying.


"Hao, apakah benar jika kau yang telah memberi racun pada ayah?!" tanya Mao Gang pada Dong Hao dengan nada penuh emosi. Tidak berapa lama wajah Dong Hao pucat pasi, keringat dingin membasahi wajahnya.


Ming Fengying menatap tajam Dong Hao yang sedang terlihat begitu pucat wajahnya, tidak berapa lama Dong Hao berlari ke arah Fujin dan menebaskan pedangnya pada tubuh Haori. Hanya saja tebasan pedangnya ditangkis katana Shingen.


Tindakan Dong Hao membuat Mu Shang dan Mao Gang terkejut karena Dong Hao berniat membunuh orang yang telah menyelamatkan mereka saat mereka kecil. Kesedihan terpancar di wajah Mao Gang karena berharap dirinya salah melihat, tetapi semuanya sekarang semakin jelas setelah melihat Dong Hao kembali menebaskan pedangnya berniat membunuh Haori.

__ADS_1


"Hao! Apa yang kau lakukan?!" Mao Gang dengan cepat berlari ke arah Dong Hao dan memukul wajah temannya tersebut dengan cukup keras.


"Kau tidak tahu apa - apa tentangku! Jangan halangi aku! Dan ingat! Aku bukanlah Dong Hao" bentak Dong Hao mendorong tubuh Mao Gang ke belakang. Ming Fengying bisa melihat ada kebencian di mata Dong Hao yang membuatnya menjadi seperti itu.


Mao Gang membalas dorongan Dong Hao dengan sekuat tenaganya, tidak berapa lama keduanya bertarung satu sama lain. Pertarungan jarak dekat sangat tidak menguntungkan Mao Gang, sehingga Mao Gang lebih memilih pertarungan jarak jauh, agar dirinya lebih leluasa melempar jarum - jarum beracun ke arah Dong Hao.


Mu Shang yang dari tadi diam mulai ikut masuk kedalam pertarungan kedua temannya tersebut. Dengan cepat Mu Shang mengekang tubuh Mao Gang dan Dong Hao menggunakan rantainya, ikatan rantai di tubuh keduanya begitu kencang.


Ming Fengying bisa melihat wajah Mao Gang dan Dong Hao yang meringis kesakitan, perlahan Mu Shang melepas rantainya yang mengekang kedua temannya tersebut.


"Sudah cukup! Kumohon, kalian berdua berhentilah bertarung!" suara Mu Shang dengan wajah yang memelas, memecah dan meredamkan kemarahan Mao Gang dan Dong Hao.


"Hao, kenapa kau berniat membunuh ayah?" tanya Mu Shang pada Dong Hao yang masih memegang erat pedangnya. Tidak berapa lama Dong Hao tersenyum lebar, matanya menatap tajam Mu Shang.


"Aku tidak sejalan dengan kalian berempat dan aku Bukanlah Dong Hao! Aku akan mengambil alih kepemimpinan Organisasi Bertudung Putih mulai hari ini!" Dong Hao tertawa lepas, dengan cepat dia melempar pedangnya ke arah Fujin.


Ming Fengying melihat Fujin yang menghindari lemaparan pedang Dong Hao. Merasa tidak bisa keluar dari ruang bawah tanah, Fujin menaruh Haori kembali di tempat tidur yang ada di ruangan bawah tanah.


"Tuan Shingen sepertinya kita kedatangan ratusan tamu." perkataan Fujin memecah ketenangan sesaat, semuanya mengepalkan kedua tangan mereka termasuk Ming Fengying. Sementara itu Dong Hao tertawa lepas karena dirinya telah merencakan semua ini.


"Asal kalian tahu, aku telah bekerja sama dengan Sekte Lembah Darah untuk membunuh kalian semua, Gang, Shang, Yan termasuk Haori sialan itu!" perkataan Dong Hao membuat Mao Gang dan Mu Shang berkeringat dingin.


"Dan satu lagi aku bukanlah Dong Hao!" teriakan Dong Hao sangat keras dan terdengar seperti orang yang berbeda.


"Kedatangan samurai tidak terduga, tetapi kalian jug akan mati bersama mereka." Dong Hao kembali tertawa.


Setelah Dong Hao tertawa, dobrakan pintu terdengar di rumah atas. Ming Fengying dan Yuan Shi yang menyadari hal itu, langsung berlari ke atas untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


__ADS_2