Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 96 : Pertemuan Putih Suci Bagian V


__ADS_3

Ling Han menggertakkan giginya hingga berbunyi. “Saudara Fang! Aku juga semakin muak dengan sikapmu! Diantara ratusan orang disini, kenapa kau melirikku?!”


“Aku hanya melirik pendekar yang berada disampingmu, jangan merasa tersinggung, Saudara Ling...” Fang Baihu terkekeh dan menggelengkan kepalanya, “Sepertinya kau sedang darah tinggi, sebaiknya kau meminta Tabib Batu Awan mengobati penyakit darah tinggimu itu.”


Kini Ling Han tidak habis pikir mendengar ledekan Fang Baihu yang menurutnya keterlaluan sehingga tanpa sadar dirinya melepaskan aura tubuhnya pada Fang Baihu.


Pendekar dari Pedang Naga Sakti juga menatap sengit pendekar dari Sekte Harimau Putih. Bisa dibilang hubungan Pedang Naga Sakti dan Sekte Harimau Putih kurang membaik beberapa tahun ini karena persaingan atau masalah pribadi antara Fang Baihu dengan Ling Han yang mereka berdua bawa sampai ke dalam sektenya.


Di masa lalu Fang Baihu dan Ling Han adalah pendekar muda yang saling mengenal, namun hanya karena Fang Baihu jatuh cinta pada adik kandung Ling Han yang bernama Ling Hua, hubungan keduanya mulai merenggang.


Apalagi setelah perempuan yang Fang Baihu cinta justru dinikahkan karena urusan politik dengan Pangeran Kedua Kekaisaran Kuru yang bernama Ming Song.


Fang Baihu sakit hati karena Ling Han tidak mendukungnya dan justru mendukung pernikahan tersebut, walau Ling Han mengetahui perasaan Ling Hua kepada Fang Baihu, namun Ling Han lebih memilih Ling Hua menikah dengan Ming Song karena alasan kasta dan kekuasaan.


Setelah merasa dikhianati temannya, Fang Baihu menyesal karena tidak bisa membawa Ling Hua secara paksa. Pernikahan Ling Hua dengan Ming Song hanya bertahan sampai dua tahun, dan setelah itu Fang Baihu mendengar kabar kematian Ling Hua tanpa alasan yang jelas.


Semenjak itu Fang Baihu menyalahkan dirinya dan mengutuk Ling Han yang tidak merasa bersalah atas kematian adik kandungnya.


Melihat Fang Baihu dan Ling Han membawa masalah pribadi mereka ke dalam Pertemuan Putih Suci, dengan cepat Fei Chen melepaskan aura tubuhnya pada Fang Baihu dan Ling Han.


“Cukup! Jangan bawa masalah pribadi ke dalam pertemuan ini! Lebih baik kalian dinginkan kepala kalian yang panas itu! Pertemuan ini adalah tempat untuk saling mendengarkan bukan saling menyindir!” Fei Chen menatap geram Feng Baihu dan Ling Han. Semua pendekar yang hadir di Pertemuan Putih Suci menyadari ada masa lalu yang kelam antara Fang Baihu dan Ling Han.


Tak lama salah satu dari empat sekte aliran netral terbesar di Kekaisaran Kuru angkat bicara. Sosok pria dengan rambut berwarna merah ingin Pertemuan Putih Suci segera berakhir daripada terus menerus menghasilkan perbedaan pendapat yang tidak jelas.


“Lebih baik kita dengarkan masukan dari Saudara Jiang. Aku selaku Ketua Benteng Api cukup terkuras kesabarannya mendengar perkataan kalian dari aliran putih.” Semua orang langsung menatap ke arah pria paruh baya berambut merah. Pria paruh baya tersebut bernama Sheng Huo.

__ADS_1


“Benar perkataan Saudara Sheng. Kami dari aliran netral merasa tidak dihargai disini. Lebih baik cepat akhiri pertemuan ini,” sahut perempuan paruh baya yang bernama Su Wenli.


“Ketua Partai Bunga Netral juga setuju dengan perkataanku, jadi cepat lanjutkan dan tinggalkan pembahasan masalah pribadi,” balas Sheng Huo sembari menatap Su Wenli.


“Ketua Hutan Api diam saja. Kau hanya merasa bosan bukan?” Su Wenli memejamkan matanya dan menghela napas panjang.


Tak lama Sheng Huo tertawa, “Aku bosan mendengarkan perkataan yang tidak menyangkut yang sedang kita bahas.”


“Mohon maaf, Saudara Sheng, Saudara Su, atas sikap kami dari aliran putih yang kurang berkenan di hati kalian berdua.” Kini Lin Kin angkat bicara sambil menatap Sheng Huo dan Su Wenli yang mengangguk setelah mendengar perkataan maaf darinya.


“Baiklah, kita persilahkan Saudara Jiang untuk berbicara.” Lin Kin kini menatap Jiang Tian yang sedang memijat keningnya.


Jiang Tian menatap pendekar dari Pedang Naga Sakti dengan tatapan tajam. Kemudian dia memejamkan matanya.


Ling Han mengerutkan dahinya dan menatap tajam Jiang Tian, “Mereka yang memakai penutup wajah adalah pendekar dari pasukan militer di bawah arahan Panglima Lu Chen...”


Semua orang saling berpandangan ketika mendengar jawaban Ling Han yang santai dan tenang. Tak lama Ling Han menatap puluhan pendekar yang memakai penutup wajah.


“Tunjukkan kartu kalian kepada semua orang disini. Aku tidak ingin mereka mencurigaiku lebih dari ini.” Ling Han menatap dingin pendekar yang merupakan suruhan Pangeran She untuk bergabung dengannya di Pertemuan Putih Suci. Ling Han sendiri belum menyadari bahwa puluhan pendekar yang memakai penutup wajah adalah Ketua dan Tetua dari Sekte Cakrawala Hitam.


“Jangan terlalu ambil pusing, Ketua Ling. Kami akan menunjukkan kartu ini.” Suara yang terdengar seperti perempuan terdengar, tak lama dia menunjukkan kartu yang menandakan dirinya adalah Pasukan Militer Kekaisaran Kuru di bawah pimpinan Panglima Lu Chen.


Semua orang terkejut melihat kartu yang ditunjukkan perempuan yang memakai penutup wajah, namun sebagian justru menganggap ada kejanggalan karena Panglima Lu Chen tidak akan mengirim pasukannya ke Pertemuan Putih Suci selain dirinya sendiri.


Mengingat ada kabar jika Panglima Lu Chen sedang sibuk mengurus masalah Kota Jinning dan menyelesaikan masalah kenegaraan dengan Kerajaan Sihir Fiore, tentu perkataan Jing Han dan gerak-gerik pendekar dari Pedang Naga Sakti terlihat sangat mencurigakan.

__ADS_1


Ming Fengying menyadari pendekar yang memakai penutup wajah membuatnya merasakan firasat buruk. Walau tidak merasakan intimidasi yang berarti, tetapi tatapan pendekar yang memakai penutup wajah di Pedang Naga Sakti menatap dirinya yang sedang bersama Soo Yun dengan tatapan yang tidak mengenakan.


“Semua ingatan kehidupan lamaku tidak semuanya sama dengan yang sekarang. Perasaan ini membuatku tidak enak...” Ming Fengying membatin dan memejamkan matanya.


“Maaf karena aku sempat mencurigaimu, Saudara Ling.” Jiang Tian kembali bersuara sambil menghela napas panjang, “Baiklah, ini masukan dariku...”


Semua orang menatap wajah Jiang Tian yang mendadak berubah menjadi sangat serius. Mereka semua penasaran dengan topik yang akan dibahas oleh Jiang Tian.


“Apa pendapat kalian semua tentang pendekar muda di aliran hitam yang berkembang pesat selama beberapa tahun belakangan ini?” Semua orang saling berpandangan mendengar pertanyaan Jiang Tian.


Xiao Long kembali bersuara setelah sekian lama terdiam, “Aku sempat mendengar rumor tentang salah satu Pangeran atau keluarga bangsawan memberi sumber daya pada aliran hitam. Namun itu hanya sekedar rumor, aku sendiri tidak ingin mempercayainya.”


“Kami mendapatkan sumber daya dari Tuan Putri Kelima sebagai ganti kerja keras kami membantu keamanan di Wilayah Bei. Aku pikir yang patut dicurigai adalah saudara kandung Tuan Putri Kelima yang bisa kita lihat perkembangannya beberapa tahun ini? Apa mereka bisa memimpin suatu wilayah menjadi makmur?” Fang Baihu menanggapi perkataan Xiao Long dan menjawab pertanyaan Jiang Tian secara bersamaan.


“Kalau begitu, kami dari Sekte Sungai Merah dan saudara-saudara dari Sekte Taman Langit juga mendapatkan sumber daya dari Tuan Putri Kelima. Lagipula kami aliran putih dan mendapatkan sumber daya sebagai bentuk imbalan, jadi menurutku tidak ada masalah.” Zhang Bingjie memberi pendapat walau Sekte Sungai Merah sendiri termasuk dalam sekte menengah seperti Sekte Taman Langit.


Sementara itu Ling Han sedikit terganggu dengan perkataan Fang Baihu maupun tatapan dari pria tersebut. Dalam hatinya dia mendengus kesal dan mengatakan sumpah serapah pada Fang Baihu.


“Menurutku dari semua lima anak kandung Kaisar Long hanya Tuan Putri Kelima yang pandai dalam melakukan kerjasama. Beliau sempat mengirim surat pada kami untuk membantu keamanan di Wilayah Bei, namun saat itu kami ada urusan tersendiri di Negeri Jisa...” Sekarang Tian Yang yang memberi jawaban sambil menatap Soo Yun.


“Banyak yang tidak suka dengan kemajuan pesat di Wilayah Bei, sehingga Wilayah Bei sering menjadi sasaran aliran hitam. Kemungkin besar orang yang tidak suka dengan keberhasilan Tuan Putri Kelima adalah orang-orang yang dekat dengan beliau atau bangsawan-bangsawan yang korupsi...” Tian Yang menambahkan.


Ming Fengying yang menyadari itu merasakan jika Tian Yang mengetahui masa lalu Soo Yun. Kemudian dia menggenggam erat tangan Soo Yun.


“Setelah ini aku ingat bertanya pada Ketua dari Kuil Matahari. Aku rasa dia mengetahui masalah dalam Negeri Jisa. Tempat tinggal Yunyun...” Ming Fengying membatin lirih dalam hatinya sambil menatap wajah Soo Yun yang terus menunduk.

__ADS_1


__ADS_2