Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 54 : Pernapasan Sirih


__ADS_3

Fujin menjelaskan pada Ming Fengying dan Yuan Shi tentang Sekte Aliran Putih dan Sekte Aliran Netral yang mengundang Shingen bersama Sepuluh Pilar Rembulan untuk datang mengikuti temu sapa persaudaraan Pertemuan Putih Suci.


Tahun ini Pegunungan Tiangan akan menjadi tempat digelarnya Pertemuan Putih Suci. Shingen tidak bisa meninggalkan istrinya tanpa penjagaan, membawa Ming Fengying dan Yuan Shi keluar dari Bei untuk melihat dunia luar adalah rencana Shingen.


Ming Fengying mengerti garis besarnya, hanya saja Pertemuan Putih Suci akan menjadi tempat yang membuatnya muak. Ming Fengying menghela napas panjang dan menyiapkan mentalnya untuk melihat tatapan sinis ketika sampai di Pegunungan Tiangan.


Ming Fengying dan Yuan Shi mengikuti perintah Fujin untuk menemui Shingen di Istana Pinyin. Raut wajah gembira terpancar di wajah Yuan Shi karena dia akan pergi berpetualang itulah yang dia pikirkan, sebuah kehormatan bagi Yuan Shi bisa ikut di Pertemuan Putih Suci.


"Feng..." bisik Yuan Shi di telinga Ming Fengying pelan, "Aku akan menunjukkan pada Senior Luo tentang kekuatan samuraiku." Yuan Shi tertawa pelan.


Ming Fengying menggelengkan kepalanya pelan dan terus berjalan mengikuti Fujin menuju Istana Pinyin. Dalam perjalanannya menuju Istana Pinyin yang masih lumayan jauh, mata Ming Fengying terarah pada daun sirih yang sedang dia tatap.


Pikiran Ming Fengying menari - menari di atas kepalanya dan terbang jauh ke masa lalunya, selama empat tahun dia diberi tahu Shingen tentang pernapasan yang hanya dipelajari oleh lima keturunan surgawi.


Pernapasan sirih adalah pernapasan yang turun - temurun diajarkan dari generasi ke generasi oleh leluhur Klan Tuskuyomi. Senyuman tipis terlihat di wajah Ming Fengying mengingat masa - masa sulit untuk menguasai pernapasan tersebut.


Shingen mendidik Ming Fengying dengan keras, bukan hanya Ming Fengying saja yang mempelajari pernapasan sirih. Shingen yang merupakan keturunan dari Klan Tsukuyomi terakhir selain Ming Fengying mewariskan tiga pernapasan pada Sepuluh Pilar Rembulan, Ming Fengying dan Yuan Shi.


Dari tiga pernapasan, hanya satu yang dikuasai Sepuluh Pilar Rembulan, Ming Fengying dan Yuan Shi. Pernapasan sirih dapat mereka kuasai, tetapi dua pernapasan yang lainnya belum diajari oleh Shingen.


Untuk menguasai pernapasan sirih, seluruh anggota Sepuluh Pilar Rembulan, Ming Fengying dan Yuan Shi berlatih bersama - sama. Fisik mereka ditempa oleh Shingen dan dibarengi dengan ilmu kebatinan agar mereka tidak menjadi manusia yang angkuh. Setiap istirahat minuman herbal yang dibuat Tao Lulu menjadi minuman mereka semua.


Tao Lulu membuat macam - macam minuman dan pil yang diberikan pada Sepuluh Pilar Rembulan, Ming Fengying dan Yuan Shi. Tetapi mereka tidak terlalu banyak mengolah pil yang diberikan Tao Lulu. Pernapasan yang mereka olah sudah membuat mereka semakin berkembang pesat, pernapasan bersangkutan dengan udara dan udara bersangkutan langsung dengan alam. Membuat diri menyatu dengan alam yang tidak terbatas adalah sebuah pilihan tepat.


Energi alam dan udara murni yang terus mereka hirup, olah dengan pernapasan membuat napas mereka tidak mudah bocor. Ming Fengying sangat menyadari betapa terasa perbedaan kemampuannya, pernapasan sirih yang dia latih membuat kedua tangannya terasa dingin dan tenang.

__ADS_1


Ming Fengying terkadang merasa seperti ada sebuah pusaran angin di telapak tangannya, tujuan Ming Fengying semakin bulat karena Shingen menjelaskan tentang beberapa kekuatan tersembunyi yang tercatat di catatan kuno maupun batu prasasti.


Terkadang melihat kepercayaan tinggi yang dimiliki Yuan Shi membuat Ming Fengying ikut tergerak hatinya, Yuan Shi sangat bersyukur karena telah menjadi seorang samurai yang dilatih langsung oleh Shingen dan anggota Sepuluh Pilar Rembulan.


Ming Fengying masih mengingat jelas tentang hancurnya Kekaisaran Kuru di kehidupan sebelumnya. Di dunia ini tidak ada yang namanya kekuatan yang langsung membuat orang menjadi kuat atau disebut dengan instant. Mengingat masa lalunya membuat Ming Fengying tertawa geli, ribuan pendekar dari aliran putih, netral dan hitam selalu berpikir untuk menjadi lebih kuat dengan perjuangan dan tekad mereka yang lemah.


Menurut penjelasan dari Shingen tentang pernapasan sirih. Shingen memberi penjelasan pada anggota Sepuluh Pilar Rembulan, Ming Fengying dan Yuan Shi agar tidak mudah emosi, karena pernapasan sirih yang telah menyatu dengan tubuh mereka akan membuat mereka secara tidak sadar menggunakan kekuatan tersebut.


Shingen juga memberi nasihat pada mereka semua agar tidak mudah cepat puas dengan ilmu yang baru dikuasai, perkataan Shingen yang terakhir setelah Ming Fengying melewati masa empat tahun latihan masih terngiang di kepalanya.


Jadilah pendekar yang seperti padi. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki, maka akan semakin merunduk. Ambil pelajaran dari tanaman padi jangan jadi pendekar yang angkuh dan sombong.


Shingen ingin Ming Fengying menjadi seorang samurai, tetapi dia terlalu memaksa anaknya tersebut.


Ming Fengying tersenyum mengingat perkataan ayahnya, Pertemuan Putih Suci akan menjadi pembuktian dirinya untuk membanggakan ayahnya. Ming Fengying membulatkan tekadnya dan akan mewarisi tekad ayahnya menjadi seorang samurai.


Ming Fengying terbuyarkan lamunannya karena ucapan Yuan Shi. Matanya menoleh melirik Yuan Shi. Identitas Yuan Shi membuat Ming Fengying penasaran, senyuman tipis menyungging di wajah Ming Fengying.


"Yukimura?" Ming Fengying menaikan alisnya memastikan perkataan Yuan Shi.


Yuan Shi tersenyum lebar dan berhenti berjalan, melihat Yuan Shi yang berhenti berjalan, Ming Fengying juga ikut berhenti berjalan dan menatap tajam Yuan Shi.


"Namaku Yukimura. Sebuah nama yang diberikan mendiang ibuku," Yuan Shi menatap tajam Ming Fengying, "Aku akan membebaskan negeri mendiang ibuku yang dijajah. Aku bersedia mengorbankan apapun demi memenuhi keinginan ayah dan ibuku." Yuan Shi menambahkan.


Toramasa dan Fujin juga berhenti berjalan, mendengar perkataan Yuan Shi membuat mereka berdua terkejut. Tindakan Yuan Shi yang ingin menjadi seorang samurai juga terkesan mencurigakan emlat tahun lalu, tetapi semuanya sekarang telah terjawab. Toramasa dan Fujin bisa melihat tekad yang dimiliki Yuan Shi.

__ADS_1


"Yukimura?" Toramasa menaikan alisnya dan menatap Yuan Shi dalam - dalam.


"Sepertinya tuan muda memiliki teman yang baik. Tidak salah kita mengajari ilmu aliran harimau pada anak ini." sahut Fujin tersenyum menatap Yuan Shi.


Ming Fengying kembali berjalan setelah mengetahui nama Yamato dari Yuan Shi. Pertemuan dengan Yuan Shi merupakan hal yang tidak terduga dan tidak pernah terpikirkan di dalam benak Ming Fengying.


"Aku akan memanggilmu Yukimura mulai hari ini." Ming Fengying tersenyum pada Yuan Shi dan kembali berjalan.


"Baiklah." Yuan Shi mengikuti Ming Fengying dan berjalan kembali.


Toramasa dan Fujin tersenyum melihat teman pertama Ming Fengying. Seluruh anggota Sepuluh Pilar Rembulan selalu mengawasinya dengan ketat, untuk memastikan Ming Fengying tumbuh menjadi seorang pemimpin yang baik dan disegani, seluruh anggota Sepuluh Pilar Rembulan sangat tidak ingin melihat Ming Fengying tumbuh mengenal teman yang hanya sebatas kata.


Ming Fengying dan Yuan Shi saling bercanda dan merangkul satu sama lain, mereka berdua terlihat begitu akrab berjalan bersama menuju Istana Pinyin.


Yuan Shi sadar jika Ming Fengying dapat melihat sesuatu yang tidak dia lihat, banyak rumor yang dia dengar selama empat tahun berlatih bersama anggota Sepuluh Pilar Rembulan. Kabar tentang banyaknya orang jahat yang ingin mencelakai Ming Fengying dan keluarganya yang tak lain adalah Shingen dan Ming Lian membuat Yuan Shi geram.


Sesampainya di Istana Pinyin. Delapan anggota Sepuluh Pilar Rembulan sudah berkumpul bersama di depan teras Istana Pinyin.


Shingen tersenyum melihat Ming Fengying dan Yuan Shi yang terlihat akrab, sebagai ayah Ming Fengying tentu ikatan pertemanan anaknya adalah sesuatu yang penting baginya.


Ming Fengying dan Yuan Shi menyapa Shingen dan seluruh anggota Sepuluh Pilar Rembulan selain Toramasa dan Fujin.


Setelah semuanya duduk melingkar, Shingen menatap seluruh anggota Sepuluh Pilar Rembulan, Ming Fengying dan Yuan Shi dalam - dalam.


Shingen sengaja memanggil mereka semua untuk membahas Pertemuan Putih Suci yang akan diadakan di Pegunungan Tiangan. Sebuah kehormatan bagi samurai yang diundang dalam pertemuan besar dan suci bagi Sekte Aliran Putih dan Sekte Aliran Netral tersebut.

__ADS_1


Malam ini Shingen akan memutuskan untuk membawa dua pengikut samurainya untuk ikut ke Pegunungan Tiangan.


__ADS_2