Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 26 : Sekte Harimau Putih


__ADS_3

Tidak terasa umur sang bayi ajaib yang bernama Ming Fengying kini telah berumur enam bulan. Dengan bertambah umurnya satu bulan ini, bagi Ming Fengying ini adalah sebuah penentuan, dengan diberkati ingatan dari kehidupan sebelumnya dan anugerah yang berbeda dari bayi biasanya. Ming Fengying dengan bantuan kedua orang tuanya bersama Tao Lulu akan berusaha menghentikan rencana licik Pangeran She.


Di halaman depan Istana Pinyin, Ming Lian sedang di jaga Lin Kin bersama Zhang Bingjie, akhir - akhir ini Xia Hu yang ingin membunuh Ming Lian secara diam - diam selalu gagal karena keberadaan dua orang tersebut.


"Tuan Putri, maaf kalau hamba bertanya lancang. Tetapi apakah benar jika Organisasi Iblis Bulan dan Sekte Malam Berdarah akan menyerang Bei?" tanya Zhang Bingjie kepada Ming Lian.


Ming Lian hanya mengangguk pelan karena dia sedang menghibur Ming Fengying yang berada dalam gendongannya. Zhang Bingjie terkejut karena dia merasa ada yang tidak beres dan mengapa banyak orang yang mengincar Ming Lian.


"Ma... ma... ma... ma..." gumam Ming Fengying sengaja bersuara lucu agar ibunya tidak terlalu cemas. Bagi Ming Fengying ini adalah kesempatan keduanya merasakan kasih sayang orang tua, dan dia ingin membalas jasa mereka.


"Mmm... Ying'er, kamu semakin lama, semakin menggemaskan." gumam Ming Lian sambil mengecup pipi Ming Fengying.


"Aku jadi ingin mempunyai bayi." ucap Yi Min melihat Ming Lian yang terlihat begitu bahagia ketika sedang menggendong Minh Fengying.


"Kak Min Min? Kukira siapa?" kaget Ming Lian karena Yi Min muncul tiba - tiba. Ming Fengying melihat Yi Min yang sedang memandang dirinya.


"Ying'er... mmm." gumam Yi Min mengecup pipi Ming Fengying dan mencubit lembut pipinya. Situasi ini membuat Ming Fengying bahagia sehingga dia tertawa lucu menggemaskan.


"Lian'er, kamu sedang menunggu siapa?" tanya Yi Min pada Ming Lian tetapi wajahnya memandang Ming Fengying yang lucu dan menggemaskan itu.


"Kedatangan pendekar dari Sekte Harimau Putih..." jawab Ming Lian sambil tersenyum melihat Yi Min yang begitu menyukai Ming Fengying.


"Sekte Harimau Putih? Ada alasan apa mereka datang ke Bei?" Yi Min cukup terkejut mendengar nama Sekte Harimau Putih. Yi Min memandang Ming Lian tajam karena firasatnya tidak enak.


"Kak Min Min, aku menyewa pendekar dari Sekte Harimau Putih karena ada sesuatu yang akan terjadi di Bei." jawab Ming Lian dengan wajahnya yang cemas.

__ADS_1


"Aku mendengar kabar burung jika Organisasi Iblis Bulan dan Sekte Malam Berdarah akan menyerang Bei..." tambah Ming Lian.


Raut wajah Yi Min mendadak berubah, wajah cantiknya terlihat pucat setelah mendengar nama Organisasi Iblis Bulan dan Sekte Malam Berdarah.


"Lian'er, kamu harus berhati - hati karena banyak orang yang tidak suka dengan kemakmuran dan kemajuan pesat di wilayah Bei." ujar Yi Min menyentuh kedua pundak Ming Lian dan menatapnya dengan cemas.


"Karana kamu yang menjadi penguasa di Bei, sudah pastinya kamu menjadi incaran banyak orang," tambahnya lagi.


"Aku ingin memberontak, bagaimana mungkin perempuan sebaik ini menikah dengan lelaki sejahat dia? Dunia memang penuh pertanyaan daripada jawaban..." batin Ming Fengying memandang Yi Min dari balik matanya yang menggemaskan.


"Rencana ini semoga berhasil, kuserahkan pada kalian berdua. Tao Lulu, Toramasa..." hati Ming Fengying penuh harap, semoga Tao Lulu dan Toramasa berhasil menjalankan rencana yang dirinya berikan kepada mereka berdua.


Ming Lian tersenyum lembut kepada Yi Min, dia bersyukur karena Yi Min begitu mengkhawatirkan dirinya.


"Kak Min Min..." suara sendu Ming Lian terdengar dan matanya berkaca - kaca.


"Mmm... aku hanya bersyukur melihat Kak Min Min masih sama seperti dulu." jawab Ming Lian menggelengkan kepalanya, setelah itu dia tersenyum lembut pada Yi Min.


Yi Min membalas senyuman Ming Lian kemudian dia kembali bermain dengan Ming Fengying. Tidak berada jauh dari halaman depan Istana Pinyin, di sana terlihat tiga orang pendekar melangkah mendekati Ming Lian.


"Maafkan kedatangan kami yang terlambat Tuan Putri Kelima, sampai - sampai kami membuat Tuan Putri Kelima menunggu di halaman depan istana." sapa seorang pria paruh baya yang bernama Zhang Shen, dia adalah pendekar yang telah mencapai tingkat putih dan merupakan salah satu tetua dari Sekte Harimau Putih.


Dua pendekar yang lain hanya jongkok dan mengikuti Zhang Shen menunduk pada Ming Lian.


"Tidak apa, lagipula aku sedang membawa anakku jalan - jalan, agar tidak bosan di rumah, jadi berdirilah." ucap Ming Lian menyuruh Zhang Shen dan kedua pendekar yang lain untuk berdiri.

__ADS_1


Lin Kin dan Zhang Bingjie menghampiri Zhang Shen. Kemudian mereka bertiga saling bersalaman satu sama lain. Zhang Shen membawa kedua pendekar yang baru saja menjadi tetua di Sekte Harimau Putih. Dengan keberadaan mereka bertiga masih ada secercah harapan untuk melawan balik rencana jahat Pangeran She.


Ming Lian mengajak Zhang Shen dan yang lainnya untuk masuk beristirahat di dalam Istana Pinyin.


"Mereka bertiga cukup membantu, tetapi aku berharap Sekte Harimau Putih mengirim pendekar yang sudah mencapai tingkat suci atau langit..." batin Ming Fengying sambil memajamkan matanya.


Zhang Shen dan Lin Kin dari tadi terus memperhatikan bayi mungil yang menggemaskan yang sedang digendong Ming Lian. Keduanya merasakan jika Ming Fengying memiliki aura yang berbeda dari bayi pada umumnya, Zhang Shen merasakan aura dari bayi mungil tersebut sudah terbuka. Sedangkan Lin Kin merasa jika bayi mungil tersebut mempunyai kekuatan yang lebih dari yang dia perkirakan.


"Ada yang menyebar rumor jika putra dari Tuan Putri, sudah bisa berbicara ketika baru lahir. Kebanyakan dari mereka menganggap itu adalah sebuah kebohongan atau rumor palsu. Tetapi aku sangat yakin sekarang." batin Lin Kin tersenyum tipis sambil menatap Ming Fengying.


Lin Kin dan Zhang Bingjie mengantar Zhang Shen bersama dua pendekar yang lain masuk ke dalam Istana Pinyin. Sedangkan Ming Lian hendak membawa Ming Fengying ke kamar, dan Yi Min mengikuti Ming Lian dari belakang.


Di dalam kamar Ming Lian menaruh Ming Fengying ke ayunan ranjang bayi, belum sampai satu menit Ming Fengying berbaring di ayunan ranjang bayi. Yi Min menggendong Ming Fengying dan dia terlihat begitu menyukai dengan bayi mungil yang menggemaskan ini.


Ming Lian tersenyum melihat Yi Min yang menggendong Ming Fengying. Kemudian Ming Lian membuat minyak bayi yang telah diberi resepnya dari Tao Lulu. Melihat Tao Lulu yang begitu pandai dalam ilmu pengobatan, Ming Lian juga ingin mempelajarinya.


Ming Fengying menggunakan ilmu pengendali hati kepada burung beo yang sedang berada di ruangan kamarnya.


"Aduh... Ying'er, burung beo mu terbang..." ucap Ming Lian melihat burung beo yang kemarin di taruh Tao Lulu di dalam kamarnya.


Ming Lian berjalan mengambil kurungan burung beo dan menaruhnya kembali di kamar Tao Lulu. Dalam perjalanan menuju kamar Tao Lulu dia berdecak kesal.


"Lulu, beraninya dia menaruh kurungan ini bersama burung beo di kamarku." gumam Ming Lian kemudian dia menaruh kurungan burung beo tersebut di kamar Tao Lulu.


"Sspertinya Lulu terlalu lelah karena terus membantuku merawat Ying'er..." gumam Ming Lian mengingat Tao Lulu yang selalu membuatkan salep dan minyak bayi untuk Ming Fengying. Akhir - akhir ini Tao Lulu juga selalu menemaninya pergi ke Hutan Impian ketika pagi.

__ADS_1


"Mungkin setelah masalah ini selesai, aku akan mencarikan jodoh buat Lulu. Tetapi kalau dipikir kembali, Lulu hanya tertarik dengan ilmu pengobatan..." gumam Ming Lian sambil menghela napas panjang mengingat Tao Lulu yang begitu tertarik mempelajari ilmu pengobatan, sampai - sampai membuatnya lupa mencari pasangan hidup.


__ADS_2