Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 85 : Istana Langit


__ADS_3

Setelah memasuki Lembah Pegunungan Tiangan yang merupakan tempat kediaman dari Sekte Taman Langit. Zhang Bingjie membawa Shingen bersama yang lainnya menuju tempat tinggal kediaman Lin Kin yaitu Istana Langit.


Fujin, Sanada, Yuan Shi dan Soo Yun tidak henti-hentinya berdecak kagum melihat keindahan Lembah Pegunungan Tiangan.


Kediaman tempat tinggal Sekte Taman Langit merupakan salah satu tempat terindah di Kekaisaran Kuru. Dan tentu itu membuat orang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Pegunungan Tiangan terus dibuat berdecak kagum dengan keindahan alam yang tersaji di sekitar Pegunungan Tiangan.


Penduduk yang tinggal di sekitar Lembah Pegunungan Tiangan bisa dibilang mereka hidup makmur dan berkecukupan. Keindahan alam yang tersaji di sekitar Pegunungan Tiangan membuat tempat ini menjadi tujuan wisata kaum bangsawan baik dari dalam Kekaisaran Kuru maupun dari luar Kekaisaran Kuru.


Kemegahan Lembah Pegunungan Tiangan bahkan bisa dibilang menyaingi Ibu Kota Haining yang merupakan Ibu Kota dari Kekaisaran Kuru. Namun soal keindahan alam antara kedua tempat tersebut, tentu Lembah Pegunungan Tiangan jauh lebih unggul. Itulah yang Ming Fengying pikirkan.


Dalam perjalanan menuju Istana Langit, Zhang Bingjie terus melirik Ming Fengying karena penasaran. Tidak berapa lama rasa penasaran semakin memuncak, sehingga dia bertanya kepada Shingen.


"Tuan Shingen, maaf jika aku lancang bertanya. Jika kulihat baik-baik, Tuan Muda ini mengingatkanku dengan anak Tuan Shingen dan Tuan Putri Kelima." Zhang Bingjie menatap Ming Fengying yang sedang berjalan di samping Soo Yun. "Apa dia anak anda?"


Shingen tertawa mendengar perkataan Zhang Bingjie. "Dia adalah bayi ajaibku, Saudara Zhang. Kau harus menjaganya. Kelak kau harus melihatnya tumbuh." Tangan Shingen mencengkeram pundak Zhang Bingjie sangat erat.


Zhang Bingjie bisa merasakan jika Shingen menatap ke depan dan melihat sesuatu yang tidak dia lihat. Entah kenapa, Zhang Bingjie mulai mengikuti Lin Kin yang menaruh hormat kepada Shingen layaknya mereka juga termasuk dalam pengikut Shingen.


Zhang Bingjie mengangguk lirih. "Ya, aku akan melihat Tuan Muda tumbuh. Kalau tidak salah namanya Ming Kenshin?" Zhang Bingjie mengernyitkan keningnya karena mencoba mengingat nama Ming Fengying.


Shingen kembali tertawa. "Nama anakku adalah Ming Fengying, itu nama yang diberikan istriku. Sementara nama yang kuberikan untuknya adalah Tsukuyomi Kenshin."


Zhang Bingjie ikut tertawa karena dia lupa nama anak dari Shingen dan Ming Lian. "Benar, Tuan Muda Ming Fengying. Tidak kusangka dia akan tumbuh sebesar ini." Zhang Bingjie menoleh kembali untuk melihat Ming Fengying. "Ngomong-ngomong Tuan Shingen, sebenarnya gadis muda yang bersama Tuan Muda Ming Fengying itu siapa?"


Shingen terlihat kelagapan karena bingung harus menjawab apa ketika Zhang Bingjie bertanya seperti itu. Tidak lama terlihat Shingen mengernyitkan dahinya. "Saudara Zhang, kau tahu sendiri kedekatan mereka. Coba lihat, menurutmu gadis muda itu siapa?"


Shingen justru tidak menjawab, melainkan menyuruh Zhang Bingjie menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Zhang Bingjie berpikir sejenak dan melihat Soo Yun yang terus-terusan menempel dengan Ming Fengying. "Jangan bilang..." Kata-kata Zhang Bingjie terhenti, kemudian dia menatap Shingen. "Hahaha, Tuan Muda Ming Fengying telah memiliki seorang calon istri yang cantik."


Sontak Ming Fengying dan Soo Yun yang mendengar perkataan Zhang Bingjie menjadi tersipu malu. Bahkan Fujin, Sanada dan Yuan Shi tertawa lirih melihat mereka berdua.


Sementara itu pendekar yang melihat kedekatan Zhang Bingjie dengan Shingen juga merasa mereka telah bergabung dalam persaudaraan ini.


"Fengfeng aku malu..." Soo Yun berkata lirih sembari menggenggam lengan baju Ming Fengying.


Gadis bermata sayu itu terlihat takut dengan pria lain kecuali Ming Fengying dan Shingen. Karena Ming Fengying menyadari ketakutan yang dialami Soo Yun, tangan kanannya mengelus rambut halus Soo Yun.


"Kakek Zhang adalah orang yang baik. Kamu tidak perlu takut dengannya." Ming Fengying tersenyum lembut pada Soo Yun.


Gadis bermata sayu itu tersenyum manis melihat senyuman khas Ming Fengying yang terkesan garang seperti Shingen.


Tidak berapa lama mereka sampai di sebuah danau buatan yang jernih, jembatan gantung mereka lewati untuk masuk ke dalam bagian dari wilayah pekarangan Istana Langit.


Bahkan kedua pendekar yang datang bersama Zhang Bingjie juga berdecak kagum melihat kemegahan Istana Langit.


Ming Fengying tersenyum melihat wajah bahagia Soo Yun. "Aku merasa Soo Yun adalah Harumin. Sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku ini?" Batin Ming Fengying berkecamuk.


Soo Yun melirik Ming Fengying kemudian menatapnya penuh makna, setelah itu dia tersenyum manis kepada Ming Fengying. "Fengfeng, jika ada kesempatan di lain waktu, kuharap kita bisa melakukan perjalanan berdua untuk melihat keindahan yang belum kita lihat seperti sekarang ini." Ming Fengying terdiam mendengar perkataan Soo Yun.


Perkataan tersebut sangat mirip dengan perkataan Harumi. Senyuman lembutnya dan matanya yang sayu, sikapnya yang terlihat tetap tegar dan kuat sangat mirip dengan Harumi.


Ming Fengying kagum dengan Soo Yun yang tidak mengeluh ketika melakukan perjalanan dari Kota Jinning menuju Pegunungan Tiangan. Sikap yang selalu tersenyum dan tidak menunjukkan kesedihan saat perjalanan itu membuat Ming Fengying ingin memastikan identitas Soo Yun yang sebenarnya.


Namun Ming Fengying masih penasaran dengan waktu yang sangat berbeda ini. Di kehidupan sebelumnya, dia merasa bertemu dengan Harumi saat berusia tiga puluh lima tahun. Sedangkan di kehidupan sekarang, dia bertemu dengan Soo Yun saat berusia sembilan tahun.

__ADS_1


Bahkan sampai saat ini identitas Soo Yun menjadi pertanyaan yang tak terjawab di benak Ming Fengying.


Saat ini Ming Fengying menatap penuh makna wajah Soo Yun yang berseri-seri saat melihat danau buatan yang ada di bawahnya. Danau buatan yang dipenuhi ikan hias terlihat jelas dari atas jembatan gantung. Ming Fengying ikut bahagia melihat gadis bermata sayu yang bersamanya bisa tersenyum lepas.


Ketika mereka telah melewati jembatan gantung, sosok pria paruh baya yang memarahi beberapa tetua dari Sekte Taman Langit datang menghampiri mereka. Ming Fengying tersenyum melihat Lin Kin masih terlihat sehat dan baik-baik saja.


Mata Lin Kin melihat kedatangan Shingen dan Zhang Bingjie, dengan cepat dia langsung mendatangi kedua orang tersebut.


"Ketua Zhang dan Tuan Shingen, akhirnya kalian berdua sampai. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena pendekar muda yang menjaga pintu masuk sudah bersikap sangat tidak sopan." Lin Kin membungkuk pada Shingen. Melihat hal itu pendekar dari Sekte Taman Langit sangat terkejut.


Shingen menggaruk kepalanya dan tertawa lirih. "Angkat kepalamu, Saudara Lin." Hanya kata-kata tersebut yang keluar dari mulut Shingen.


Lin Kin langsung mempersilahkan mereka semua memasuki Istana Langit. Pendekar dari Sekte Taman Langit memberi hormat dan terlihat seperti menyambut kedatangan Shingen bersama yang lainnya.


Karena dikelilingi banyak laki-laki, Soo Yun semakin ketakutan. Ming Fengying yang menyadari hal tersebut langsung menggenggam tangan Soo Yun lebih erat lagi.


"Lihat aku." Ming Fengying berkata lirih pada Soo Yun. Kemudian Soo Yun menatap wajah Ming Fengying. "Semua akan baik-baik saja."


Hati Soo Yun berdebar kencang mendengar ucapan Ming Fengying yang menenangkan hatinya.


Seminggu sebelum dimulainya acara temu sapa persaudaraan aliran putih dan netral, Shingen bersama pengikut samurainya telah sampai di Pegunungan Tiangan.


Tanpa banyak pendekar yang datang ke acara temu sapa persaudaraan Pertemuan Putih Suci sadari, badai awal dari pergelojakan Kekaisaran Kuru akan dimulai dari sini.


Bahkan Ming Fengying dan Shingen juga masih tidak mengetahui hal tersebut. Mereka berdua bahkan tidak tahu kekuatan dan kelemahan Wang Zhou.


Bersamaan dengan diadakannya Pertemuan Putih Suci yang akan berlangsung Minggu depan tersebut. Beberapa sekte besar dari aliran hitam melakukan pergerakan. Tujuan mereka berbeda-beda, ada yang ingin menghancurkan Sekte Taman Langit untuk melemahkan aliran putih dan ada juga yang mengincar sesuatu yang disimpan dan tersembunyi di Lembah Pegunungan Tiangan.

__ADS_1


__ADS_2