
Ratusan pendekar dari Sekte Lembah Darah membakar jalan keluar dari ruang bawah tanah, Ming Fengying dan Yuan Shi menggertakkan gigi mereka berdua. Tidak berapa lama Yuan Shi menyarungkan katananya, dan dia menggunakan kekuatannya, perlahan tangannya mengeras menjadi batu.
"Batu Memanjang."
Tangan Yuan Shi memanjang lurus ke depan, tetapi hanya bagian tanahnya saja yang memanjang. Ming Fengying terkejut melihat kekuatan Yuan Shi yang terlihat seperti pendekar yang sudah mampu memanipulasi aura tubuhnya, senyuman lebar terlihat di wajah Yuan Shi ketika pukulan tanahnya membuka pintu keluar ruang bawah tanah.
"Feng, bukankah aku sudah pernah bercerita tentang kekuatan ini padamu." Yuan Shi melirik Ming Fengying yang terlihat kagum pada dirinya. "Air yang aku minum itu telah membuat ratusan orang menjadi gila karena ketidakcocokan. Menurut perkataan tabib, maksudku Ketua Tao. Setengah dari air di bagian cawan suci telah dibawa seseorang ke dunia luar." perkataan Yuan Shi membuat Ming Fengying tersenyum lebar.
"Shi gege, apa kau tertarik pergi keluar dari Benua Jiu?" Ming Fengying mempercepat langkahnya, dan menyipitkan matanya ketika cahaya dari luar mulai terlihat. Cahaya yang berasal dari kobaran api memudahkan Ming Fengying dan Yuan Shi untuk melihat di dalam kegelapan.
"Iya, aku sangat tertarik. Tapi itu adalah urusan nanti, sekarang saatnya kita menunjukkan hasil latihan kita, Feng!" balas Yuan Shi sambil mempercepat langkah kakinya, setelah sampai di luar. Dengan cepat Yuan Shi mencabut katananya dari sarungnya.
Sesampainya di luar, Ming Fengying dan Yuan Shi disambut tusukan puluhan senjata tajam dari berbagai arah, suara tangkisan dan percikan api terdengar jelas di telinga mereka berdua.
"Feng, katana milik kita mampu membuat kita menjadi haus darah jika kita terlalu banyak membunuh. Cukup buat mereka pingsan saja," ucap Yuan Shi mengingatkan pada Ming Fengying agar tidak membunuh pendekar dari Sekte Lembah Darah yang menyergap mereka
Ming Fengying hanya tersenyum tipis, sebuah teknik yang diajari Shingen ingin dia gunakan pada puluhan pendekar yang sedang menghadang mereka.
"Semoga saja aku tidak kelepasan membunuh mereka..." Ming Fengying tersenyum tipis sebelum berlari dengan cepat mengayunkan katananya menyerang puluhan pendekar dihadapannya. Yuan Shi bisa melihat pertumbuhan Ming Fengying selama empat tahun belakangan ini, kemiripannya dengan Shingen membuat Yuan Shi bangga memiliki teman pertama dalam hidupnya.
Suara senjata yang berbenturan terus menggema di pintu ruang bawah tanah, tidak berapa lama puluhan pendekar berteriak kesakitan. Yuan Shi melirik Sanada yang menerobos masuk kerumunan pendekar dan membunuhnya dengan sekali tebasan katananya.
"Yuan Shi, dimana tuan Ming Fengying dan tuan Shingen?" Sanada menoleh ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan Shingen dan Ming Fengying.
__ADS_1
"Tuan muda ada disana, sedangkan tuan Shingen berada di ruangan bawah tanah." Yuan Shi menunjuk Ming Fengying yang sedang bertarung dengan puluhan pendekar, setelah itu dia menunjuk ruang bawah tanah.
Raut wajah Sanada terlihat mencemaskan sesuatu, karena sangat jarang Yuan Shi melihat Sanada terlihat begitu mengkhawatirkan sesuatu sampai - sampai wajahnya terlihat mengkerut.
"Semoga salah satu dari Tiga Ninja Pelindung belum mati!" perkataaan Sanada membuat Yuan Shi penasaran. Tidak berapa lama Sanada membantu Ming Fengying menghabisi pendekar aliran hitam.
Sanada terkejut melihat teknik yang digunakan Ming Fengying. Pegangan katana Ming Fengying terbalik, sehingga dia memberikan luka fatal pada musuhnya, tetapi Ming Fengying tidak membunuhnya.
"Tuan muda, anda tidak perlu mengotori tangan anda. Biarkan saya yang mengurus mereka." Sanada membunuh pendekar yang dikalahkan Ming Fengying. Tindakan Sanada membuat Ming Fengying sedikit merasa bersalah padanya, sebagai seorang anak yang memiliki darah kaisar membuat Ming Fengying begitu dihormati, namun semua itu membuatnya merasa risih dan terasingkan.
Tidak berapa lama Shingen keluar dari ruang bawah bersama Fujin yang membawa tubuh Haori. Dibelakangnya terlihat Mu Shang yang mengekang tubuh Dong Hao dengan rantai, sedangkan Mao Gang berjalan di belakang Mu Shang sambil menatap tajam Dong Hao.
Sanada menoleh ke arah Shingen dengan wajah panik, dengan cepat dia ingin memberitahu identitas Haori kepada Shingen.
"Tuan Shingen. Haori adalah Tiga Pelindung-" belum selesai Sanada berbicara kepadanya, Shingen memotong perkataan Sanada dengan cepat.
Wajah Dong Hao begitu pucat karena melihat banyak pendekar dari Sekte Lembah Darah yang telah mati, rencananya telah gagal untuk membunuh seluruh anggota Organisasi Bertudung Putih.
Shingen merasa jika Dong Hao memiliki hubungan dengan Sekte Aliran Hitam lebih dari yang ia perkirakan, banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada Dong Hao tetapi Shingen mengurungkan niatanya. Sekarang bukan waktunya untuk menggali informasi dari masa lalu, melainkan sekarang dirinya harus fokus menghabisi pendekar dari Sekte Lembah Darah yang datang menyerang.
"Apa mereka ada kaitannya dengan pendekar yang menyerang Bei dan memiliki koneksi dengan Rieyu?!" batin Shingen menatap tajam seluruh pendekar aliran hitam sembari tangannya mengayunkan katananya.
Ming Fengying berada di samping Shingen dan mengatur napasnya, matanya sesekali melirik tajam Dong Hao yang ditangkap oleh Mu Shang.
__ADS_1
"Ada yang tidak beres?" batin Ming Fengying ketika melihat raut wajah Dong Hao yang kembali tenang setelah wajahnya pucat pasi. Ketenanangannya menimbulkan Ming Fengying curiga bahwa sesuatu akan segera terjadi, tapi entah itu apa, dirinya juga tidak mengetahui hal itu.
Ming Fengying kembali membantu Shingen, Fujin dan Sanada mengurus pendekar aliran hitam, dirinya sudah berjanji tidak membunuh seseorang sebelum ayahnya mewariskan kekuatan surgawi padanya. Itulah hal yang diminta Shingen pada Ming Fengying agar tetap menjaga sumpah tersebut, setelah Shingen mewariskan kekuatannya pada anaknya, hal yang diharapkan Shingen adalah Ming Fengying mampu bertindak menurut kata hatinya yang benar dan jangan ragu untuk melawan seseorang yang salah.
Sementara itu Fujin dan Sanada sudah menghabisi puluhan pendekar aliran hitam, dan Yuan Shi hanya menjaga diri untuk tidak membunuh pendekar aliran hitam karena dirinya juga terikat sumpah dengan anggota Sepuluh Pilar Rembulan.
Mao Gang menaruh tubuh Haori bersandar di papan yang ada didekatnya, terlihat raut wajah Mao Gang yang begitu mencemaskan kondisi Haori.
"Mao. Cepat lari dari sini!" teriakan suara dari temannya yang bernama Feng Yan memecah pertarungan yang mencekam, terlihat tubuh pemuda berusia dua puluhan tahun seperti Mao Gang itu dipenuhi dengan luka.
Ming Fengying mengolah pernapsan sirih dan berlari ke arah Feng Yan. Tindakan Ming Fengying membuat yang lainnya terkejut, dengan gesit Ming Fengying menahan pukulan tangan yang dipenuhi aura hitam pekat yang mengincar Feng Yan.
Mao Gang dan Mu Shang terkejut melihat Ming Fengying yang dapat bereaksi dengan cepat, bahkan kehadiran seorang pria paruh baya berbadan besar yang hendak memukul Feng Yan membuat mereka berdua lebih terkejut.
Asap putih menghilang setelah tubuh Feng Yan jatuh ke tanah dan terkulai lemas tak berdaya, dengan cepat Yuan Shi melindungi Feng Yan dari pendekar aliran hitam yang hendak membunuh Feng Yan.
Ming Fengying merapatkan giginya karena pukulan pria berbadan tersebut membuatnya tidak mampu menahannya lebih lama lagi, perlahan tubuh Ming Fengying terdorong ke belakang.
Suasana yang mencekam dibuyarkan dengan suara rantai yang hancur berkeping - keling karena ulah Dong Hao. Perbuatan Dong Hao membuat Mu Shang terkejut, karena rantainya sangat kuat untuk mengekang dan mengunci aura tubuh manusia.
Mao Gang melempar puluhan jarum beracun ke arah Dong Hao yang hendak mengayunkan pedangnya pada Haori. Setalah mengulur waktu seminimal mungkin, Mao Gang membawa tubuh Haori dan berlindung di belakang Mu Shang.
Dong Hao terlihat berbeda, aura tubuhnya begitu besar dan terasa begitu mencekam. Kekuatan Dong Hao yang mencurigakan membuat Mao Gang dan Mu Shang sadar jika Dong Hao telah lama mengkhianati mereka.
__ADS_1
"Kenapa kalian menatapku seperti itu? Inilah identitasku yang sebenarnya!"
Suara tawa Dong Hao sangat menggema ke pelosok desa memecah keributan.