Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 25 : Kebusukan Pangeran She


__ADS_3

Matahari pagi menyinari Istana Pinyin, kehangatan sinarnya membuat embun pagi yang sedang mendekap dedaunan lenyap tak bersisa.


"Ying'er... sudah lima hari semenjak Bibi membantu kamu membuka tenaga dalammu, apa yang kamu rencanakan dengan ini?" tanya Tao Lulu penasaran, karena Ming Fengying selalu memintanya untuk mengoleskan salep dan minyak bayi yang di buat dari Bunga Citra ke tubuh mungil tersebut. Menurut Tao Lulu, khasiat dari Bunga Citra cukup ampuh bahkan kini lingkaran tenaga dalam Ming Fengying mulai terbentuk.


"Bibi Lulu, aku hanya ingin menolong bunda dan ayah agar tetap hidup, aku tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua sebelumnya..." tanpa sadar Ming Fengying menangis, dari mata bayi mungil yang terlihat menggemaskan itu keluar air mata dan itu membuat hati Tao Lulu luluh. Ming Fengying tidak menyangka akan di hadapkan dengan situasi yang seperti ini, tetapi dia akan berusaha sekuat tenaganya agar tidak ada penyesalan di kehidupan keduanya ini.


"Ying'er, tubuhmu masih belum cukup kuat, tubuhmu mampu membuka tenaga dalammu tetapi belum mampu membentuknya." terang Tao Lulu pada Ming Fengying.


Tao Lulu membawa Ming Fengying masuk ke dalam Hutan Impian, karena di tempat ini banyak udara murni. Ming Fengying terdiam, dia sadar kali ini dirinya tidak sendirian. Banyak orang yang berada di sisinya, jika dia ingin menghentikan ambisi Sekte Aliran Hitam maka dia harus bekerja sama dengan orang - orang di sekitarnya.


"Ying'er, apa yang sedang di bicarakan pengawal palsu yang menyamar itu, apakah dia bertemu dengan pengkhianat samurai pengikut Tuan Shingen?" tanya Tao Lulu sambil memperlihatkan pepohonan kepada Ming Fengying.


Ming Fengying akhir - akhir ini selalu berlatih mengolah pernapasannya, semenjak kedatangan Pangeran She dia sudah memata - matai rencana Pangeran She dan Xia Hu. Tetapi dua hari yang lalu, Ming Fengying mendengar Xia Hu telah menghubungi Organisasi Iblis Bulan dan Sekte Malam Berdarah.


Ming Fengying selalu menggunakan ilmu pengendali hati kepada Burung Beo peliharaannya, dengan menggunakan ilmu pengendali hati dia bisa menyusup ke kamar Pangeran She yang di sediakan oleh ibunya di Istana Pinyin. Bahkan dia bisa menyusup ke sebuah kedai makan yang berada di Bei, biasanya Pangeran She dan Xia Hu bertemu di kedai makan itu secara diam - diam untuk merencanakan siasat licik mereka.


Ming Fengying tidak menyangka jika Xia Hu memiliki koneksi dengan salah satu dari tujuh petinggi Organisasi Iblis Bulan. Alasan dirinya berbuat nekat ingin membuka tenaga dalamnya karena Xia Hu telah menghubungi Organisasi Iblis Bulan dan Sekte Malam Berdarah. Bukan hanya Sekte Malam Berdarah saja yang termasuk dari sepuluh sekte aliran hitam terbesar di Kekaisaran Kuru. Tetapi, Organisasi Iblis Bulan juga termasuk dari organisasi aliran hitam yang hanya terdiri dari tujuh anggota dengan kekuatannya yang misterius, mereka adalah organisasi penjahat terbesar di Kekaisaran Kuru. Dan, serangan dari kedua sekte aliran hitam yang bergabung itu membuat Ming Fengying menjadi ketakutan dan khawatir. Karena dia takut semua tidak berjalan sesuai keinginannya, dari pengalaman kehidupan pertamanya tentang roda putar kehidupan cukup membuatnya menyadari jika kehidupan tidak selalu mulus dan berjalan sesuai keinginannya.


Tao Lulu terdiam cukup lama melihat Ming Fengying yang melamun sebelum bayi yang menggemaskan itu mulai berbicara padanya.


"Bibi Lulu... dengarkan perkataanku." ucap Ming Fengying dengan suara lucunya, dia mulai menjelaskan rencananya kepada Tao Lulu untuk menggagalkan rencana Pangeran She dan Xia Hu.


Setelah mendengar perkataan Ming Fengying, wajah Tao Lulu pucat pasi ketika mendengar nama Organisasi Iblis Bulan dan Sekte Malam Berdarah hendak menyerang Bei.

__ADS_1


***


Di sebuah ruangan pribadi yang diberikan Ming Lian pada Pangeran She di salah satu ruangan yang berada di Istana Pinyin. Di sana terlihat Pangeran She sedang berbincang - bincang dengan Xia Hu tentang rencana penyerangan kali ini.


"Aku tidak menyangka penyerangan saat itu gagal bahkan Yan Xiang kini telah mati, aku telah menggelontorkan dana membeli sumber daya untuk sekte itu tetapi kemana hasilnya!" ucap Pangeran She dengan wajah geram dan terlihat jika dahinya begitu mengkerut.


Xia Hu terdiam mendengar perkataan Pangeran She, dia kemudian membuka sedikit pakaian atasnya hingga terlihat belahan dadanya. Perlahan dia mendekati Pangeran She dan sengaja bersikap manja padanya karena Xia Hu ingin mendinginkan kepala Pangeran She yang terlalu panas.


Pangeran She menelan ludahnya, "Jika aku menjadi Kaisar Kuru, maka aku akan mempersuntingmu menjadi istriku..." Pangeran She mendekap tubuh Xia Hu, "Apa kau sengaja menggodaku?"


Pangeran She dan Xia Hu memandang satu sama lain ketika mereka berdua hendak berciuman, tiba - tiba seekor burung beo terbang menabrak pintu dan membuyarkan nafsu birahi mereka berdua.


"Burung? Kenapa ada burung disini?" tanya Xia Hu melepaskan pelukan Pangeran She.


"Itu burung milik istriku, dia memungut burung itu tetapi tidak becus menjaganya." jawab Pangeran She berdecak kesal karena dia hampir saja tenggelam bersama Xia Hu. Karena suara burung beo yang menabrak pintu membuatnya menjadi geram dan kini dia terlihat semakin kesal.


"Xia Hu..." gumam Pangeran She ketika mencium bibir Xia Hu sambil mendekap tubuhnya dengan erat.


Xia Hu membalas ciuman Pangeran She, kemudian dia terlihat begitu pasrah. Karena dia sengaja menggoda agar Pangeran She terjerumus untuk bersetubuh dengannya.


Pangeran She membuka baju bagian atasnya, kemudian dia mendorong tubuh Xia Hu hingga perempuan itu terbaring di lantai. Pangeran She menelan ludah sebelum berada di atas Xia Hu.


"Pangeran... bukankah pangeran sudah mempunyai seorang istri? Yang kita berdua lakukan ini adalah sebuah kesalahan..." ucap Xia Hu sambil menyentuh rambut panjangnya dan memutarkannya dengan jari telunjuk kirinya. Sedangkan jari telunjuk yang kanan menyentuh bibirnya yang tipis menggoda.

__ADS_1


Xia Hu sengaja berpura - pura polos di depan Pangeran She karena dia memang ingin menggoda Pangeran She.


"Kamu cukup turuti perkataanku dan biarkan aku menikmatimu hari ini." jawab Pangeran She sambil mencoba melepaskan pakaian Xia Hu.


Ketika dua insan manusia ini terjerumus dalam lingkaran setan, burung beo yang melihat mereka berdua kembali terbang dan sengaja membuang kotorannya di kepala Pangeran She maupun Xia Hu.


"Akh... pangeran ini apa?" tanya Xia Hu memegang putih - putih becek di keningnya.


"Burung kurang ajar!" teriak Pangeran She sambil berdiri dan kedua matanya mendelik menatap burung beo yang sedang hinggap di atas lemari yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Kotoron burung?" batin Xia Hu ketika mencium kotoran burung beo yang berwarna putih becek tersebut.


Xia Hu merasa kesal dan ingin membunuh burung beo tersebut, tetapi ada suara orang yang mengetuk ruangan yang sedang mereka berdua tempati.


Pangeran She tergesa - gesa memakai pakaiannya kembali dan setelah itu dia membuka pintu ruangan pribadinya. Di hadapannya ada istrinya yang sedang membawa anak dari Ming Lian. Yi Min memanggil Pangeran She atas perintah Kaisar Ming Long.


"Syukurlah, aku berhasil menghentikan kedua manusia ini." batin Ming Fengying yang sedang digendong Yi Min.


Alasan terbesar Ming Fengying menghentikan Pangeran She yang hendak menyetubuhi Xia Hu adalah Yi Min. Karena bagi dirinya sosok Yi Min begitu baik sama seperti ibunya, sehingga dia tidak ingin melihat Yi Min terluka karena dikhianati Pangeran She.


Ming Fengying melirik burung beo yang masih berada di ruangan tersebut. Untunglah dia sedang bersama Tao Lulu yang kembali dari Hutan Impian, dalam perjalanan menuju Istana Pinyin mereka berdua bertemu dengan Yi Min. Melihat Ming Fengying yang menggemaskan, Yi Min langsung menawarkan diri untuk menggendongnya.


Kebetulan ketika sampai di Istana Pinyin, Kaisar Ming Long sedang membicarakan tentang perjalanan pulang mereka, karena pria paruh baya tersebut khawatir dengan penyerangan yang terjadi kembali menimpa dirinya. Kemudian Kaisar Ming Long menyuruh Yi Min untuk memanggil Pangeran She. Karena dia ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Pangeran She.

__ADS_1


Kejadian ini menggagalkan Pangeran She yang telah mengkhianati Yi Min. Karena pria itu hampir menyetubuhi Xia Hu.


"Sudah kuduga, pangeran licik ini sangat membuatku kesal. Dia tidak bersyukur karena telah memiliki perempuan sebaik dan semanis ini." batin Ming Fengying memandang Yi Min yang sedang menggendongnya.


__ADS_2