Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 95 : Pertemuan Putih Suci Bagian IV


__ADS_3

Suasana Pertemuan Putih Suci menjadi canggung setelah Fei Chen menyelesaikan perkataannya. Banyak yang terkejut mendengarnya, dan sebagian menunjukkan ekspresi tidak terlalu baik.


Mengingat Sekte Golok Abadi adalah salah satu dari sepuluh sekte aliran putih terbesar di dunia persilatan Kekaisaran Kuru, tentu jika Fei Chen mengarahkan anggotanya untuk membantu Shingen, reputasi Ming Lian dan Shingen akan semakin membaik dan menanjak di dunia persilatan.


Tian Yang tersenyum tipis mendengar perkataan Fei Chen. “Negeri Yamato adalah negeri yang makmur, aku pernah sekali berkunjung ke sana saat muda. Penguasa daerah dan Shogun Yamato memiliki hubungan yang erat, begitu juga dengan samurai yang ada disana.” Tak lama wajah Tian Yang menunduk menatap lantai. “Bayangkan saja, negeri yang sudah memiliki penduduk yang bekerjasama saja bisa hancur dalam semalam karena sebuah kudeta dan penyerangan yang dilakukan oleh orang asing. Apalagi sebuah negeri yang penduduknya tidak pernah bersatu, mungkin akan tiba waktunya kita dihancurkan satu per satu sebelum sempat bekerjasama dan saling mengerti satu sama lain...”


Semua orang terdiam mendengar jawaban Tian Yang. Tersirat senyuman lebar menghiasi wajah Fei Chen. Pendekar yang tidak suka dengan Shingen menunjukkan ekspresi yang tidak baik, mengingat raut wajah Fei Chen yang terlihat seperti puas dengan jawaban Tian Yang.


“Masalah di Kekaisaran Kuru, Kekaisaran Yin, Kekaisaran Shi, Kekaisaran He dan Kekaisaran Jin hampir sama. Kita tahu di lima kekaisaran ini kubu pendekar terbagi menjadi tiga yaitu putih, netral dan hitam. Namun baru-baru ini aku mendengar rumor tentang Kekaisaran He dan Kekaisaran Jin yang telah dikuasai aliran hitam. Kita bisa tahu yang berkerjasama sama dengan aliran hitam itu siapa...” Tian Yang kembali berbicara. Kemudian dia memijat keningnya, “Tentu Kaisarnya. Bayangkan saja jika itu terjadi pada Kekaisaran Kuru. Salah satu dari lima anak Kaisar Long bekerjasama sama dengan aliran hitam dan melakukan kudeta, sementara kita hanya diam dan saling menjatuhkan untuk sebuah ketenaran. Jangan terlalu sering melihat ke atas, sesekali melihat lah ke bawah agar kita kembali sadar.”


Ming Fengying tersenyum mendengar perkataan Tian Yang. Walau nama sekte dari Tian Yang adalah Kuil Matahari tetapi anggota pendekar dari sekte tersebut tidak ada yang menjadi biksu.


Sejarah Kuil Matahari adalah sebuah sekte yang didirikan oleh biksu dari Kekaisaran Yin yang mengajari beberapa penduduk biasa di Lembah Matahari. Seiring berjalannya waktu Lembah Matahari menjadi tempat yang dipenuhi pendekar, sehingga saat ada orang yang membentuk sebuah sekte, orang tersebut memakai nama Kuil Matahari sebagai bentuk penghormatan pada orang yang mengajari mereka.


Di Lembah Matahari sendiri ada sebuah kuil, dan kuil tersebut diberi nama Kuil Matahari. Ming Fengying tersenyum ketika mengingat sejarah Kuil Matahari walau ingatan itu sendiri masih menjadi pertanyaan besar di dalam benaknya.


“Manusia hanyalah sebuah tanah yang diberi nyawa, jadi jangan terlalu sombong pada sesamanya.” Ketika suasana hening saat pendekar sedang merenungi perkataan Tian Yang, kini semua mata menatap Ming Fengying, “Kata-kata itu aku ambil dari kisah cerita Prabu Banyu Sukma. Seorang pendekar silat yang terbang ke Benua Jiu dan berasal dari Benua Raya menggunakan kemampuan Arwah Suci Phoenix.”


Ming Fengying tersenyum melihat semua orang memandangnya, kemudian dia menggenggam tangan Soo Yun. “Tenang saja, mereka berpikir kamu adalah calon istriku di masa depan. Lagipula aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuhmu.”


Soo Yun menatap lantai dan tidak berani menatap yang lainnya, perkataan Ming Fengying membuat wajahnya merah merona.


“Prabu Banyu Sukma? Bukankah nama itu identik dengan nama orang dari Negeri Wulan?”


“Tuan Muda Ming Fengying sepertinya mewarisi kewibawaan ayahnya...”

__ADS_1


“Cerita apa ini? Aku tertarik mendengarnya...”


“Benar juga perkataan Tuan Muda. Alangkah lebih baiknya kita saling merangkul daripada saling menjatuhkan...”


Semua pendekar yang mendengar perkataan Ming Fengying saling berbisik. Tak lama Liang An tertawa keras dan menatap Ming Fengying.


“Tuan Muda, belajar lah bela diri. Jika Tuan Muda tertarik, Lembah Bunga Persik Tersembunyi siap menerima Tuan Muda dengan tangan terbuka...” Liang An sekarang tertarik dengan Ming Fengying. Walau sembilan tahun lalu ada kabar burung tentang bayi ajaib yang bisa melihat masa depan, tetapi Liang An tidak terlalu memikirkan dan percaya pada kabar burung tersebut sebelum melihat dan mendengarnya secara langsung.


“Benar sekali, sangat jarang seorang Pangeran mempunyai kewibawaan yang kuat seperti Tuan Muda Ming Fengying.” Kini justru Lin Kin yang menanggapi perkataan Liang An.


Ling Han semakin kesal mendengar perkataan pendekar yang lainnya mulai memuji Ming Fengying sebagai anak dari Shingen.


“Aku juga selalu dibuat kagum dengan Tuan Muda Ming Fengying,” ucap Zhang Bingjie sambil tertawa lirih.


“Ya, Tuan Muda Ming Fengying memang anak yang berbeda dari anak seusianya,” sahut Tao Shi sembari tetap tenang dengan posisi duduknya.


Melihat dan mendengar sikap yang ditunjukkan Fang Baihu, tentu Ling Han mengernyitkan dahinya. Kekesalannya semakin menumpuk ketika banyak pendekar yang hadir di Aula Langit Suci mulai memuji Ming Fengying dan Shingen.


Tak lama Fei Chen ikut tertawa, semua orang menatap ke arah pria paruh baya tersebut. Banyak yang terkejut melihat Fei Chen yang sedang tertawa.


“Baiklah, aku mempercayai perkataan Saudara Tian dan cerita Tuan Shingen. Untuk kedepannya, kami, Sekte Golok Abadi siap membantu masalah yang ada di Kekaisaran Kuru.” Perkataan Fei Chen membuat pendekar dari sekte kecil dan menengah mulai berpikir untuk berkerjasama dengan Ming Lian dan Shingen. Mereka bisa melihat banyak pendekar yang namanya tenar di dunia persilatan Kekaisaran Kuru sudah mulai menghormati Shingen.


“Aku juga mendengar tentang penyerangan aliran hitam ke Wilayah Bei selama sepuluh tahun belakangan ini. Kami akan mengirim pendekar untuk membantu menjaga kedamaian d Wilayah Bei.” Fei Chen menambahkan.


“Saudara Fei, seharusnya kau mengirim bantuan dari dulu. Sembilan tahun lalu, kami, Sekte Harimau Putih mengirim bantuan. Dan dalam penyerangan malam berdarah di Bei ada pendekar dari Organisasi Iblis Bulan.” Fang Baihu memijat keningnya sebelum menggelengkan kepalanya, “Sebuah organisasi yang sangat misterius. Bahkan sudah membunuh puluhan pendekar suci, tetapi pendekar dan samurai yang bersatu di Bei dapat mengatasi mereka. Kita ambil pelajaran dari sisi baik tentang kerjasama dalam pertempuran malam berdarah di Bei.”

__ADS_1


“Benar sekali, aku sudah puluhan tahun menghadiri pertemuan ini namun tidak pernah kita saling mengobrol seperti ini sebelumnya.” Fei Chen menanggapi perkataan Fang Baihu sambil tersenyum tipis.


“Seperti yang kalian tahu, ada desas-desus jika Kaisar Long berniat turun tahta dan mewarisi tahta Kekaisaran Kuru kepada anaknya. Bagaimana pendapat, saudara semua?” Tian Yang bertanya pada semua orang yang hadir di Aula Langit Suci. Pria paruh baya tersebut membuat suasana kembali sedikit menegang setelah ruangan Aula Langit Suci dipenuhi kehangatan senda gurau.


Sekarang pendekar yang hadir di Pertemuan Putih Suci mulai bertanya pada diri masing-masing. Mereka tahu jika masalah politik tentang harta warisan yang mencakup sebuah kekuasaan akan berdampak dan sering berakhir buruk.


Walau banyak sekte yang kekuatannya menyamai bahkan melebihi militer Kekaisaran Kuru, tetapi bagaimanapun masalah ini berkaitan dengan pemimpin negeri mereka.


“Kemungkinan orang yang menjadi Kaisar yang baru adalah Pangeran Pertama...”


“Belum tentu juga, Pangeran Kedua juga berpotensi besar untuk menjadi Kaisar yang baru...”


“Aku dengar anak Tuan Putri Ketiga yang bernama Pangeran Ming Zhu juga telah beranjak dewasa, tetapi aku lebih tertarik pada Pangeran Ming Fengying yang pembawaannya dewasa dan yang lebih penting dia terlihat sudah belajar bela diri...”


“Kenapa kau bicarakan yang masih muda...”


“Pangeran She yang paling berpeluang besar untuk menjadi Kaisar yang baru...”


“Dimana-mana anak pertama yang akan mewarisi ayahnya. Aku yakin Pangeran Pertama yang akan menjadi Kaisar yang baru...”


Semua pendekar saling berbisik dan memberi pendapatnya masing-masing. Mereka menunggu ada orang yang berbicara cukup keras di Aula Langit Suci.


Tak lama terdengar suara cukup keras dari orang yang memberi pendapat. Dan orang yang bersuara lantang itu adalah Ling Han.


“Aku sangat yakin Pangeran She yang akan menjadi Kaisar Kuru. Beliau berwibawa dan memiliki hubungan erat dengan banyak bangsawan.”

__ADS_1


Kini semua orang menatap Ling Han dan pendekar dari Pedang Naga Sakti yang sedang bersenda gurau.


“Kupikir orang yang pantas adalah Tuan Putri Kelima. Mengingat beliau berhasil membuat tempat yang dahulu dikenal sebagai daerah bebas hukum dan kini menjadi makmur, tentu itu sebuah prestasi yang besar dibandingkan dengan orang-orang yang mengandalkan harta kekayaan orang tuanya.” Fang Baihu dengan sengit membalas perkataan Ling Han. Kini keduanya menatap tajam satu sama lain.


__ADS_2