
Ming Fengying langsung mendekati Fei Chen yang telah mencapai tingkat pendekar suci.
“Kakek Fei, orang itu adalah She Liong. Dia mendapatkan julukan Penjagal Tak Berdosa...” Fei Chen mengernyitkan dahinya karena terkejut dengan Ming Fengying yang mengetahui seluk beluk She Liong.
“Tetap berada di dekatku Pangeran Ming Fengying...” Fei Chen tertawa lirih ketika menyebut Ming Fengying sebagai seorang pangeran, “Dia adalah Lima Cakrawala Hitam. Lima orang terkuat di Sekte Cakrawala Hitam setelah Shang Xiong. Ketua Sekte Cakrawala Hitam yang bertarung melawan ayahmu...”
Seketika Ming Fengying dan Fei Chen menatap Shingen yang sedang bertarung serius sejak awal. Bahkan Shingen dan Shang Xiong bertukar serangan hingga menghancurkan setengah Istana Langit.
“Mereka mengincar kekasihmu itu. Apa Tuan Muda Ming Fengying dapat mengatasi yang ada di belakangku...” Fei Chen melirik puluhan pendekar tingkat tiga yang mulai mengepung Ming Fengying.
“Tentu aku bisa, Kakek Fei...” Ming Fengying menatap puluhan mayat yang tergeletak di tanah karena ulah Fei Chen.
“Tidak kusangka aku melihat putri dari Negeri Jisa...” Perkataan She Liong membuat Ming Fengying dan Fei Chen saling berpandangan, “Aku yakin Yang Mulia Rieyu senang dengan pemilik tubuh Jelmaan Dewi Air.”
“Hmmm?” Ming Fengying menaikan alisnya menatap tajam She Liong.
“Serahkan gadis itu. Cepat atau lambat, kalian semua tidak akan sanggup melawan angin yang membawa badai perubahan.” She Liong melepaskan hawa membunuh yang mencekam pada Fei Chen.
“Saudara Fei, aku sarankan kau bergabung bersama kami. Dunia ini adalah tempat yang sangat luas, tinggal bagaimana cara kalian memandangnya...” She Liong mengayunkan dua pedang besar ke arah Ming Fengying, namun Fei Chen dengan cepat memainkan pedangnya dan menahan dua tebasan pedang besar She Liong.
“Aku tidak peduli dengan hal itu. Benua Jiu adalah tanah lahirku dan tempat tinggalku. Hanya orang bodoh yang membantu orang asing menguasai negeri sendiri!” Fei Chen tidak gentar walau She Liong lebih tinggi ilmunya dari dirinya.
Mengingat Fei Chen baru mencapai tingkat pendekar suci beberapa bulan yang lalu, tentu dia sulit mengimbangi dua pedang besar She Liong, dimana She Liong telah mencapai pendekar suci beberapa tahun lalu.
Ming Fengying merapatkan giginya dan kembali mengayunkan katananya yang dia gigit di mulutnya.
“Tidak ada tempat yang aman. Selain itu, aku harus menemukan tempat yang dapat membuatku mengawasi Soo Yun...” Ming Fengying menatap puluhan pendekar yang kembali mengepungnya.
Ming Fengying melepaskan dua aura tubuhnya secara bersamaan sehingga pendekar yang sedang berada dalam jangkauannya sulit untuk bergerak.
Mulutnya menggigit katananya dengan erat. Matanya menatap tajam puluhan pendekar yang berkeringat dingin ketika katananya memotong kepala mereka.
Darah bercucuran dan setengah wajah Ming Fengying kini merah terkena darah. Matanya memejam sesaat dan tak lama Ming Fengying melihat ayahnya di serang dari berbagai penjuru oleh Ketua dan Tetua Sekte Cakrawala Hitam.
__ADS_1
Ming Fengying menatap Xue Li dan Xue Jingyi yang bertarung sambil melindungi penduduk tak bersalah yang menjadi korban keganasan Sekte Cakrawala Hitam dan Sekte Lembah Darah.
“Tuan Muda Ming Fengying!” Lin Kin dan Zhang Bingjie datang dari dua arah setelah membunuh lusinan pendekar Sekte Lembah Darah.
“Kita tidak bisa menyelamatkan semua penduduk tak bersalah. Kedua sekte ini datang dengan seluruh kekuatannya. Kita belum tentu mampu memukul mundur mereka. Nasib Kekaisaran Kuru berada di tangan kita semua.” Lin Kin berdiri di depan Ming Fengying dan menatap pemuda itu karena dia pikir Ming Fengying sedang gelisah, “Entah kita semua yang akan mati atau kita yang berhasil memukul mundur mereka dan membentuk aliansi terbesar di Kekaisaran Kuru untuk membalas tindakan mereka!”
Ming Fengying mengangguk dan menatap pemuda yang auranya sama seperti Wang Zhou.
“Kakek Lin, Kakek Zhang, aku pergi dulu.” Ming Fengying mendekati Xue Jingyi untuk menitipkan Soo Yun. Namun dalam sekejap dirinya telah dikejar Wang Zhou.
“Tuan Muda Ming Fengying?” Xue Jingyi menaikan alisnya melihat Ming Fengying menahan tebasan pedang darah Wang Zhou dengan katana di mulutnya.
Ming Fengying bergerak cepat dan mendaratkan tendangan telak tepat di perut Wang Zhou.
“Nenek? Tante? Aku harus panggil dia apa?” Ming Fengying membatin setelah berada di dekat Xue Jingyi. Kecantikan Xue Jingyi membuat Ming Fengying kebingungan menyebut nama Xue Jingyi.
“Kakak Xue, aku akan membantu melindungi penduduk bersama Senior Xue Li...” Ming Fengying menaruh tubuh Soo Yun di dekat penduduk yang pingsan.
“Kakak? Apa aku semuda itu?” Xue Jingyi wajahnya merah merona, “Baiklah, kalau begitu aku bisa membantu ayahmu dan yang lain.”
“Tuan Muda Ming Fengying, apa dia adalah Tiga Darah?” Xue Li mendekat pada Ming Fengying dan melirik pemuda itu.
“Ya, namanya Wang Zhou. Dia bisa memanipulasi darah. Aku pikir dia telah mati, tetapi ilmu jiwa pembangkitan adalah ilmu yang tidak aku ketahui...” Ming Fengying menjelaskan sebisanya pada Xue Li.
“Biar aku yang melawannya!” Tepat setelah Xue Li bersiap menyerang Wang Zhou, tangan Ming Fengying memberi tanda pada Xue Li agar berhenti.
“Aku yang akan melawannya. Kekuatanku setara dengan pendekar suci jika aku menggunakan kekuatan Tsukuyomi...” Ming Fengying memegang pedangnya dan melirik Soo Yun yang terbaring di atas tanah bersama ratusan penduduk yang terlihat ketakutan.
“Kalian jaga perempuan itu! Dia adalah tunanganku!” Ming Fengying berteriak pada penduduk desa yang ketakutan. Mereka hanya mengikuti perintah Ming Fengying mengingat status Ming Fengying adalah cucu dari Kaisar Long. Tapi bukan itu saja yang membuat mereka mematuhi Ming Fengying, setelah melihat Ming Fengying membunuh pendekar aliran hitam dengan katana yang dia gigit dengan mulutnya tentu membuat penduduk tak berani membantah perintah Ming Fengying.
Xue Li tidak menggubris perkataan Ming Fengying dan fokus menghabisi pendekar yang mengincar penduduk.
“Pernapasan Sirih...” Ming Fengying berjalan pelan sebelum mengaliri bilah pedangnya dengan tenaga dalam.
__ADS_1
“Anak Shingen!” Wang Zhou melotot matanya menatap Ming Fengying penuh kebencian.
“Aku akan menguliti wajahmu itu dan menjadikan tubuhmu menjadi milikku!” Wang Zhou menyerang Ming Fengying dari berbagai arah.
Ming Fengying menenangkan dirinya dan terus menangkis tebasan pedang Wang Zhou. Suara nyaring dari katananya terus menggema.
Ming Fengying melirik Jia Wu yang bertarung sengit dengan Lin Huo. Sedangkan dua dari Tiga Darah yang tersisa berhadapan dengan Lin Kin dan Jiang Tian.
“Bocah! Matamu melirik kemana?!” Wang Zhou mendaratkan tendangan di perut Ming Fengying, namun kakinya ditangkap Ming Fengying sebelum tubuhnya dibanting oleh pemuda itu.
“Aku hanya memastikan saja. Sepertinya hanya kalian bertiga yang mempelajari ilmu jiwa pembangkitan.” Ming Fengying mengayunkan katananya pada dada Wang Zhou.
“Sialan!” Wang Zhou meronta kesakitan untuk sesaat sebelum berdiri dan melepaskan hawa membunuh yang mencekam pada Ming Fengying.
“Apa tujuan kalian menyerang Pegunungan Tiangan, Wang Zhou?” Ming Fengying ingin mengetahui tujuan Sekte Lembah Darah yang menyerang Pegunungan Tiangan.
“Kau pikir aku akan menceritakan padamu?” Wang Zhou meludah dan memanipulasi aura tubuhnya menjadi darah.
Darah yang berceceran dari mayat-mayat yang berserakan menggumpal menjadi satu dan membentuk senjata untuk Wang Zhou.
“Sama seperti Feng Yan yang mempunyai kekuatan memanipulasi aura menjadi asap. Aku juga lahir dengan bakat itu. Aku memanipulasi darah disekitarku dengan aura.” Wang Zhou tersenyum sinis menatap Ming Fengying.
“Dong Hao sudah lama menjadi incaranku. Setelah mengetahui Haori termasuk salah satu dari beberapa orang yang menyelamatkan warisan leluhur Tsukuyomi. Tentu aku mengumpulkan catatan kuno untuk kami pelajari sebelum menyerahkannya pada Yang Mulia Rieyu!” Wang Zhou mengarahkan puluhan pedang darah pada Ming Fengying.
“Tsukuyomi, katamu?” Ming Fengying tertarik ingin mendengarkan perkataan Wang Zhou, tetapi saat ini dia harus menghancurkan pedang darah yang menyerangnya.
“Manusia yang dapat berubah menjadi Naga itu memberi perintah pada kami. Untuk mengambil prasasti emas dan membunuh kalian semua!” Wang Zhou memakai zirah darah dan melesat ke arah Ming Fengying.
”Rieyu? Sepertinya aliran hitam lebih dahulu bertemu dengan Rieyu sehingga mereka semua tunduk pada makhluk penuh kebencian itu!” Ming Fengying berusaha memotong zirah darah Wang Zhou, namun aura tubuhnya masih kalah kuat dengan aura tubuh Wang Zhou.
“Me...”
Tepat setelah Ming Fengying menggunakan teknik yang diajari oleh Shingen. Matanya berubah menjadi merah darah dan aura tubuhnya lebih besar dari sebelumnya.
__ADS_1
Wang Zhou mengerutkan dahinya melihat kekuatan Ming Fengying yang sama dengan Shingen. Hanya dengan melihatnya saja dia sudah berdecak kesal.
“Bagus, kau lebih pantas untuk kubunuh agar aku dapat memiliki tubuhmu itu!”