Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 57 : Asap Putih


__ADS_3

Ming Fengying tidak memacu kudanya lebih cepat lagi, hari yang sudah sore, ditambah dengan matahari yang mulai terbenam membuat Ming Fengying tersenyum lega walau dia memperoleh posisi kedua setelah Shingen.


Sementara itu Shingen menyadari ada yang tidak beres di desa yang sekarang mereka masuki. Desa dengan ratusan rumah yang terbengkalai, bahkan banyak pintu dan jendela yang telah dihancurkan.


Tangan Shingen memberi sebuah isyarat pada Ming Fengying, Fujin, Sanada dan Yuan Shi agar waspada. Walau hari belum terlalu larut malam, tetapi hembusan angin yang menerpa tubuh mereka sangat tidak wajar.


"Sepertinya kami terlalu asyik berlomba..." batin Shingen sambil kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan mengamati keadaaan disekelilingnya. Sedikit ada rasa malu dan penyesalan, karena Shingen begitu asyik memacu kudanya sampai lupa jika dirinya telah salah arah menuju Pegunungan Tiangan.


"Ayah..." ucapan Ming Fengying memecah keheningan ketika merasakan aura yang keluar dari arah salah satu rumah yang telah terbengkalai. Aura yang tidak wajar begitu terasa di kulit Ming Fengying. Aura tersebut membuat Ming Fengying merasakan firasat buruk, setelah menatap langit yang mulai gelap dan cahaya sinar matahari mulai meredup, Ming Fengying menggigit bibir bagian bawahnya.


"Sebenarnya kami tersesat dimana?" batin Ming Fengying bertanya - tanya setelah langit menjadi gelap sepenuhnya, siang berganti malam. Firasatnya semakin tidak enak ketika melihat kepulan asap putih, yang membuat jarak pandang matanya tidak melihat sekelilingnya.


"Feng!" teriak Yuan Shi memanggil namanya. Perlahan Ming Fengying mencoba mencari keberadaan Yuan Shi namun tidak dapat menemukan Yuan Shi dimanapun, asap putih sangat mengganggu jarak pandangnya.


"Yukimura! Shi gege! Kau dimana!" Ming Fengying berteriak lantang agar Yuan Shi mendengar suaranya. Tidak ada jawaban sama sekali dari Yuan Shi selama beberapa detik, tidak berapa lama Yuan Shi kembali berteriak.


"Walau kau memanggilku seperti itu, aku tidak senang. Dasar bodoh-" kata - kata dari Yuan Shi tidak terdengar dan itu membuat Ming Fengying merasa jika asap putih yang tebal adalah kekuatan yang dikeluarkan oleh orang lain selain mereka berlima.


"Yuan Shi!" teriakan Fujin memecah keheningan, asap semakin tebal membuat Ming Fengying kebingungan. Sempat panik, akhirnya Ming Fengying kembali tenang setelah dia mencoba memberhentikan kudanya.


"Sial! Fujin, ada orang lain selain kita disini!" teriakan dari Sanada membuat Ming Fengying sadar jika mereka telah tersesat di tempat yang paling tidak terduga.


"Kenshin! Jaga diri baik - baik! Kita telah masuk ke markas pencuri!" teriakan dari Shingen yang suaranya entah berasal darimana membuat Ming Fengying masih belum menemukan jawabannya. Ming Fengying tidak menyadari jika mereka telah masuk ke dalam markas dari kelompok pencuri yang bernama Organisasi Bertudung Putih.


"Semoga keberuntungan memberkati kita berlima!" teriakan terakhir Shingen tidak terdengar kembali, dan itu membuat Ming Fengying khawatir. Tetapi mengingat kekuatan Shingen yang lebih kuat dari dirinya di kehidupan sebelumnya, membuat Ming Fengying sedikit tenang kembali.

__ADS_1


Keheningan semakin mencekam setelah teriakan terakhir dari Shingen. Suara dari Fujin dan Sanada tidak lagi terdengar di telinganya, Ming Fengying menggertakkan giginya ketika merasakan aura yang datang dari sebelah kirinya.


"Rantai?" batin Ming Fengying yang belum sempat bereaksi tubuhnya terikat rantai dan ditarik ke suatu tempat, sangat tidak dia sangka rantai yang mengikatnya membuat Ming Fengying tidak bisa mengeluarkan aura tubuhnya.


Ming Fengying terlempar di sebuah tempat yang dipenuhi kabut, sangat aneh baginya ketika dia tidak melihat kuda hitam yang menjadi rekan perjalanannya tidak ada dimanapun.


"Sebenarnya aku berada dimana?" Ming Fengying berpikir keras agar mencerna yang barusan terjadi padanya, serangan mendadak dan asap putih yang tebal membuatnya mengira jika mereka telah tersesat di sebuah desa mistis.


"Apa ini ulah hantu?" Ming Fengying berbicara sendiri sambil tangan kanannya mengelus dagunya. "Tunggu, aku sudah tua walau tubuhku muda. Hantu tidak mungkin melakukan hal seperti ini, tapi sebenarnya kami ada dimana?" Ming Fengying berdecak kesal karena tidak menemukan jawabannya.


"Tadi ayah bilang kelompok pencuri?" Ming Fengying mengingat kelompok pencuri misterius di kehidupan sebelumnya, dahulu ada kelompok pencuri bernama Organisasi Bertudung Putih yang namanya begitu terkenal. Tetapi mereka terkenal setelah Kekaisaran Kuru dikuasai Sekte Aliran Hitam.


Ming Fengying mengingat tentang Organisasi Bertudung Putih yang mula - mulanya mencuri uang dan makanan dari bangsawan yang korupsi, tetapi setelah berganti kepemimpinan yang baru, Organisasi Bertudung Putih justru berubah menjadi organisasi yang tidak segan - segan membunuh dan mencuri uang maupun nyawa dari rakyat kalangan bawah sampai yang atas.


Sebenarnya Ming Fengying sedikit tertarik dengan seluk beluk Organisasi Bertudung Putih. Menurutnya akan lebih baik jika dia menemukan sosok pemimpin dari Organisasi Bertudung Putih yang dia kenal namanya di kehidupan sebelumnya.


Ming Fengying mencoba memegang katananya yang masih tersarung rapi di pinggangnya, aura hitam pekat yang mengarah padanya membuat Ming Fengying menggertakkan giginya.


"Sirih." Ming Fengying menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya, kabut dan asap putih yang tebal sangat mengganggu pernapasannya.


Ming Fengying memutarkan badannya menangkis puluhan jarum yang mengarah padanya, matanya menatap jarum yang telah dilapisi racun pelumpuh. Tidak berapa lama suara langkah kaki sesorang membuat Ming Fengying menaikan kewaspadaannya.


"Akhirnya kau keluar juga," ucap Ming Fengying menatap tajam seorang pria yang terlihat berumur dua puluhan tahun dengan sebuah tudung putih yang menutup kepalanya.


"Perkenankan aku untuk memperkenalkan diri, tuan muda Ming Fengying." perkataan pria paruh baya tersebut membuatnya terdiam. "Namaku adalah Mao Gang. Mata dari Organisasi Bertudung Putih." pria paruh baya yang ternyata bernama Mao Gang membungkukkan tubuhnya dan tersenyum tipis melihat Ming Fengying yang menatap tajam dirinya.

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa mengetahui namaku?!" tanya Ming Fengying dengan nada yang dingin, tatapan matanya menatap tajam Mao Gang. Emosinya menguasai badannya, sehingga membuat Ming Fengying tidak berpikir jernih kembali.


Mao Gang tersenyum melihat Ming Fengying yang menatap dirinya, banyak orang yang bereaksi sama seperti Ming Fengying ketika identitas mereka dapat diketahui olehnya.


"Kekuatan tidak selalu terletak pada adu kekuatan, bukankah begitu, tuan muda Ming Fengying." Mao Gang memegang tudung putihnya dan menatap tajam Ming Fengying dari balik tudung putih. "Informasi adalah kekuatan yang berharga. Kita bisa mempengaruhi mental seseorang hanya dengan kata - kata!" tegas Mao Gang pada Ming Fengying yang masih mematung.


Ming Fengying tersadar setelah mendengar perkataan Mao Gang. Secara tidak sadar Ming Fengying melupakan sesuatu yang sangat penting, Organisasi Bertudung Putih bisa menjadi rekan yang kuat dan berharga suatu hari nanti. Ming Fengying menyadari jika dahulu kelompok pencuri yang bernama Organisasi Bertudung Putih dipimpin oleh seorang ninja yang bernama Haori. Tetapi setelah Haori mati tanpa sebab dan suatu alasan yang pasti, pendekar yang bernama Dong Hao mengambil alih kepemimpinan Organisasi Bertudung Putih.


Ming Fengying tersenyum sinis menatap Mao Gang. Senyumannya membuat Mao Gang menjaga jarak dengannya, perlahan Ming Fengying mengelus dagunya memejamkan matanya dan melirik Mao Gang.


"Benar juga perkataanmu. Informasi adalah kekuatan." Ming Fengying ingin membuka kedok Dong Hao dengan memanfaatkan Mao Gang yang ada dihadapannya saat ini. "Kalian adalah organisasi yang mencuri uang dari bangsawan yang korupsi, dan mengambil makanan dari gudang persediaan bangsawan yang menindas rakyat biasa." perkataan Ming Fengying membuat Mao Gang tersenyum lebar sekaligus wajahnya berkeringat dingin.


Ming Fengying tersenyum lebar dalam hatinya melihat rekasi Mao Gang yang begitu terkejut, bagaimana tidak terkejut karena Ming Fengying bisa mengetahui Organisasi Bertudung Putih yang baru dibentuk beberapa bulan yang lalu.


"Bagaimana tuan muda bisa mengetahui semua itu?" Mao Gang merapatkan giginya ketika melihat Ming Fengying kembali tersenyum sinis padanya.


"Informasi adalah kekuatan. Tapi informasi dariku tidaklah gratis, aku bisa memberitahumu semua yang kuketahui tentang cara mengumpulkan informasi," perkataan Ming Fengying membuat Mao Gang menelan ludah dan berkeringat dingin. "Tapi dengan satu syarat." perkataan terakhir Ming Fengying membuat Mao Gang sedikit kesal.


"Apa syarat itu tuan muda?" tanya Mao Gang pada Ming Fengying.


"Suatu saat bantulah aku bersama sang fajar seorang pemuda yang telah diramalkan dan ditakdirkan untuk membebaskan Negeri Yamato. Kemampuan kalian sangat berguna, aku akan mengajari kalian cara menjadi seorang mata - mata yang handal." Ming Fengying menatap Mao Gang yang mematung tidak berkedip sedikitpun. Perkataan Ming Fengying membuat Mao Gang berpikir jika Ming Fengying bisa melihat masa depan.


"Semua sudah mendapatkan gilirannya masing - masing, aku tidak terlalu pandai menjadi seorang mata - mata. Jika ilmu pengendali hati dan ilmu penukar raga digunakan untukku, maka kekuatannya tidak akan maksimal. Aku bisa melihat potensimu, tidak. Aku bisa melihat potensi Organisasi Bertudung Putih di masa depan nanti." Ming Fengying terdiam selama beberapa detik setelah membuat Mao Gang menatap dirinya penuh kekaguman.


"Tuan muda Ming Fengying. Aku akan mengikuti perkataanmu, hanya saja untuk syarat itu ... bisakah kita bicarakan dengan ayah, maksudku ketua?" Mao Gang menggaruk pelan pipinya sambil tersenyum canggung menatap Ming Fengying.

__ADS_1


"Itu urusan nanti. Sebaiknya temani aku untuk mencari seseorang yang bernama Dong Hao." Ming Fengying menghampiri Mao Gang dan menyarungkan katananya kembali ke sarung katananya.


Mao Gang semakin heran dengan Ming Fengying. Rasa penasaran dan kekagumannya pada Ming Fengying membuatnya bergerak secara tidak sadar mengantarkan Ming Fengying ke tempat Dong Hao.


__ADS_2